NovelToon NovelToon
Second Half: Velix The Next Legend

Second Half: Velix The Next Legend

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Sistem
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Wawan wan

Velix Purnama umur 26tahun seorang pekerja kantoran tanpa sengaja kembali ke masa lalu saat dia masih menduduki bangku SMP.

"Dengan sistem aku akan mengejar apa yang menjadi mimpiku", ujar Velix

bagaimana kisah Velix menjadi legenda sepakbola mari kita saksikan bersama sama!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wawan wan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31 Simfoni Pertama Pirlo

BAB 31: Simfoni Pertama Pirlo

Dua gelandang bertahan SMP Cendrawasih Pusat merangsek maju seperti sepasang serigala yang mengendus darah segar. Mereka menggunakan kecepatan fisik tingkat elit mereka untuk menjepit Velix, berniat merebut bola dan melakukan pembantaian taktis di menit-menit awal.

Namun, di mata Velix yang dipersenjatai kalkulasi spasial seorang maestro, pergerakan high-pressing lawan yang terlalu agresif ini justru meninggalkan lubang yang sangat menganga di lini belakang mereka. Garis pertahanan Cendrawasih naik hampir menyentuh garis tengah lapangan.

'Sistem, aktifkan Skill: Operan Melengkung Jarak Jauh Andrea Pirlo,' perintah Velix dingin dalam hati.

[Mengaktifkan Skill Aktif: Operan Melengkung Jarak Jauh Andrea Pirlo (Sinkronisasi: 8%)]

[Mengkalkulasi Geometri Lapangan... Jalur Operan Vertikal Ditemukan!]

Tepat sebelum tubuh kekar gelandang pertama lawan menabraknya, Velix melakukan satu sentuhan tipis menggunakan bagian luar sepatu kanannya, menggeser bola beberapa sentimeter ke kanan untuk membebaskan ruang tembaknya.

Bum!

Tanpa menahan bola lebih lama, Velix mengayunkan kaki kanannya dari kedalaman lini tengah. Sepatunya menghantam bagian bawah bola dengan teknik cutting yang sangat sempurna. Bola tidak meluncur horizontal, melainkan melesat tinggi ke udara, berputar horizontal (side-spin) membelah langit Stadion Cendrawasih.

"Hah? Umpan asal-asalan apa itu?" gumam pelatih Cendrawasih di pinggir lapangan, mengira Velix hanya panik dan membuang bola ke depan.

Namun, Arya yang berada di dekat Velix langsung membelalakkan mata. Dia yang memiliki insting gelandang elit bisa melihat bahwa bola itu tidak meluncur liar. Bola tersebut terbang membentuk kurva melengkung yang sangat indah, melewati kepala empat pemain bertahan Cendrawasih Pusat yang terlambat berbalik badan.

Di sektor sayap kiri, Ryan yang sudah memahami kebiasaan Velix sejak latihan uji coba, telah memacu larinya sekuat tenaga membelah jebakan offside.

Keajaiban sejati dari visi Pirlo terbukti di sini. Bola yang awalnya tampak akan meluncur terlalu deras ke arah penjaga gawang, mendadak menukik tajam dan melambat di udara berkat efek putaran balik yang ekstrem. Bola itu jatuh dengan sangat lembut, tepat di depan langkah kaki Ryan tanpa membuatnya kehilangan momentum lari sedikit pun.

"Luar biasa! Operan lambung yang sangat presisi!" teriak komentator pertandingan melalui pengeras suara stadion.

Ryan yang menerima "umpan manja" tersebut langsung berhadapan satu lawan satu dengan kiper Cendrawasih Pusat yang terlanjur maju. Dengan ketenangan yang kian terasah, Ryan melepaskan tembakan mendatar yang menyasar celah di antara kedua kaki sang kiper.

Sret!

Bola bergulir mulus merobek jala gawang Cendrawasih Pusat!

Gol! Skor berubah menjadi 1-1 pada menit ke-7!

Stadion Cendrawasih yang tadinya bergemuruh oleh sorakan pendukung tuan rumah mendadak hening seketika. Suporter berbaju hitam-emas terhenyak seolah tidak percaya tim elit mereka bisa dibobol lewat satu operan visioner dari tim kecamatan. Sementara di sudut tribune barat, puluhan orang tua dan guru dari SMP Merah Marun melompat histeris merayakan gol penyeimbang tersebut.

[Notifikasi Sistem: Assist Terdeteksi di Level Regional Provinsi!]

[Sinkronisasi "Operan Melengkung Jarak Jauh Andrea Pirlo" Meningkat: 8% -> 12%]

[Hadiah Tambahan: +10 System Points (SP) (Total Dana: 40 SP)]

Ryan berteriak puas, berlari kencang melewati bendera sudut lalu berbalik menunjuk ke arah Velix, sebelum akhirnya ditubruk oleh Danu dan rekan-rekan setimnya dalam perayaan yang emosional.

Velix berjalan santai menuju lingkaran tengah, menyeka sedikit keringat di pelipis tubuh 165 cm-nya. Mode seriusnya tetap terkunci rapat. Saat melintas di depan Arya, Velix mendapati kapten lawan itu sedang berdiri terpaku menatapnya dengan wajah yang dipenuhi rasa tidak percaya yang amat sangat.

Ketenangan dan keangkuhan Arya runtuh dalam sekali pukul.

Velix menghentikan langkahnya sejenak, menatap Arya dengan pandangan sedingin es dan memberikan senyuman ramah yang penuh arti. "Gua udah bilang, Arya. Pastikan gelandang-gelandang lu bisa ngejar bola gua."

Pertandingan baru berjalan tujuh menit, namun simfoni pertama dari sang komandan telah berhasil mengubah jalannya takdir di bawah tekanan neraka provinsi.

1
Riyanganz
semangat thor💪
Riyanganz
bagus 👍
Riyanganz
ringan ceritanya mengalir, semoga aja kedepannya ga boring ceritanya
Alia Chans
lanjut🌹✍️🤭
Wawan
Salam kenal buat Velix✍️
aldo
seru sekali 🙏🙏🙏🙏
aldo
ayo lanjut author 🙏🙏🙏🙏
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏
NoxVeil
Ayok like dan komen guys biar tambah smngt up nya💪😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!