NovelToon NovelToon
Kakak Ipar Ketagihan

Kakak Ipar Ketagihan

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan rahasia / Romantis / Cinta setelah menikah
Popularitas:16.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ibah Ibah

Tiga tahun sudah Lisa menikahi kakak iparnya tanpa ikatan cinta. Berbanding terbalik dengan Galih Almarhum suaminya yang begitu tampan, humoris dan begitu perhatian. Sikap Angga justru kebalikannya. Dia lelaki yang abai, tak banyak bicara dan kaku. Lisa bak menikah dengan robot. Tak ada yang menarik dalam pernikahan kedua lisa ini. Lisa hampir gila, hingga mengajukan perceraian pada mantan kakak iparnya itu. Angga menolak, lelaki itu berubah. Akankah Lisa tetap bertahan atau kembali meminta berpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibah Ibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32

"Mau mencuri ya?" Tuduh orang itu.

Lisa tentu menggeleng cepat.

"Tidak pak, saya mau masuk ke kontrakan saya, tapi lupa menaruh kunci"Ucap Lisa jujur.

"Saya tidak pernah lihat mbak di sini, memangnya di mana kontrakan mbak?"

"Di sini, ini kontrakan saya"

"Jangan bohong, kontrakan ini sudah di huni keluarga Pak Jaka, sudah tiga tahun lebih, kamu pasti mau mencuri" Tutur orang-orang di sana. Lisa langsung panik, apalagi saat Pak jaka dan keluarga kecilnya keluar dari kontrakan itu.

"Anda siapa?" Tanya pak Jaka heran.

"Saya Lisa, temannya Tari, saya yang kontrak di rumah ini"

Pak Jaka mengerutkan kepala heran. Dia sudah lama tinggal di sini. Dia tidak pernah melihat mbak ini.

"Mungkin mbak nya salah alamat"

"Tidak saya yakin tinggal di sini"

Warga tidak mau menghakimi Lisa begitu saja, mereka memanggil pemilik Kontrakan. Lisa dan Lila di minta duduk di depan kontrakan itu terlebih dahulu.

Begitu pemilik kontrakan itu datang, Lisa langsung berdiri.

"Anda siapa ? Pemilik kontrakan ini Bu Rahma, bukan lelaki ini"

Lelaki muda yang baru datang itu tersenyum, dia meminta Lisa duduk kembali.

"Bu Rahma itu Ibu saya, beliau sudah meninggal dua tahun lalu, sekarang saya yang mengelola kontrakan ini"

Warga saling berbisik.

"Bu Rahma? Owalah, Bu Rahma sudah meninggal mbak, sekarang kontrakan ini sudah di bawah naungan putranya Pak Noval"

gumam salah satu warga.

"Mungkin mbak nya dulu pernah ngontrak di sini, tapi sekarang kontrakan ini memang sudah di tempati Pak Jaka sejak tahun 2023, sudah tiga tahun ini beliau di sini"

"Apa! Sudah tiga tahun sejak 2023?" Gumam Lisa bingung.

Lisa masih sangat ingat, dia pergi ke Jakarta di tahun 2022. Kenapa lelaki di depannya ini mengatakan kalau 2023 sudah lewat tiga tahun lalu?

"Memangnya sekarang tahun berapa?" Tanya Lisa kebingungan.

"Ini sudah tahun 2026 mbak"

Lisa makin memegangi kepalanya, kalau ini tahun 2026? kenapa ingatannya berhenti di tahun 2022? Tahun di mana dia dan Tari mendapatkan pekerjaan di sebuah mini market.

"Kak Lisa tidak apa-apa?" Tanya Lila hawatir. Lisa masih nampak linglung. Lila meminta Lisa untuk beristirahat sebentar di sana. Lila menceritakan semuanya tentang Lisa ke warga. Warga mengagguk pelan. Sekarang mereka mengerti apa yang terjadi pada Lisa. Lisa hanya melihat Lila bercerita pada warga dengan semangat empat lima, namun dia tidak bisa mendengar apa yang dia bicarakan karena Lisa di minta masuk ke kontrakan itu untuk beristirahat sebentar. Pintu masih terbuka lebar, jadi Lisa bisa melihat Lila dengan jelas.

"Kasihan sekali mbak itu" Gumam salah satu warga. Mereka bersikap begitu baik pada Lisa dan Lila. Mereka bahkan memberi Lisa dan Lila makan. Salah satu warga yang lumayan beruang, juga memberi Lila uang untuk perjalan mereka pulang. Begitu merasa tubuhnya sudah enak. Lisa berpamitan pada warga dan juga keluarga Pak Jaka.

Lisa meminta maaf ke warga karena sudah membuat keributan.

"Tidak apa-apa nak, jika kami tahu kabar tentang sahabat kamu, kami akan beritahu alamat kamu tinggal sekarang"

"Terima kasih Bu"

Lisa akhirnya pulang kembali ke tempat Nenek Ratmi. Harapannya kini tinggal satu Tari.

Semoga saja nomor ponsel sahabat nya itu masih sama seperti yang dulu. Entah apa saja yang sudah terjadi padanya selama empat tahun ini. Makin Lisa mengingat nya makin sakit pula kepalanya. Lisa tidak ingin keadaannya memburuk lagi dan makin menyusahkan nenek Ratmi. Jadi dia memilih tidak mengingat nya saja.

"Rencana kakak apa sekarang?"

"Kakak mau cari kerja, jika ada rezeki kakak saja yang kerja, kamu harus sekolah, biar kakak yang mencari uang ya?"

Lila hanya tersenyum, Dia tidak pernah membayangkan akan pergi ke sekolah selama hidupnya. Dia hanya ingin mencari uang agar nenek bisa makan enak. Hanya itu yang di inginkan Lila.

"Lila sudah belajar membaca, Lila juga sudah bisa sedikit berhitung, Lila tidak perlu sekolah lagi" Ucap Lila dengan senyuman. Hati Lisa bergetar, matanya nanar. Dia tahu sebenarnya Lila juga ingin seperti anak-anak yang lain di usianya.

"Do'akan saja kakak cepat dapat kerja ya? Kakak akan usahakan"

"Tidak perlu, kakak masih sakit, Lila masih bisa cari uang, Lila masih bisa belajar di tempat lain selain di sekolah"

Lisa menggenggam tangan Lila, dia kagum dengan Lila yang sedari kecil sudah bekerja keras. Dia berjanji pada dirinya sendiri akan berusaha melakukan hal terbaik untuk Lila dan nenek Ratmi.

***

Begitu selesai bekerja, Tari melihat ada banyak panggilan di ponselnya. Tadi dia ada rapat, ponselnya dia mode senyap. Tari langsung menghubungi kembali nomor itu, tapi ternyata nomor itu adalah nomor telpon umum.

"Siapa yang mencoba menelfon ku berkali-kali?" Gumam Tari.

Tak selang beberapa lama, dia mendengar teman sesama kerjanya juga dapat panggilan yang sama.

"tadi pagi aku dapat telfon dari nomor baru, seorang lelaki mesum, masak dia ngajak gue chek in ke hotel? Hii ngeri"

Begitu mendengar itu, Tari buru-buru menghapus nomor itu. Dia tidak ingin hal sama terjadi padanya.

Tari pulang ke kontrakan, malam hari dia tidur seperti biasa. Tari menatap bingkai foto yang ada di nakas, di sana ada potret dirinya dan Lisa yang saling berpelukan. Lisa tersenyum begitu cantik. Tari masih belum menerima kepergian Lisa. Tari yakin wanita yang dia peluk waktu itu bukan Lisa. Dia bisa merasakan itu. Tapi meski dia mencari informasi ke kantor polisi. Hasilnya tetap sama. Polisi tetap yakin kalau mayat itu Lisa.

Malam hatinya, Tari bermimpi tentang Lisa, Lisa nampak memanggil dia beberapa kali, Namun semakin dia mendekat Lisa semakin hilang dari pandangan.

Tari bangun dengan nafas tersengal, dia mengambil air minum agar merasa lebih tenang.

Tari menangis, dia sangat merindukan sahabatnya.

"Kamu di mana Lisa? Apa mayat itu benar kamu? tapi kenapa aku merasa itu bukan kamu? Apa aku merasa begitu karena memang belum ikhlas melepas kamu? Maafin aku Lisa"

Tari mengambil air wudhu, dia memakai mukenanya untuk melakukan sholat malam. Tari berdo'a untuk Lisa. Doa terbaik untuk sahabatnya.

"Aku kangen banget sama kamu Lisa" Tari kembali menangis dalam sujudnya. Dia amat berharap jika Lisa masih hidup dan datang padanya.

****

Gina akhirnya pulang setelah seharian penuh menyusuri jalan tanpa tujuan. Tubuhnya lelah dia ingin segera berbaring di atas tempat tidur nya. Gina berjalan gontai. Dia rasanya ingin menyerah dengan cintanya. Tapi dia tidak bisa menyukai lelaki lain selain Angga.

Langkah Gina begitu pelan, dia hampir tak bersuara. Saat Gina melewati kamar ayahnya. Gina mendengar ayahnya menelfon seseorang.

"Temukan Dion segera!" Bentak ayah nya pada orang yang dia telfon. Gina mengerutkan dahi. Untuk apa ayahnya mencari Dion? kenapa juga papanya kenal dengan bawahan Angga itu? Apa ada yang di sembunyikan ayahnya?

Gina yang penasaran membuka pintu kamar Ayahnya yang sedikit terbuka.

Pak Wijaya terkejut bukan main melihat putranya sudah ada di ambang pintu. Dia buru-buru mematikan sambungan teleponnya.

"Papa telfon dengan siapa?" Tanya Gina.

Pak Wijaya tersenyum sambil menunjuk ponselnya.

"Cuma Klien, kamu baru pulang?"

Gina hanya mengangguk pelan, dia tak ingin terlihat sedang mencurigai papanya, jadi Gina memilih keluar lagi.

"Apa yang di sembunyikan Papa?" Batin Gina, Papanya tidak pernah berbohong padanya. Tapi tadi jelas papa nya sedang menutupi sesuatu.

"Kenapa papa bohong? Kenapa juga papa nyari Dion?" batin Gina bertambah bingung.

1
D_wiwied
sabar Ang, bentar lg bakalan ketemu koq
Pascal Lea
Bisa-bisanya punya ide kerokan🤣
D_wiwied
memang takdir se menggelikan itu,, smg kalian akan segera bertemu ya.. takdir dr othornya 😁😆
Ibah Ibah: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
D_wiwied
akhirnya Tari akan bertemu dg Lisa..
🔵❀ ⃟⃟ˢᵏ『⃟𝐉𝕱𝖊𝖗𝖔𝖟𝖎𝐀⃝🥀➢
mungkinkah yg sengaja mencelakai lisa itu gina
Ibah Ibah
ceritanya masih panjang 🤭🤭
masih di fase sad ya men temen 🤭🙏
D_wiwied
Thor lebaran lebaran harusnya jalanan sepi kenapa dikasih kecelakaan sih 🤭
btw smg lisa n bik sum ga kenapa2
D_wiwied
apakah lisa hamidun 😆
🔵❀ ⃟⃟ˢᵏ『⃟𝐉𝕱𝖊𝖗𝖔𝖟𝖎𝐀⃝🥀➢
minal aidzin walfaidzin🙏
Ibah Ibah: Sama2 Kak, Minal aidzin Walfaizin juga 🥰
total 1 replies
D_wiwied
kenapa jd pada bodoh sih, lisa dg asumsinya sendiri selalu minta cerai, angga dg sikap protektifnya tp ga pernah jelasin ada apa sebenarnya.. jangan muter2 disitu terus thor bikin pusing 😆🤣
D_wiwied
jangan terlalu lama bikin Lisa trs salah paham thor, bikin dia akhirnya tau kesungguhan dan besarnya cinta Angga ke dia selama ini
Ibah Ibah: Siap 💪
Setelah ini akan ada badai sebelum datang pelangi.
total 1 replies
🔵❀ ⃟⃟ˢᵏ『⃟𝐉𝕱𝖊𝖗𝖔𝖟𝖎𝐀⃝🥀➢
iya Thor gpp
gws ya🙏
Ibah Ibah: iya makasih
total 1 replies
Ibah Ibah
Maaf Hari ini Up sedikit, Author masuk RS
mungkin besok tidak up dulu 🙏🙏
D_wiwied: gws kk 🙏 cepat sembuh ya
total 1 replies
🔵❀ ⃟⃟ˢᵏ『⃟𝐉𝕱𝖊𝖗𝖔𝖟𝖎𝐀⃝🥀➢
cepat sembuh ya thor🙏
Ibah Ibah: Terima Kasih Amin 🥰
total 1 replies
Soraya
knp lisa gak jujur aja sama orang tua nya Angga minta cerai
Soraya
mampir thor
Ibah Ibah: Terima kasih kakak
total 1 replies
Piyah
dialognya kurang ku baca koran
dayu emonk
Luar biasa
Ibah Ibah
Ceritanya ringan, kisah cinta nya bikin penasaran
Ibah Ibah
biar pada penasaran 🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!