NovelToon NovelToon
Kesayangan Kakak Kedua

Kesayangan Kakak Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Fantasi Wanita / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dhe vi

Leana putri tunggal seorang pengusaha yang tidak pernah terekspos, sehingga dia di kenal sebagai anak orang miskin yang masuk ke tempat elit demi menaikkan derajat. Menjadi pacar seorang anak miliyader membuatnya menjadi pusat perhatian, Reno putra ke tiga dari keluarga ternama di kotanya, Ketika berkunjung kerumah sang pacar dia mendapati teman baiknya sedang berduaan. Meminta pertanggung jawaban namun tak di hiraukan Reno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhe vi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

"Bel, Lea sama Ray pulang ya". tanya mama Ray

"Iya mereka lagi di jalan ini".

"Syukurlah kalau mereka pulang, mama sudah kangen berat sama Lea, oh iya Bel luangin waktu kalian malam ini mama sudah pesan resto ternama untuk makan malam bersama". Ingatnya pada Isabella

"Iya ma".

Melihat mertuanya begitu antusias kedatangan Leana dan Ray membuat Melinda semakin marah, kenapa dia tidak bisa mereasakan hal yang sama, sedangkan dia dan Leana sama-sama menantu di keluarga Wilder.

Setibanya Ray dan Leana di rumah utama, nyonya Wilder menyambut mereka dengan ramah.

"Kesayangan mama kenapa baru pulang mama kesepian di sini loh". peluknya pada Leana

"Maaf ya ma". ucap Leana lembut

"LOh untuk apa minta maaf memangnya kamu ada salah? kalau masalah berdua itu kamu tidak usah ambil pusing biar mama yang urus mereka". Leana tersenyum.

Ray membantunya membawakan koper mereka berdua ke kamar, setelah makan siang Lea dan Ray kembali ke kamar mereka untuk beristirahat sejenak setelah perjalanan jauh dia juga sedang hamil besar.

Malamnya makan malam keluarga Wilder, Asael bersama kedua orang tua Isabella yang kebetulan berada di kota. Ray dan Leana menggunakan mobil Leana, nyonya Wilder di antar supir sedangkan Melinda, Reno dan tuan Wilder satu mobil.

tibalah mereka di sebuah restoran bintang 4 yang di sewa oleh nyonya Wilder untuk menyambut kedatangan menantu kesayangannya.

Di parkiran Reno tidak sengaja mengerem mendadak dan membuat kepala Melinda terbentur di dasboard depan karena Adrian berada di pangkuan Reno.

"Reno, apa-apaan kamu".

"Reno juga tidak sengaja ayah"

"Dasar bawa mobil saja kamu tidak becus,Melin kamu baik-baik saja".

"Ya ayah Melin baik-baik saja".

"Ya sudah kita keluar sekarang".

Seturunnya dari mobil Melinda menggandeng Adrian sedangkan Reno berada di belakang mereka, sedangkan tuan Wilder hanya memperhatikan Melinda dari kejauhan.

"Sayang sekali gadis secantik itu malah terjerat dengan Reno". gumamanya

Di meja makan keluarga besar terlihat akrab satu sama lain, terutama mama Ray dan mama Isabella.

Melinda meminta Adrian untuk salaman dengan para orang dewasa, dia melihat ke arah Leana yang tampak cantik dengan gaun malamnya yang sopan, sedangkan dirinya cuma memakai baju yang sama ketika ada perkumpulan keluarga seperti ini. Makanan mewah telah tersaji di meja makan dan semua makanan yang di pesan nyonya Wilder adalah makanan favorit Leana.

"Mama, apa nggak masalah, inikan makanan kesukaan Lea semua". Leana merasa tidak nyaman

"Loh, kenapa sayang inikan memang makanan Bestsealer di sini"/ bohong nyonya Wilder

Ray hanya bisa geleng-geleng kepala melihat mamanya sendiri terhadap Leana.

Selesai makan sambil menikmati hidangan penutup mereka saling mengobrol satu sama lain.

"Sudah berapa bulan sekarang nak Lea?". tanya mama Isabella

"7 bulan tan".

"Wah, sudah USG anaknya cewe apa cowo". tanya beliau lagi

"Terakhir periksa cewe tan". jawab Ray

semua orang terkejut dengan jawaban Ray dan melihat ke arah Leana secara spontan

"Wah, semoga aja cewek ya, jadi kan aku bisa bawa dia kemana-mana". Ucap Isabella

"Loh, nggak bisa Bel dia harus nemenin neneknya dong".

"Ih mama, anak cewe itu harus sama tantenya yang modis ini dong biar dia nggak ketinggalan jaman". lirik Isabella pada Melinda yang hanya diam saja sambil menyuapi Adrian.

"Ini anakku kenapa malah kalian yang rebutan". Protes Ray

"kamu bisa bikin lagi Ray masih bisa kok Lea 2 sampai 3 orang anak lagi kan?".

"Ih bell, apasih". Leana malu-malu sambil menutupi wajahnya.

"Aku kan udah bilang, keponakan pertama itu akan ku angkat jadi anak aku juga, jadi jangan ada yang protes". Ucap Isabella dengan lantang.

"Itu artinya Adrian anak kamu juga dong Bel". ucap Melinda

"Adrian? maaf nggak tertarik". balas Melinda sambil mengelus perut Leana.

Melinda pamit ke toilet bersama Adrian tidak lama setelahnya Reno pamit pulang meninggalkan Melinda dan Adrian serta ayahnya, dengan alasan mau bertemu dengan teman-temannya.

"Melin pulang sama siapa?". tanya Leana

"Sudah pulang sana nggak usah sok kasihan sama aku". jawab Melinda

"Udah lah Love, orang seperti dia nggak bisa di baikkin". Ray menancapkan gasnya

Asael dan Isabella pulang mengantar orang tuanya ke bandara. sedangkan nyonya Wilder dengan supir pribadinya dan meninggalkan tuan Wilder di sana bersama Melinda.

"Ayah pulangnya bagaimana". tanya Melinda kepada tuan Wilder

"Kita pesan taksi saja, tapi saya mau mampir dulu ke kantor mengambil mobil".

"sama Melin juga yah?". Tanya Melin heran.

"Kamu mau tidur di sini, lagian juga Reno tidak akan datang menjemput kamu lagi" jelas tuan Wilder pada Melinda/

Melinda tertunduk lesu, apa yang ayah mertuanya itu bilang benar adanya, suaminya tidak akan datang menjemput dirinya maupun ayahnya sendiri.

di dalam taksi Adrian tertidur di pangkuan Melinda yang membuat gaunnya terturun hingga memperlihatkan belahan dadanya yang besar.

supir taksi ini mencuri-curi pandang pada kaca di dalam dasboard, melihat itu tuan Wilder langsung menutup tirai belakang supir.

"Biar Adrian aku pangku". ucap Tuan Wilder sambil memindahkan Adrian dari pangkuan Melinda.

"nggak apa-apa ayah". tolak Melin

tanpa sengaja tangan tuan Wilder menyentuh perut Melinda yang tertutupi oleh badan Adrian.

"Jangan banyak gerak Mel, aku jadi susah memindakan Adrian".

Kepala anak kecil itu berada di lengan tuan Wilder dan kakinya berada di paha Melinda.

Melinda memperhatikan bapak mertuanya itu dan tuan Wilder juga tanpa sengaja memperhatikan Melinda.

"Kenapa dia cantik sekali".gumam tuan Wilder

"Ayah bicara apa?".

"Tidak apa".

tiba-tiba supir mengerem mendadak dan membuat keduanya yang saling berhadapan tiba-tiba mengalami insiden tidak terduga, tuan Wilder mencium Melinda sekilas.

"A...ayah. duh pak pelan-pelan dong". Protes Melinda

Tuan Wilder menarik tangan Melinda untuk menenangkannya, kemudian membaringkan Adrian di pahanya dan dia menarik dagu Melinda untuk kembali menciumnya.

Melinda menolaknya namun dia tidak bisa apa-apa karena Adrian berada di pangkuan mereka berdua.

"Jadi simpanan ku ya".

"Ayah bicara apa, aku ini menantu ayah".

"Reno bukan anakku jadi kamu bukanlah menantuku".

"Apa". Melinda terkejut hingga membangunkan Adrian.

"Mama jangan berisik Rian sangat mengantuk". keluh Adrian

"Eh sayang, maaf ya mama membangunkan kamu".

Adrian di pindahkan tuan Wilder ke tempat duduknya agar anak itu kembali tidur dan Melinda memajukan dudukannya agar tuan Wilder bisa duduk di belakangnya.

Tuan Wilder memeluk Melinda sambil mencium aroma pada leher jenjangnya, dia sudah lama tidak menyentuh seorang wanita sejak kematian Keyra, beliau juga tidak ingin menyentuh nyonya Wilder karena ini adalah perjanjian tertulis dan sah secara hukum, mereka tidak aka berhubungan badan, jika itu terjadi maka semua aset dan harta adalah milik nyonya Wilder seutuhnya.

1
Yovi arine
😄😄
Suci Dava
klo kamu tahu asal-usul Melinda, pasti shock kamu Lea
Ophelia Roosevelt
masuk rak dulu, nunggu bab nya banyak baru baca🤭..
semangat ngetik thor sampe tamat..
Yovi arine: Iya terimakasih semangatnya 🥰🥰
total 1 replies
Yovi arine
Iya,, terimakasih 🥰🥰🥰
Muna Junaidi
Simpan dulu ya thor 🥰🥰
Yovi arine: Iya, terimakasih banyak kak 🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!