NovelToon NovelToon
TAK SELAMANYA IBU TIRI KEJAM

TAK SELAMANYA IBU TIRI KEJAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Duda / Romansa Fantasi
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: My_Sunshine

Demi memenuhi wasiat terakhir sahabatnya, Kinanti menikah dengan Keenan, seorang duda yang memiliki tiga anak. Namun pernikahan itu tidak membawa kebahagiaan seperti yang dibayangkan. Yudha, Tiara, dan Daffa menolak kehadirannya dan melakukan berbagai cara agar Kinanti pergi dari rumah mereka.

Bagi ketiga anak itu, tidak ada yang bisa menggantikan sosok ibu mereka yang telah tiada. Setiap kebaikan Kinanti dibalas dengan penolakan dan sikap menyakitkan. Meski begitu, ia memilih bertahan, menghadapi semuanya dengan kesabaran dan kasih sayang.

Mampukah ketulusan seorang ibu tiri meluluhkan hati yang penuh luka? Sebuah kisah mengharukan tentang kehilangan, pengorbanan, dan cinta yang membuktikan bahwa tak selamanya ibu tiri itu kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My_Sunshine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senyum dari sahabat

Kabar tentang penculikan yang disertai penganiayaan dan pelecehan yang dialami Tiara akhirnya menyebar hingga ke SMP Negeri 1. Berita itu berhembus cepat dari mulut ke mulut, membuat suasana sekolah yang biasanya riuh mendadak dipenuhi bisik-bisik.

Di antara semua yang mendengarnya, Elsa adalah sosok yang paling terpukul. Tiara bukan sekadar teman sekelas, melainkan sahabat yang selalu ada di saat ia membutuhkan. Ketika bel istirahat berbunyi, Elsa menghampiri beberapa teman sekelasnya yang sedang berkumpul di kantin.

"Teman-teman, pulang sekolah nanti aku mau jenguk Tiara di rumah sakit. Siapa yang mau ikut?" tanyanya penuh harap.

Beberapa pasang mata saling berpandangan sebelum satu per satu memberikan jawaban.

"Maaf, aku ada acara sama keluarga."

"Aku harus les sore ini."

"Aku sudah janji sama kakakku."

"Maaf ya, aku nggak bisa ikut. Aku ada urusan."

Bahkan Diar, ketua kelas yang selama juga menggeleng.

"Aku juga nggak bisa. Sore ini ada pertandingan sepak bola."

Elsa tersenyum tipis, meski rasa kecewa perlahan menyelinap ke dalam dadanya.

"Iya, nggak apa-apa."

Tak ada lagi yang menawarkan diri. Ia hanya mengangguk, lalu kembali ke ruang kelasnya dengan langkah yang terasa lebih berat.

Dalam hati, ia tak bisa memungkiri kenyataan bahwa solidaritas teman-teman sekelasnya memang sangat kurang. Ingatannya melayang beberapa bulan lalu, saat dirinya terbaring lemah karena demam tifoid. Dari sekian banyak teman yang datang menjenguk, hanya Tiara yang rela meluangkan waktu.

Kebaikan itu masih membekas jelas di hati Elsa. Karena itulah, ia tak mungkin membiarkan Tiara menghadapi masa-masa sulit seorang diri.

Begitu bel tanda pelajaran selesai berbunyi, Elsa langsung keluar gerbang sekolah. Ia menaiki angkutan umum menuju rumah sakit tempat Tiara dirawat.

Di tengah perjalanan, ia sempat singgah di sebuah kios buah untuk membeli buah jeruk, buah favorit Tiara sebagai buah tangan.

"Selamat siang, Om," sapa Elsa sopan.

Keenan yang tengah duduk di bangku di depan kamar perawatan Tiara mengangkat pandangan. Ia baru saja mengakhiri panggilan teleponnya.

"Selamat siang."

"Om... ayahnya Tiara, ya?"

"Iya, benar." Keenan mengangguk tipis. "Kamu pasti teman sekolah Tiara?"

"Iya, Om. Nama saya Elsa."

Keenan tersenyum ramah.

"Teman-teman yang lain mana? Kok kamu datang sendirian?"

"Ehm... saya datang sendiri, Om. Teman-teman nggak bisa ikut karena masing-masing ada urusan."

Senyum di wajah Keenan masih terukir, tetapi sorot matanya tak mampu menyembunyikan rasa kecewa. Ia sempat berharap ada lebih banyak teman Tiara yang datang memberi dukungan di masa sulit putrinya.

"Oh ya, Om." Elsa kembali membuka suara. "Bagaimana keadaan Tiara sekarang? Apa saya boleh menemuinya?"

Keenan menghembuskan napas pelan.

"Alhamdulillah, kondisinya sudah jauh lebih baik." Ia berdiri dari duduknya. "Tunggu sebentar, ya. Om tanya dulu sama Tiara. Semoga dia sudah siap menerima tamu."

"Iya, Om."

Keenan kemudian masuk ke dalam kamar perawatan.Tak lama kemudian, ia kembali keluar dengan senyum tipis di wajahnya.

"Silakan. Tiara mau menemuimu."

Wajah Elsa langsung berbinar.

"Makasih banyak, Om."

Tanpa menunggu lebih lama, ia melangkah masuk ke kamar perawatan sambil menggenggam erat kantong berisi jeruk kesukaan sahabatnya.

"Tiara," panggil Elsa lirih.

Begitu mendengar suara sahabatnya, Tiara menoleh. Dalam sekejap, air mata yang sedari tadi ia tahan kembali luruh. Elsa bergegas menghampiri, lalu memeluknya erat.

Tangis keduanya pun pecah. Elsa dapat merasakan tubuh Tiara bergetar di dalam pelukannya. Ia tak bisa membayangkan betapa hancurnya hati gadis itu setelah semua yang terjadi.

"Sa..." suara Tiara nyaris tak terdengar. "Aku sudah rusak. Aku kotor. Kamu... pasti jijik sama aku."

Elsa segera melepaskan pelukan mereka. Dengan kedua tangan, ia menggenggam erat tangan Tiara.

"Nggak, Ra." Ia menggeleng tegas. "Dengar aku baik-baik. Kamu nggak kotor, apalagi hina. Kamu tetap Tiara yang aku kenal. Kita ini sahabat, dan aku nggak akan pernah ninggalin kamu, apa pun yang terjadi."

Tangis Tiara kembali pecah.

"Makasih, Sa.... Cuma kamu yang masih peduli sama aku."

Elsa mengusap air matanya sendiri dengan tisu, lalu berusaha mengubah suasana.

"Oh iya, aku bawain jeruk kesukaanmu." Ia menunjuk kantong plastik di atas nakas.

"Aku kupasin, ya."

Tiara mengangguk pelan.

Elsa mengambil sebutir jeruk, lalu mulai mengupas kulitnya. Aroma segarnya langsung memenuhi ruangan.

"Sa..." panggil Tiara lagi.

"Hm?"

"Dengan kondisiku sekarang... aku nggak yakin bisa kembali ke sekolah." Suaranya dipenuhi keraguan. "Aku takut... semua orang bakal ngejek aku."

Gerakan tangan Elsa terhenti. Ia menatap Tiara dengan sorot mata yang penuh ketulusan.

"Nggak akan, Ra. Dan kalaupun ada yang berani ngomong macam-macam, aku bakal jadi orang pertama yang berdiri di depan kamu."

Senyum tipis akhirnya menghiasi wajah Tiara.

"Sebentar lagi kita naik kelas sembilan. Dulu kamu yang paling semangat ngajak aku masuk SMA 1. Jadi, kita harus bisa. OK!"

Mata Tiara mulai kembali berbinar, meski masih menyisakan luka.

"Nih, cobain jeruknya.”

Elsa menyuapkan sepotong jeruk ke mulut Tiara.

Baru sekali menggigit, wajah Tiara langsung meringis. Kedua matanya menyipit menahan rasa asam.

"Kenapa? Jeruknya asam ya?" tanya Elsa.

Tiara buru-buru memasang wajah datar. "Nggak, kok. Manis banget malah. kamu cobain juga deh."

Tanpa curiga, Elsa memasukkan sepotong jeruk ke mulutnya. Detik berikutnya, wajahnya langsung berubah. Matanya merem-melek, bibirnya mengerucut, dan seluruh wajahnya mengernyit hebat.

"Ya ampun... asem banget!"

Tiara yang melihat ekspresi sahabatnya tak kuasa menahan tawa. Untuk pertama kalinya sejak musibah itu terjadi, tawanya terdengar begitu lepas. Elsa ikut tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepala.

"Maaf ya, Ra. Tadi waktu nyobain di penjualnya rasanya manis. Eh, yang dijual asam begini. Nanti aku mau protes ke penjualnya."

Dengan wajah pasrah, Elsa membuang sisa jeruk yang sudah dikupas ke tempat sampah.

Tiara masih tersenyum.

"Nggak apa-apa, Sa. Kehadiran kamu di sini jauh lebih manis daripada jeruk yang asam itu."

Keduanya kembali tertawa bersama. Tawa yang sederhana, tetapi cukup untuk mengusir sesak yang sejak tadi memenuhi ruang perawatan.

Di balik pintu yang sengaja dibiarkan sedikit terbuka, Keenan menyaksikan semuanya dalam diam. Senyum tipis mengembang di wajahnya. Untuk pertama kalinya sejak gadis itu ditemukan, ia melihat secercah cahaya kembali menyala di mata putrinya.

1
partini
marah" Mulu tensi tinggi gampang Kena stroke
My_Sunshine: wkkkk. umur segitu kan lagi lucu-lucunya kak😄
total 1 replies
Agunk Setyawan
ibu egois
partini
ozi boleh bikin mereka mikir tapi jangan kriminal juga
Mahesa hemmmm ada something ini
Ifana
Aku padamu pak 👍 seolah Tiara pelaku kriminal pdhl dia korban kejahatan
partini
sekolah apan itu ,,berengsek sekali
Ifana
tau gtu bikin tu nenek lampir sekarat aja thor ini udh ditolongin tp gk tau terima kasih
partini
kalau sekarat baru lah dia sadar ,,aihh Thor kasih lagi lah yg instan juga lebih parah lagi macam stroke bibirnya gitu Biar ga nyrocos jahar
My_Sunshine: iya kak... nanti dapat karma kok dia😄
total 1 replies
partini
keren Thor karma instan semua 👍👍👍
My_Sunshine
Iya, Kak. Nanti aku bakalan bikin panjang ceritanya kalau banyak yang setia ngikutin 🤗
partini
biasanya kalau minta jangn tumbuh malah tumbuh kuat pula si jabang bayinya,
partini
gantian Yudha Thor
partini
maaf terlambat Tiara yg sangat berharga bagi wanita ya itu kehormatan mu tekah si renggut pasti trauma Shok berat merasa kotor dan satu lagi semoga dapat jodoh yg menarima kamu tulus so sad
partini
wow
Agunk Setyawan
enak Tiara jadi anak sombong blagu ya ini balasan lebih sakit kan
partini
jangan di di unboxing Thor ,,itu nanti trauma bisa gila di lecehkan saja udah bikin trauma apa lagi dengan bobol kejem sekaleeeeee harusnya Yogha yg paling parah ini kan ide dia
Agunk Setyawan
ben kapok tu si Tiara blagu amat Yudha juga Ben kapok
partini
ngeri di perkaos kah
Nelita Nopitasari
ih gilaaa nggk ada rasa bersalahnya bocah setan
partini
selamat yah berhasil rencana nya,, tapi kita lihat kedepan nya akan seperti apa
partini
masuk ke pondok pesantren aja lah pak biar. berjauhan dari ortu biar mikir mereka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!