NovelToon NovelToon
Wanita Terakhir Sang Playboy

Wanita Terakhir Sang Playboy

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Playboy / Harem
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Swan

Gavin adalah seorang playboy yang tak bisa hidup tanpa wanita, entah sudah berapa banyak wanita yang berakhir di ranjangnya, hingga akhirnya ia bertemu dengan Kanaya, seorang gadis suci yang menggetarkan hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Swan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gadis menggiurkan

"Di luar siapa"tanya Kanaya. 

Gavin menatap Kanaya, kemudian tersenyum dan mengelus kepala gadis itu. Wajah bantal gadis itu terlihat semakin mengemaskan di mata Gavin. Gavin tak menyangka di dalam hidupnya yang selama ini terasa sangat hampa ,ia akan mengalami perasaan semacam ini kepada seorang gadis, dan gadis itu adalah Kanaya.

"Alex, ada Alex di luar dia mau nginep disini katanya. "Jawab Gavin, lalu mengacak rambut gadis itu yang memang sudah berantakan.

Mendengar ucapan Gavin, Kanaya melotot kemudian menatap tajam pria itu, dia pun seketika mendudukan tubuhnya di ranjang.

"Alex! Mau nginep disini?"tanya Kanaya lagi, yang di angguki oleh  Gavin. Kanaya menggelengkan kepalanya dramatis, kemudian memukul-mukul kepalanya sendiri, membuat Gavin memegang spontan tangannya, tak membiarkan tangan itu bergerak lagi.

"Kenapa?"tanya Gavin, seolah tak mengerti ke khawatiran gadis itu, padahal dalam hati ia pun cukup mengerti, ia hanya ingin pura-pura bodoh di depan gadis itu.

"Gavin ihhh, lo masih tanya kenapa?"Tanya Kanaya dengan mata melotot, melihat ekspresi bodoh pria itu. Gavin menggelengkan kepalanya sambil mengulum bibirnya menahan Tawa.

"Oh, my god! Hei, Gavindra Wijaya, denger ya, gue sekarang lagi di kamar lo, di apartemen lo, gue ini masih pacar sahabat lo, walaupun gue bilang kita mau putus, tapi saat ini gue masih pacar dia Gavin, dan keberadaan gue sama lo di sini, apalagi di kamar ini.... Lo tau kan, apa yang akan terjadi kalo sampe Alex, apalagi Raihan sampe tau, hah?"Tannya kesal kanaya dengan suara yang sedikit meninggi. Sementara Gavin, masih tetap mempertahankan ekspresi bodohnya.

Kanaya akhirnya beranjak menuruni ranjang, kemudian berjalan mondar-mandir di hadapan Gavin, membuat Gavin tertawa dalam hati melihat kepanikan gadis itu.

"Nay, hei,,, kenapa sih? Ya lo biarin ajalah kalo Alex sampe tau lo disini, lagian lo udah mau putus ini kan sama Rai?"Tanya Gavin santai, pria itu kini justru tampak santai dengan tidur terlentang sambil menatap Kanaya.

"Gav, hei gak gitu! Ini bisa merusak persahabatan lo sama Rai, tau ngga?"gerutu Kanaya kesal, dengan sikap santai Gavin.

"Ya udah kalo lo, gak pengen ketahuan lo cukup di sini aja, di kamar gue, dan jangan keluar kamar sebelum Alex pergi, gampang kan?"tanya Gavin sambil mengangkat bahunya acuh ,membuat Kanaya menghentikan langkahnya.

"Lo yakin, Alex ga bakal curiga?"Tanya  Kanaya, lalu berjalan dan duduk di samping ranjang dengan menatap Gavin serius.

"Hmm..."Jawab Gavin, yang sepertinya belum membuat Kanaya percaya.

"Alex, gak pernah masuk ke  kamar lo emang?"Tanya Kanaya lagi, seolah masih ragu dengan ucapan pria di sampingnya.

"Pernah sih, tapi tadi gue udah bilang gue lagi pengen sendiri, pintu kamarnya juga udah gue kunci, jadi gak mungkin bisa kesini dia. "Ucap Gavin santai, yang akhirnya membuat Kanaya menghembuskan napas lega.

"Jadi gue nginep disini lagi dong?"keluh Kanaya, yang di angguki oleh Gavin.

"Iyalah, masa lo mau keluar dari kamar ini sekarang, ya kecuali lo mau Alex tau lo disini."Jawab Gavin, membuat Kanaya mengerucutkan bibirnya.

"Terus, baju gue gimana?"tanya kanaya, sambil menatap bajunya, Kanaya memang belum mengganti pakaiannya ,masih menggunakan pakaian yang sama, yang ia gunakan ke kampus hari ini.

"Ya lo pake baju gue aj."Jawab Gavin lalu beranjak turun dari ranjang, setelah itu berjalan menuju walk in closet. Kanaya membuntuti pria itu, dan ikut melihat walk in closet milik pria itu.

Di apartemen milik Gavin ini, memang ada walk in closet, ruangannya memang tidak begitu besar tapi lumayan cukup untuk menyimpan beberapa pakaian, bahkan ada sepatu dan Aksesoris dari pria itu.

"Mau pake baju apa?"tanya Gavin, Kanaya mengerutkan kening, tampak memikirkan pakaian yang nyaman untuk ia pakaian malam ini. Ia pun menunjuk sebuah kemeja berwarna hitam yang tergantung di balik lemari kaca.

"Biar kaya daster, badan lo kan kaya kingkong, jadi pasti panjang di badan gue."ucap Kanaya asal.

Tuk

Gavin menyentil kening gadis itu, enak saja badannya di kata kingkong, terus gadis itu apa ,kurcaci? Gavin tak mengerti pikiran gadis itu, untung sayang, tuturnya dalam hati.

"Ya udah nih, lo mandi sana, dasar kurcaci."ucap Gavin, sambil berlalu meninggalkan gadis itu.

Bugh.

"Awhh... "Gavin meringis ketika kanaya memukulnya dengan sebuah hanger yang ada di sana.

"Enak aja bilang kurcaci, lo yang Kingkong!"umpat Kanaya, lalu berjalan mendahului Gavin. Dan langsung menuju kamar mandi. Gavin hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah gadis itu .

Lima belas menit berlalu, Kanaya sudah keluar dari kamar mandi, menggunakan kemeja Gavin yang terlihat panjang menutupi sebagian pahanya, namun justru semakin terlihat seksi di mata Gavin yang berotak mesum, kepala gadis itu juga tampak menggunakan handuk yang ia gunakan untuk mengeringkan rambut gadis itu, sepertinya Kanaya keramas tadi.

Gavin yang sedang memainkan ponselnya, sambil duduk di bersandar di atas ranjang, menatap Kanaya kagum, gadis itu tampak semakin cantik sekaligus sexy di matanya saat ini.

Gavin jadi membayangkan kan, nilah salah satu adegan yang akan sering mereka alami saat mereka sudah menikah nanti.

Kanaya yang melihat Gavin memperhatikannya, menghampiri pria itu, kemudian balik menatap lekat Gavin.

"Kenapa?"tanya Kanaya, sambil mengerutkan kening. Gavin yang mendapat teguran dari Kanaya, memalingkan wajahnya dari gadis yang kini sudah berada di hadapannya.

Kanaya semakin terlihat cantik jika dilihat semakin dekat, membuat Gavin takut khilaf, apalagi Gavin sangat yakin gadis itu tak memakai pakaian dalam saat ini.

"Ngga,g-gue tidur di luar aja."Jawab Gavin, lalu beranjak dari tempat tidurnya, jujur saja Gavin tak yakin bisa menahan hasrat liarnya, bila harus satu kamar dengan gadis itu malam ini, apalagi penampilan kanaya saat ini, bisa-bisa ia memaksa gadis itu untuk melakukan hal-hal yang di inginkan.

"Eh..jangan."ucap Kanaya sambil memegang tangan Gavin, saat pria itu melangkah meninggalkannya. Gavin menoleh, melihat Kanaya di sampingnya.

"Kenapa?"tanya Gavin heran.

"Lo gak takut Alex tambah curiga, kalo lo sampe tidur di luar?"tanya Kanaya, yang membuat Gavin menggelengkan kepalanya.

"Ngga kayaknya..."jawab Gavin tak yakin, tapi ini lebih baik dari pada harus satu kamar dengan Kanaya, gadis itu terlihat menggiurkan sekarang.

"Ohh, y-ya udah."ucap Kanaya gugup, apalagi melihat tatapan Gavin yang terlihat berbeda padanya.

Namun baru saja Gavin akan berbalik meninggalkan Kanaya, tiba-tiba lampu kamar  padam, membuat Kanaya refleks memeluk tubuh Gavin.

"Aaa...Gavin."teriak Kanaya.

-Bersambung

1
Supri Yanto
lanjut kk💪👍
Aisyah Swan: Siappp, di tunggu ya😍😍
total 1 replies
D
Lanjuut👍
Supri Yanto
lanjut kk
Supri Yanto
bagus alur ceritanya menarik pingin baca terus kelanjutannya😊
Aisyah Swan: Makasih, semangat bacanya😍
total 1 replies
Supri Yanto
lanjut👍
Aisyah Swan: Siapp😍
total 1 replies
D
Lanjut
D
😍
D
Suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!