NovelToon NovelToon
Kamu Selingkuh Kunikahi Abang Angkatmu

Kamu Selingkuh Kunikahi Abang Angkatmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Orang Disabilitas
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mila julia

Di hari pernikahannya, Vaelora Morwene ditinggalkan Elvino Morrix tanpa penjelasan. Hancur, malu, dan dipermalukan, ia membuat keputusan nekat—menikah dengan Devon Ashakar, mantan kekasihnya… yang ternyata adalah abang angkat Elvino.
Namun Devon bukan lagi pria yang dulu. Sebuah kecelakaan membuatnya hidup dalam tubuh pria dewasa dengan jiwa anak kecil. Tanpa Vaelora sadari, pernikahan ini justru menyeretnya ke dalam keluarga penuh rahasia dan perjanjian gelap.
Apakah Vaelora akan menemukan cinta… atau justru neraka?
Bisakah Devon sembuh?
Dan rahasia apa yang sebenarnya disembunyikan keluarga Morrix?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila julia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33.Celaka

Sontak Gea langsung menepis pegangan tangan Maharani dari tangannya. Wajah kecilnya memerah oleh emosi yang tiba-tiba muncul. Ia menatap wanita tua itu dengan mata membelalak, seolah tidak terima disentuh begitu saja.

“Mana mungkin Bibi Lora memiliki anak? Dia baru saja menikah. Dasar nenek tua bodoh!”

Setelah mengatakan itu dengan nada kesal, Gea langsung berlari menuju tangga besar yang mengarah ke lantai atas. Gian yang berdiri di sampingnya pun ikut berlari menyusul kakaknya tanpa banyak berpikir.

Namun Maharani tidak bisa menerima begitu saja.

Perasaan aneh yang sejak tadi mengganggu pikirannya membuatnya yakin bahwa anak perempuan itu menyembunyikan sesuatu. Wajah Gea benar-benar terasa sangat familiar baginya—terlalu mirip dengan wajah Lora saat masih kecil dulu.

Tanpa ragu Maharani segera mengejar mereka hingga ke tangga.

Ia berniat menghentikan anak kecil itu untuk memastikan kecurigaannya.

Sementara itu, dari arah koridor lantai atas, pintu sebuah kamar tiba-tiba terbuka.

Devon keluar dari dalam kamar sambil memegang cokelat besar di tangannya. Wajahnya terlihat ceria, jelas ingin membanggakan benda manis itu kepada dua anak kecil yang ia sukai.

“Gea, Gian… Epon punya coklat besar.”

Namun kalimatnya terhenti di tengah jalan.

Devon melihat Gea dan Gian berlari menaiki tangga dengan wajah panik. Lebih mengejutkan lagi, di belakang mereka ada seorang wanita tua yang mengejar.

Devon langsung mengenali wajah itu.

Wanita yang ia anggap sebagai “nenek lampir jahat” kedua setelah Sinta—orang yang pernah ia lihat saat pernikahannya dengan Lora.

Cokelat besar di tangannya langsung jatuh ke lantai.

Tubuh Devon bergerak cepat menuju tangga, berusaha menyelamatkan kedua anak kecil itu.

“Tunggu! Aku perlu memastikan sesuatu.”

Maharani yang sudah hampir mencapai mereka mengulurkan tangan dan meraih lengan Gian yang berlari di belakang Gea.

Namun karena Gian sedang berlari dengan tergesa-gesa, tarikan tangan itu terlalu kuat. Tubuh kecil bocah itu langsung kehilangan keseimbangan.

Devon yang sudah berada sangat dekat langsung berusaha menariknya.

Namun sialnya, kakinya sendiri ikut terpeleset di anak tangga.

Dalam sepersekian detik, Devon meraih tubuh Gian dan memeluknya erat.

Tangannya yang besar langsung melindungi tubuh bocah itu.

Tubuh mereka berdua berguling menuruni tangga.

Devon bahkan sengaja memposisikan tubuhnya sebagai pelindung agar tubuh kecil Gian tidak terbentur keras.

Brak!

Tubuh Devon terhempas di lantai bawah dengan keras.

Kepalanya membentur lantai lebih dulu.

Pelukan yang melindungi Gian akhirnya terlepas ketika tubuhnya menghantam lantai dengan keras.

Devon langsung tak sadarkan diri.

Luka memar terlihat di tubuhnya, dan darah perlahan mengalir dari kepalanya.

Sementara itu Gian terduduk di lantai dengan tubuh gemetar. Beberapa bagian tubuhnya terlihat memar, namun ia masih sadar.

Tangis keras langsung pecah dari mulut bocah itu.

“Epon! Gian!”

Gea yang menyaksikan semuanya dari atas tangga langsung berteriak panik. Wajahnya pucat melihat Devon tergeletak tak bergerak di lantai.

Keributan itu segera menarik perhatian David yang berada tidak jauh dari ruang tamu.

Begitu melihat kejadian tersebut, wajah kepala pelayan itu langsung berubah pucat.

Di sisi lain, Maharani masih berdiri di tengah tangga dengan tubuh kaku.

Ia benar-benar syok melihat apa yang baru saja terjadi.

“Tuan Devon!”

David berteriak panik sambil berlari mendekat.

Fauzi yang sejak tadi menyaksikan semuanya dari bawah juga terkejut luar biasa. Wajahnya menegang saat melihat kondisi Devon yang terbaring dengan kepala berdarah.

Namun pikiran pertamanya bukanlah menolong.Ia justru langsung memikirkan satu hal.Jika kejadian ini diketahui orang lain, istrinya bisa disalahkan.Tanpa membuang waktu, Fauzi segera naik ke tangga dan meraih tangan Maharani.

“Kita pergi sekarang.”

Ia menarik istrinya turun dengan cepat.

“Aku akan menemui Vely lain kali.”

Fauzi mengatakan itu kepada David dengan nada tergesa sebelum akhirnya menyeret Maharani keluar dari mansion tersebut tanpa menoleh lagi.

Sementara itu David langsung mengambil alih situasi.

Ia menoleh kepada para pelayan lain yang mulai berdatangan karena keributan.

“Cepat siapkan mobil! Kita harus membawa Tuan Devon ke rumah sakit sekarang!”

Perintahnya terdengar tegas dan panik sekaligus.

Para pelayan segera bergegas menjalankan perintah itu.

Gian yang masih menangis juga segera digendong oleh salah satu pelayan karena tubuhnya penuh memar.

_____

Lora memasuki rumah dengan langkah cepat, namun begitu pintu utama tertutup di belakangnya, ia langsung merasakan sesuatu yang aneh. Mansion Morrix yang biasanya ramai kini terasa begitu sunyi. Tidak ada suara teriakan riang Devon yang biasanya langsung menyambutnya begitu ia pulang. Tidak ada pula suara Gea dan Gian yang berlarian ke sana kemari, memenuhi rumah dengan tawa dan keributan kecil mereka.

Rumah itu terasa terlalu sepi.

Lora berhenti di tengah ruang tamu, pandangannya menyapu setiap sudut ruangan dengan perasaan tidak nyaman yang tiba-tiba muncul di dadanya.

“Kemana perginya Devon, Gea, dan Gian? Apa David mengajak mereka keluar?” gumamnya pelan sambil terus melihat sekeliling rumah.

Namun bahkan setelah beberapa saat, tidak ada satu pun suara yang menjawabnya.

Keheningan itu justru semakin terasa aneh.

Tak lama kemudian koki pribadi keluarga Morrix berjalan menghampirinya dari arah dapur. Wajah pria paruh baya itu terlihat sedikit tegang ketika melihat Lora berdiri di ruang tamu.

“Nona, kenapa Nona ada di sini? Apa Nona tidak tahu jika Tuan Devon dan Gian baru saja terjatuh dari atas tangga? Kondisi Tuan Devon cukup parah.”Ucapan itu seperti petir yang menyambar telinga Lora.

“Apa?”

Suara Lora langsung meninggi. Tas yang tadi ia genggam langsung terlepas dari tangannya dan jatuh ke lantai tanpa ia sadari. Wajahnya berubah pucat seketika.

“Ke rumah sakit mana David membawa mereka?” tanya Lora dengan suara gemetar.

Koki itu segera menyebutkan nama rumah sakit tempat mereka dibawa.

Tanpa berpikir panjang sedikit pun, Lora langsung mengambil kunci mobilnya yang tergeletak di meja dan bergegas keluar dari mansion.

Beberapa menit kemudian mobilnya melaju dengan kecepatan tinggi di jalan raya.

Pikiran Lora dipenuhi kecemasan yang semakin menyesakkan. Tangannya mencengkeram setir dengan kuat, sementara air matanya terus mengalir tanpa bisa ia hentikan.

Ia benar-benar takut.

Kata-kata koki tadi terus terngiang di kepalanya—kondisi Tuan Devon cukup parah.

Begitu mobilnya berhenti di halaman rumah sakit, Lora langsung turun dan berlari masuk ke dalam lobi dengan langkah tergesa-gesa. Rambutnya yang biasanya rapi kini sedikit berantakan, dan napasnya terdengar berat.

Air mata masih terus mengalir di pipinya.

“Bagaimana keadaan Devon?”

Begitu melihat David berdiri di depan ruang IGD, Lora langsung menghampirinya dengan wajah penuh kecemasan.

David segera menundukkan kepala sedikit sebelum menjawab.

“Tuan Devon dan Gian masih ditangani dokter di dalam.”

Belum sempat Lora mengatakan apa pun lagi, tubuh kecil tiba-tiba memeluknya erat.

Gea.

Bocah itu menangis sesenggukan sambil memeluk pinggang Lora dengan erat, seolah takut dilepaskan.

“Bibi… maafkan aku. Ini semua salahku. Aku yang membuat Epon dan Gian seperti ini.”

Suara Gea terdengar serak karena terlalu lama menangis.

Lora langsung berjongkok di hadapan anak itu dan memegang kedua bahunya dengan lembut.

“Apa maksudmu, Gea? Apa yang sebenarnya terjadi?”

Gea mengusap air matanya dengan punggung tangan sebelum mencoba menjelaskan, meskipun suaranya masih terputus-putus.

“Aku tidak sengaja membuat nenek tua itu marah. Dia mengejar aku dan Gian sampai ke atas tangga. Saat dia memegang tangan Gian, Gian kehilangan keseimbangan. Epon dengan cepat menyelamatkannya, tapi mereka berdua jatuh berguling-guling di atas tangga.”

Penjelasan itu membuat wajah Lora berubah tegang.

“Nenek tua?”

Ia menoleh ke arah David dengan tatapan tajam, meminta penjelasan lebih lanjut.

David langsung menjawab dengan tenang.

“Yang dimaksud oleh Gea adalah Tuan Fauzi dan Nyonya Maharani. Mereka datang ke mansion untuk menunggu kedatangan Nona Vely.”

Gea kembali berbicara dengan suara kecil yang masih dipenuhi tangis.

“Dia menuduhku kalau aku adalah anakmu, Bibi.”

Ucapan itu membuat Lora langsung terbelalak.Jantungnya berdetak lebih cepat."Apa jalang tua itu mulai mencurigaiku?"

.

.

.

💐💐💐Bersambung 💐💐💐

Lanjut Next Bab ya guys😊

Lope lope jangan lupa ya❤❤

Terima kasih sudah membaca bab ini hingga akhir semua ya. jangan lupa tinggalkan jejak yaa, like👍🏿 komen😍 and subscribe ❤kalian

1
Allea
kamu ogah2an upnya thor 😅
Mila Julia: maklum KK masih suasana lebaran sodara2 belum pada minggat🤣🤣🤣
total 1 replies
Mila Julia
kasih tau cintaa biar lora sadarrrr😅😅😅
Allea
good steven 🤭🤭🤭 masih edisi sebel ma lora thor 😅
Allea
senang sih lora lengah terlalu nyantay soalnya udah tau banyak musuh ga gercep 🤭🤭🤭
Mila Julia: iyaaa lagiiuu🤭🤭
total 1 replies
Allea
akhirnyaaaaaa ingatan Epon kembali tetap pura2 y Epon buat membumi hanguskan kuman2😁
Mila Julia: uuuuhhhh sayang bangett sama kakak iniii😘😘😘
siap kakak
total 1 replies
Allea
mo balas dendam tapi kewaspadaan kurang piye toh thor 🤭
Mila Julia: mo bikin kesel duluuu mbak eee
total 2 replies
Allea
👍👍👍👍👍
Allea
heyyyy Epon kamu ga lelah pura2 terus 🤭
Wulan Azka
dealer beras ? baru kali ini dengar istilah dealer beras 🤔..dealer itu cuma buat kendaraan..kalau beras mah distributor
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: klo disini namanya kilang padi, yang mengeluarkan beras dgn beberapa merk
total 3 replies
Allea
Devon kamu pura2 kembali ke usia anak2 kan 😁
Mila Julia: aduhhh bener ngk yaaa🤭🤭
total 1 replies
Allea
jgn2 Devon pergi ninggalin Lora krn Devon kecelakaan y
Mila Julia: iyaa ngk yaaa🤭😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!