NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Hati

Reinkarnasi Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Setelah bertahun-tahun menanti buah hati, badai besar menghancurkan rumah tangga Lani.
Ia diceraikan oleh suaminya, Alex, yang berselingkuh dengan sahabat karib Lani sendiri.
Di tengah usaha menyembuhkan luka hati dan bangkit dari keterpurukan, takdir mempertemukan Lani dengan Afrain—pria berjiwa bebas yang merupakan mantan suami dari kakak Alex.
Sama-sama membawa trauma masa lalu, pertemuan tak sengaja itu perlahan berubah menjadi ikatan emosional yang dalam.
Afrain menjadi tempat bersandar yang memahami kepedihan Lani, dan benih-benih cinta pun mulai tumbuh di antara mereka. Namun, hubungan baru ini berada di lingkaran keluarga yang rumit dan penuh kecanggungan.
Di hadapan restu yang dipertanyakan dan bayang-bayang masa lalu yang saling berkaitan, akankah Lani berhasil melepaskan diri dari jerat trauma dan menemukan kebahagiaan sejatinya bersama Afrain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Sesuai janjinya, setelah seluruh proses penandatanganan kontrak kerja sama dengan PT Wijaya selesai dengan sukses siang itu, Afrain langsung memboyong Lani menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Segala urusan pekerjaan telah ia delegasikan kepada wakilnya demi bisa menikmati waktu berdua tanpa gangguan dengan istri tercintanya.

Kini, mereka berdua sedang duduk santai di salah satu area tunggu bandara yang nyaman.

Sambil bergandengan tangan, mereka menunggu Mbok Mar dan supir pribadi mereka yang sedang dalam perjalanan membawa tas-tas koper besar berisi keperluan mereka selama di Jepang nanti.

Tak berselang lama, sosok Mbok Mar dan sang supir terlihat berjalan tergesa-gesa sambil mendorong troli berisi koper-koper mahal milik majikan mereka.

Begitu sampai di hadapan Afrain dan Lani, Mbok Mar langsung menyeka keringat di dahinya sambil tersenyum lebar.

"Den Afrain, Mbak Lani... ini semua kopernya sudah siap," ujar Mbok Mar dengan wajah sumringah.

"Semoga bulan madunya lancar ya, Den, Mbak. Pulang-pulang dari Jepang harus sudah bawa kabar gembira, bawa garis dua buat Mbok!" goda Mbok Mar yang langsung membuat pipi Lani merona merah.

Afrain tertawa renyah mendengar celetukan pelayan setianya itu.

Ia kemudian merogoh dompetnya, mengeluarkan beberapa lembar uang bernominal besar, lalu membagikannya kepada Mbok Mar dan sang supir sebagai bonus.

"Ini untuk kalian. Terima kasih sudah mengantar koper kami," ucap Afrain sambil menyerahkan uang tersebut.

"Waduh, banyak sekali ini, Den. Terima kasih banyak," sahut sang supir dan Mbok Mar bergantian dengan mata berbinar-binar.

Sebelum melangkah masuk ke dalam area check-in, Afrain menghentikan langkahnya sebentar.

Gurat wajahnya berubah serius, memberikan instruksi terakhir yang sangat penting demi keamanan sang istri yang kini sedang berada di sampingnya.

"Saya titip rumah. Dan ingat, jika ada ular-ular yang datang seperti kemarin, jangan dibukakan pintu. Langsung hubungi polisi saja, tidak usah pakai sanksi sosial lagi," pesan Afrain tegas, merujuk pada Alex dan Sisil yang ia umpamakan seperti ular berbisa.

"Siap, Den!" ucap Mbok Mar dan supir rumah dengan kompak sambil memberikan gerakan hormat, membuat Lani yang tadinya tegang kini bisa tersenyum lega.

Afrain dan Lani melangkah masuk ke dalam area bandara untuk melakukan proses check-in dan melewati pemeriksaan imigrasi dengan lancar.

Sebagai seorang CEO, Afrain memastikan seluruh perjalanan mereka terasa sangat nyaman dan eksklusif.

Sampai akhirnya, waktu penerbangan tiba. Mereka berjalan menyusuri garbarata dan masuk ke dalam pesawat berbadan lebar yang akan membawa mereka terbang langsung menuju ke Negeri Sakura.

Pramugari dengan senyum ramah menyambut mereka dan mengantarkan keduanya menuju ke kelas First Class.

Di dalam kabin yang sangat mewah, luas, dan memiliki privasi tinggi itu, mereka duduk berdampingan di kursi premium yang nyaman bak hotel berbintang.

Sebelum pesawat lepas landas, Afrain menoleh ke samping.

Ia menggenggam erat tangan istrinya, menyalurkan kehangatan dan rasa tenang yang mendalam melalui jemarinya.

"Sudah siap bulan madu, Sayang?" tanya Afrain dengan suara rendah yang begitu lembut, menatap lekat kedua mata wanita yang sangat dicintainya itu.

Lani menatap balik suaminya dengan binar kebahagiaan yang tak lagi tertutup oleh ketakutan masa lalu.

Ia menganggukkan kepalanya dengan mantap, mengulas senyum paling manis yang ia miliki.

"Siap, Mas. Bersama kamu, aku siap ke mana saja," jawab Lani tulus, siap memulai lembaran baru kehidupan mereka di Jepang.

Sementara itu, atmosfer yang bertolak belakang terjadi di kediaman Alex.

Setelah diseret dengan sangat memalukan dari gedung perusahaan Afrain, kepulangan Sisil dan Alex dipenuhi dengan keheningan yang mencekam.

Sisil yang sisa sebelah sepatunya sudah hilang, langsung masuk ke kamarnya sambil menangis histeris dan mengunci diri karena menanggung malu yang luar biasa.

Alex memutuskan untuk pulang ke rumah pribadinya sendiri dengan sisa-sisa tenaga dan harga diri yang sudah hancur lebur.

Kepalanya terasa mau pecah memikirkan ancaman hukum dari Afrain dan tatapan mencemooh dari ratusan karyawan tadi.

BRAK!

Alex membuka pintu rumah dengan kasar. Sesampainya di dalam rumah, pemandangan pertama yang ia lihat adalah Mira yang sedang duduk bersandar di sofa, asyik menonton televisi seolah tidak terjadi apa-apa.

Di atas meja ruang tamu, tampak beberapa bungkus camilan kosong yang berantakan.

Amarah Alex yang masih tersisa dari kantor Afrain seketika tersulut melihat kondisi rumahnya yang berantakan.

Ia melangkah mendekati dapur sekilas, lalu kembali ke ruang tamu dengan berkacak pinggang.

"Tidak masak lagi?!" bentak Alex, suaranya menggelegar memenuhi ruangan.

Mira yang mendengarnya langsung menoleh. Alih-alih takut seperti dulu, wajah Mira kini terlihat lelah dan sinis.

Ia mematikan televisi dengan remote, lalu bangkit berdiri menghadapi suaminya.

"Masak pakai apa?!" sahut Mira tidak kalah sengit, melipat kedua tangannya di dada.

"Uang belanja harian dan uang untuk beli gas elpiji saja belum kamu kasih, Mas! Mau masak pakai angin?!"

Mendengar tuntutan itu, Alex merasa makin tersudut.

Bukannya menyadari kelalaiannya sebagai suami, ego Alex yang tinggi membuatnya justru melemparkan kesalahan itu kembali pada Mira.

"Jangan mengandalkan aku saja, Mir! Cari kerja sana!" usir Alex dengan nada frustrasi.

"Kamu itu jadi istri jangan cuma tahu menuntut dan bermalas-malasan di rumah! Kalau butuh uang, ya usaha, jangan cuma bisa merengek!"

"Cari kerja?!" Mira berteriak, matanya membelalak lebar menatap Alex dengan tidak percaya.

Dada wanita itu naik turun menahan rasa sesak yang luar biasa.

"Mas, aku ini dipecat sama Pak Firman gara-gara pernikahan siri kita! Kamu lupa?! Aku kehilangan pekerjaanku karena mementingkan kamu!"

Bukannya merasa bersalah atau iba melihat nasib malang istrinya, Alex justru mendengus sinis.

Sedetik kemudian, Alex tertawa terbahak-bahak. Tawa yang terdengar sangat puas, kejam, dan penuh dengan kepuasan terselubung untuk melimpahkan seluruh kesalahannya.

"Hahaha! Bagus kalau begitu!" ledek Alex tanpa perasaan.

Ia menunjuk wajah Mira dengan pandangan menghina.

"Ini semua juga karena ulah kamu yang menggodaku, Mir! Kalau saja dulu kamu tidak gatal dan merayu suami orang, kamu tidak akan kehilangan pekerjaanmu!"

Alex melangkah mundur, meraih kembali jaketnya yang sempat ia lempar ke sofa.

Tatapannya menatap Mira dari atas ke bawah dengan penuh kemuakan.

"Sudah tidak bisa masak, tidak punya uang, cuma bisa mengomel lagi! Menyesal aku menikahimu!" bentak Alex tajam.

"Daripada melihat mukamu yang membuat pusing, lebih baik aku cari makan di luar!

BRAAAK!

Alex melangkah lebar keluar dari rumah dan membanting pintu depan dengan sangat keras, meninggalkan Mira yang langsung luruh ke lantai, menangis histeris meratapi nasibnya yang kini berbalik seratus delapan puluh derajat menjadi sangat mengenaskan.

1
falea sezi
cwek nya menye oon😒
falea sezi
🤣🤣 mampuss buang istri baik dpet istri boross bodoh
Dew666
👑
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Dew666
🪭🪭🪭🪭
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
Dew666
💟💟💟
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
Dew666
🌹🌹🌹
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Dew666
🌹🌹🌹🌹
my name is pho: terima kasih kak 🥰🥰
total 1 replies
Dew666
🔮🔮🔮🔮
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!