NovelToon NovelToon
Pesona Antagonis Novel

Pesona Antagonis Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Asha, seorang gadis SMA yang gemar membaca, tanpa sengaja menemukan sebuah novel romantis bergenre dark yang langsung menarik perhatiannya. Awalnya hanya iseng, ia mulai membaca kisah kelam penuh obsesi, cinta yang beracun, dan tokoh antagonis yang kejam namun memikat. Tanpa sadar, ia terbawa suasana hingga larut malam.
Namun saat ia terbangun, dunia di sekelilingnya terasa asing.
Asha terkejut ketika menyadari bahwa dirinya bukan lagi berada di dunianya sendiri, melainkan masuk ke dalam novel yang semalam ia baca. Lebih buruk lagi, ia bukan tokoh utama yang memiliki perlindungan plot, juga bukan antagonis yang berkuasa melainkan hanya seorang figuran.
Seorang figuran yang dalam cerita aslinya dikenal karena satu hal: tergila-gila pada sang antagonis.
Dan yang paling mengerikan, Asha tahu persis bagaimana akhir dari karakter itu nasib paling mengenaskan yang bahkan tak layak disebut sebagai akhir bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32

Dokter pribadi keluarga Aeros, Dokter Hendra, merapikan stetoskopnya setelah memeriksa kondisi Melody. Di samping tempat tidur, Kaisar berdiri dengan wajah yang sangat gelap dan tegang, seolah-olah Melody baru saja melewati operasi besar, padahal "hanya" pingsan.

​"Gimana Dok? saya nggak akan amnesia atau butuh donor lambung kan?" tanya Melody lemas tapi tetap sempat-sempatnya ngasal.

​Dokter Hendra terkekeh kecil sambil menulis resep. "Donor lambung gimana? Kamu ini ada-ada saja, Non. Kondisi tubuh Non Melody ini sebenarnya cuma drop karena dehidrasi berat dan iritasi lambung yang cukup lumayan."

​Dokter Hendra melirik Kaisar yang masih diam mematung. "Den Kaisar, ini efek makan makanan yang terlalu ekstrem pedasnya dalam kondisi perut yang mungkin belum terisi karbohidrat cukup. Akibatnya, asam lambungnya naik, cairannya terkuras habis karena bolak-balik ke toilet semalam. Itulah kenapa tadi Non Melody pingsan karena tekanan darahnya turun drastis."

​"Bahaya nggak?" tanya Kaisar pendek, suaranya dingin tapi tersirat nada khawatir yang kental.

​"Untuk sekarang tidak bahaya, Den. Tapi kalau dipaksa sekolah ya jelas nggak bisa. Non Melody harus istirahat total, minum air putih yang banyak, dan sementara makannya harus yang lembek-lembek dulu. Bubur hambar ya, Non. Jangan ada cabai, meskipun cuma satu biji," tegas Dokter Hendra.

​Melody langsung merengek, "Yah Dok... Bubur hambar? Itu mah makanan orang yang sudah putus harapan hidup! Nggak ada rasa cintanya banget!"

​"Nggak ada bantahan," potong Kaisar telak, membuat Melody langsung mengerucutkan bibirnya.

​Dokter Hendra tersenyum melihat interaksi mereka. "Ini obat lambung dan vitaminnya ya. Diminum setelah makan. Dan Den Kaisar, tolong dipastikan Non Melody nggak diam-diam pesan makanan 'aneh' lewat aplikasi ojek online. Kondisi lambungnya lagi sensitif sekali."

​"Saya yang akan awasi," jawab Kaisar tegas, seolah sedang menerima misi negara.

​"Baik kalau begitu, saya permisi dulu. Istirahat yang cukup ya, Non. Jangan banyak pikiran, apalagi mikirin seblak," goda Dokter Hendra sebelum berpamitan keluar kamar.

​Begitu dokter keluar, Melody langsung menutup wajahnya dengan bantal. "Duh, mending gue pingsan selamanya deh daripada harus makan bubur hambar di bawah pengawasan 'Sipir Penjara' kayak elo, Kai!"

​"Diam. Makan bubur atau gue suapin paksa pakai selang?" ancam Kaisar sambil menarik kursi samping ranjang Melody, memulai mode "perawat posesif" yang bikin Melody antara takut sekaligus baper.

Kaisar menyuapi Melody dengan gerakan yang sangat pelan, seolah sedang memberi makan porselen mahal yang mudah pecah. Setiap suapan bubur hambar itu ditiupnya dulu dengan saksama.

​Melody mengunyah bubur itu dengan wajah malas, tapi otaknya sedang berputar liar. 'Gila ya, gue disuapin sama cowok yang biasanya nendang pintu dan hajar orang sampe masuk ICU. Ini gue lagi disuapin malaikat maut apa gimana sih? Tapi kok... dia telaten banget? Apa dia lagi latihan sabar sebelum beneran nyekek gue?'

​"Kaisar..." panggil Melody tiba-tiba, membuat gerakan tangan Kaisar terhenti di udara.

​Kaisar hanya menaikkan satu alisnya, menatap Melody datar, menunggu kelanjutan kalimat gadis berisik itu.

​"Gue mau tanya serius. Tapi lo jangan langsung keluarin pistol ya," ucap Melody sambil menelan bubur hambatnya dengan susah payah. "Misalnya nih, misalnya... kalau suatu saat gue ada masalah gede sama Zoya, atau gue bikin dia nangis bombay ampe banjir bandang gitu... lo bakal bunuh gue nggak?"

​Kaisar terdiam sejenak. Ia meletakkan mangkuk bubur di atas nakas, lalu mencondongkan tubuhnya ke arah Melody. Tatapannya yang tajam mengunci mata Melody, menciptakan suasana yang mendadak mencekam.

​"Iya," jawab Kaisar singkat, padat, dan sangat dingin.

​Mata Melody langsung melotot sempurna, hampir saja bola matanya loncat keluar. "HEH! JAHAT BANGET LO! SUMPAH YA!" teriak Melody sambil menarik selimutnya sampai ke dagu. "Tuh kan! Feeling gue bener! Lo itu emang 'Bucin' tingkat akut yang nggak punya logika! Gue lagi sakit begini lo bilang mau bunuh gue?! Tega lo, Kai! Tega!"

​"Kenapa?" tanya Kaisar, masih dengan wajah tanpa ekspresi.

​"Ya kenapa nanya kenapa?! Lo mau bunuh gue demi curut itu?! Gue laporin lo ke Komnas HAM ya! Gue hantuin lo tiap malem biar lo nggak bisa tidur! Gue tarik kaki lo pas lo lagi mandi!" Melody misuh-misuh nggak karuan. "Sana pergi! Nggak usah suapin gue lagi! Biar gue mati kelaparan aja daripada mati di tangan lo!"

​Kaisar menarik napas panjang, lalu menyentil dahi Melody pelan. "Dengerin dulu, bego."

​"Aduh! Udah mau bunuh, sekarang dikatain bego! Lengkap sudah penderitaan bidadari!"

​"Gue bakal 'bunuh' lo..." Kaisar menjeda kalimatnya, matanya sedikit melembut walau wajahnya tetap kaku. "...dengan cara gue sendiri. Gue bakal kurung lo di kamar ini, gue rantai kaki lo biar nggak bisa lari, dan gue bakal pastiin lo nggak bisa liat dunia luar selain muka gue. Itu cara gue 'bunuh' lo."

​Melody terdiam. Ia mengerjap-ngerjap. "Hah? Itu mah bukan dibunuh, itu namanya diculik, Bambang! Eh, tapi... kok kedengerannya malah makin serem ya? Lo mau jadiin gue tawanan cinta apa gimana?!"

​"Makanya jangan banyak tingkah," ucap Kaisar sambil kembali mengambil mangkuk buburnya. "Buka mulut lo. Habisin, atau gue pake cara yang lebih ekstrem buat masukin bubur ini ke perut lo."

​"Dih, maksa! Dasar psikopat terselubung!" gumam Melody, tapi ia tetap membuka mulutnya untuk menerima suapan berikutnya. Dalam hatinya ia membatin, 'Ini orang sebenernya sayang sama gue apa mau jadiin gue koleksi di gudangnya sih? Ngeri-ngeri sedep bener idup gue!'

1
emalia
Lanjut kak 🤭🤭
Irsyad layla
lagi dong thor masa cuma 1
Nazia wafa abqura
kak novel ny bagus banget. aq tunggu up ny y kak. 💪
Irsyad layla
thor up lagi dong hari ni nggak cukup 1 bab perhari
Natasya
👌
Wahyuningsih
😅😅😅 drama korea ada aja nih melo
Wahyuningsih
thor buat asha aka melodi badaz abiz biar mkin seru bla perlu dpt bonus ruang dimensi atau sistem yg srba bisa 💪💪💪 thor
Wahyuningsih
mampir q thor
**Maulina**
lanjut thor semangat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!