Sihirnya tajam, hampir terlalu sempurna untuk usianya. Mantra yang lain pelajari selama bertahun-tahun, ia pahami hanya dalam hitungan detik. Namun, setiap kilau kekuatan yang ia tunjukkan justru menjadi bayangan yang menjauhkannya dari yang lain.
Mereka menyebutnya dingin.
Mereka menyebutnya sombong.
Padahal, yang tak pernah mereka lihat adalah badai sunyi yang ia peluk sendirian.
Evelyn tidak pernah memilih untuk menjadi berbeda. Tapi sihir di dalam dirinya… terasa seperti sesuatu yang hidup—berdenyut, berbisik, seolah menyimpan rahasia yang bahkan ia sendiri takut untuk sentuh.
Dan di balik tatapan tenangnya, tersembunyi pertanyaan yang terus mengendap:
Apakah ia mengendalikan sihir itu… atau justru sedang perlahan dikuasai olehnya?
- Believe in magic -
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 Dunia ini Bukan tempat penyihir!
Tadinya Martin ingin acuh oleh gadis itu, namun seketika hatinya berdesir tidak karuan saat ia mengingat kenangan nya dengan Evelyn yap Evelyn bukan Laura.
Ia ingat bagaiamana Evelyn, meminta bantuan kepadanya untuk memakai sepatu dan selalu bertanya ia tidak bisa membiarkan rasa itu pergi rasa itu sudah lama semenjak sang papa. Meninggal musnah mengharuskan nya untuk mengikuti hatinya,
Di dalam lubuk hati terdalamnya, gadis itu sungguh Istimewa namun ego membelunggu nya dan kemarahan menutupi nya. Martin dengan lembut mengusap kepala Evelyn gadis itu terlihat sangat-sangat kesakitan
Walaupun tadi sudah di obati dokter Karen, dan baru saja minum obat pereda nyeri.Namun gadis tersebut seperti nya senang sekali untuk menutup matanya,
" Entah kenapa, Rasa sakit di khianati itu ada namun kenapa. Rasa sayang itu membelunggu ku? " Guman Martin yang entah kenapa ia merasa. Kasihan kepada gadis itu
Pelupuk gadis itu terbuka perlahan, jemari-jemarinya bergerak secara teratur. Ia menatap Martin penuh ketakutan
" Maafkan aku! " Gumamnya dengan suara serak tatap nya begitu mengibakan sekali,
" Sudahlah, pulihkan dulu tubuhmu ada hal yang aku ingin bicarakan nanti! " Kata Martin lalu ia memacu Kursi rodanya pergi dari sana. Evelyn menatapnya penuh penasaran
Krek!
Tubuh Evelyn, menegang penuh ketakutan kala melihat sosok Quenza yang begitu menyeramkan sekali bagaikan seorang pembunuh.
" Kamu, itu penyihir tidak pantas berada di dunia ini! " Kata Quenza dengan suara tegas membuat tubuh Evelyn bergetar hebat
" Apa salahku?, apa salah kalau aku penyihir?. Aku tidak membuat kalian sengsara! " Tanya Evelyn bergetar bibirnya menahan takut,
Quenza terkekeh, " Salah salah sekali, karena kaum mu anakku cacat seumur hidupnya!. Penyihir itu membawa karma! " Maki Nya
Rintikan air mata mengalir deras dimata, Evelyn ia mengepal tangannya penuh kemarahan ia menatap Quenza dengan tatapan mata penuh kemarahan.
" Anda salah!, penyihir tidak seburuk itu!.. Mereka ada alasan mengapa menjadi makhluk yang memiliki kelebihan! " Terang Evelyn dengan suara serak
"Kelebihan yang menyengsarakan seorang? " Todong Wanita tersebut ia maju beberapa langkah, menatap penuh kejijikan gadis tersebut tidak ada lagi tatapan ramah tidak ada lagi tatapan penuh cinta yang ia pancarkan. Seperti dulu
" Kami ada alasannya, mengapa membuat kerusuhan!.. Dan bukankah Martin seperti itu karena ulah mu! " Kata Evelyn dengan bibir bergetar namun pantang,
Quenza mengangkat tangannya, lalu mendarat ke pipi gadis tersebut Evelyn terperangah dengan apa yang di lakukan Quenza.
" Kamu itu penyihir hina yang ngga layak berkata seperti itu!, kaum mu begitu tercela dimata manusia pergilah!! " pekik Quenza matanya menyorot penuh kebencian
" Pelayan bawa Penyihir ini pergi dari sini, dan umumkan ke semua orang kalau di kota ini ada penyihir sebarkan berita nya! " Perintah Quenza
" Baik nyonya! "
Lima orang mendorong tubuh Evelyn, yang begitu lemas sekali dengan kasarnya ia di seret keluar bagaikan seorang sapi.
Mata Evelyn menatap tajam Quenza yang tersenyum licik. " AKU BERSUMPAH SEBAGAI SEORANG PENYIHIR. " koor Evelyn dengan suara keras membuat para pelayan yang menyeret Evelyn terhenti langkahnya diambang pintu kamar tersebut.
Quenza menoleh, " Ingin bersumpah apa? "
" AKU EVELYN EDISON, SEORANG PENYIHIR YANG BEREINKARNASI SEBAGAI MANUSIA. MENGUTUK NYONYA QUENZA — DIA AKAN DI KELILING PENYAKIT YANG TIDAK AKAN PERNAH SEMBUH! " Sumpahan itu menggema di Rumah tersebut membuat Quenza berdiri getir mendengarnya. " HANYA ADA SATU CARA UNTUK SEMBUH, DIA HARUS MERELAKAN KEHIDUPAN MEWAHNYA DAN HARUS MENGIKHLASKAN PUTERANYA!.. KUTUKAN INI ABADI SELAMANYA! " Lanjut Evelyn penuh kemarahan
Jlederr!
Gemuruh petir terdengar jelas membuat semuanya menelan ludah mereka, Evelyn melepaskan diri nya dari cengkraman orang-orang Quenza namun Quenza tidak membiarkan itu terjadi.
" Seret dia dan buang penyihir itu " Pekik Quenza tanpa takut sedikit pun ia berlalu masuk ke dalam rumah nya. Evelyn tersenyum penuh misteri ia di seret oleh beberapa orang lalu di lempar ke sebuah tempat pembuangan sampah,
" Penyihir seperti mu tidak layak untuk hidup di kota ini! " Cemooh salah satu manusia, lalu mereka berlalu pergi.
Sendiri sunyi, hanya hujan yang menemaninya hujan itu mengguyur tubuhnya yang lemah ia meringkuk kesakitan.
" Manusia, benar-benar tidak punya hati nurani! " Kata Evelyn dengan nada suara serak
" Dan dengan Bodohnya kau memilih untuk. Menjadi seorang manusia! " Perkataan tersebut membuat Evelyn mendongakkan kepalanya, ia menyipitkan matanya seorang lelaki tampan yang Memayungi nya. Hingga air hujan tidak membasahi nya lagi,
" Siapa kau? "
" William kau tidak ingat ku? "
" Ka Wiliam! " Evelyn berhamburan memeluk kaka tingkatnya yang berada di dunia sihir,