NovelToon NovelToon
Reinkarnasi: Hamil Anak Pameran Utama Pria

Reinkarnasi: Hamil Anak Pameran Utama Pria

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Masuk ke dalam novel / Penyesalan Suami
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Unamed

Valeria Francesca terbangun di dalam tubuh wanita antagonis sebuah novel yang ditakdirkan mati tragis di meja operasi setelah kedoknya membobol keluarga konglomerat terbongkar. Di cerita asli, wanita ini menipu sang CEO, Alessandro Dirgantara, menggunakan pahlawan palsu dan jebakan kehamilan untuk memaksa menikah.

Saat terbangun di momen tepat sebelum melabrak Alessandro dengan hasil tes kehamilan, Valeria langsung merobek kertas itu. Demi selamat dari maut, ia memilih pura-pura penurut sambil diam-diam menabung untuk kabur.

Namun saat Valeria menyelinap ke rumah sakit untuk aborsi diam-diam agar bisa lari dengan tenang, Alessandro justru mendobrak pintu ruang operasi dengan mata memerah dan membentak, "Siapa yang memberi kamu izin menggugurkan anak kita?!"

Valeria melongo. Bos, bukankah di novel aslinya kamu yang paling ingin anak ini mati?!

!!(KARYA INI MURNI FIKTIF PENULIS)!!
!!(TEMPAT,LATAR MURNI IMAJINASI)!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Unamed, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30: Jika Sudah Puas Saja Aku Pakai

Alessandro Dirgantara meliriknya sekilas. "Apa kamu sedang membicarakan pria-pria berotot itu?"

Valeria Francesca hampir tersedak ludahnya sendiri. Wajahnya memerah. Pria ini beneran melihatnya!

Saat ia masih terbata-bata hendak menjelaskan, Alessandro kembali bertanya dengan nada datar, "Kamu menyukai tipe seperti ini?"

"Nggak, nggak kok!" Valeria panik dan langsung melambaikan tangan. "Aku cuma asal pilih film. Beneran nggak tahu kalau isinya pria berotot semua. Kalau tahu, aku pasti nggak akan menontonnya."

Alessandro hanya berdeham pendek tanpa bertanya lebih lanjut.

Valeria mengamati ekspresi pria itu dengan hati-hati. "Kamu... nggak marah, kan?"

"Tidak," jawab Alessandro tanpa mendongak, suaranya sedatar saat mengurus pekerjaan. "Apa yang kamu tonton adalah kebebasanmu."

Ia membuka berkas dokumen baru dan melanjutkan pekerjaannya. Namun, Valeria tetap bisa merasakan atmosfer tidak senang di sekitar pria itu.

Mana mungkin? Alessandro bahkan tidak menyukai pemilik tubuh asli, jadi untuk apa dia peduli?

Valeria sengaja memprovokasi untuk menguji pria itu. "Kalau begitu, boleh dong kalau nanti aku cuci mata lihat cowok ganteng di TikTok, nge-like video mereka, atau kasih saweran?"

Jemari Alessandro yang memegang pena sempat terhenti setengah detik. Namun, ia tetap mempertahankan sikap dinginnya tanpa mendongak. "Mm, tentu saja boleh."

Sebelum Valeria sempat membalas, Alessandro mendadak meletakkan penanya, berdiri, dan merapikan manset kemejanya. "Saya ada rapat sekarang. Kalau butuh sesuatu, hubungi Sekretaris Susan."

Tanpa menoleh lagi, ia langsung melangkah keluar ruangan.

Melihat reaksi sekaku itu, Valeria kini seratus persen yakin Alessandro sedang kesal. Tapi karena apa? Nggak mungkin pria itu mulai menyukainya, kan?

Setelah berpikir cukup lama, ia menarik kesimpulan paling logis: ini murni masalah gengsi. Secara status, ia adalah kekasih resmi Alessandro. Menonton film berisi pria kekar tepat di hadapan pria itu tentu membuat harga dirinya terusik. Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan cinta, persis seperti seorang gadis yang kesal saat memergoki pacarnya melihat video wanita seksi di media sosial.

Rapat Alessandro berlangsung selama lebih dari satu jam dan baru selesai tepat saat jam pulang kantor. Mereka berdua berjalan berdampingan menuju tempat parkir bawah tanah untuk pulang bersama.

Atmosfer di dalam mobil membisu sepanjang perjalanan. Alessandro fokus menyetir ke depan dan mereka belum bertukar sepatah kata pun. Biasanya, meski irit bicara, Alessandro tidak pernah sediam ini.

Saat mobil berhenti di lampu merah, kesunyian terasa semakin mencekam. Setelah ragu beberapa detik, Valeria mendekat ke arah sang pria. "Alessandro... kamu beneran marah ya?"

Aroma sampo yang segar dari rambut Valeria langsung tercium oleh Alessandro. Ia melirik ke bawah, menatap sepasang mata bulat yang memandangnya penuh harap di bawah sinar mentari sore. Alessandro hanya melirik sekilas sebelum kembali menatap lurus ke depan. "Tidak."

"Bohong," Valeria langsung membongkar kedok pria itu. "Lalu kenapa kamu diam sepanjang jalan?"

"Bukankah dari dulu saya seperti ini?"

Valeria mengerucutkan bibirnya. "Mana ada! Dulu kamu masih mau menyahut kalau aku ajak mengobrol."

Alessandro kembali diam.

Melihat pria itu bersikeras tidak mau mengaku, Valeria sengaja membalikkan situasi. "Baiklah, aku mengaku salah. Tadi aku memang nonton pria-pria berotot itu, tapi itu kan gara-gara kamu juga."

Mendengar sumbu kesalahan dilemparkan kepadanya, Alessandro menoleh.

Valeria sengaja memasang wajah memelas. "Kamu selalu menghindar setiap mau ganti baju di rumah. Tidur pun pakai piyama yang tertutup rapat. Kamu takut aku ambil keuntungan fisik, kan? Aku nggak pernah boleh lihat milikmu, jadi wajar kan kalau aku lihat pria lain buat melampiaskan kekesalan? Memangnya kamu pikir perasaanku baik-baik saja?"

Alessandro menurunkan kelopak matanya, dan genggamannya pada roda kemudi sedikit mengencang. Selama ini ia mengira telah menyembunyikan sikap menghindarnya dengan rapi. Ia tidak menyangka wanita di hadapannya ini sudah tahu sejak lama.

Melihat Alessandro mulai goyah, Valeria segera menyudahi taktiknya agar tidak menjadi bumerang. Ia menarik lembut ujung lengan kemeja jas sang pria sambil bermanja-manja. "Sudahlah, aku janji, kalau kamu nggak suka, aku nggak akan menontonnya lagi. Bagaimana?"

Demi membuktikan ketulusannya, ia langsung menghapus dokumen film tersebut di hadapan Alessandro. Toh, nanti bisa diunduh lagi diam-diam.

Alessandro melirik folder unduhan yang kini sudah kosong bersih, dan raut wajahnya perlahan melembut. Tepat saat itu, lampu merah berubah hijau. "Sudah hijau, Ales, ayo jalan," desak Valeria. Alessandro bergumam pendek, lalu mobil mulai meluncur mulus. Mereka sepakat untuk tidak membahas perkara memalukan itu lagi.

Untuk makan malam, Alessandro masih harus menikmati sup bubur millet demi pemulihan lambungnya. Selesai makan, ia langsung ke kamar untuk mandi.

Sementara itu, Valeria asyik meringkuk di balik selimut sambil menggunakan browser ponselnya untuk menamatkan sisa film tadi. Tiba-tiba, pintu kamar mandi terbuka. Ia mendongak santai dan seketika hampir menjatuhkan ponselnya karena syok.

Alessandro melangkah keluar dari kamar mandi. Berbeda dari piyama tertutup yang biasa ia kenakan, malam ini sang CEO hanya memakai celana piyama tidur satin panjang berwarna hitam. Tubuh bagian atasnya dibiarkan polos tanpa baju.

Pahatan garis-garis otot tubuhnya yang kokoh dan atletis terpampang nyata. Sisa butiran air hangat mengalir melewati dada bidangnya hingga merayap turun ke batas otot perut bawahnya (Apollo's belt). Setiap lekuk tubuhnya terlihat begitu tegas dan sempurna.

Wajah Valeria langsung memerah pekat dalam sekejap. Ia segera memalingkan wajahnya ke samping dan bertanya dengan suara bergetar, "K-kenapa kamu keluar dengan penampilan seperti itu, Ales?!"

Alessandro menatap tubuhnya sendiri sebelum menjawab dengan suara bariton yang teramat tenang dan datar, "Bukankah di mobil tadi kamu protes karena saya tidak pernah mengizinkanmu melihatnya?"

Pipi Valeria terasa kian membara. Ia bersumpah kalimat di dalam mobil tadi murni hanya alasan asal-asalan untuk membela diri! Siapa yang tahu pria kaku ini akan menganggapnya serius sampai nekat keluar dari kamar mandi tanpa baju? Apa ini taktik untuk merebut kembali harga diri maskulinnya yang sempat diremehkan?

Selain alasan gengsi itu, Valeria tidak bisa menemukan alasan logis lainnya. Bagaimanapun, Alessandro di dalam novel selalu digambarkan sebagai pria yang bertanggung jawab penuh. Pria itu mungkin mengira sikap menghindarnya selama ini memang agak keterlaluan, jadi malam ini ia memilih mengalah mengikuti kemauan pasangannya.

Persis seperti alur cerita di novel; meski tidak memendam rasa cinta pada pemilik tubuh asli, Alessandro tetap bersedia menikahinya tepat setelah mengetahui fakta kehamilan sang wanita. Pria ini memang selalu konsisten menunaikan apa yang menjadi tanggung jawabnya.

Valeria diam-diam menelan ludah sambil mencuri pandang ke arah tubuh atletis Alessandro. Ia tahu Alessandro punya proporsi tubuh yang bagus, tapi tidak menyangka kalau pas lepas baju akan sedahsyat ini. Bentuk ototnya jauh lebih memikat dibanding pria bule yang ia tonton di video tadi. Pria ini benar-benar definisi nyata dari: tampak ramping saat berpakaian, tapi kekar di baliknya (lean in clothes, muscular underneath).

Pantas saja dulu Alessandro memasang pagar pertahanan ekstra ketat dari pemilik tubuh asli. Kalau wanita matre itu sempat melihat aset seksi sesempurna ini, dia pasti sudah menerkam sang CEO sepanjang hari dan mungkin sekarang mereka sudah punya satu lusin anak.

Tiba-tiba, sebuah pikiran liar muncul di benaknya: Sial, rasanya aku ingin mengulurkan tangan untuk meraba otot keras itu!

Namun, Valeria langsung menekan pikiran mesum itu jauh-jauh. Nggak boleh, Valeria! Kamu nggak boleh jadi wanita tidak tahu malu! Ingat baik-baik, pria tampan tanpa busana di hadapanmu ini adalah tersangka utama yang berpotensi mengeksekusi hukuman matimu di masa depan!

Sepasang bola mata Valeria bergerak gelisah ke segala arah, suaranya terdengar sangat tidak alami, "Cepat pakai baju atasanmu, Ales. Udara malam biasanya agak dingin, nanti kamu bisa masuk angin kalau dibiarkan polos begitu."

Alessandro menatap sepasang daun telinga Valeria yang sudah memerah pekat laksana terbakar. Ia kemudian membalas dengan suara bariton yang tenang namun sarat akan aura dingin yang rasional, "Bukankah di mobil tadi kamu mendesak ingin melihatnya? Jika sudah puas melihat, baru saya akan memakai baju kembali."

___

Bersambung~~

1
falea sezi
lanjt
Retno Isma
panjang bgt. 🫰🫰
Anne Soraya
lanjut
Putri Amalia
semoga ngk Hiatus yah author 😭
FearMe: semoga ya😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!