NovelToon NovelToon
Hasrat Liar CEO Arogan

Hasrat Liar CEO Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Nikahmuda
Popularitas:18.4k
Nilai: 5
Nama Author: giyonk17

"jangan om, aku masih perawan, "!! kata seorang gadis yang sudah berada di bawah kungkungan seorang laki laki tampan ,namun terlihat bagitu arogan.
"siapa yang menyuruhmu kesini ,"! sahut laki laki tersebut dengan suara yang terdengar paro, sambil menahan sesuatu yang sudah ingin meledak saat itu juga.
"om, jangan macam-macam atau aku tendang itu ular arab mu ya"!! ancam gadis tersebut yang masih mencoba mempertahan kan dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 32

Cla,, setalah kamu memberikan kesucianmu padaku ,apa kamu sudah bisa membuka hati mu untuk ku,sayang"?. Tanya Devan sambil menatap lekat lekat wajah Clara.

Sejujurnya dalam diam Clara sudah mengagumi sosok devandra ,namun kadang Clara sadar posisinya yang hanya gadis biasa dan dari kampung,membuat Clara ragu akan perasaan nya sendiri.

"Cla,percayalah tidak ada satu orang pun yang mencintai mu lebih dari diriku".

Hati Clara seketika meleleh mendengar ucapan manis plus lebay dari mulut suaminya itu,apalagi melihat devandra Arganta adalah sosok yang sangat dingin dengan lawan jenis .

Clara masih terdiam namun kembali memeluk

Tubuh kekar Devan.

Devan bisa merasakan dari sikap Clara ,jika istrinya sebenarnya juga sudah mulai ada rasa dengan nya.

Hari semakin siang,, Clara mulai terlelap di pelukan sang suami sambil melihat sebuah film yang Devan putar pada layar proyektor.

Tring "!!

Satu pesan masuk pada ponsel Devan membuat laki laki tersebut harus meraih benda pipih tersebut dan mulai membukanya.

"Boss motor yang anda inginkan sudah di halaman mansion".  Isi pesan yang di kirimkan Jo untuk Devan.

Perlahan Devan menarik tanganya yang sedang berada di bawah kepala Clara sebagai bantal.

Devan pun keluar dari kamar dan menuruni anak tangga dan melangkah menuju halaman mansion.

"Boss". Sapa Jo saat melihat Devan sudah berjalan mendekat ke arahnya.

"Emmm,kerja yang bagus Jo, pulang lah".

"Siap boss"! Jawab Jo setalah mengangguk kan kepalanya singkat Jo pun melangkah menuju mobil nya dan melajukan nya kembali ke apartemen miliknya.

Sedangkan Devan masih melihat sebuah motor sport yang berdada di hadapannya.

"Semoga saja Clara menyukainya"!. Gumam Devan sambil melangkah masuk kembali ke mansion dengan Sebuh kunci dan surat kendaraan motor yang ada di genggaman nya.

Sore pun tiba .

Clara yang mulai terbangun dari tidurku nya .perlahan mengerjapkan matanya ,menatap kesekeliling dan ternyata tidak ada suami tampanya di kamar tersebut. Clara beranjak dari tidurnya nya dan lansung masuk ke dalam kamar mandi  untuk membersihkan diri .

20 menit berlalu kini Clara sudah nampak segar,apalagi dengan rambut yang di Gelung asal ,memperlihatkan leher putihnya yang terdapat beberapa tanda merah akibat ulah Devan.

Ceklek ".

Perlahan pintu kamar di buka dan keluarlah Clara menuruni anak tangga,bersamaan dengan itu Devan juga baru saja keluar dari ruang kerjanya.

"Sayang ,sudah bangun"! Tanya Devan saat melihat istri  nya sudah berada di lantai bawah.

Clara hanya menganggukan kepalanya.

"Kemarilah,aku ada sesuatu untukmu"!

Devan menggandeng tangan Clara dan membawanya keluar menuju halaman mansion.

Mata Clara berbinar terang saat melihat sebuah motor sport di hadapannya yang begitu bagus.

" Ini untuk mu,apa kamu menyukainya."!? Tanya Devan sambil menatap Clara yang saat ini wajahnya sudah nampak syok mendengar ucapan Devan.

"Benarkah,ini untuk ku"! Pekik Clara dengan senyum yang sudah melebar pada bibirnya.

Emmmm"!! Devan hanya mengangguk sambil menyerahkan kunci motornya kepada Clara.

Sambil meloncat loncat kegirangan Clara mulai naik motor tersebut dan menyalakan mesinya.

"Apa kamu mau ikut aku mencobanya"!? Tanya Clara balik sambil menatap Devan yang sudah tersenyum manis kepadanya.

"Yaa"!!

"Ayo ,cepat naik"! Sahut clara.

Tanpa menunggu lama Devan langsung saja naik ke boncengan Clara,meskipun sedikit tidak yakin jika Clara bisa memboncengnya.

Brum.

Brum.

Brum.

Suara kenalpot motor tersebut menggema di halaman mansion,Clara menarik kopling dan gas di kedua tanganya,perlahan motor baru tersebut berjalan meninggalkan mansion.

Dengan penampilan Devan yang belum mandi,namun tetap tidak membuat ketampanannya luntur karena hal itu.

Devan memeluk erat pinggang ramping Clara, Clara pun begitu lihai dalam mengendarai motor sport yang baru saja di belikan suaminya.

Motor tersebut membelah jalanan dan berhenti di sebuah taman kota.

Baru saja Clara menyandarkan motornya  dengan Devan yang juga berdiri di sampingnya. Terdengar seorang ibu ibu berteriak.

Jambret,jambret.. pekik wanita paruh baya sambil meminta tolong.

Clara yang melihat sebuah motor baru melaju dan melintas tak jauh darinya,langsung saja berlari dan menghadang motor tersebut,tak sampai situ ternyata motor tersebut tidak berhenti malah menarik pedal gas,.

"Sialan"! Pekik Clara geram.

Clara segera menghampiri motonya yang belum genap 5 menit terparkir tersebut dan langsung menaiki nya.

"Ayo cepat naik"!

Ooh"!! Sahut Devan dan segera naik di boncengan nya.

"Brum,,

Bru...

Suara knalpot motor tersebut,dengan cepat clara menarik gas dan langsung mengejar jambret tersebut.

"Ckckck,,ternyata istriku seorang pembalap ya"! Gumam Devan dalam hati sambil berpegangan erat pada pinggang ramping Clara.

Tak butuh waktu Lama kini Clara sudah bisa mensejajari laju motor 2 orang penjambret tersebut.

Dugh' "!!

Clara menendang kaki salah satu pria tersebut membuat motor yang di Kendari nya oleng dan kehilangan keseimbangan.

Bruk "!!

Motor pun jatuh di tepi jalan.

Clara yang melihatnya juga menghentikan motornya dan turun seketika.

"Sayang '! Kata Devan saat Clara malah melangkah menghampiri dua pria yang sedang terjatuh bersama motor yang di kendarai ya.

Clara tidak mendengar panggilan sang suami ,terus melangkah dan menatap tajam kearah dua laki laki yang masih berusaha bangun.

"Jambret ,sialan"! Pekik Clara yang sudah emosi.

"Jangan ikut campur,"!! Sahut salah satu pria yang sudah berdiri dan bersiap menyerang Clara.

Dugh".

Bugh''.

Bugh''.

Bugh''.

Krak"!

Beberapa kali Clara menghantam dua pria tersebut yang menyerangnya bersamaan, menendang dan memukul,hingga membuat salah satu tangan jambret tersebut mengalami patah tulang saat berhadapan dengan gadis cantik pemegang sabuk hitam taekwondo tersebut.

"Cih,, istri ku benar benar hebat,sudah kalah kalah preman pasar jika sudah marah". Gumam Devan sambil memperhatikan Clara menghajar jambret tersebut..

Bukanya berniat membantu malah terkagum kagum dengan sosok istri kecilnya yang begitu lincah bahkan kedua jambret berkali kali mencoba memukul Clara ,namun tetep meleset dan Clara selalu menangkis nya dan membalas dengan pukulan yang lebih kuat.

Krak "'!!

Terdengar suara lengan patah .

"Ampun, ampun, nona"! Pekik jambret tersebut kesakitan.

"Makanya kerja biar dapat duit , dodol". Kata Clara sambil meraih tas yang tergeletak tak jauh dari kedua laki laki yang sudah tidak berdaya.

"Bagaimana menurutmu,apa aku kuat". Tanya Clara sambil menepuk tangannya di hadapnya Devan.

"Luar biasa,sayang"! Jawab Devan semakin kagum dengan sosok Clara.

"Biar aku yang membawa motornya".

"Tidak ,sudah menurut lah,aku sudah lama tidak naik motor dan aku sangat merindukannya". Sahut Clara sambil menyalakan mesin motor tersebut.

"Baiklah ,dengan senang hati,baby ". Devan pun kembali naik ke atas boncengan Clara dan mengembalikan tas tersebut kepada pemiliknya.

"Lain kali hati hati Bu"! Kata Clara sambil menyerahkan sebuah tas yang dia bawa.

"Terimakasih ,neng". Jawab wanita paruh baya sambil tersenyum penuh syukur tasnya bisa kembali.

Setelahnya Clara dan Devan pun kembali ke mansion Karen hari sudah menjelang malam.

Di ruang makan.

"Jadi setelah ini aku bisa membawa motor sendiri untuk kuliah"! Tanya Clara penuh harap.

"Yaa,asal kamu janji tidak akan membonceng laki laki lain selain aku".

"CK ,mana ada aku seperti itu,bukankah aku sudah mempunyai kamu"!.

Devan hanya tersenyum mendengar ucapan Clara.

Beberapa saat berlalu Devan dan Clara sudah nampak selesai dengan acara makan malamnya.

"Sayang,aku akan mengecek beberapa pekerjaan sebentar". Sahut Devan sambil beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ruang kerjanya.

Emmmm"!! Sahut Clara.

Setelah kepergian Devan ,bik Lastri pun mendekat berniat membersihkan sisa makanan dari atas meja.

"Bik"!!.

"Saya ,nona"! Jawab bik Lastri seketika menghentikan tanganya mengemasi piring di hadapannya.

"Duduklah bik,aku ingin bertanya sesuatu"! Kata Clara lirih sambil menggeser kursi supaya lebih  dekat.

Bik Lastri pun mendudukan bokongnya di dekat nona mudanya.

"Ada apa ,nona"!? Tanya bik Lastri yang sudah sangat penasaran.

"Bik , bibik kan sudah pernah menikah,apa pas malam Pertaman apem bibik juga sakit dan perih".

"Apem"!? Tanya bik Lastri dengan kening yang sudah bertemu.

"Apem apa ,nona, bibik tidak bisa membuat apem". Sahut bik Lastri lagi dengan wajah bingungnya.

"Apem,itu bik,itu itu"! Jawab Luna sambil menunjuk ke arah sesuatu yang berada di dalam celana bik Lastri.

Blush "!!.

Sontak pipi bik Lastri pun bersemu merah saat otaknya mulai bisa mencerna ucapan nona mudanya.

"Ooh,anunya ya ".

Emmmm"!! Sahut Clara sambil menganggukan kepalanya.

"Pasti sakit nona,apa nona mau itu nya cepat sembuh".

"Memang bik Lastri tahu caranya". Bik Lastri pun mengangguk dengan mantan.

"Apa bik"!? Tanya clara yang sudah sangat penasaran.

"Sering sering berhubungan badan nona, kalau sering di buat begituan ,maka cepat sembuh dan tidak sakit atau perih lagi".jelas bik Lastri.

"Apaa"!!

"Benar nona, coba nona lakukan 2 sampai 3 kali sehari pasti dalam jangka 3 hari semuanya akan membaik".

"Apa bik Lastri yakin"! Tanya clara yang tidak begitu yakin.

" Saya yang sudah berpengalaman ,nona'.

"Begitu ya"!.

"Yaaa,, kalau begitu saya permisi mau buatkan kopi untuk tuan muda". Kata bik Lastri setelah dianggapnya selesai pertanyaan fulgar dari nona mudanya tersebut.

" Bik ,sini kopinya ,biar aku yang mengantarkannya.". Sergah Clara saat bik Lastri melintas di hadapannya.

Tanpa menjawab bik Lastri lansung memberikan kopi panas untuk tuan mudanya kepada Clara.

Ceklek.

Pintu ruang kerja di buka tanpa di Ketut,Devan yang melihatnya pun menatap ke arah pintu dan munculah istri cantiknya sambil membawa secangkir kopi untuknya. Senyum Devan mengembang sempurna menatap langkah Clara yang semakin dekat.

Clara meletakan cangkir tersebut di atas meja, lalu mendudukan bokongnya begitu saja di atas pangkuan devan yang sedang duduk di kursi kerja nya.

"Ada apa,sayang,apa kamu ingin sesuatu"!? Tanya Devan yang sudah begitu dekat dengan Clara.

"Emmm"!! Jawab Clara dengan manjanya sambil mengalungkan tanganya pada leher Devan .

"Apa ,katakan ,apa kamu menginginkannya lagi'!? Tanya Devan sambil menaik turunkan kedua alisnya.

Clara hanya tersenyum simpul menatap Sang suami.

Tanpa mengukur waktu Devan langsung menarik tengkuk Clara dan menabrakan bibirnya pada bibir Clara.

"Benarkan ,suatu saat pasti kamu akan memintanya padaku,sayang"!. Gumam Devan dalam hati sambil melumat dalam bibir manis Clara ,tangan Devan sudah mulai meraba dan meremas paha Clara yang berbalut celana piaman panjang tersenbut.

"Tunggu"!! Sergah Clara seketika melepaskan ciumannya.

"Why"!! Tanya Devan yang mendadak bingung.

"Aku akan menunggumu di kamar". Bisik Clara sambil mengerling kan satu matanya kearah suami tampanya itu.

Clara beranjak dari duduknya yang berada di atas pangkuan devan dan berlari kecil keluar dari ruang kerja tersebut.

"Gadis nakal,bisa bisa nya membutaku menegang secara mendadak, lalu meninggalkannya begitu saja". Gumam Devan lirih sambil meremas anak konda di dalam celananya yang sudah nampak mengembang.

Bergegas Devan beranjak dari duduknya setelah menyeruput sedikit kopi yang teronggok diatas meja tersebut,lalu melangkah keluar dan menyusul clara yang sudah masuk kedalam kamarnya.

Ceklek..!!

pintu kamar di buka perlahan ,namun mata Devan tidak melihat sang istri berada di dalam kamar tersebut.

Devan berjalan dan duduk di atas sofa yang berada tersebut sambil menelisik keberadaan Clara yang masih belum kelihatan batang hidungnya.

Ceklek "!!

Pintu kamar mandi terlihat di buka,mata Devan pun juga ikut tertuju ke arah pintu tersebut.

Perlahan Clara keluar dengan penampilan yang tidak seperti biasanya.

Glek"!!

Devan menelan ludahnya kasar dengan jakun yang sudah naik turun saat melihat tubuh seksi sang istri yang hanya berlapis lenseri yang melekat pada kulit putihnya.

Ucapan bik Lastri yang menyuruh Clara melakukannya 2 sampai 3 kali sehari terus terngiang di otaknya, ya ingin segera sembuh,karena rasa perih pada area selangkangan itu memang sangat tidak nyaman.

1
🇮🇩
hqhqhqhqhq 😭
Khodijah Ijah
/Angry/
Khodijah Ijah
mana thor kelanjutannya epsode 34?
Khodijah Ijah
ko udah hbs aja sich thor?
Khodijah Ijah
lanjut thor
Khodijah Ijah
mantap
Khodijah Ijah
lànjut thor
Nesya
wow semua orang pada pangling melihat kecantikan clara
sunflower
sesat🤣🤣
Sarinah Quinn
lanjut up lagi thor 💪🥰
I Laksmi
anak 2 dari bibi dan paman nya bukan keponakan tapi sepupu kak
Ananda Fibrianti
lnjut min seru bangettt
Ananda Fibrianti
lanjut dong min
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!