NovelToon NovelToon
Delapan Tahun Dicari Mafia Kejam

Delapan Tahun Dicari Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Lari Saat Hamil / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Malam itu hidup Alena hancur setelah tanpa sengaja menumpahkan minuman ke tubuh Kael Ardion, mafia paling kejam di kota. Satu malam kelam merenggut segalanya, lalu pria itu membuangnya tanpa belas kasih saat Alena datang membawa kabar kehamilan.

Delapan tahun berlalu.

Alena hidup susah membesarkan putranya seorang diri hingga takdir mempertemukannya kembali dengan Kael. Namun pria yang dulu menghancurkannya itu kini justru terobsesi mendekati putra kecil Alena, tanpa tahu bahwa anak tersebut adalah darah dagingnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anak Yang Tidak Membutuhkanku

Setelah kejadian di rumah makan siang itu, suasana kembali berjalan seperti biasa.

Para pelanggan yang sempat panik perlahan kembali ke meja masing-masing. Anne dan Senna sibuk menenangkan keadaan, sementara Alena berusaha menyelesaikan pekerjaannya meski jantungnya masih berdetak tidak teratur.

Kai sendiri masih berdiri di dekat ibunya.

Tangan kecilnya mencengkeram ujung baju Alena erat-erat seolah takut sesuatu terjadi lagi.

“Mama gak apa-apa kan?” tanya anak itu untuk kesekian kalinya.

Alena mengusap rambut Kai lembut. “Gak apa-apa Sayang.”

Barulah Kai terlihat sedikit tenang. Lalu bocah itu menoleh ke arah Kael yang masih berdiri tidak jauh dari sana.

"Om, sekali lagi aku berterima kasih, tanpa bantuan Om, mungkin Mama sudah diganggu sama pria tadi," ucap Kai terdengar seperti anak kecil yang dipaksa dewasa oleh keadaan.

Kael yang selama ini terbiasa dihormati banyak orang justru merasa dadanya menghangat hanya karena ucapan yang keluar dari mulut kecil itu.

Namun setelah mengatakan itu, Kai langsung kembali memeluk pinggang Alena, anak itu tidak mendekat padanya, wajahnya terlihat datar seolah tidak menunjukkan ketertarikan khusus pada Kael.

Hanya ucapan terima kasih biasa, namun entah kenapa, hal sederhana itu terasa menyakitkan, padahal di momen ini Kael ingin sekali anak itu menjabat tangannya meskipun hanya sebentar, akan tetapi harapannya seperti sia-sia saat ia tahu reaksi Kai hanya sebatas ucapan.

Namun beberapa detik kemudian, ia kembali sadar, jika dirinya memang terlalu berharap secepat itu, padahal Kai sendiri belum tahu apa-apa.

Karenanya ia mulai sadar jika Kai tidak membencinya. Tetapi anak itu juga tidak membutuhkannya.

☘️☘️☘️☘️☘️

Malam harinya. Langit di atas pesisir terlihat gelap tanpa bintang. Sementara itu Kael berdiri sendirian di balkon penginapan tempatnya menginap.

Segelas kopi yang sudah dingin masih berada di atas meja, tidak tersentuh sedikitpun pikirannya terus kembali pada kejadian siang tadi. Terutama satu momen yang terus berulang di dalam kepalanya.

"Lepasin Mama aku!"

Suara kecil Kai terus terngiang. Anak itu bahkan tidak berpikir tentang dirinya sendiri saat melihat Alena dalam kesulitan.

Ia langsung berdiri, seolah ingin melindungi meski tubuhnya kecil dan lawannya jauh lebih besar, namun anak itu tetap tidak peduli, kegigihannya membuat Kael memejamkan mata.

Rahangnya mengeras. Anak itu belajar menjadi pelindung bukan karena memiliki seorang ayah. Melainkan karena selama ini mereka yang saling menjaga dan saling ada satu sama lain.

Alena menjaga Kai.

Kai menjaga Alena.

Sedangkan dirinya? Ia bahkan tidak ada di dalam kehidupan mereka.

“Bodoh.”

Kael menertawakan dirinya sendiri.

“Benar-benar bodoh.”

Jika saja dulu ia tidak mengucapkan kata-kata kejam itu. Jika saja ia sedikit lebih percaya kepada Alena. Mungkin sekarang ia tidak perlu berdiri sejauh ini dari anaknya sendiri.

☘️☘️☘️☘️

Keesokan harinya. Pantai kembali ramai oleh aktivitas warga. Setelah pulang sekolah Kai sudah kembali bermain layang-layang seperti biasa.

Namun berbeda dari hari sebelumnya. Hari ini Kael tidak mendekat. Pria itu hanya duduk di bawah pohon kelapa yang tidak terlalu jauh dari bibir pantai.

Dari sana ia bisa melihat Kai dengan jelas.

Tanpa mengganggu juga tanpa membuat Alena marah. Sesekali senyum kecil muncul di wajahnya saat melihat Kai berlari mengejar arah angin.

Sementara itu Senna yang sedang membantu membereskan barang dagangan warga tidak jauh dari sana memperhatikan semuanya dengan waspada.

Ia tahu Kael ada di sana. Dan entah kenapa itu membuatnya tidak nyaman. Namun yang lebih mengejutkan terjadi beberapa menit kemudian.

“Ibu Senna.”

“Hm?”

Kai yang sejak tadi bermain tiba-tiba duduk di sampingnya. Bocah itu terlihat berpikir keras.

“Om itu kenapa sering lihat Kai?”

Tangan Senna langsung berhenti bergerak. Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat.

“Apa maksudnya?”

Kai menunjuk ke arah pohon kelapa. Tepat ke arah Kael.

“Om itu.”

Senna langsung menelan ludah. “Kamu tanya sama Ibu, kenapa? Ibu sendiri saja tidak tahu.”

Kai mengangkat bahu kecilnya. “Gak tahu ya Bu.”

"Iya," sahut Senna cepat seolah menyembunyikan rasa gugupnya.

Anak itu kembali menatap laut, namun sesekali juga melirik ke arah Kael, lalu terdiam kembali seperti memikirkan sesuatu.

“Tapi dia kayak sedih," ucap Kai. "Dan yang bikin Kai bertanya, kenapa wajah dan nama kita hampir sama.

Deg!

Kali ini Senna benar-benar kehilangan kata-kata. Karena anak itu sudah menyadari sesuatu di dalam tubuhnya, tentang kemiripan, juga tentang nama. Bahkan dirinya tidak pernah memikirkan hal itu. Sedangkan Kai, anak sekecil itu bisa melihat kesedihan seseorang hanya dari tatapannya.

“Kadang kalau lihat Kai, matanya sedih.”

“Kadang juga kayak senang.”

“Jadi Kai bingung.”

Senna memaksa tersenyum. “Mungkin Om itu suka lihat kamu main layang-layang.”

“Masa?”

“Iya.”

Kai terlihat berpikir lagi. Namun kali ini ia tidak melanjutkan pertanyaannya. Meski begitu, ucapan anak itu terus teringat di kepala Senna sepanjang hari

☘️☘️☘️☘️

Angin laut bertiup lebih dingin dari biasanya. Kai sudah tertidur pulas setelah seharian bermain.

Anne dan Senna juga sudah pulang ke rumahnya masing-masing. Rumah kecil itu perlahan menjadi sunyi. Alena yang belum mengantuk memutuskan keluar sebentar untuk mengambil ember yang tertinggal di teras.

Namun langkahnya mendadak terhenti. Di depan pintu rumah. Terdapat sebuah kotak kayu kecil. Alena langsung menegang.

Tatapannya bergerak ke kanan dan kiri. Tidak ada siapa-siapa dengan hati-hati wanita itu mendekat. Lalu membuka kotak tersebut perlahan.

Napasnya langsung tertahan. Di dalamnya terdapat satu gulung benang layang-layang premium yang selama ini hanya bisa ia lihat di toko peralatan layang-layang. Bahkan untuk lomba kemarin saja hanya Rina yang mampu membelikan, tapi sekarang benang itu ada dihadapannya.

Benang itu terkenal sangat mahal. Dan hampir tidak mungkin dibeli oleh warga pesisir seperti mereka.

Tangan Alena mulai gemetar. Lalu matanya menemukan secarik kertas kecil yang terselip di bawah gulungan benang tersebut.

Hanya ada satu kalimat.

"Untuk juara layang-layang."

Tidak ada nama ataupun tanda tangan dari si pemberi. Namun Alena langsung tahu siapa pengirimnya.

Kael.

Tidak mungkin orang lain. Untuk beberapa saat wanita itu hanya berdiri diam memandangi isi kotak tersebut.

Dadanya terasa sesak. Karena ini bukan hadiah mewah dan juga bukan sesuatu yang bisa dibanggakan. Melainkan sesuatu yang benar-benar disukai Kai.

Seolah pria itu mulai mengenal anaknya sedikit demi sedikit. Perlahan air mata menggenang di pelupuk mata Alena.

Bukan karena terharu ataupun bahagia tetapi karena takut. Takut jika suatu hari nanti...Kai mulai membuka hatinya untuk pria itu.

Dan saat hari itu tiba...

Alena tidak tahu apakah dirinya masih mampu mempertahankan jarak di antara mereka atau malah sebaliknya.

Bersambung...

1
Sugiharti Rusli
apa nanti Alena masih mau berbicara pada Kael dan mempertanyakan kenapa dia masih berada di sana,,,
Sugiharti Rusli
pada akhirnya Kael memiliki kesempatan kecil buat menolong Kai yang sedang mencoba melepaskan teror terhadap sang ibu dari pemabuk,,,
Sugiharti Rusli
dan sepertinya dia mencoba peruntungan nya sekali lagi, dan kali ini dia ke rumah makan tempat Alena bekerja dan yah Kai juga ada di sana,,,
Sugiharti Rusli
entah akan sampai kapan si Kael mengamati kehidupan sang putra meski dari jauh yah, padahal kesibukannya sangat padat di kota,,,
Sugiharti Rusli
bahkan Rina yang mendampingi Alena sejak tahu pertama kali sedang hamil Kai, jadi hubungan emosionalnya sama seperti kepada Alena ibu kandungnya,,,
Sugiharti Rusli
Kai memang menyayangi keempat ibunya sama rata yah, karena mereka juga menyayanginya dengan tulus sedari dia bayi,,,
Nur Rsd
Yaa penyesalan pasti datangnya terlambat tapi masih ada waktu untuk memperbaiki dan usaha yang sungguh-sungguh
Sugiharti Rusli
meski kadang harus bekerja lebih keras, tapi uang bukan hal utama bagi mereka buat membuat Kai bahagia,,,
Sugiharti Rusli
kamu memang sangat terlambat Kael, meski putramu hidup dalam kesederhaan an, tapi mereka sangat berbahagia saling memiliki satu sama lain,,,
Sugiharti Rusli
Kai bukan tipikal anak yang mudah pemberian orang tanpa persetujuan orang" yang sudah dianggap ibu selama ini disamping ibu kandungnya sendiri,,,
Sugiharti Rusli
dan bisa dilihat dari cara Kai merespon yang bagi dia Kael adalah orang asing yang ingin memberikan hadiah yang sesuai sama hobinya,,,
Sugiharti Rusli
apalagi sang putra tumbuh dengan didikan baik empat perempuan sederhana yang tulus menyayangi anak itu,,,
Sugiharti Rusli
penyesalan memang selalu hadir belakangan yah Kael karena ego kamu yang begitu tinggi dulu terhadap Alena
Sugiharti Rusli
bahkan dengan kekayaan yang si Kael miliki berapapun, ga akan membuat Alena silau sejak dulu dan sampai kapanpun,,,
Sugiharti Rusli
meski sekarang dia mengatakan ingin menebus kesalahannya dulu, tapi luka yang Kael buat terlalu dalam bagi Alena,,,
Sugiharti Rusli
padahal dalam rahim Alena saat itu sedang dikandung putra yang dulu tidak dia harapkan kehadirannya,,,
Sugiharti Rusli
dan itu dulu Kael lakukan dengan sadar saat gengsi dalam dirinya terlalu tinggi dan meremehkan perempuan rendah menurut dia seperti Alena,,,
Sugiharti Rusli
yah terkadang manusia tuh baru menyadari kalo sebenarnya dia sudah kehilangan harta paling berharga karena keegoisannya sendiri yah,,,
Sugiharti Rusli
sepertinya dia harus melakukan pendekatan berbeda kepada Alena sih, karena dia pasti trauma kalo sampai berhadapan kembali sama si Kael
Sugiharti Rusli
masa iya si Kael akan melakukan hal yang sama kepada yang dia yakini kalo Kai adalah putra kandungnya sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!