Mungkin ada typo di dalamnya,mohon bantu dikoreksi ya Kakak-kaka.🙏😊
Menjalani sebuah pernikahan kontrak??
Jane Alexander sama sekali tidak cemas.Apa itu suami dingin? Keluarga dan Ipar iblis?
Dengan satu kali lambaian tangan,semua menyingkir.
Jane Alexander yang tengah memenangkan pertengkaran, : " Persetan dengan keluarga mu...beri aku uang."
Semua orang, : "...."
Cerita ini menggambarkan cinta dan benci antara Jane Alexander dan Carlos Benjamin.Bagaimana keseruannya...?
Ikuti terus ya.
Like,vote,dan comment.
😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma mossely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32.Tuduhan 2.
Robert juga ikut menatap Jane dan Calvin penuh intimidasi.
Suasana mendadak menjadi tegang,ditengah riuhnya kobaran api.
"Apa ada yang ingin kau katakan?" Tanya Robert kepada Jane.
Dia mengabaikan Calvin sepenuhnya.
Jane terkekeh kecil,yang membuat semua orang mengernyitkan dahi mereka.
"Jane,jaga sikap mu." Ucap Natalia memperingatkan Jane.
Tetapi bukannya berhenti terkekeh,Jane bahkan semakin tertawa terbahak-bahak.Sikapnya ini jelas sangat kurang ajar sekali.
"Kenapa Anda malah tertawa,Nona? Anda cukup menjelaskan mengapa Anda membakar aula peringatan yang sangat penting bagi keluarga ini? Atau jangan-jangan Anda tengah melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dan mencoba menghilangkan bukti?" Pelayan Muda itu sama sekali tidak kenal takut.
Dia dapat memastikan jika Jane tidak akan lolos kali ini.
"Oh, apakah hal-hal seperti itu memang ada?" Tanya salah satu tetua yang kali ini menghadiri upacara peringatan hari kematian Morgan.
"Mungkin saja benar.Bukankah hal-hal seperti ini bisa saja terjadi pada siapapun,terutama kepada mereka yang sama sekali tidak mengerti tentang apapun mengenai persiapan upacara,namun diminta untuk melakukannya.Entah apa tujuannya."
Ketika sudah ada satu orang yang mulai berbicara,maka akan menyusul satu lagi.Begitulah seterusnya hingga Jane benar-benar dipojokkan.Tidak ketinggalan juga Natalia,orang yang memerintahkan Carlos dan Jane untuk mempersiapkan keperluan untuk upacara kali ini.
"Jane...!" Natalia juga ikut geram akan tindakan dari menantunya ini.Tatapannya menjadi kesal sekarang.
"Tapi bukan Jane pelakunya.Kami sejak awal berada ditaman belakang.Jika Jane benar-benar pelakunya,sudah pasti banyak orang yang akan melihatnya keluar dari aula sebab lorong menuju taman belakang dan aula adalah satu." Ucap Calvin membela Jane.
Yang dikatakan oleh Calvin memang benar.Aula peringatan dan taman belakang memang berada dalam satu lorong yang panjang.Sebelum mendapatkan aula,kita akan terlebih dahulu melalui dapur tempat para pelayan memasak,lalu sebuah kolam ikan yang lumayan besar,aula,ruangan yang dikhususkan untuk menjamu tamu setelah upacara peringatan berakhir,dan yang terakhir adalah taman belakang.
Jika memang Jane adalah pelakunya,sudah pasti akan banyak yang melihatnya memasuki aula.
Tetapi tampaknya kalimat pembelaan yang dilontarkan oleh Calvin ,sama sekali tidak dapat membantu Jane dari kesulitan.
Ketika Calvin baru saja menyelesaikan ucapannya,Pelayan Muda itu kembali berbicara.
"Yang Anda ucapkan memang benar,Tuan.Hanya ada satu lorong tunggal disana.Oleh karena itu CCTV ditempat itu memang menangkap dia keluar dari aula." Jemarinya dengan lantang menunjuk tepat kewajah Jane.
"Tidak mungkin! Aku bisa bersaksi bahwa Jane tidak akan melakukan hal tersebut.Kami benar-benar..."
"Sudah cukup! Kumpulkan semua orang yang hadir hari ini dan bawa ke ruangan CCTV." Perintah Robert.
Pelayan Tua yang senantiasa selalu berada disisinya,segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Robert.
Pak Liu bekerja dengan cepat.Tidak sampai lima belas menit,semua orang yang menghadiri upacara peringatan barusaja,sudah berkumpul didekat ruang kontrol CCTV.Diantara mereka termasuk juga Carlos dan Camelia,yang sebelumnya sempat menghilang karena sesuatu hal.Dan juga para pelayan kediaman.
"Ada apa ini? Kenapa kita semua ada disini?" Tanya Camelia kebingungan.
Wajahnya yang cantik dan polos sama sekali tidak terlihat berbahaya.
Carlos yang baru saja datang bersama dengannya juga kebingungan.Namun, hatinya mendadak tidak nyaman ketika melihat Jane dan Calvin,yang berdiri ditengah-tengah orang banyak.Seolah-olah mengatakan kepada mereka bahwa keduanya adalah masalah utamanya.
Camelia yang juga melihat hal itu,merasa senang didalam hatinya.Namun sebisa mungkin disembunyikan dengan baik olehnya.
"Oh,Kak Carlos ! Mengapa Nona Alexander dan Paman Kecil berada disana?" Tanyanya dengan penasaran.
Carlos tidak menjawab pertanyaan Camelia sama sekali.Dia melangkah ketengah kerumunan dan mendekati Jane.
"Ada apa ini?" Tanyanya dengan nada berat.
Dia langsung berdiri didepan Jane,menggunakan dirinya sendiri sebagai tameng agar Jane terhindar dari pandangan orang-orang.
Tentu saja sikapnya ini langsung mengundang berbagai spekulasi dari semua orang yang hadir hari itu.
"Aula peringatan terbakar dan seorang pelayan muda mengatakan jika dia melihat isteri mu yang melakukannya."
"Benar, karena isteri mu tidak mau mengakui perbuatannya,kami hanya bisa memutar rekaman CCTV didepan semua orang,supaya tidak ada kesalah pahaman."
Para tetua yang kebetulan sedang menunggu kejatuhan Carlos,tentu tidak akan melewatkan kesempatan sedikitpun untuk menjatuhkannya melalui Jane.Siapa yang memintanya untuk sembarangan memilih wanita asing sebagai isterinya?
Carlos sama sekali tidak mempercayai ucapan kedua tetua itu.Dia memilih berbalik untuk melihat Jane,yang kini ada dibalik punggungnya.
"Dimana kau disaat kejadian?" Tanya Carlos kepada Jane.
"Taman,dan bersamanya." Jawab Jane singkat lalu menunjuk Calvin yang sejak awal berdiri didekatnya.
"Kami memang bersama ditaman,ketika kami mendengar suara teriakan itu,kami bergegas kemari,tetapi pelayan itu langsung menuduh Jane tanpa alasan." Jelas Calvin.
Meskipun dia juga membela Jane,namun tidak akan terlalu berpengaruh.Lebih baik menjelaskannya secara langsung kepada Carlos,dan biarkan dia mengambil keputusan.Calvin yakin kata-kata Carlos jauh lebih berbobot bagi orang-orang ini.
Medengar penjelasan Calvin,ekspresi Carlos sedikit melunak.
Dari kejauhan,Camelia melihat semuanya dengan jelas.
Melihat Carlos yang tampak tidak memiliki reaksi yang diharapkannya,Camelia memberikan lirikan pelan kearah Lea.Sebagai orang yang sudah memahami kepribadian Camelia,dia segera mengerti apa yang diinginkan oleh Camelia.
Dengan pelan tanpa menarik perhatian,Lea berjalan mendekati pelayan muda itu dan membisikkan sesuatu.
Pelayan muda itu mengangguk paham,dan mulai kembali berakting.
"Saya tahu,wanita itu pasti memiliki sesuatu yang dia sembunyikan di aula peringatan sehingga dia membakar aula itu untuk menghilangkan jejak.Haha...apalagi kita semua mengetahui tentang hal-hal yang boleh dan tidak boleh dibawa masuk kedalam aula peringatan kan?" Pelayan Muda itu sama sekali tidak menyadari bahwa dia telah melangkah terlalu jauh.
Keberaniannya itu malah membuat beberapa orang menjadi curiga bahwa pelayan muda ini sengaja menargetkan Jane.
"Kalau begitu,bukankah kau harus menunjukan bukti atas tuduhan mu? Biar bagaimanapun Nona Alexander adalah menantu keluarga ini." Camelia berkata dengan lirih dan takut-takut.
Kata-katanya membuat semua orang mengangguk setuju.
Pelayan Muda itu tampaknya memahami sesuatu dan dia membuat ekspresi terkejut yang langka.
"Ahhh, dia adalah menantu baru disini? Yang berarti dia adalah isteri dari Tuan Muda Carlos? Astaga! Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Anda bagaimana bisa....!" Pelayan itu selalu mengucapkan kata-kata yang begitu ambigu,yang membuat semua orang tidak sabar untuk mendengarkan kelanjutan ceritanya.
"Jangan membuat kami menunggu terlalu lama,cepat katakan saja kebenarannya kepada kami."
"Benar, tidak perlu bertindak ambigu seperti itu."
Mendengar teriakan itu,Camelia tidak dapat menahan rasa puas didalam hatinya.
'Kena kau' Batinnya puas.