Penyesalan selalu akan datang di akhir. Seperti yang sekarang aku rasakan. Awal nya setelah istri ku meninggal aku belum benar benar kehilangan nya. Bahkan saat dia meninggal dunia aku masih bisa tertawa dan merasa bahagia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33.
Tapi Renata tampak Tapi ada sesuatu yang mengganjal dalam hati Renata, yaitu tingkah Esther yang selalu mengelus elus perut buncitnya. dahinya, kala pandangan matanya tak sengaja melihat ke arah perut sahabatnya yang terlihat sedikit membuncit.
Renata mencoba positif thinking, karena sahabatnya itu memang belum pernah menikah. Dia berpikir jika Esther mungkin saja makan kekenyangan.
"Ren, kok malah melamun sih! Aku gak di ajak masuk. Soalnya pegel nih kaki bawa perut," ujar Esther dengan nada kesal.
"Eh iya Esther maaf, ayo masuk!" Renata pun akhirnya mempersilahkan sahabatnya itu untuk masuk ke dalam rumah.
Tapi ada sesuatu yang mengganjal dalam hati Renata, yaitu tingkah Esther yang selalu mengelus elus perut buncitnya.
"Ren, bikinin aku minum dong! Aku pingin yang seger seger nih!" ucap Esther sembari merebahkan dirinya di atas sofa. Dia meminta sahabatnya itu untuk membuatkan dirinya minuman segar.
"Lah biasanya kamu kan bikin sendiri, kok tumben minta aku bikinin," ujar Renata dengan nada bingung.
Karena beberapa tahun lalu, ntah mengapa sahabatnya itu. Kalau main ke rumahnya selalu minta bikin minum sendiri ke dapur. Kadang minta masak sendiri, Renata benar benar tidak pernah menaruh curiga pada sahabatnya itu.
"Ya pokoknya bikinkan buruan. Aku itu malas, dan aku itu pengen muntah saat minum minuman yang aku bikin sendiri," tutur Esther.
Alis Renata tampak menyatu, kala mendengar apa yang baru saja keluar dari mulut sahabatnya itu. Dia benar benar bingung, maksud perkataan muntah itu, lantas Renata pun memilih untuk bertanya, "Muntah? Maksud kamu itu apa Esther? Memangnya kamu itu hamil?"
Dengan santai Esther menjawab ucapan sahabatnya itu dengan anggukan, lalu dia berkata, "Iya aku itu hamil, mungkin sekarang kandunganku udah berumur 5 bulan."
Renata menatap sahabatnya itu dengan tatapan tidak percaya.
"Apa? Lima bulan? Tapi bukankah kamu itu belum pernah menikah. Memangnya kamu itu hamil dengan siapa?" Renata terlihat meroasting sahabatnya itu dengan memberikan banyak pertanyaan.
"Aku hamil dengan suami milik orang lain, dah lah buruan kamu itu buatin aku minum. Masak tamu kok di biarin kehausan," gerutu Esther dengan wajah sebal.
"Maaf Esther, ya udah. Aku bikinin minum sekarang ya!"
"Ya ... ya ... ya .." jawab Esther dengan suara malas.
Tak berselang lama, akhirnya Renata datang dengan membawa satu teko jus jeruk.
Melihat sahabatnya itu sudah membawakan apa yang dia minta, dengan wajah berbinar Esther pun buru buru bangkit dari tidurnya.
Lalu dia terlihat menuang jus jeruk itu ke gelas yang memang sudah Renata siapkan.
Esther terlihat tergesa gesa saat meminum jus jeruk itu.
Tiba tiba Esther memuntahkan minuman dari mulutnya itu ke wajah Renata.
"Kok jusnya malah di semburkan ke aku sih!"
"Lah kamu itu bikin minuman gak enak banget sih! Ini gak manis, gak kamu kasih gula ya! Kamu itu gak ikhlas banget sih. Buatin minum untuk sahabat yang sedang mengandung anak tirimu," ujar Esther dengan nada marah.
Alis Renata tampak menyatu, kala mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Esther.
"Maksudmu anak tiriku itu apa?" tanya Renata dengan wajah kebingungan.
"Iya aku itu sedang mengandung anak suamimu. Dan Ivan pasti akan segera menikahi ku."
Plakkk
Renata dengan reflek menampar dengan keras pipi orang selama ini dia anggap sahabat. Membuat Esther jatuh ke lantai.
"Renata!" pekik suaminya yang tiba tiba datang dari arah dalam rumah.
Sontak Renata pun menoleh ke arah suaminya. Dia bingung kapan suaminya itu pulang.
Ivan terlihat membantu Esther untuk berdiri.
"Van, makasih banyak kamu masih peduli dengan ku. Aku itu tahu, kamu hanya mencintai ku, tidak mencintai istri yang katamu selalu membuatmu sial itu."
Deg
Jantung Renata seakan berhenti berdetak, bukan hanya berhenti. Tapi rasanya itu dadanya sangat sakit, bahkan terasa baikan di tusuk oleh sebuah sembilu. Sakit sungguh sakit, bahkan sakitnya melebih rasa sakit saat di abaikan oleh suaminya beberapa tahun ini.
Penghianatan yang menghancurkan sebuah ikatan suci pernikahan.
.
dapat balasan yg sangat-sangat lebih menyakitkan dan memalukan di akhir hidup kalian nantinya 😏😏👍
si Ivan kena Kanker Otak. dan juga
penyakit kelamin 👍
si Esther jangan hanya penyakit kelamin aja.. apa lagi gtu siksaan dan balasan buat dia 👍😡