NovelToon NovelToon
Jenderal Wanita Penguasa Dunia

Jenderal Wanita Penguasa Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Fantasi
Popularitas:14.1k
Nilai: 5
Nama Author: SiPemula

Song Jiao, di kehidupan pertamanya dia adalah Jenderal Wanita terkuat yang berhasil menguasai Dunia, tapi hidupnya berakhir begitu cepat karena sebuah penyakit bawaan yang belum ada obatnya.

Tetapi jiwa berdarah-darah Song Jiao tidak diterima di Surga maupun Neraka, hingga pada akhirnya dia harus menjalani kehidupan kedua sebagai Song Jiao yang lain, yaitu putri Raja yang kehilangan statusnya setelah gagal mengkudeta Kekuasaan Kaisar yang tidak lain adalah Kakaknya sendiri.

Terbangun di tubuh gadis muda kurus yang lemah di akhir musim dingin, ingatan asing diterima Song Jiao begitu membuka mata, dan dari dalam ingatan itu dia tau hidupnya tinggal sebatang kara, dimana orangtuanya meninggal sebelum datangnya musim dingin, lalu para pelayan yang tersisa pergi setelah mengambil seluruh harta milik keluarga Song Jiao.

Tanpa harta, tanpa kekuatan, juga tanpa orang yang bisa diandalkan. Sanggupkah Song Jiao menjalani kehidupan keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perang Yang Tidak Bisa Dihindari

Setelah menempuh perjalanan selama beberapa hari, pasukan besar yang dipimpin Qin Tianyu akhirnya tiba. Song Jiao menyambut langsung kedatangan Qin Tianyu dan pasukannya.

Di tempat mereka berada saat ini tidak memungkinkan mendirikan banyak tenda.

Tetapi mengingat mereka hanya akan menghabiskan satu malam di hutan, keberadaan tenda untuk saat ini tidak diperlukan.

Ketika Qin Tianyu memberi perintah untuk istirahat, semua orang bisa beristirahat di tempat mana saja yang dirasa aman, tapi tetap ada prajurit yang melakukan patroli, memastikan tidak ada ancaman yang datang mendekat.

Song Jiao mengajak para Jenderal dan Komandan pasukan berkumpul di tempat yang telah diubah menjadi lokasi pertemuan darurat.

"Jalanan ini langsung mengarah ke Kota Xuanshan, tapi di depan sana masih ada sebagian jalanan yang sengaja belum dibersihkan."

Suara Song Jiao pelan, tapi jelas terdengar oleh semua orang yang berada di sekitarnya.

"Beberapa waktu ini sepuluh prajurit Xue Long ditugaskan menyusuri jalanan ini, dan mereka semua berhasil dibersihkan, begitu juga dengan seorang Jenderal dan ratusan prajurit Xue Long yang belum lama ini disapu bersih pasukanku saat tengah memasang jebakan..."

"Jika dalam bebe waktu orang-orang yang telah dibersihkan tidak kembali, saat itu juga musuh akan mulai curiga, dan besar kemungkinan keberadaan kita di tempat ini akan segera diketahui!"

Song Jiao menyampaikan apa yang perlu dia sampaikan, selebihnya dia akan mendengar keputusan ataupun saran dari orang-orang yang dikehidupan ini lebih senior darinya.

"Jenderal, bagaimana kalau nanti tepat di tengah malam kita lancarkan serangan dadakan ke Kota Xuanshan?"

Sebuah ide yang masuk akal untuk dilakukan baru saja disampaikan oleh salah satu Komandan, dan sebenarnya itu juga yang ingin dilakukan oleh Song Jiao, apalagi pasukan besar tiba di saat hari masih pagi, jadi mereka akan memiliki cukup banyak waktu untuk memulai perang malam nanti.

Tetapi semua keputusan ada di tangan Qin Tianyu, dan setelah dia melihat ke arah semua orang termasuk Song Jiao, dia bisa melihat wajah-wajah tenang, sama sekali tidak ada tanda jika mereka keberatan melakukan serangan di malam hari, terutama serangan tengah malam yang selama ini belum pernah mereka lakukan.

Semua orang setuju, dan untuk mencegah musuh lebih dulu mengetahui keberadaan mereka, maka Qin Tianyu memutuskan malam ini akan menyerang Kota Xuanshan, sebuah kota besar Xue Long yang di masa lalu menjadi medan perang paling mematikan antara dua Kekaisaran, meski pada akhirnya Kota berhasil direbut pasukan Huangtian.

Kota Xuanshan memang pada akhirnya kembali ke tangan Xue Long, tapi butuh waktu lebih dari dua puluh tahun lamanya untuk Xue Long merebut kembali Kota Xuanshan.

Saat ini belum ada lima tahun lamanya sejak Kota Xuanshan jatuh kembali ke tangan Xue Long, dan di bawah kepemimpinan Qin Tianyu, pasukan besarnya akan berusaha merebut kembali Kota Xuanshan.

Melihat wajah-wajah penuh semangat begitu keputusan diambil. Qin Tianyu merasa sangat puas dengan keputusannya, dan karena saat ini istirahat adalah sesuatu yang penting, segera Qin Tianyu memberi perintah tambahan, yaitu mengistirahatkan seluruh pasukan yang malam nanti akan pergi berperang.

Song Jiao menjadi pihak yang tidak ikut istirahat, sebab dia sama sekali tidak lelah, dan disaat semua orang istirahat, dia yang hanya membawa Lu Li, tanpa harus menunggu waktu malam, mereka akan pergi menyusup ke dalam Kota Xuanshan, mengumpulkan informasi kekuatan musuh yang akan di hadapi Qin Tianyu dan pasukannya.

**

**

Kota Xuanshan...

"Nona, kota ini tidak terlalu luas dan jauh dari sebutan kota makmur."

Lu Li menyampaikan penilaiannya terhadapnya Kota Xuanshan yang di beberapa titik jalan selalu terdapat gelandangan, bahkan banyak permukiman kumuh di dalam kota.

"Konon katanya banyak orang-orang Huangtian yang terlambat melarikan diri dari kota ini saat serangan besar-besaran dilakukan Kavaleri Xue Long, hingga akhirnya mereka yang tertinggal dan tertangkap harus menjalani kehidupan yang sangat buruk, jauh lebih buruk dari kehidupan budak!"

Song Jiao mengetahui semua itu dari ingatan pemilik asli tubuhnya, dan darimana pemilik asli tubuhnya mengetahui semua itu? Dia mengetahuinya dari cerita orangtuanya, dua orang yang tau banyak tentang sejarah dua Kekaisaran.

"Nona, orang-orang Xue Long ini benar-benar jahat!"

"Ada yang baik juga, tapi itu bisa dihitung dengan jari. Jadi nanti jika tempat ini menjadi medan perang, jangan ragu melawan dan membunuh orang-orang Xue Long yang mengangkat senjata melawan kita!"

Cepat Lu Li menganggukkan kepala, "Aku tidak akan ragu-ragu, dan jika bisa dipotong-potong, aku akan memotong mereka menjadi beberapa bagian!"

Song Jiao tersenyum mendengarnya, tapi dengan gerakan yang sangat cepat dia menarik Lu Li ke pinggir jalan, dan tepat pada saat itu sebuah kuda berlari kencang, tanpa ampun menabrak orang-orang di jalanan yang tidak sempat menyingkir.

Dalam waktu singkat ratusan orang di jalanan terluka, bahkan ada puluhan yang mati terinjak kaki kuda yang tubuhnya tinggi besar.

Kekacauan seketika melanda Kota Xuanshan, tapi itu bukan sesuatu yang di pedulikan oleh Song Jiao.

Bersamaan dengan lewatnya penunggang kuda yang begitu arogan, Song Jiao dengan gerakan cepat berhasil menaburkan serbuk racun ke arah orang itu, dan efek racun akan dirasakan oleh siapa saja yang menghirup aroma racun.

Efek itu baru akan muncul dalam beberapa waktu ke depan, jadi selama orang itu masih berada di jalanan, kecil kemungkinan efek racun akan menimpa orang-orang yang sesungguhnya tidak ingin diracuni oleh Song Jiao.

"Kita pergi dari sini!"

Song Jiao mengajak Lu Li pergi, dan keberadaan mereka begitu saja menghilang, sama sekali tidak ada yang sadar akan keberadaan mereka.

**

**

Pangeran Xue Wudi yang baru saja ingin menikmati makan siang, dia dikejutkan oleh kedatangan prajurit yang belum lama ini ditugaskan untuk melihat pekerjaan pemasangan jebakan yang telah dimulai sejak hari kemarin.

Tetapi bukannya kembali dengan membawa kabar baik, prajurit yang kembali justru membawa kabar buruk, atau mungkin kabar yang masih semu!

"Yang Mulia, hamba telah tiba di tempat pemasangan jebakan, tapi hamba sama sekali tidak menemukan keberadaan mereka, juga jejak kemana perginya mereka semua. Di tempat itu juga hamba tidak menemukan adanya jebakan yang telah selesai dipasang, tapi karena ingin lebih dulu melaporkan kejadian ini pada Yang Mulia, hamba belum pergi memeriksa ke tempat yang lebih jauh..."

Pangeran Xue Wudi mengangkat tangannya, menghentikan prajurit yang belum selesai bicara.

"Kembali ke posisimu, dan kau!"

Xue Wudi menunjuk salah satu pengawalnya.

"Panggil seluruh Jenderal dan para Komandan untuk datang ke ruang pertemuan khusus!"

Perintah telah diberikan, dan pengawal langsung saja pergi melakukan perintah tuannya.

"Kecurigaanku sepertinya benar adanya. Musuh diam-diam telah tiba di tempat yang begitu dekat, dan perang di Kota Xuanshan sama sekali tidak bisa dihindari!"

1
Pa Muhsid
siapa kah qin zixuan
SENJA
wah tob markotob
Sribundanya Gifran
lanjut
Quenzaa
happy banget endingnya makasih thor
Quenzaa
Thor tetap semangat ya ku tunggu setiap jam up nya thor
Sribundanya Gifran
lanjut
Mydar Diamond
up2 💪
Leni Ani
aoakah tu gerangan🤔🤔🤔🤔
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
Leni Ani
lanjut thor
Sribundanya Gifran
lanjut
Leni Ani
mantap👍👍👍💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
Sekar
lanjut thor
Sribundanya Gifran
lanjut
Leni Ani
mantap👍,tanjt thor yg banyak up nya👍👍👍💪💪💪💪☺️😘
Leni Ani
ketemu pelayan atau teman lama kah😅🤔
Sribundanya Gifran
lanjut
Sekar
teman lama kah?
Sekar
lanjut thor💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!