NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Om Sahabatku

Menikah Dengan Om Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:27.5k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Aluna Putri adalah mahasiswi yatim piatu yang menghabiskan waktunya bekerja keras, hingga suatu hari ia nyaris tumbang karena kelelahan di depan Kayvan Dipta Madhava, CEO kaku sekaligus om dari sahabatnya, Raline.

Pertemuan canggung itu menjadi awal dari skenario besar yang disusun oleh Baskara Madhava yaitu papa dari Kayvan dengan alasan kesehatan yang menurun, tuan Baskara mendesak Kayvan untuk segera menikahi gadis pilihannya yang tak lain adalah Aluna.

Terdesak masalah finansial yang mengancam pendidikannya, Aluna terpaksa menerima tawaran pernikahan kontrak dari Kayvan.

Meski terpaut usia dua belas tahun, benih cinta mulai tumbuh di sela-sela kesibukan kuliah Aluna dan jadwal padat Kayvan.

Pada akhirnya, Aluna dan Kayvan membuktikan bahwa cinta bukan tentang siapa yang lebih dulu memiliki, melainkan tentang siapa yang sanggup bertahan dan melindungi dalam diam.

Bagaimana Kelanjutannya??
Yukkk Gass Bacaaaa!!!!!

IG: LALA_SYALALA13
YT: NOVELALAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pusat Dari Dunianya

Di kampus, Aluna berusaha bersikap biasa saja. Namun, ia tidak bisa memungkiri bahwa tatapan orang-orang telah berubah.

Beberapa yang dulu mengabaikannya kini mencoba menyapa dengan nada yang terlalu manis, Aluna hanya menanggapinya dengan senyum sopan namun tetap menjaga jarak.

Saat sedang berada di perpustakaan untuk menyiapkan bahan presentasi, seorang senior laki-laki bernama Satria menghampirinya, Satria adalah ketua divisi pengabdian masyarakat di himpunan mahasiswa.

"Aluna bisa bicara sebentar?" tanya Satria ramah.

"Iya Kak, ada apa?" tanya Aluna.

"Kami sedang mencari tutor relawan untuk program mengajar anak-anak jalanan di akhir pekan dan aku tahu jadwalmu padat tapi aku lihat portofoliomu sebagai tutor privat sangat bagus, apakah kamu tertarik?" tawar Satria dengan penuh harap.

Aluna bersemangat, mengajar adalah gairahnya.

"Tentu, Kak! Aku sangat tertarik." jawab Aluna dengan semangat tanpa dia meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya.

"Bagus. Ini formulirnya. Oh ya kalau boleh jujur, aku dengar gosip tentangmu dan... pihak Madhava Group dan aku harap itu tidak akan membatasi aktivitas sosialmu di kampus." ujar Satria dengan nada yang sedikit menggantung.

Aluna tersenyum tenang namun ada sedikit keraguan dalam dirinya itu.

"Aktivitas ku tetap milik ku sendiri Kak, status pribadi tidak akan mengubah dedikasi aku dalam hal belajar atau mengajar." jawab Aluna.

Dari kejauhan, Raline memperhatikan interaksi itu dengan mata menyipit dan begitu Satria pergi Raline langsung menghampiri Aluna.

"Hati-hati Luna, Kak Satria itu memang pintar tapi dia juga terkenal suka mendekati mahasiswi berprestasi." bisik Raline.

"Dia hanya menawariku program mengajar Raline, jangan berpikir macam-macam." seru Aluna.

"Bukan aku yang berpikir macam-macam, tapi Om Kayvan pasti akan berpikir macam-macam kalau tahu ada cowok yang bicara padamu sambil tersenyum begitu lama." goda Raline.

Sore harinya hujan turun sangat lebat dan Aluna yang baru saja selesai mengajar les privat di dekat area kampus berdiri di teras depan gedung fakultas menanti hujan sedikit reda.

Ia baru saja hendak memesan taksi online ketika sebuah payung besar berwarna hitam memayungi kepalanya.

Aluna mendongak dan menemukan wajah kaku Kayvan yang berada hanya beberapa inci dari wajahnya.

"Aku sudah bilang untuk menghubungiku kalau selesai." suara Kayvan terdengar sedikit kesal di antara deru hujan.

"Hujannya baru saja turun Mas, aku tidak mau merepotkan." jawab Aluna.

Kayvan tidak membalas, ia melingkarkan tangannya di bahu Aluna dan menarik gadis itu mendekat ke arahnya agar tidak terkena percikan air hujan.

Payung itu condong lebih banyak ke arah Aluna, membuat bahu kanan Kayvan sendiri basah kuyup.

Mereka berjalan menuju mobil yang terparkir tidak jauh dari sana.

Di dalam mobil, Kayvan segera mengambil handuk kecil yang selalu tersedia di kursi belakang dan memberikannya pada Aluna.

"Keringkan rambutmu, aku tidak mau kamu sakit saat makan malam yayasan minggu depan." ujarnya sembari mulai menjalankan mobil.

Aluna mengambil handuk itu, tapi ia justru melihat ke arah jas Kayvan yang basah.

"Mas sendiri basah, harusnya Mas yang pakai handuknya." ucap Aluna.

"Aku tidak apa-apa." sahut Kayvan pendek.

Aluna menghela napas, tanpa mempedulikan penolakan Kayvan ia mulai mengusap bagian bahu jas Kayvan dengan handuk itu.

Gerakan Aluna membuat Kayvan sedikit menegang di kursi kemudinya dan pria itu menoleh sejenak, menatap mata Aluna yang tampak tulus.

"Berhenti Aluna, aku sedang menyetir." suara Kayvan melembut dan tidak lagi terdengar otoriter.

"Sedikit lagi Mas, nanti Mas masuk angin." gumam Aluna.

Kayvan akhirnya membiarkan Aluna melakukan apa yang ingin dilakukannya.

Untuk sesaat suasana di dalam mobil terasa begitu intim, hanya ada suara wiper mobil dan hembusan napas mereka yang teratur.

Malam harinya, setelah makan malam bersama keluarga Aluna masuk ke ruang kerja Kayvan, pria itu masih berkutat dengan beberapa berkas.

"Mas Kayvan ada waktu sebentar?"

Kayvan meletakkan penanya.

"Ada apa?"

Aluna menyerahkan formulir relawan mengajar yang diberikan Satria tadi siang.

"Aku ingin ikut program ini, mengajar anak jalanan setiap Sabtu pagi." ucap Aluna meminta izin.

Kayvan membaca formulir itu dengan teliti, ia melihat nama Satria sebagai penanggung jawab dan matanya menyipit sejenak.

"Apakah ini aman? Lokasinya berada di pinggiran kota." tanya Kayvan sedikit resah dan khawatir.

"Aman Mas, kami pergi berkelompok." jawab Aluna.

"Aku akan mengizinkannya dengan satu syarat." kata Kayvan tegas.

"Apa itu?"

"Sopirku harus mengantarmu sampai ke lokasi titik kumpul dan menjemputmu tepat waktu dan kamu harus membagikan lokasimu secara real-time padaku selama kegiatan berlangsung." seru Kayvan memberikan syarat jika ingin tetap ikut.

Aluna tersenyum karena ia tahu ini adalah bentuk kompromi maksimal dari seorang Kayvan Madhava.

"Baik Mas, terima kasih." balas Aluna karena sang suami sudah mengizinkannya.

Aluna hendak berbalik pergi ketika Kayvan memanggilnya lagi.

"Aluna." panggil Kayvan dengan lembut.

"Iya, Mas?"

Kayvan berdiri dan berjalan mendekati Aluna, ia meraih tangan Aluna menatap jemari gadis itu yang tampak kecil dalam genggamannya.

"Di acara yayasan nanti jangan merasa kamu harus menjadi orang lain, cukup jadilah Aluna yang kukenal dan Aluna yang mandiri dan punya harga diri tinggi, itu sudah lebih dari cukup untuk membuatku bangga." tutur Kayvan dan menyemangati sang istri, dia tidak ingin Aluna merasa tidak percaya diri berdiri di sampingnya.

Aluna merasa tenggorokannya tercekat, ia mengangguk pelan walau ada sejenak keraguan karena bagaimana pun awal nya dia hanyalah seorang biasa yang di persunting oleh seorang Kayvan Madhava

"Aku akan berusaha Mas." ucap Aluna dengan sedikit ragu.

Kayvan mendekat, mengecup kening Aluna dengan lembut, ciuman itu tidak mengandung nafsu melainkan penuh dengan rasa hormat dan perlindungan yang mendalam.

Malam itu, Aluna tidur dengan perasaan yang jauh lebih tenang, ia menyadari bahwa perannya sebagai mahasiswi dan sebagai istri CEO tidak perlu saling bertabrakan.

Selama ada Kayvan yang berdiri di belakangnya dengan segala kekakuan dan sifat protektifnya Aluna merasa ia sanggup menghadapi dunia, baik itu di koridor kampus maupun di tengah gemerlap pesta kalangan atas.

Di sampingnya, dalam remang cahaya lampu tidur, Kayvan masih terjaga, memandangi wajah istrinya yang terlelap.

Pria kaku itu menyadari satu hal yang belum pernah ia akui pada siapa pun yaitu Aluna Putri bukan hanya sekadar tanggung jawab atau syarat pernikahan yang diberikan papa nya.

Gadis ini perlahan-lahan telah menjadi pusat dari dunianya yang selama ini hanya berisi angka dan efisiensi.

Dan ia bersumpah dalam hati, tidak akan membiarkan badai mana pun menyentuh ketenangan yang baru saja ia temukan.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
Rahma Inayah
lanjut Thor
Lala_Syalala: siapp kakk,, terus pantengin ya ceritanya🙏🤗🤗😍😍😍😍😍
total 1 replies
Mita Paramita
kapan malem pertama nih pasangan pengantin baru 🤣🤣🤣
Sastri Dalila
si opa asyik makn² aja kerja nya🤣
Dartihuti
Canggung ya Lin...blm terbiasa🤭🤭🤭
Rahma Inayah
so sweet
aroem
bagus
Lala_Syalala: Terima kasih atas dukungannya kakkk🙏🙏🤗🤗🤗😍😍😍😍
total 1 replies
Cristine 1107_
huhhh thorrr ihhh kok masih kamu amat sih mereka berdua🤧
Rahma Inayah
lnjut thor
Dartihuti
Kutup es'y udah cair dikit dikit nih...😄😄
Retno Harningsih
up
Anonim
Update bab yg banyakkk yaa, aku suka cerita nya
Alim
hemmm🥰🥰
Lala_Syalala: Terima kasih atas dukungannya kak🙏🙏🤗🤗😍😍😍😍😍
total 1 replies
Alim
hemmm😍😍😍
Mira Hastati
bagus
Lala_Syalala: Terima kasih atas dukungannya🙏🤗🤗😍😍
total 1 replies
Rahma Inayah
lnjut Thor
🇦 🇵 🇷 🇾👎
klo gk ada perubhn gk aq lnjtkn bc ny...
🇦 🇵 🇷 🇾👎
aq bsen sm crt ny... tntg kerjaan pun di msuk kn... gk ada cnda twa... bsen lh


ud gt cwek ny sok ni x... harga dr hrga dr....🙏🏻
Dartihuti
Belum biasa Luuun...🤗
Retno Harningsih
up
Cristine 1107_
lanjuttt thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!