NovelToon NovelToon
Pria Titisan Raja

Pria Titisan Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:60.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Kalandra Wiranata adalah seorang Petugas Pemadam Kebakaran yang bertugas di sebuah Kota kecil.
Kota tempat tinggalnya itu terletak cukup strategis karena tepat berada di tengah - tengah dari lima Kabupaten di Provinsi itu.
Karena tempatnya yang strategis, Timnya kerap kali di perbantukan di luar dari Kotanya.
Timnya, bukan hanya sekedar rekan kerja. Mereka sudah seperti keluarga kedua yang di miliki oleh Kalandra.
Karna sebuah kejadian, Kalandra pun di pertemukan dengan seorang wanita yang ternyata merupakan jodohnya.
Selain perjalanan karir dan cinta, ada sebuah rahasia yang akhirnya terungkap setelah selama ini selalu membuatnya penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Menara SUTET

"Aku lagi di studio foto." Jawab Kalandra yang kemudian menyebutkan alamat studio foto yang ia datangi.

Kalandra pun mendengarkan penuturan dari Oji dengan seksama. Sesekali ia melirik ke arah Naina dan keluarganya yang juga sedang menatap ke arahnya.

"Langsung jalan aja. Tempatnya searah dengan studio ini. Nanti berhenti aja sebentar, aku tunggu di depan. Tolong sekalian bawakan baju, sepatu dan perlengkapanku, Ji." Pinta Kalandra sebelum mengakhiri panggilan.

Kalandra segera menyimpan ponselnya di saku, kemudian menghampiri Naina dan keluarganya.

"Ayah, Bunda, Maaf, ada tugas penting yang harus Kalandra kerjakan." Kata Kalandra yang hendak berpamitan. Jika tak ada kendala, Oji akan sampai dalam waktu sepuluh menit.

"Iya, gak apa - apa, Kal. Hati - hati, ya." Pesan Ayah Naina saat Kalandra hendak menyalaminya.

"Untung udah foto kita ramean." Timpal Bunda.

"Abang belum foto berdua sama Mbak Nana." Nadi mengingatkan.

"Gak usah, gak apa - apa, Bang. Kalau Abang buru - buru, jangan sampai pekerjaan Abang terganggu." Kata Naina.

Meski sedih, ia harus tetap mengerti posisi Kalandra. Lagi pula, saat ini adalah waktu shift Kalandra. Ia harusnya bersyukur karena Pria tampan itu sudah menyempatkan waktu untuk menemuinya yang baru selesai wisuda.

"Kita ambil satu atau dua foto, ya." Kata Kalandra yang mengerti tatapan sedih Kekasihnya.

"Yakin, gak apa - apa?" Tanya Naina sambil menatap mata Kalandra yang kini berada di hadapannya.

Kalandra hanya mengangguk dan tersenyum sambil mengusap pipi Naina sekilas, sebelum fotografer mulai mengarahkan gaya pada keduanya.

Dan benar saja, hanya tiga jepret kamera, suara sirine mobil Damkar yang meraung - raung terdengar.

"Abang pergi dulu ya, Sayang." Pamit Kalandra sambil mengusap sayang puncak kepala Naina.

"Hati - hati, Bang." Jawab Naina saat Kalandra mulai melangkah meninggalkannya.

"Di, titip mobil Abang. Bawa pulang aja, besok Abang ambil setelah selesai shift." Kata Kalandra sambil melempar remot mobilnya pada Nadi.

"Beres, Bang. Aman!" Sahut Nadi yang menerima dengan baik remot mobil Kalandra.

"Hati - hati, Kal." Kata Bunda yang nampak khawatir. Namun, tak terdengar jawaban dari Kalandra yang sudah berlari keluar.

Kalandra pun segera berlari meninggalkan studio foto outdor yang berada di lantai dua itu.

Dengan langkah lebar, Kalandra menuruni anak tangga. Beberapa orang yang sedang menunggu pun tampak bingung saat melihat Kalandra yang terburu - buru.

"Aduh, jadi ikutan khawatir." Kata Bunda.

"Sama, Bun. Hawa tegangnya kayak ketinggalan di sini." Sahut Nadi.

"Kalandra gak bilang ada apa, Mbak?" Tanya Ayah yang jadi kepo.

"Enggak, Yah." Jawab Naina sambil berjalan ke arah balkon studio foto yang terbuka.

Dari balkon itu, Naina melihat Kalandra yang berdiri di tepi jalan. Dalam hitungan detik, mobil Damkar berhenti sejenak dan kembali berjalan dengan Kalandra yang sudah melompat ke dalam. Kalandra seperti tiba - tiba hilang di sambar mobil Damkar.

"Widih, keren banget Abang Kal." Kata Nata yang ikut melihat dari balkon tempat Naina berdiri.

"Cepet banget ilangnya, kayak cuma di samber mobil." Imbuhnya kemudian.

"Makanya Mbak Nana rasanya selalu di buat jatuh cinta setiap hari. Walaupun ada aja gebrakannya, tapi dia selalu keren, kan?" Kata Naina sambil tersenyum pada Nata.

Nata mendelik sebentar, tak menyangka jika Kakaknya itu bisa mengucapkan kata - kata romantis seperti itu di hadapannya.

"Cih! Dasar bucin!" Jawab Nata yang tampak jengah dengan kata - kata romantis Kakaknya.

...****************...

"Maaf ya, ngerepotin." Kata Kalandra sembari mengganti seragamnya di dalam mobil yang melaju kencang.

"Santai aja. Untung satu arah." Jawab Oji.

"Udah jadi foto?" Tanya Oji kemudian.

"Udah." Jawab Kalandra.

"Gimana ceritanya dia memanjat menara sutet?" Tanya Kalandra.

"Katanya orang itu sedang dalam pengaruh narkoba dan di duga berhalusinasi." Jawab Oji yang membuat Kalandra geleng - geleng kepala.

"Sampe setinggi itu dan gak ada yang lihat?" Tanya Kalandra yang di jawab anggukan oleh Oji.

"Udah hubungi pihak PLN dan Polisi?" Tanya Kalandra lagi.

"Udah, Kal. Petugas PLN lagi dalam perjalanan, kalau Petugas Polisi udah ada di tempat." Jawab Oji.

Petugas Damkar datang bersamaan dengan Petugas PLN. Mereka langsung bekerjasama menyusun strategi untuk menyelamatkan pelaku yang masih terus memanjat.

Kalandra mendongak ke atas. Pria itu sudah berada di ketinggian sekitar dua puluh meter. Petugas Polisi dan warga yang ada di sana, sudah berteriak dan memberi peringatan, namun sama sekali tak di gubris oleh pelaku.

"Wah gila! Meleset dikit, selesai hidup orang itu." Kata Oji.

"Biar aku aja yang naik." Kata Kalandra.

"Yakin, Kal?" Tanya Oji yang di jawab anggukan oleh Kalandra.

"Enggak aku aja? Aku juga jago kalo urusan panjat - memanjat." Kata Oji.

"Kamu awasi dari bawah aja, Ji. Pastikan semuanya siaga dengan segala kemungkinan. Barang kali, orang itu nanti tiba - tiba melompat waktu di susul ke atas." Pesan Kalandra sembari mengenakan alat keselamatan.

"Iya, Kal." Jawab Oji.

Kalandra dan Oji merupakan petugas andalan di Markas. Bukan karena lamanya jabatan, melainkan kekompakan keduanya dan juga gerak cepat dari kedua orang itu.

Mereka harus gerak cepat agar pelaku yang berada dalam pengaruh obat terlarang itu tak semakin tinggi memanjat menara Sutet.

Setelah memakai pengaman, Kalandra bersama seorang Petugas PLN segera memanjat menara Sutet itu.

"Kal, hati - hati." Seru Oji yang nampak cemas di bawah.

Meskipun ia tau kemampuan Kalandra, namun sebagai sahabat ia tetap saja khawatir saat melihat Kalandra menangani pekerjaan berbahaya.

Kalandra memang selalu begitu, jika ada pekerjaan berbahaya, maka ia adalah orang pertama yang akan mengambil alih. Hal itu tentu karena ia tak ingin rekan - rekannya berada dalam bahaya.

Sebagai Kapten, ia tentu memiliki rasa tanggung jawab yang besar pada keselamatan seluruh anggotanya saat sedang menjalankan tugas.

"Hoy! Berhenti! Jangan memanjat lagi, bahaya." Seru Kalandra yang hampir menyusul pria itu.

Bukannya berhenti, pria itu justru semakin cepat memanjat seolah sedang di kejar oleh penjahat.

"Haissh! Sial." Kesal Kalandra. Ia pun semakin cepat melangkah dengan terus bersiaga mengawasi si pelaku.

"Bang, hati - hati." Seru Peugas PLN yang memanjat bersama Kalandra. Petugas itu berada sekitar dua eter di bawah Kalandra.

"Astaghfirullah!" Seru Kalandra dan Petugas PLN itu hampir bersamaan saat melihat salah satu kaki si Pelaku tang tergelincir.

Kalandra dan Petugas PLN itu pun menghentikan langkah, untuk memastikan semua dalam kondisi aman.

"Lanjut aja, Bang, aman!" Seru Petugas PLN.

Melihat ada kesempatan, Kalandra memanjat semakin cepat dan tak sampai satu menit, ia berhasil meraih salah satu kaki si Pelaku.

"Berhenti!" Perintah Kalandra sambil menahan kaki Pelaku yang meronta - ronta.

Ketika Petugas PLN berada di dekatnya, Kalandra meminta Petugas itu untuk memegangi kaki Pelaku, sementara ia akan memanjat untuk meraih tubuh pelaku.

"Awas! Jangan dekat - dekat! Lepasin aku!" Kata si Pelaku sambil mengayunkan pisau ke arah Kalandra yang sudah berada di dekatnya.

1
Jack Strom
Sepertinya ceritanya cukup menarik nih, jejaknya saja tertinggal... 😁
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Atik Kiswati
cowok emang gt....gk mau org yg disayang kwatir tapi mlh jadi mslh krn sifat cewek yg kebalikannya ama sifat cowok....jd serba slh kan.....🤣
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
bener sih omongannya. pake tarik ulur lg. buat kerugian aja. mana buat macet pula 🤣🤣
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
ditunjukin khodamnya malah terkencing2
Mulyani Asti
hayooolooo marah kan naina nya 😂wes angel...angel wkwkwk🤣🤣🤣aku team kompor meleduk
Yoyoh Dariyah
hadeueuh mulai ngambek nih 🤭
Ika Shanti Budipertiwi
naina lagi mode pms 🤭
Esther
begitulah wanita Kal😂
Santi
nah kan wanita selalu benar abang🤣
Ayunda
bang kal mknya ap2 CRT biar g manyun tuh calon istri
Ita Xiaomi
Alhamdulillah Tante Ani sekeluarga selamat. Berharap rumahnya ndak rusak parah.
Ita Xiaomi
Tuh kan makanya jgn suka nak aneh-aneh, jd dilihatkan yg aneh jg kan.
Yuliana Tunru
mantu dan.pacar idaman mmg kalandra ..karya2 mu mmg 👍 thorr tokih2 x baik budi dan lenyayang cerita x ringan tp bikin kangrn kaya cerita bopo banyu alas dah brp judul msh z syukaaaa
Esther
Bang Kalandra pesona nya smkn bertambah saat sedang beraksi ya Naina😃
Atik Kiswati
lnjt.....
M H
gasss lanjut terus thorr
Mulyani Asti
lemparin aja lah bang kal.tuman🤭
netha@🏡s⃝ᴿ℘ℯ𝓃𝓪 ♬⃝❤
tuh org lg patah hati y
Ita Xiaomi
Ngebayangkan Sang Raja muncul di dpn org itu. Apakah orgnya akan merasa ketakutan?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!