Wanita modern yang bertransmigrasi ke dalam sebuah novel kuno. Berjuang dari nol sampai akhirnya menjadi immortal, bagaimana kisahnya? Ikuti terus perjalanannya!!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tampan
Ziang pergi menuju Changhai untuk kunjungan orang tua, ini kunjungan pertama setelah dua tahun berlalu. Ziang masih terlihat sama justru semakin tampan, dia benar-benar glow up ugal-ugalan dari yang tadinya terlihat kejam dan menyeramkan kini menjadi pria tampan dan dingin penuh kharisma.
Karena ini undangan resmi, Ziang mendapatkan gulungan teleportasi yang bisa sedikit mempersingkat waktu perjalanan. Ziang membawa sedikit oleh-oleh untuk Zhao, yang penting itu uang karena Zhao bisa membeli sendiri apa yang dia butuhkan.
“Sudah dua tahun berlalu bagaimana tampang bocah itu?.” Gumam Ziang terkekeh.
Sedangkan di akademi saat ini sedang ada acara seperti penyuluhan dari para alumni yang sudah sukses. Zhao merasa sangat bosan, sebagai informasi Zhao memiliki julukan malaikat Changhai karena dia sangat tampan dan di sukai banyak wanita.
Tapi meskipun ada banyak surat cinta yang datang, Zhao tidak pernah melirik. Dia memiliki tujuan yaitu lulus dengan nilai terbaik, lalu kembali untuk bertemu adiknya.
Setelah acara penyuluhan selesai, Zhao bersama Bai dan Juan pergi ke kantin untuk makan siang. Mereka sedang dalam mood yang baik karena minggu depan akan bertemu orangtua setelah sekian lama.
“Hei, keluargamu siapa yang datang?.” Tanya Bai pada Zhao.
“Ayahku.” Jawab Zhao.
“Kenapa Ibu dan adikmu tidak ikut? meskipun aku tidak dekat dengan keluarga tapi Ayah dan Ibuku akan datang besok.” Ucap Bai.
“Apa orangtua mu bertengkar?.” Ujar Juan.
“Tidak, perjalanan dari rumahku sampai Changhai itu satu bulan. Ayah dan Ibuku tidak mau mengambil resiko membawa adikku, dia bisa kelelahan dan berujung sakit nantinya.” Zhao menjelaskan.
“Oh benar juga, adikmu kan masih kecil.” Bai mengangguk setuju.
“Kau tidak curiga jika orangtua mu diam-diam bertengkar?.” Juan selalu trust issue.
“Tidak.” Tegas Zhao.
“Kau sangat polos, hanya tubuhmu saja yang jadi tinggi.” Ucap Juan.
“Aku tidak tahu kenapa kau selalu berpikir laki-laki itu gila wanita. Apa kau tau kenapa sampai detik ini aku tidak pernah melirik gadis-gadis yang mengejarku? karena aku keturunan dari Ayahku yang tidak gila wanita.” Tegas Zhao, dia mulai terusik dengan tuduhan Juan.
“Hei sudahlah kenapa malah berdebat. Juan kenapa tidak kau tanyakan langsung saja pada Ayah Zhao besok? kau akan mendapatkan jawabannya dengan lebih pasti.” Ucap Bai.
“Huh kalian benar-benar belum dewasa.” Juan kukuh dengan pemikiran nya.
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, kunjungan orangtua setelah dua tahun lamanya mereka berpisah. Ziang datang dengan tampilan yang sangat tampan, bukan niat tebar pesona hanya saja dia memang tampan dari sananya.
Banyak wali yang melirik ke arahnya merasa penasaran, para putri bangsawan yang datang untuk menjenguk adik atau kakak mereka juga diam-diam melirik Ziang.
“Maaf, apa anda datang sendirian?.” Seorang bibi menor menyapa Ziang.
“Itu benar.” Jawab Ziang datar.
“Apa kau datang menjenguk adikmu? pasti ikatan persaudaraan kalian sangat erat.” Ujar si bibi.
“Tidak, saya datang menjenguk putra saya.” Bantah Ziang dengan tegas.
“O-oh anda sudah memiliki putra, pasti sulit membesarkan anak seorang diri bukan?.” Bibi itu terlihat terkejut.
“Tidak, saya memiliki seorang istri yang hebat.” Ziang membantah lagi.
“Benarkah? lalu kenapa istri anda tidak ikut datang?.” Cibir si bibi merasa tidak senang dengan sanjungan Ziang.
“Istri saya menjaga anak kami yang masih kecil, saya tidak bisa membawanya karena perjalanan yang terlalu jauh.” Ziang mulai merasa kesal.
“Kalau begitu kenapa bukan istri anda saja yang datang, seharusnya seorang Ibu akan sangat merindukan anak mereka lebih dari siapapun. Tapi sepertinya istri anda tidak ya, itu sebuah tanda yang tidak baik.” Si Bibi punya penyakit hati.
“Terlalu mencampuri urusan orang lain juga merupakan tanda-tanda wanita tidak bahagia, temperamen anda sangat buruk.” Ziang langsung pindah tempat tunggu karena risih.
Percakapan Ziang di dengar banyak orang, mereka harus menelan pil pahit karena Ziang sudah menikah dan sangat mencintai istrinya. Masih harapan menjadi selir tapi wajah Ziang yang terlihat di tekuk membuat mereka takut.
“Lama tidak bertemu Tuan Wu.” Pria bertopeng yang menjadi Master pribadi Zhao datang.
“Lama tidak bertemu.” Ziang menyambut uluran tangan Master.
“Para murid masih melaksanakan kelas sebentar, kebetulan ada yang ingin saya sampaikan jadi saya menemui anda sebelum jam pertemuan berlangsung.” Ucap Master.
“Apa Putra saya melakukan sesuatu?.” Ziang langsung to the point.
“Tidak, justru perkembangan Wu Zhaolong sangat pesat dan jauh meninggalkan teman-teman nya. Saya rasa semua pembelajaran yang saya berikan pun hanya memberikan sedikit perkembangan saja, karena jujur saya merasa terlahap oleh nya.” Ucap Master terus terang.
“Yahh aku juga merasakan itu saat melatihnya dulu, aku tidak ingin dia menjadi sangat kuat. Aku hanya ingin dia bisa bersosialisasi dengan teman sebaya, menikmati masa muda seperti anak lainnya.” Ucap Ziang, tidak mempermasalahkan soal kekuatan.
“Anda benar-benar orangtua yang langka.” Master memuji.
“Anda berlebihan.” Ziang merendah padahal senang.
Kalian lihat itu
Ternyata pria bertopeng itu akrab dengannya
Apa putranya itu berbakat?
Dia kan menakutkan
Banyak anak yang tewas karena di latih olehnya
Saat bisik-bisik berlangsung, suara gemuruh juga terdengar. Itu suara para murid yang keluar dari aula dan berlarian datang ke arah mereka, Ziang yang tinggi tidak perlu mendongak untuk mencari anaknya.
Dari kejauhan saja sudah terlihat Zhao yang mana, anak itu sudah tinggi dan berjalan dengan santai. Ziang tersenyum lega, Zhao terlihat tumbuh dengan baik dan bisa belagu sekarang.
Semua anak memberi salam penuh tata krama pada orangtua mereka, lalu setelah itu mereka pergi ke ruang pertemuan atau taman untuk ngobrol. Berbeda dengan Zhao yang langsung memeluk Ziang tanpa perlu memberisalam, hubungan mereka tidak seformal itu.
Greb
“Aku merindukanmu Ayah.” Ucap Zhao.
“Ayah juga. Ibu dan Zhang juga merindukan mu, adikmu sampai menangis karena merengek ingin ikut.” Ucap Ziang mengacak rambut Zhao.
“Hahahah sayang sekali aku tidak melihat wajahnya, pasti sangat lucu kan.” Zhao tersenyum.
“Bagaimana keadaanmu? kau hidup dengan baik kan?.” Tanya Ziang, tidak bisa ditutupi jika dia khawatir.
“Tentu, seperti yang Ayah lihat.” Zhao merentangkan tangannya dengan sombong.
“Pftttt Ahahahahahah, kau punya teman kan? jangan bilang kau di kucilkan karena sangat nakal.” Ziang tertawa.
“Aku punya teman, hanya teman sekamar sih.” Zhao menggaruk rambutnya canggung, dia tidak bisa berteman dengan anak laki-laki karena mereka semua menganggap Zhao saingan cinta.
“Jangan berani memiliki kekasih.” Ucapan tegas dan penuh ancaman dari Ziang untuk pertama kalinya.
“Hm? aku memang tidak pernah terpikir untuk melakukan nya. Tapi kenapa Ayah melarang?.” Tanya Zhao.
“Karena itu tidak di perlukan, kau akan menemukan cinta sejati nanti di usia yang tepat. Kau hanya perlu memberikan cintamu pada satu wanita saja, dan harus wanita yang tepat. Seperti Ayah yang bertemu Ibu, kau pasti akan bertemu cinta sejatimu di waktu yang tepat.” Ucap Ziang.
“Aku mengerti Ayah, ayo pergi ke tempat lain. Ayah pasti lelah terus berdiri kan?.” Ziang merangkul tangan Ayahnya ke suatu tempat.
Season 2 aku tunggu❤
mosok ceritane Podo Karo Yuwen biyen? reinkarnasi maneh .