NovelToon NovelToon
Turun Ranjang

Turun Ranjang

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Tamat
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

Seorang CEO muda yang ambisius seperti Kenzo Praditya tidak pernah punya rencana untuk menikah dalam waktu dekat, apalagi dengan Anindya, janda dari kakaknya sendiri.

​"Jangan pernah berharap aku akan menyentuhmu. Aku melakukan ini hanya demi wasiat Kakak," ucap Kenzo dingin di malam pertama mereka.

​Anindya hanya bisa menelan kepahitan. Ia bertahan demi satu alasan, buah hatinya yang membutuhkan perlindungan keluarga Praditya.

Namun, tembok es yang dibangun Kenzo perlahan runtuh saat ia melihat ketegaran Anindya menghadapi badai fitnah dari luar.

​Saat rasa peduli mulai berubah menjadi obsesi, Kenzo dihadapkan pada satu kenyataan pahit. Ia mulai mencintai wanita yang seharusnya tidak boleh ia miliki.

Simak Kisah Selanjutnya di Cerita Novel => Turun Ranjang.
By: Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Kegelapan di sel bawah tanah Al-Awir bukanlah kegelapan biasa. Itu adalah kegelapan yang pekat, dingin, dan seolah memiliki berat yang menindih dada.

Kenzo Praditya meringkuk di sudut ruangan sempit itu tanpa alas tidur. Tidak ada suara selain tetesan air yang bocor dari pipa karatan dan detak jantungnya sendiri yang mulai tidak beraturan.

Setiap beberapa jam, pintu besi kecil di bagian bawah sel terbuka, menyodorkan nampan berisi makanan tawar yang nyaris tak layak konsumsi. Tidak ada cahaya matahari.

Kenzo kehilangan orientasi waktu. Ia tidak tahu apakah ini pagi, siang, atau malam. Yang ia tahu, tubuhnya mulai menyerah, namun egonya yang sakit tetap berusaha tegak di tengah reruntuhan harga diri.

~~

Setelah melalui proses birokrasi yang melelahkan dan melibatkan sisa-sisa koneksi terakhirnya, Tuan Praditya akhirnya diizinkan menjenguk Kenzo.

Namun, pemandangan di ruang kunjungan, yang kali ini lebih ketat penjagaannya, membuat jantung pria tua itu hampir berhenti berdetak.

Kenzo dibawa masuk dengan tubuh yang jauh lebih kurus, matanya cekung dengan lingkaran hitam yang dalam. Ia tampak seperti mayat hidup yang dipaksa berjalan.

"Kenzo..." suara Tuan Praditya bergetar hebat saat melihat putranya melalui kaca pembatas.

Kenzo mengangkat kepalanya sedikit. "Papa? Keluarkan aku... Katakan pada mereka aku akan membayar..."

"BODOH!" Tuan Praditya tiba-tiba memukul meja pembatas, membuat para sipir bersiaga. "Kau benar-benar anak bodoh, Kenzo! Aku sudah mendengar semuanya. Anindya datang membawa surat cerai dan kau menolaknya?"

Kenzo menyeringai, sebuah pemandangan mengerikan di wajahnya yang kuyu. "Dia tidak boleh bahagia, Pa. Jika aku hancur, dia juga harus merasa terikat padaku."

Tuan Praditya tertawa getir, tawa yang penuh keputusasaan. "Kau pikir kau sedang membalas dendam? Kenzo, dengarkan aku baik-baik karena ini mungkin terakhir kalinya aku bisa menemuimu. Dengan menolak tawaran Anindya, kau baru saja menutup satu-satunya pintu untuk mendapatkan grasi atau keringanan hukuman!"

"Apa maksud Papa?"

"Zayed Al-Maktoum!" bentak Tuan Praditya. "Dia memiliki kuasa penuh di sini. Jika kau menandatangani surat itu kemarin, ada kemungkinan dia akan memindahkanmu ke penjara yang lebih layak atau setidaknya mengurangi hukuman isolasimu. Tapi sekarang? Kau menantang seorang pangeran di tanahnya sendiri hanya demi status pernikahan yang sudah tidak ada artinya!"

Tuan Praditya menyandarkan punggungnya, wajahnya terlihat sangat lelah. "Perusahaan kita di Jakarta sudah hancur, Kenzo. Jaksa sudah menyita hampir seluruh aset karena bukti korupsi yang dikirim Anindya. Aku sudah tidak punya uang lagi untuk menyuap siapa pun di sini. Kau sudah membunuh kita semua dengan obsesimu yang gila itu."

Kenzo terdiam. Perlahan, kesadaran mulai merayap masuk ke otaknya yang tumpul. Ia mengira dirinya sedang memegang kendali atas hidup Anindya, padahal ia sedang mencekik lehernya sendiri.

"Selamat tinggal, Kenzo," ucap Tuan Praditya lirih sembari berdiri. "Papa tidak bisa menolongmu lagi. Membusuklah di sini dengan status suami yang kau agungkan itu, sementara Anindya... dia akan tertawa di atas penderitaanmu."

Saat Kenzo diseret kembali ke selnya, ia mulai menangis tanpa suara. Untuk pertama kalinya, rasa takut yang murni mengalahkan kemarahannya.

~~

Berbeda terbalik dengan neraka yang dialami Kenzo, kehidupan Anindya di bawah perlindungan Zayed terasa seperti mimpi indah yang tak ingin ia akhiri.

Zayed bukan hanya memberikan perlindungan fisik, tapi ia mulai membangun kembali reruntuhan jiwa Anindya dengan kesabaran yang luar biasa.

Satu minggu setelah kunjungan ke penjara, Zayed mengajak Anindya dan Elang ke sebuah resor pribadi di tengah padang pasir Al Maha. Jauh dari kebisingan kota, hanya ada hamparan pasir keemasan dan langit yang luas.

Sore itu, Zayed mengajak mereka berkendara dengan mobil off-road terbuka menuju puncak bukit pasir tertinggi untuk melihat matahari terbenam.

"Ibu! Lihat! Pasirnya warna emas!" Elang berteriak kegirangan sembari berlari-lari kecil di atas gundukan pasir yang lembut.

Zayed berdiri di samping Anindya, mengenakan kemeja linen berwarna krem yang terbang ditiup angin. Ia menatap Elang dengan senyuman tulus. "Kebahagiaan anak itu adalah bayaran terbaik untuk semua kekacauan ini, bukan?"

Anindya menoleh, menatap profil samping Zayed yang tegas namun menenangkan. "Aku tidak tahu bagaimana harus membalas semua ini, Zayed. Kau memberikan kami kehidupan yang bahkan tidak berani aku impikan dulu."

Zayed memutar tubuhnya, menatap langsung ke dalam mata Anindya. "Dian, aku tidak butuh balasan. Aku hanya ingin kau tahu bahwa di dunia ini, tidak semua pria adalah monster. Ada pria yang merasa terhormat hanya dengan melihat wanita yang dicintainya bisa tersenyum tanpa beban."

Anindya merasakan jantungnya berdegup kencang. Ia yang selama ini membentengi hatinya dengan tembok baja, perlahan merasa tembok itu mulai retak.

Tidak ada wanita yang sanggup bertahan dari gempuran perhatian yang begitu tulus. Zayed tidak pernah memaksa, ia tidak pernah menuntut cinta, ia hanya... ada. Selalu ada.

Malam harinya, di bawah tenda mewah bergaya Badui yang dikelilingi obor-obor kecil, Zayed telah menyiapkan makan malam romantis. Elang sudah tertidur di dalam tenda utama setelah lelah bermain pasir.

"Aku punya kejutan kecil untukmu," ucap Zayed sembari memberikan sebuah dokumen resmi bersampul lambang kerajaan.

Anindya membukanya dengan tangan bergetar. Matanya membelalak. "Surat cerai... dan pengesahan status?"

"Pengadilan Syariah Dubai telah mengeluarkan putusan faskh - pembatalan pernikahan secara mutlak kemarin. Alasannya jelas, tindakan kriminal berat dan penelantaran lahir batin. Di mata hukum Dubai, dan secara internasional melalui kedutaan, kau sudah bukan lagi istri Kenzo Praditya. Kau merdeka, Dian."

Anindya menutup mulutnya dengan tangan, air mata bahagia mengalir deras. Beban seberat gunung yang selama ini menghimpit pundaknya seolah lenyap seketika.

"Zayed... terima kasih... terima kasih banyak," isak Anindya.

Zayed bangkit dari kursinya, mendekat dan berlutut di depan Anindya. Ia mengambil tangan wanita itu dan mengecup punggung tangannya dengan sangat lembut.

"Dian, aku tahu kau baru saja keluar dari neraka. Aku tahu kau mungkin takut untuk melangkah lagi. Tapi aku ingin kau tahu... aku tidak akan pernah meninggalkanmu di tengah gurun ini sendirian. Aku ingin menjadi rumahmu, jika kau mengizinkan."

Anindya menatap Zayed. Pria ini adalah perwujudan dari segala hal baik yang pernah ia baca di buku cerita. Ia kaya, ia berkuasa, namun ia memiliki hati yang lebih luas dari padang pasir di sekeliling mereka.

"Zayed," bisik Anindya, suaranya serak karena haru. "Kau sudah membuatku meleleh sejak lama. Aku hanya terlalu takut untuk mengakuinya."

Zayed tersenyum, senyuman paling cerah yang pernah dilihat Anindya. Ia berdiri dan menarik Anindya ke dalam pelukannya. Di bawah ribuan bintang yang berpijar di langit Dubai, Anindya merasa benar-benar pulang. Tidak ada lagi ketakutan, tidak ada lagi bayang-bayang Kenzo.

Beberapa hari kemudian, Anindya kembali ke penthouse dengan semangat baru. Ia mulai aktif kembali mengurus perusahaan peninggalan Arlan di Jakarta melalui komunikasi jarak jauh dengan Bimo.

Kini, ia tidak lagi mengurusnya sebagai wanita pelarian, melainkan sebagai seorang pengusaha wanita yang tangguh dengan dukungan penuh dari Kerajaan Dubai.

Sarah masuk ke ruangan dengan wajah sumringah. "Nyonya, ada paket dari Mr. Zayed."

Anindya membuka kotak besar itu. Di dalamnya terdapat sebuah gaun sutra berwarna biru safir yang sangat indah, lengkap dengan sebuah catatan kecil.

"*Malam ini, seluruh Dubai akan tahu siapa ratu yang sebenarnya. Aku menunggumu di Burj Al Arab*."

Anindya tersenyum. Ia menatap pantulan dirinya di cermin. Wajahnya yang dulu pucat dan penuh kecemasan kini bersinar dengan aura kebahagiaan yang nyata.

Sementara itu, jauh di bawah tanah penjara Al-Awir, Kenzo Praditya sedang berteriak-teriak meminta bertemu pengacara, meminta bertemu ayahnya, bahkan meminta bertemu Anindya untuk menandatangani surat cerai yang sebelumnya ia tolak.

"Aku akan tanda tangan! Bawa suratnya ke sini! Aku mau keluar!" teriaknya sembari memukul pintu besi.

Namun, sipir yang lewat hanya meliriknya dengan dingin. "Sudah terlambat, Tahanan 091. Pengadilan sudah memutuskan perceraianmu secara sepihak. Dan untuk hukumanmu... kau baru saja memulai tahun pertamamu dari hukuman seumur hidup. Selamat menikmati kegelapan."

Kenzo jatuh terduduk. Ia menyadari bahwa permainannya benar-benar sudah berakhir. Ia tidak lagi memiliki apa-apa. Tidak istri, tidak harta, tidak kebebasan.

Malam itu, di puncak Burj Al Arab, Zayed berdiri berdampingan dengan Anindya, memandang gemerlap lampu kota Dubai yang tak pernah tidur.

Zayed melingkarkan lengannya di pinggang Anindya, menunjukkan pada dunia bahwa wanita ini berada di bawah perlindungannya yang paling kuat.

"Kau siap untuk masa depan yang baru, Dian?" tanya Zayed lembut.

Anindya menatap Zayed dengan mata yang penuh cinta. "Selama kau ada di sampingku, aku siap menghadapi apa pun, Zayed."

Kisah pilu di Jakarta telah terkubur bersama debu masa lalu. Di sini, di bawah langit Dubai, Anindya bukan lagi seorang korban. Ia adalah seorang ibu, seorang pengusaha, dan seorang wanita yang akhirnya menemukan cinta sejatinya di tempat yang paling tidak terduga.

...----------------...

**TAMAT....**

**~~~~~**

**Hay para pembaca setiaku, cukup sekian cerita Turun Ranjang, karena memang retensi sangat rendah dan tidak ada yang begitu berminat dengan cerita ini, cerita ini Miss Ra percepat agar bisa tamat. Maafin Miss Ra, dengan adanya gagal.retensi membuat Miss Ra malas menulis kisah ini selanjutnya.**

**Miss Ra sempat Down, dan akhirnya tidak Up selama beberapa hari, karena memang menulis itu tidak mudah ya man teman, jadi tolong jangan hujat Miss Ra jika karya yang kalian baca tidak berkenan dihati kalian,**

**Okey, selamat membaca semuanya, sampai jumpa dikarya-karya terbaru Miss Ra nantinya.**

**See You**.

1
Fay
luar biasa
Eva Karmita
ya ampun Kenzo kenapa nasibmu buruk sekali.... akibat opsesi hidup mu jadi berantakan 🥺 ...
Yuliana Tunru
ya ampun kenzo bodoh x dirimu dgn obsesi gila membusuk lah kau dgn pilihan mu 😡
Dew666
🩵🩵🩵
Miss Ra: 🤗

thank u ratingnya kakak
total 1 replies
Yuliana Tunru
akhir dr hudupnu kenzo dan.itu setimpal sgn jejahatan mu krn aju yakin arlan pun dibunuh okeh kenzo
nani rahayu
lanjut thoor seru cerita nya
Miss Ra: 💪

siaaappp
total 1 replies
Nabitha Azizah
ceritanya nggak membosankan
Miss Ra: 🤗

thank u ratingnya kakak...
/Kiss//Rose/
total 1 replies
Nabitha Azizah
thorr ceritanya bagus...semangat sampai akhir/Heart/
Miss Ra: 🤗

thank u kakak
/Rose//Kiss/
total 1 replies
Mundri Astuti
lanjutin aja Thor .... seru ko ceritanya
Mundri Astuti
kemarin" nyepelein, pas di dtgin takut, gimana sih anin
Yuliana Tunru
akhir x up jg thorr s3nang baca x ..aplg saat kenzo di tangkap ikut bernapas lega ..smoga bab 20 hingga 80 lancar jaya 💪💪💪
Miss Ra: 🤗🤲

amiiin....
makasih banyak doanya kakak...
total 1 replies
nani rahayu
Anin sudah benar berada di samping Zayed, lanjut thorr cerita mu menarik 👍
Soraya
mampir thor
Miss Ra: 🤗

thank u kakak
total 1 replies
Yuliana Tunru
cerita mu bikin tegang to candu thorr beharqo kenzo dan valeirie diculik dan dikurung hingga tak bisa pulang lg ..syykur anin beetemu irang2 baik .. thor smoga ini bab terbaik mu 💪💪💪vote buat mu
nani rahayu: lanjut thoor seru, aku suka cerita mu, semoga thoor sehat selalu semangat nulis nya 👍
total 2 replies
Mundri Astuti
tetep hati" Anin, jaga elang juga, jangan sampai digunakan Kenzo sebagai alat buat kamu balik ke dia
Dew666
🥰🥰🥰
Miss Ra: 🤗

makasih ratingnya kakak
total 1 replies
Dew666
🍎🍎🍎
Miss Ra: 🤗🤗🤗

thank u kakak
total 1 replies
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Miss Ra: 💪🤗

siaaappp
total 1 replies
siti Syamsiar
lanjut thor 👍👍👍👍👍
Mundri Astuti
saudara kandung kah Kenzo dan Arlan 🤔, papanya juga kayanya lebih ke Kenzo ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!