NovelToon NovelToon
Warisan Sembilan Naga : Sang Penakluk

Warisan Sembilan Naga : Sang Penakluk

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

**INI ADALAH BOOK KE 2 DARI SEMBILAN GULUNGAN NAGA LEGENDARIS.**

Ketika seluruh semesta terancam, satu pemuda harus memilih: menjadi monster yang menyelamatkan dunia, atau tetap manusia dan membiarkan semua musnah.

Lin Tian, kehilangan segalanya, karena invasi entitas misterius yang melahap dimensi. Kini, sebagai pewaris teknik "Orkestrasi Sembilan Naga," ia melintasi batas dimensi untuk berburu Master mereka: Pemangsa Dimensi yang mengancam 30 dimensi sekaligus.

Di Dimensi Asura, dimensi pejuang brutal, Lin Tian menemukan kekuatan... tapi hampir kehilangan kemanusiaannya. Antara latihan mematikan, pertarungan melawan entitas cerdas, dan persahabatan yang tak terduga, ia belajar kebenaran paling sulit: kekuatan tanpa hati adalah tirani, tapi hati tanpa kekuatan adalah kehancuran.

Bisa kah ia menyelamatkan alam semesta tanpa kehilangan jiwanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 : Ujian Terakhir

Pagi hari, saat Lin Tian sedang mempersiapkan diri untuk terobosan menuju Tingkat Kelima, Kharos memanggilnya ke ruang pertemuan.

Ekspresi Kepala Perang terlihat lebih serius dari biasanya.

"Lin Tian, kayaknya untuk terobosanmu akan dijadwalkan besok."

Lin Tian sedikit terkejut.

"Ada situasi mendesak di Zona Perbatasan Epsilon-3. Aktivitas para Entitas di sana menunjukkan peningkatan yang tidak normal. Kami membutuhkan tim untuk melakukan penyelidikan, dan aku ingin mengirim kalian hari ini."

Sehari sebelum terobosan bukanlah waktu yang ideal untuk menjalankan misi.

Kharos melanjutkan,

"Ini bukan perintah. Kau boleh menolak dan memprioritaskan waktumu. Aku akan memahaminya. Namun pengalaman ini bisa menjadi persiapan terakhir yang berharga. Sebuah kesempatan untuk mengasah naluri tempur dan memperkuat keyakinanmu sebelum terobosan."

Lin Tian merenung sejenak.

Risikonya memang ada. Namun pengalaman lapangan juga sangat berharga.

Pada akhirnya, ia mengangguk. "Saya akan ikut."

Senyum tipis muncul di wajah Kharos.

"Itu jawaban yang sudah kuduga. Kalian berangkat sekarang juga. Prioritas utama adalah mengumpulkan informasi. Pertempuran hanya dilakukan jika benar-benar diperlukan. Kalian harus kembali sebelum malam tiba dan Besok, jadwal terobosan tetap berjalan."

Tatapan Kharos menjadi tegas. "Dan yang paling penting, kalian harus tetap hidup."

Perjalanan menuju Epsilon-3 memakan waktu hampir enam jam.

Wilayah itu dipenuhi tebing terjal, jurang dalam, dan aliran energi yang tidak stabil.

Sepanjang perjalanan, Zhen'ar terus mengamati kondisi sekitar. "Jejak energi di area ini tidak biasa."

Ia berhenti sejenak.

"Aku mendeteksi beberapa Komandan Entitas, puluhan Prajurit Entitas, dan jumlah Prajurit Rendah yang sangat banyak."

Mira'tok langsung mengerutkan kening. "Beberapa Komandan sekaligus?"

Zhen'ar mengangguk.

"Dan koordinasi mereka terlihat sangat teratur. Seolah-olah ada perencanaan yang matang di balik semua ini."

Lin Tian langsung memahami maksudnya.

"Fokus kita adalah penyelidikan. Kita kumpulkan informasi terlebih dahulu, menilai tingkat ancaman, lalu menentukan langkah berikutnya."

Khor'sal mengangguk setuju.

"Jika situasinya terlalu berbahaya, kita mundur terlebih dahulu."

Lin Tian melirik yang lain.

Dulu Khor'sal akan menjadi orang pertama yang menerjang tanpa berpikir. Kini ia jauh lebih matang.

Perubahan itu membuat Lin Tian tersenyum tipis.

Setelah mendekati lokasi tujuan, keempatnya segera bersembunyi di balik tebing batu besar.

Pemandangan di depan mereka membuat semua orang terdiam.

Itu bukan sekadar kelompok Entitas biasa.

Di depan mereka berdiri sebuah kamp militer yang terorganisasi dengan rapi.

Patroli Prajurit Rendah bergerak mengelilingi kamp dengan disiplin tinggi.

Pasukan Prajurit Entitas berjaga dalam formasi yang teratur. Di bagian tengah terdapat markas utama yang jelas menjadi pusat komando.

Jumlah musuh mencapai lebih dari seratus Entitas.

Kekuatan sebesar itu cukup untuk menghancurkan sebuah wilayah kecil dalam waktu singkat.

Zhen'ar mengamati situasi dengan serius.

"Ini bukan serangan acak, melainkan persiapan untuk menyerang."

Lin Tian mengangguk perlahan. Ia juga merasakan hal yang sama.

Lima Komandan.

Tiga puluh Prajurit Menengah dan Lebih dari tujuh puluh Prajurit Rendah.

Jumlah yang sangat berbahaya bagi tim kecil seperti mereka.

"Pertempuran langsung adalah bunuh diri." Lin Tian berbicara pelan. "Prioritas kita tetap mengumpulkan informasi."

Semua orang setuju.

Dengan sangat hati-hati, mereka mendekati markas utama.

Mira'tok memimpin penyusupan menggunakan kecepatannya, sementara Lin Tian dan yang lainnya mengikuti dengan menyembunyikan aura mereka semaksimal mungkin.

Dari balik reruntuhan batu, mereka akhirnya dapat mendengar percakapan para Komandan.

Komandan Alpha berbicara lebih dulu.

"Master menuntut hasil yang lebih cepat. Titik lemah dimensi ini telah ditemukan. Persiapan invasi berjalan sesuai rencana."

Komandan Beta menambahkan,

"Seluruh data mengenai dimensi ini telah dikumpulkan. Kekuatan para prajurit Asura sudah dianalisis. Tingkat perlawanan mereka juga telah dipetakan."

Komandan Gamma menggeram.

"Kharos adalah ancaman terbesar. Menghabisinya harus menjadi prioritas utama. Tanpa pemimpin mereka, perlawanan akan runtuh."

Mata Khor'sal langsung menyipit penuh amarah.

Namun ia tetap menahan diri.

Komandan Delta melanjutkan.

"Prajurit Asura memang kuat, tetapi pola bertarung mereka sudah kami pelajari. Strategi penanggulangannya sedang dikembangkan."

Kemudian Komandan Epsilon menyampaikan informasi yang paling mengejutkan.

"Dalam dua bulan, seluruh pasukan akan berkumpul. Invasi besar-besaran akan dimulai. Kemenangan sudah tidak dapat dihindari."

Keempat sahabat itu saling berpandangan. Ekspresi mereka berubah drastis.

Mira'tok berbisik pelan.

"Dua bulan..."

Khor'sal mengepalkan tangannya.

"Mereka bahkan berencana membunuh Kepala Perang."

Zhen'ar tetap tenang, meskipun wajahnya terlihat lebih serius dari biasanya.

"Informasi ini sangat penting. Kita harus segera melaporkannya."

Lin Tian terdiam sambil menganalisis seluruh situasi.

Dua bulan.

Invasi besar-besaran.

Kharos menjadi target utama.

Semuanya menunjukkan bahwa sang Master sedang bergerak secara sistematis untuk menaklukkan berbagai dimensi satu per satu.

Informasi ini harus sampai ke Kharos secepat mungkin.

Namun ada hal lain yang juga terlintas di pikirannya.

Kelima Komandan saat ini berada di satu tempat.

Kesempatan seperti ini mungkin tidak akan datang dua kali.

Jika mereka berhasil menyingkirkan para Komandan tersebut, rencana invasi pasti akan mengalami penundaan besar.

Risikonya sangat tinggi. Namun manfaatnya juga sangat besar.

Lin Tian menoleh kepada rekan-rekannya.

"Kita sudah mendapatkan informasi yang kita butuhkan."

Ia berhenti sejenak.

"Tetapi kita juga memiliki kesempatan untuk memberikan pukulan besar kepada mereka."

Mata Mira'tok langsung menyala.

Khor'sal tersenyum penuh semangat.

Sementara Zhen'ar tetap berpikir dengan tenang. "Lima Komandan melawan empat orang."

Ia menatap Lin Tian.

"Secara logika, peluang kita tidak menguntungkan."

Kemudian senyum tipis muncul di wajahnya.

"Namun kita memiliki keuntungan kejutan. Dan koordinasi tim kita belum pernah sebaik sekarang."

Keheningan sesaat menyelimuti kelompok itu.

Mereka semua memahami apa yang sedang dipertaruhkan.

Pertanyaan besarnya kini hanya satu.

Apakah mereka akan mundur membawa informasi berharga itu...

Atau mengambil risiko demi menghancurkan sebagian besar rencana invasi musuh?

Khor'sal menatap kamp musuh di kejauhan dengan ekspresi serius.

"Menyerang memang berisiko. Namun jika kita bisa menunda invasi mereka dan melindungi Guru, maka risikonya layak diambil. Aku setuju untuk menyerang. Kita gunakan seluruh kemampuan yang kita miliki."

Mira'tok langsung mengangguk penuh semangat.

"Aku juga setuju! Kita masih memiliki keuntungan karena mereka belum menyadari keberadaan kita. Jika koordinasi kita berjalan sempurna, kemenangan bukan hal yang mustahil!"

Lin Tian segera menyusun rencana.

"Aku akan mengaktifkan Domain Elemental untuk menekan seluruh musuh sekaligus. Target utama kita adalah para Komandan. Abaikan Prajurit Menengah dan Prajurit Rendah untuk sementara. Kita harus menghabisi para pemimpin mereka secepat mungkin."

Zhen'ar mengamati medan pertempuran sekali lagi sebelum mengangguk.

"Strateginya masuk akal. Kita bergerak sekarang."

1
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Mat
seru, semangat thor💪
Rinaldi Sigar
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!