seorang gadis bernama Alina Harus hidup menderita tinggal bersama bibinya sejak kecil selalu di perlakukan dengan kasar oleh sang bibi
hingga dirinya bertemu pria arogan bernama Devano Dirgantara seorang pengusaha mempunyai sifat dingin cuek galak berstatus duda Alina harus kerja di tempat Devano karena ganti rugi
bagaimana kisahnya? apakah Alina akan dapat kebahagiaan karena kehidupan nya begitu menyedihkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan Devano!
BEBERAPA HARI KEMUDIAN..
Kini Devano sesuai niat nya sejak lama akhirnya bisa di laksanakan,Devano menikah dengan Alina namun tak di rayakan dengan meriah karena ngga mau sampai ramai ada publik yang sorot acara pernikahan nya karena pasti orang tua nya ngga setuju dengan pernikahan nya ini.
"Wahh.. Selamat Devano,sudah menikah!"ucap Revan sang sahabat Devano.
"Hmm.. Iya, terimakasih sudah hadir!"ucap Devano balas Anggukan Revan.
"cantik juga,gadis pilihan mu!"celetuk Revan membuat Devano ngangguk.
"terimakasih.. Sudah,memuji istri ku!"ucap Devano sembari tersenyum tipis.
Devano pun tak menyangka ternyata Alina cantik berpakaian seperti ini, karena selama ini Alina ngga pernah pakai make up gadis yang sangat sederhana, mungkin dengan menikah dengan Devano akan merubah kehidupan Alina.
"Apa aku,bermimpi bisa menikah dengan bosku?"gumam Alina menatap Devano yang sedang mengobrol.
"apakah.. Memang dia jodohku?"gumam Alina merasa ngga percaya.
"selamat nona, akhirnya menikah dengan Tuan Devano!"ucap David membuat Alina ngangguk.
"Terimakasih.. Kak David!"ucap Alina balas Anggukan David.
*******
Sementara itu di sisi lain Novi yang selama ini di penjara, sekarang ia bebas karena ada yang membebaskan Novi entah siapa orang yang bebaskan Novi dari penjara mungkin Devano ngga tau kalau Novi telah bebas.
"kira-kira siapa, yang bebaskan diriku?"gumam Novi.
"siapa pun, orang nya pasti peduli dengan ku,"gumam Novi dengan tersenyum.
Novi pun pergi dari kantor polisi merasa senang bisa hirup udara bebas,ia pun mencari taksi namun tiba-tiba ada mobil hitam yang berhenti di hadapannya membuat Novi mengerutkan keningnya.
"Masuk nona!"ucap seorang supir dari mobil hitam itu.
"Ehmm.. Baiklah,"ucap Novi merasa bingung.
************
BEBERAPA JAM KEMUDIAN..
setelah beberapa jam berlalu,acara pernikahan telah selesai dan Alina ikut Devano karena sudah menjadi seorang istri dari Devano, walaupun ia masih ragu dengan keputusan nya menikah dengan atasannya ngga pernah ia berpikir kan menikah dengan Devano.
"Ayo silahkan masuk, kenapa hanya diam di pintu?"tanya Devano membuat Alina terkejut.
"Ehmm.. Iya tuan!"jawab Alina merasa gugup.
Alina memasuki rumah baru Devano, karena Devano masih takut bertemu orang tua pasti Alina akan dapat masalah, apalagi sepertinya orang tua nya tak menyukai Alina yang dari kalangan biasa walaupun dulu Alina sepertinya orang tuanya punya perusahaan,namun entah bagaimana perusahaan orang tua Alina..
"tuan Devano,saya takut jika orang tuamu tau!"ucap Alina merasa cemas.
"Saya akan membela kamu!"ucap Devano membuat Alina ngangguk.
"Baiklah.. Saya mau, melepaskan gaun dulu!"ucap Alina balas Anggukan Devano.
Alina pun pergi menaikki tangga menuju kamar namun arahnya bukan di kamar Devano tapi ke arah sebelah nya,lalu Devano pun menahan tangan Alina membuat Alina mengerutkan keningnya lalu menoleh.
"mau kemana Alina?"tanya Devano menatap sang istri.
"Ehmm.. Kamar tuan!"jawab Alina membuat Devano menghela nafas.
"kita satu kamar,kita suami istri Alina!"ucap Devano membuat Alina ngangguk saja.
Alina sampai lupa bahwa dirinya sudah menjadi istri dari Devano,lalu Alina pun perlahan masuk ke kamar Devano yang sekarang sudah menjadi kamarnya juga sejujurnya Alina merasa bermimpi.
"saya harus mengerjakan sesuatu,kamu kalau mau istirahat silahkan,"ucap Devano balas Anggukan Alina.
"Baiklah tuan Devano!"ucap Alina dengan menunduk.
"Semoga kamu,akan bahagia setelah ini Alina,"gumam Devano.
*********
PAGI HARI KEMUDIAN..
Semalam Devano dan juga Alina tak melakukan malam pertama, karena pernikahan mereka bukan karena cinta namun pasti perlahan mereka akan cinta jika sudah merasa nyaman satu sama lain.
"Selamat pagi,nyonya Alina!"ucap Yati sang Asisten rumah tangga.
"Nyonya?"beo Alina merasa bingung dengan ucapan Yati.
"kan anda adalah, istri tuan muda!"ucap Yati membuat Alina tersenyum.
"panggil nama saja,aku ngga enak di panggil nyonya!"ucap Alina membuat Yati ngangguk.
Devano kini telah rapi memakai jas nya hendak berangkat kerja,lalu duduk di kursi di dekat Alina yang sedang hendak duduk lalu Alina menatap Devano yang sedang mengambil makanan untuk sarapan..
"Bi,saya sarapan sedikit dulu karena ada Meeting!"ucap Devano balas Anggukan Yati.
"kenapa natap,saya seperti itu?"tanya Devano membuat Alina gugup.
"Nggak tuan!"jawab Alina dengan tersenyum.
Devano tau apa yang Alina pikirkan begitupun dengan nya sendiri,ia tak menyangka menikah dengan gadis yang dulu ia benci karena sering ceroboh dan sedikit lemot pikiran nya,namun dengan perlahan ia tau tentang kehidupan Alina.
"kamu sudah, Sandwich seperti nya Alina!"celetuk Devano membuat Alina tersenyum.
"karena saya,sudah terbiasa imbangi sarapan mu tuan!"ucap Alina membuat Devano ngangguk.
"Baguslah.. Karena ini, makanan yang sehat Alina!"ucap Devano balas Anggukan Alina saja.
******
Setelah beberapa menit berlalu,Alina berangkat kerja memakai taksi karena keinginan nya sendiri karena ngga mau orang di kantor curiga dengan hal ini walaupun Devano pun ngga keberatan berangkat bersama Alina.
"Wahh.. Alina kamu,tumben make up?"tanya Laras membuat Alina gugup.
"Ehmm.. Iya kak, karena aku ingin terlihat fresh!"jawab Alina membuat Laras ngangguk.
"Palingan buat cari perhatian,dari bosnya!"cibir Kayla membuat Alina menghela nafas.
Alina ngga menghiraukan cibiran Kayla, karena akan membuatnya emosi saja karena terkadang pedas dengar cibiran sepupunya itu,jika tau ia menikah dengan Devano pasti akan lakukan apapun demi membuat nya tak bahagia.
"kenapa sih,bos ngga pecat Kayla saja yang ngga berguna ini!"celetuk Laras membuat Kayla mengerutkan keningnya.
"karena mungkin,bos tertarik dengan ku!"ucap Kayla dengan angkuh.
"Cih! Mimpi kamu Kayla!"cibir Laras membuat Alina geleng kepala.
Alina pun pergi membawa minum menuju ruangan Devano,ia tetap anggap Devano sebagai bosnya seperti biasanya karena Alina masih ingin kerja ngga mau nganggur walaupun suaminya pasti bisa cukupi kebutuhan nya yaitu Devano.
TOK..!
TOK..!
"Masuk saja!"teriak Devano dari dalam ruangannya.
CKLekk!
Alina perlahan membuka pintu ruangan CEO lalu perlahan memasuki ruangan sang CEO, meletakkan secangkir teh di meja Devano membuat Devano mendongak lalu menatap Alina yang hendak pergi.
"Alina, tolong bawakan saya buah!"pinta Devano membuat Alina ngangguk.
"Baiklah.. Saya akan mengambil nya!"ucap Alina membuat Devano ngangguk.
"ternyata nona Alina,masih anggap tuan sebagai bosnya,"gumam David yang hendak masuk ruangan bosnya.
Alina pun pergi dari ruangan Devano segera mengambil buah,ia ngga tau yang Devano mau tapi yang ia tau Devano suka apel dan juga mangga karena Devano selalu membeli buah Mangga.
"Ehh.. Kamu mau buah?"tanya Laras membuat Alina geleng.
"Tuan Devano, meminta ku bawakan buah!"jawab Alina balas Anggukan Laras.
"Sini biar aku!"ucap Kayla membuat Alina menghela nafas.
"Baiklah Kayla!"ucap Alina dengan tersenyum sembari menyiapkan buah.
Ka ayo baca novel ku juga, kalo mau 😼"changes that are becoming more pronounceed"