NovelToon NovelToon
Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:20.8k
Nilai: 5
Nama Author: Jalur Langit

Disa ingin memberi kejutan berupa kehamilan yang telah lama dinanti-nanti, tetapi dia malah mendapatkan kejutan lebih dulu dari Cakra. Cakra membawa pulang Risa yang sedang hamil anaknya.

Dari pada menerima Cakra, yang jelas-jelas sudah mengkhianatinya, dan harus menerima Risa sebagai madunya, Disa memilih pergi dengan membawa anak Cakra yang dia sembunyikan.

"Jangan menyesal setelah aku pergi."

***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jalur Langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

"Mau, kan? Menikah sama aku? Menjadi Istriku? Menjadi pendamping hidup aku, menjadi belahan jiwaku? Mau nggak, Adisa?"

Disa hanya terdiam, tidak memberi jawaban atas pertanyaan itu. Dadanya berdebar sangat kencang, ia merasa senang atas perasaan yang Rayyan ungkapkan. Namun di sisi lain, Disa juga merasa ... Ragu.

Bukannya Disa tidak bersyukur, tetapi ia memikirkan status dirinya sudah menjadi janda yang sebentar lagi akan memiliki dua anak, sementara Rayyan, pria itu masih lajang di usia dua puluh tujuh tahun.

Ketampanan Rayyan tidak perlu diragukan lagi, ia juga memiliki pekerjaan yang tetap dan mapan, seharusnya dengan segala kelebihan yang ia punya, Rayyan bisa mendapatkan perempuan yang setara dengannya. Yang pastinya masih virgin, cantik, yang juga memiliki pekerjaan bagus. Pramugari misalnya, atau seorang model, dokter, aktris. Bukan Disa yang hanya seorang content creator baru merintis, janda dua anak pula.

Disa rasa, dia tidak pantas bersanding dengan Rayyan.

"Ray, aku—"

"Nggak perlu jawab sekarang," Rayyan merangkul Disa tanpa merasa canggung, tidak peduli jika wanita yang ia rangkul ingin berlari pergi saking gugupnya. "Yang harus kamu pikirkan sekarang itu operasi kamu hari ini, bukan pertanyaan aku. Kamu udah siap, Dis?"

Disa mengangguk saja.

"Ayo, kita ke bagian administrasi."

Rayyan sudah seperti suami bagi Disa yang siap siaga menemani Disa melewati tahap demi tahap hingga akhirnya ia dibawa ke ruang operasi.

Karena tidak ada Cakra, maka Rahmi yang menemani Disa di ruang operasi. Seharusnya Cakra yang menemani Disa, namun entah kenapa pria itu tidak datang ke rumah sakit. Apakah dia lupa, sibuk, atau apa, semua tidak ada yang tahu. Pun dari mereka semua tidak ada yang mengabari Cakra jika operasi kelahiran si kembar telah dimulai.

Rayyan, Vina, dan Wulan tetap menunggu di luar ruangan.

Proses operasi berjalan lancar selama kurang lebih satu jam. Bayi pertama yang Disa lahirkan berjenis kelamin laki-laki, sehat dan normal tanpa kekurangan satu apa pun dengan berat badan dua koma lima kilogram.

Sementara bayi yang kedua, berjenis kelamin perempuan. Si bayi perempuan ini sempat membuat Disa, Rahmi, dan para tim medis diserang rasa panik, sebab ia tidak menangis kencang seperti sang kakak.

Dokter berusaha melakukan berbagai upaya untuk membuat bayi kedua menangis, hingga akhirnya semuanya bernapas lega kala bayi kecil itu merintih pelan, lalu terdengar tangisannya yang kencang.

Berat badannya tidak sebagus sang kakak, ia lahir dengan berat badan hanya dua kilo saja. Disa terpaksa merelakan bayi keduanya untuk dirawat di NICU sementara waktu.

......................

"Kembar, tapi wajahnya nggak mirip. Yang laki-laki ini, si kakak, cenderung mirip banget sama Disa. Kalau adiknya, perempuan, lebih mirip sama bapaknya," Rahmi bercerita tentang kedua cucunya yang baru lahir. Dari wajahnya terlihat ia begitu bahagia dengan kelahiran si kembar.

Disa sudah dipindahkan ke kamar perawatan type VVIP, tentu saja Rayyan yang memilihkan ruangan nyaman itu untuk Disa. Bayi pertama sudah boleh dirawat bersama Disa di kamarnya sebab tidak memiliki masalah, berbeda dengan bayi kedua yang masih berada di NICU.

"Ganteng banget ya, uluh uluh .... " Wulan mencolek-colek pelan pipi bayi yang sedang tertidur itu. Gemas rasanya.

"Si kembar mau dikasih nama siapa, Dis? Jini and Jono?" tanya Vina bergurau.

"Sembarangan kamu!" sembur Disa. "Masa Jini and Jono sih."

Vina terkikik. "Jadi, siapa dong biar kita bisa manggilnya pake nama. Yanto sama Yanti bagus."

Semuanya tergelak, Disa semakin manyun, bibirnya mengerucut.

"Panggil mereka Zhafran dan Alyssa."

"Lho, kok namanya nggak mirip?" Vina langsung protes. "Biasanya kan bayi kembar itu mirip namanya, kayak Siti dan Sito gitu."

Disa memutar bola matanya. "Emang harus mirip? Suka suka aku dong mau ngasih nama siapa, anak juga anak aku. Aku yang hamil, aku yang ngelahirin."

Vina mendengkus, "Iya deh iya, sensi amat ibunya Zhafran ini."

Vina, bersama dengan Rahmi dan Wulan saling bergantian menggendong Zhafran kecil. Disa di atas tempat tidurnya sedang membalas pesan dari Hadrian yang menanyakan apakah kedua cucunya sudah lahir.

Rayyan membuka pintu, ia baru kembali setelah dari kantin. Pria itu langsung mendekati Disa yang sendirian, karena yang lainnya sibuk dengan si bayi, hingga melupakan sang ibu yang baru melahirkan.

Duduk di tepian tempat tidurnya Disa, Rayyan berkata, "Aku punya sesuatu buat kamu, hadiah sederhana buat wanita hebat yang hari ini baru melahirkan."

"Hadiah apa lagi? Kamu ini udah sering ngasih aku hadiah-hadiah terus, Ray. Udah deh, nggak usah ngasih aku apa-apa lagi."

Rayyan tersenyum, menunjukkan cincin yang entah dari mana munculnya.

"Itu namanya bukan hadiah sederhana, Rayyan," Disa berujar gemas. "Itu spesial, mahal. Aku gak mau ah, kamu udah banyak keluar uang cuma buat kirim aku hadiah-hadiah terus."

"Gak boleh nolak, rejeki ini."

"Raaayyy."

......................

Hadrian mendapatkan balasan dari Disa. Katanya Disa sudah selesai dioperasi dan kedua bayinya sudah dilahirkan. Ia segera bersiap, tidak sabar ingin bertemu dengan si kembar.

"Ma, papa mau ke rumah sakit liat si kembar. Disa baru ngabarin kalau mereka udah lahir. Mama mau ikut nggak?" tawar pria paruh baya itu kepada sang istri yang sedang menggendong baby Zara.

Yuni menoleh, kepalanya menggeleng ragu, "Nggak. Zara lagi demam ini lho, Pa, dia rewel."

"Kan ada ibunya, biar dipegang sama Risa dulu. Kita jenguk dulu si kembar sebentar," bujuk Hadrian. Rasanya tidak pantas jika Yuni tidak ikut menjenguk bayi yang dilahirkan Disa. Mereka juga cucunya, sama seperti Zara.

"Enggak, mama di rumah aja," tolak Yuni.

Membuat Hadrian mendesah kasar. "Mama kok gitu sih? Bayinya Disa kan juga anaknya Cakra, cucu kita juga. Apa pantas kalau mama nggak datang jenguk mereka?"

Yuni menggeleng, tetap bersitegas menolak. Lebih tepatnya ia malu terhadap Disa. Malu, sebab ia pernah mengatai Disa tidak subur, nyatanya perempuan itu justru bisa melahirkan bayi kembar. "Mama nggak bisa, Pa."

"Yaudah lah, terserah mama. Kalau sikap mama seperti ini terus, jangan salahin Disa kalau nantinya dia benar-benar gak ngizinin mama ketemu sama si kembar."

Hadrian menghela napas panjang, tidak mau memaksa, akhirnya ia berangkat ke rumah sakit sendirian.

......................

Kepala Cakra memanas membaca komentar-komentar netizen yang menyerangnya di media sosial. Entah bagaimana caranya, foto-foto dirinya dan Risa yang sedang hamil besar di rumah sakit, tersebar di jagat maya.

Memang tidak ada yang mengatakan bahwa Risa adalah istri Cakra, namun foto-foto itu memancing dugaan-dugaan netizen.

"Kayaknya alasan Cakra sama Disa cerai itu karena Cakra berulah deh."

"Sudah aku tebak, pasti karena orang ketiga pemicunya."

"Hahaha. Nggak nyangka aja, Cakra yang sebelumnya terkenal sangat greenflag, kaya raya, ternyata seredflag itu."

"Cerai sama Disa baru sekitar sembilan bulan. Dan sekarang sedang nemenin cewek hamil gede di rumah sakit. Wahai netizen, udah tau kan pasti seperti apa Cakra sebenarnya itu? Gak nyangka sumpah, gak nyangka!"

"Nyesel udah pernah ngidolain Mas Cakra. Aku tarik lagi doaku yang pernah minta dikasih suami seperti Mas Cakra. Ih ogah, amit-amit punya suami pengkhianat, tukang selingkuh."

"Kasihan Disa, ternyata dia diduakan."

Dan masih banyak lagi komentar-komentar yang menyudutkan, memaki-maki Cakra. Tak ragu, segala nama binatang mengiringi nama belakang Cakra. Seperti, "Cakra anj*Ng!"

"Ck, siapa sih yang dapetin foto ini terus disebar? Sialan!"

Hancur sudah nama baik dan reputasinya Cakra.

Ponselnya mendadak berdering, sang papa yang ternyata meneleponnya.

"Iya, Pa?" sapa Cakra sesaat setelah panggilan dengan Hadrian terhubung.

"Cak, kamu di mana? di rumah sakit apa di kantor?"

"Ya di kantor lah, Pa," jawab Cakra. ngapain juga dia harus berada di rumah sakit?

"Kamu nggak nemenin Disa operasi, Cak?!"

Mata Cakra langsung melotot lebar. Astaga! Bisa-bisanya dia lupa jika hari ini adalah jadwal operasinya Disa, kelahirannya si kembar.

"Aduh, Pa, aku lupa kalau hari ini jadwal operasinya Disa."

"Astagaaaaa, Cakraaaaaa! Bisa-bisanya lupa, astaga Cakra!"

Cakra lekas memutuskan panggilan yang terhubung. Ia berlari keluar dari ruangannya, tergesa-gesa. Mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, berkali-kali menyembunyikan klakson, rumah sakit adalah tujuannya.

"Bajingan! Gara-gara Zara rewel semalem, gara-gara komenan netizen di ig, aku jadi melewati moment penting kelahirannya si kembar! Anjing!"

Cakra benar-benar lupa tentang hari ini yang seharusnya menjadi hari paling membahagiakan.

Sampai di rumah sakit, Cakra langsung menanyakan kamar perawatan Disa kepada resepsionis. Ia berlari, menaiki lift, napasnya memburu karena terus berlari tidak sabar.

Cakra langsung membuka pintu begitu menemukan kamar Disa. Orang-orang di dalam menoleh terkejut, menatapnya.

Namun, tatapan Cakra hanya tertuju pada dua orang yang berada di tempat tidur. Disa dan Rayyan.

Rayyan sedang memaksa untuk memasangkan cincin di jari manis Disa.

Membeku Cakra di ambang pintu. dadanya dialiri rasa panas.

...****************...

1
Giantini
diulur"terus terbongkar nya biar sukses
Jalur Langit: 🤭🤭 bukan gitu kak, harus dikupas satu-satu dong biar gak ada plot hole. ini sebenarnya udah dipercepat lho alurnya.
total 1 replies
sunaryati jarum
Ayo Disa,buat kebakaran jenggot Cakra,dan Cakra buat kelalaian di kantornya yang berakhir pemecatan .Jadi Kismin dan terbongkar jika Zara bukan putri kandungnya.Padtiii Seruuu, Thoor.Emak tunggu momen itu
Jalur Langit: ada kak, nanti pasti ada karma dong buat mereka. sabar atuh baru juga bab 29 kalo cepet-cepet dikasih karma, jadi langsung tamat dong nanti.
total 3 replies
Yunita Sophi
Disa mungkin Rayyan masih mencintai kamu maka nya dia memberi kalung sdn alasan janji waktu kecil... walau dia tau klo kamu sedang hamil dan di cerai suami krn selingkuh...
Yunita Sophi
wah wah Cakra biar kamu tau Disa hamil... gak bisa rujuk lg kan?🤣🤣🤣
Anonim
LAH NAPA LO CEMBURU CAKRA ANJING !
Sri Widiyarti
lanjut kak jangan lama2 up-nya...
Piyah
disa am rayan aja jngn rujuk lagi sama cakra
Anonim: TALAK TIGA WOY
total 1 replies
Yunita Sophi
laki lalibodoh ... seharus nya curiga dong ada dgn si Risa mau kalung tp tdk di pakai
Yunita Sophi
ya tes DNA dong Cakra... apa gak tau pertama anu anu sama si Risa... pasti merasakan udah lancar kan
Yunita Sophi
siapa itu yg bertabrakan Disa... Cakra kah?🤭
Nessa
mau ngak?
me : mau bangeet sayang, aq udah nunggu2 malah 😂🤭
Adinda
lanjut thor
Yunita Sophi
wah klo Cakra tau si Risa bekas di celup celup orang pasti nyesel nya sampe ubun ubun... apa lagi klo tau anak yg di kandung nya anak si Andre
Yunita Sophi
nah mulai nih Cakra sedikit demi sedikit mendapat karma... bentar lagi BOOOMMMM
Yunita Sophi
papa mertua nya baik banget... semoga sehat sll ya pa
Yunita Sophi
seperti nya anak itu emang bukan anak Cakra... kan Disa bilang klo Risa pacar nya banyak gunta ganti... bisa aja kan itu anak dari salah satu pacar nya atau campuran ?🤭😄
Ma Em
Ya Thor sdh ga sabar Disa jadian dgn Rayyan , dan juga Cakra dan ibunya mengetahui semua kebohongan Risa yg anaknya Risa bkn darah dagingnya Cakra .
Yunita Sophi
Cakra mau tau apa mau tau banget... mikir aja sendiri
Yunita Sophi
semoga netizen cepat tanggap ada apa antara Cakra dan Disa... biar tau rasa dia di hujat netizen...
Yunita Sophi
aq pengikut papa nya Cakra yg otak nya pinter... nikah baru jg 2 thn di bilang nya mandul..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!