Di saat Alice selalu merasakan kekecewaan dari keluarga dan hubungan asmaranya, Carlos datang dalam hidup Alice untuk mengantikan rasa kecewanya menjadi kebahagiaan.. Namun di saat Alice sudah percaya dan memberanikan dirinya untuk berharap bisa bahagia di tengah kecewanya terhadap keluarganya, Carlos menghilang.. Carlos pergi tanpa meninggalkan jejak, seketika membuat Alice mempercayai jika di dunia ini tidak ada yang bisa membuatnya bahagia
Bab 32
Alice merasa frustrasi dengan kehidupannya, baru ia merasakan kebahagiaan dengan adanya Liam dan Lillian beserta Carlos tapi ada saja yang membuatnya merasa kecewa. ‘Apa aku memang tidak pantas untuk bahagia, Tuhan? Kenapa terasa berat sekali ujiannya Tuhan?’ Tanya Alice dalam hati.
Alice sangat berharap dengan menjalani hukuman di penjara bisa membuat Silvie dan Natalie bisa berubah menjadi lebih baik lagi. Tapi kenyataannya mama mereka selalu menghasut anak - anaknya untuk membenci dan membalas dendam padanya.
Padahal yang membuat Alice melaporkan mereka karena sudah tidak tahan dengan tingkah mereka yang suka memfitnah, menghasut mama mereka agar membenci Alice dan Jane. Menceritakan hal bohong agar mama mereka marah ke mereka.
Hidup tante Grace hancur karena ulahnya sendiri, memilih pasangan yang salah malah menyalahkan orang lain, iri dengan kehidupan adik - adiknya. Menghancurkan hubungan adik - adiknya dengan suami dan anak - anaknya. Salah kah Alice yang sudah muak selama 21 tahun selalu di fitnah karena iri, tidak di sayang sama mamanya sendiri hanya karena omongan bohong dari kedua sepupunya itu. Melaporkan mereka dengan tuduhan mencemarkan nama baiknya dan adiknya ke Silvie dan Natalie?
Apa dia dan adiknya itu tidak pantas untuk di berikan keadilan yang di mana merekalah korban dari kedua sepupunya yang iri kepada mereka. Mereka sampai kehilangan kasih sayang ibunya hanya karena hasutan kedua sepupunya itu. Apa Alice dan Jane harus diam dan pasrah saja ketika mereka di fitnah habis - habisan hanya karena mereka lebih baik daripada sepupu mereka yang iri itu.
Alice juga tidak sembarangan menggugat mereka, dia juga memberikan bukti valid keasliannya kepada kepolisian dan saksi yang di datangkan dan di perdengarkan di persidangan.
Tidak sengaja Carlos mendengarkan apa yang di katakan Alice ketika ia menelepon orang tua dan saudaranya lewat group call.. ia meminta izin kepada Maria untuk menemui Alice karena ia ingin meminta maaf dan menjelaskan kenapa ia pergi tanpa pamit.
Carlos tersulut emosi, ia langsung mencari Maria. Ketika mendapati Maria sedang menuju ruangan Alice, Carlos langsung bertanya kepada Maria.
“Ada apa dengan Alice? Kenapa dia seperti orang yang putus asa?” Tanya Carlos.
Maria menghelakan napas pelan, “mama dari kedua sepupunya yang tidak tahu diri itu, selalu menghasut anaknya untuk membalas dendam.” Jawab Maria.
“Balas dendam? Apa yang di lakukan Alice sampai mama dari sepupunya ingin anak - anaknya membalas dendam?” Tanya Carlos
Akhirnya Maria cerita tentang kehidupan Alice selama ini, sampai di mana akhirnya dia menemukan kebahagiaan bertemu dengannya dan anak kembarnya tapi ternyata dia ada andil membuat Alice kecewa. Carlos juga meminta foto tante Grace berserta kedua anaknya, ia akan melindungi Alice dengan semampunya.
“Maaf mungkin aku terkesan terlalu ikut campur, tapi tolong jika kamu benar - benar serius dengan Alice jangan setengah hati ya, kamu selesaikan dulu ketakutan kamu baru kamu bisa mengejar Alice kembali. Karena jujur aku tidak ingin Alice kecewa lagi untuk kesekian kalinya.” Ucap Maria sambil tersenyum lalu pergi meninggalkan Carlos yang berdiri tidak jauh dari ruangan Alice
Carlos masuk ke ruangan Alice dengan tenang, ia melihat Alice sedang berdiri menatap pemandangan di luar jendelanya yang besar, tirai gordennya sudah ia naikkan. Alice dapat melihat pantulan Carlos dari kaca, ia hanya membiarkan Carlos mendekat.
Carlos memeluk Alice dari belakang, lengan Carlos melingkar di perut Alice. Alice pun hanya diam saja, menikmati hangatnya pelukan dari Carlos.
“Aku sangat lelah dengan semua ini. Seakan - akan aku tidak pantas bahagia. Ketika aku sudah bisa merasakan kasih sayang mama ku dan kalian hadir membuat aku merasa bahagia, tapi kebahagiaan itu hanya sebentar. Kamu pergi dan tante ku juga tidak berhenti untuk membuat kami malu.” Ucap Alice sambil terisak kecil.
“Aku ingin berhenti agar semua rasa kecewa ini tidak aku rasakan lagi.Ucap Alice lagi.
Mendengar apa yang di katakan Alice membuat Carlos merasa sedih dan kecewa pada dirinya sendiri, karena ketakutannya yang belum tentu terjadi ia pergi meninggalkan Alice yang pada akhirnya membuat Alice menjadi kecewa.
Carlos mengeratkan pelukannya, “maafkan aku.. maaf.. aku benar-benar minta maaf.. aku tidak ingin kehilangan kamu, tapi dengan caraku berpikir membuatku hampir saja benar-benar kehilangan kamu.” Ucap Carlos sambil memeluk Alice dengan erat.
“Aku tidak akan meminta kamu untuk langsung percaya dan menerimaku. Aku hanya ingin kamu tahu aku bakal di sini sama-sama kamu dan tidak akan ke mana - mana lagi.” Ucap Carlos lagi.
Carlos melepaskan pelukannya, lalu memutar tubuh Alice agar menghadap ke arah Carlos sambil memegang kedua lengannya.
“Kamu tidak salah, kamu melaporkan mereka karena kesalahan mereka juga sudah terlalu fatal. Jangan pernah kamu merasa bersalah, dengan apa yang sudah mereka lakukan ke kamu.. apa yang kamu lakukan sudah benar.” Ucap Carlos
Alice terkejut mendengar Carlos mengatakan bahwa dia tidak salah dan tindakan yang di lakukan sudah benar. Alice menganggukan kepalanya dengan pelan.
Alice dan Carlos tidak menyadari jika Nita mendengar semua apa yang mereka katakan, dari Carlon bertanya ke Maria sampai Carlos menenangkan Alice, dia mendengar semuanya.
‘Terkutuk kamu Natalie, aku tidak akan membiarkan kamu dan kakak kamu yang tidak tahu diri itu melukai Alice.. Selama ini Alice dan adik - adiknya menderita karena mulut sampah mu, dan sialnya aku sempat percaya.. tapi sekarang tidak akan pernah aku percaya lagi dengan apa pun yang kamu katakan.’ Ucap Nita dalam hati
‘Ini tidak bisa di biarkan aku harus mencari Maria dan mengatakan semuanya, aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan Alice.’ Ucap Nita dengan tekad yang kuat..
Bertepatan Nita sampai di depan ruangan Maria, ia melihat Tina berada di depan pintu ruangan Maria juga. Mereka pun saling pandang dan pada akhirnya menganggukan kepalanya dan masuk secara bersamaan..
Setelah selesai melapor dan mengirimkan screenshot pesan yang mereka dapat, mereka keluar dari ruangan Maria..
“Kita harus menjaga Alice, yang sudah sangat baik kepada kita walaupun kita hanya karyawannya tapi Alice tidak pernah semena - mena kepada kita.” Ucap Nita
Tina menganggukan kepalanya menandakan setuju dengan apa yang di ucapkan Nita.
‘Aku tidak akan pernah menjadi bodoh dengan mengikuti apa pun yang kalian inginkan.’ Ucap Nita dalam hati.
‘Mungkin dulu aku membantu kamu karena cerita kamu tentang Alice dan adik - adiknya. Tapi ternyata apa yang kamu ceritakan itu semua kebohongan, aku akan melakukan apa yang aku bisa untuk melindungi Alice dari orang bermulut sampah seperti kalian.’ Ucap Tina dalam hati.