Antara Arkananta Pradipta dan Leana Anastasya.
pertemuan kembali setelah belasan tahun berpisah mengungkap berbagai rahasia.
sepasang mantan suami istri yg sama-sama msih menmendam cinta dulu adalah pasangan yang menikah muda di usia mereka baru berusia 16 tahun dan mereka berpisah karena pertentangan dan kesalahpahaman.
yang mau tau cerita selengkapnya nya yuk di baca☺️
yang suka cerita aku tolong like dan coment nya guys🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon #kupunyacerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 31 flashback
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
tak terasa waktu berlalu dengan begitu cepat. Untuk kandungan Leana sekarang sudah memasuki bulan ke sembilan. Perkembangan janinnya sangat baik dan sehat. dan untuk perkiraan HPL nya kurang dari dua Minggu lagi.
Leana tidak kekurangan perhatian dari suami dan mertuanya. Leana begitu beruntung berada di tengah-tengah keluarga sang suami.
Tidak ada masalah yang terjadi dalam rumah tangga pasangan muda itu. perjalanan rumah tangga mereka berjalan mulus tanpa masalah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tapi lain halnya dengan Jasmin ibunya Leana. jika Leana sekarang masih dalam keadaan tenang. Maka Jasmin sekarang di liputi dengan perasaan yang cemas dan takut setiap harinya.
Pasalnya walaupun dia tidak lagi di datangi lansung oleh Panji Pradipta, tapi dia tetap mendapat sebuah pesan ancaman dari lelaki tua itu.
Ya, Panji Pradipta memang tidak berada di negara ini. Tidak ada yang tahu kalau lelaki tua itu sudah melancarkan rencana nya untuk memisahkan Arkan dan Leana . Panji Pradipta melakukan rencana liciknya dalam senyap.
sebuah pesan masuk ke dalam handphone Jasmin. "waktu mu tidak lama lagi, ingat untuk jangan berani main-main dengan Panji Pradipta!". pesan ancaman.
"kenapa tuhan? Kenapa lagi-lagi aku yang menanggung nya!" keluh jasmin frustasi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Mension milik Pradipta pagi ini Leana sudah bersiap-siap ingin mengunjungi ibunya. Entah kenapa perasaan nya tidak enak Kepada ibunya.
Sebelum pergi, Leana izin kepada mommy mertua terlebih dahulu. Dan sebelum nya Lea telah izin dengan suaminya sebelum sang suami berangkat sekolah tadi pagi.
Leana pergi di antar oleh sopir pribadi mommy Mertuanya. setelah perjalanan sekitar 30 menitan Mobil Alphard keluaran terbaru itu sampai di ujung gang rumah ibu Lea.
Lea turun dari mobil setelah di bukakan pintu oleh sang sopir dan tidak lupa Lea mengucapkan kata terimakasih ke pak sopir nya.
Di sinilah Lea sekarang di depan pintu rumah ibunya. Lea tidak perlu mengetuk pintu rumah itu karena dari dulu dia sudah mempunyai kunci serep nya.
Leapun masuk ke dalam rumah nya, dia melihat sekeliling rumah yang tak seberapa besar itu. Dia tak melihat sang ibu, karena ibunya sedang berada didalam kamarnya.
karena perasaan nya sudah tidak enak dari tadi lalu ia memberanikan diri mengetuk pintu kamar sang ibu.
sementara itu di dalam kamar, jasmin memang enak badan dan pikiran yang sedang berkecamuk. Dia bangun dari tempat tidur saat mendengar suara pintu diketuk di susul dengan suara lembut sang anak.
ketika pintu dibuka dia melihat anaknya dengan perut yang sudah sangat membesar dan tersenyum lembut kepada tapi setelahnya panik ketika melihat wajah sang ibu yang pucat.
"ibu...ibu sakit ya? muka ibu pucat!!, ibu ayo masuk dan istirahat Lea akan jaga ibu!!" ucap Lea khawatir sembari membawa ibunya ke kasur untuk beristirahat.
jasmin melangkah ke kasur tapi dia tidak mau berbaring, dia hanya duduk di tepian kasur sembari menatap kosong kedepan.
Lea yang melihat ibunya diam seperti itu menjadi khawatir. "ibu baring ya, Lea akan masak buat ibu!" kata nya perhatian dan setelahnya dia berbalik, tapi baru saja ia ingin berbalik keluar dia mendengar suara ibunya yang membuat Lea mematung di tempat.
"tinggal kan Arkan Lea!!" ucap Jasmin datar masih dengan tatapan kosongnya.
Lea tidak bergeming di tempatnya, dia masih mematung membelakangi ibunya mencerna perkataan ibunya.
Jasmin beralih menatap punggung anaknya dan melanjutkan perkataannya.
"tinggalkan keluarga Pradipta, tinggkan suamimu Lea!!" katanya lagi yang membuat Lea sadar kalau pendengarannya tidak salah, Lea berbalik menatap wajah ibunya dengan air mata yang sudah mengalir.
"Bu, Kenapa ibu tega menyuruh Lea pisah dengan suami Lea?!" tanyanya tak percaya.
"karena mereka keluarga penghancur Lea, keluarga mereka tidak punya hati. kamu harus tahu Lea.. Dulu Karier ibumu, sekolahku, bisnis orang tuaku Masa depan kaluargaku di hancurkan oleh Panji Pradipta Kakek dari suami mu Leana!!" teriak Jasmin frustasi.
sementara itu Lea sudah terisak dia belum sepenuhnya paham sampai Jasmin melanjutkan bicaranya seketika itu Lea syok tidak percaya.
"kamu tahu Lea.. Kenapa Panji melakukan hal itu, itu karena ibu kamu Lea, karena ibu kamu menjalin hubungan dengan anaknya kakak dari mertua mu Lea, dia tidak setuju jadi menghancurkan keluarga ku, ayahku meninggal, karir ibumu hancur, sekolah ku putus, kami tidak mendapatkan pekerjaan di mana-mana yang membuat kami terpaksa harus bekerja di club malam itu Lea, itu semua gara-gara ibumu menjalin hubungan dengan anaknya ..!!" lanjut Jasmin lagi dengan keadaan yang histeris dan air mata yang tidak berhenti mengalir.
Sementara itu Lea dia terduduk di tepi kasur ibunya, badannya lemas, tubuhnya bergetar karena menangis, tidak percaya sepenuhnya apa yang dikatakan ibunya.
"Bu..apa itu benar?" tanya Lea pelan.
"kamu pikir ibu bohong? apa kamu tahu Panji sekarang, dia sudah datang kemari dan mengancam ibu Lea.., kamu bisa melihat sendiri semua pesan ancaman dari lelaki tua itu!"..
Jasmin mengambil handphonenya dengan terburu-buru, nafasnya naik turun karena emosi yang meluap dan rasa frustasinya.
Lea yang membaca semua ancaman yang hampir setiap harinya di kirim oleh Panji Pradipta.
Lea menutup mulut tak percaya, tapi itulah kenyataan nya, bukti nyata di hadapan nya. Ibu nya juga tidak mungkin berbohong dengannya. dia berpikir selama ini dia tidak pernah di ganggu oleh kakek dari suaminya itu. apa kerana Arkan selalu bersamanya? Pikir Lea melamun.
Jasmin mengeluarkan suara lagi "Lea, mengapa harus aku yang merasakan akibat nya, mengapa aku yang harus menderita, sedangkan ibumu yang membuat masalah tapi aku yang dapat akibat dari perbuatannya dan sekarang kamu yang menjalin hubungan dengan cucu dari orang itu. dan lagi-lagi aku juga yang dapat masalah, kenapa Lea?" ucap Jasmin, dia duduk di lantai sembari mencengkram rambutnya frustasi.
Sementara Lea dia makin terisak, dia mengerti keadaan ibunya, ia faham apa yang di rasakan ibunya. jiwa polos dan labil Lea merasa bersalah. Satu hal yang dapat Lea simpulkan semua masalah ini karena Ibu kandung Lea dan juga dirinya sendiri yang masuk ke kehidupan keluarga Pradipta.
"ibu maafkan ibu kandung Lea dan juga Lea yang membuat ibu menanggung akibatnya?" ucap Lea lirih dengan suara yang bergetar dan jasmin langsung mengangkat kepalanya untuk melihat anaknya itu dengan wajah yang pucat dan juga senduh.
"Lea, aku sudah banyak berkorban selama ini.. tapi aku tidak bisa menanggung beban lainnya lagi Lea, aku tidak bisa melihat keluarga Adit sahabat ku hancur Lea, dia yang telah membantu kita selama ini, dia yang selalu ada di saat kita kesusahan Lea.. Aku tidak mau terseret karena masalah keluarga kita.. Jadi ibu mohon kita tinggalkan kota ini kita pergi jauh Lea, jauh dari keluarga Pradipta!!" ucap Jasmin sembari tangan terkatup ke depan memohon kepada anaknya .
Lea, makin merasa bersalah.. Hatinya teriris melihat keadaan ibunya, ia makin merasa bersalah. Tidak seharusnya ia membiarkan orang yang telah membesarkan dan merawatnya hingga sebesar ini menanggung beban yang terlalu berat. Tapi sisi lain hati nya jelas tidak sanggup meninggalkan suami nya.
karena ketegangan dan tekanan yang Lea rasakan saat ini, tiba-tiba saja perut Lea terasa sakit. Lea memegang perutnya yang tiba-tiba menegang dan terasa sangat mules.
"akh.." Lea meringis kesakitan.
Jasmin kaget melihat Lea yang memegang perutnya. Dia panik melihat anaknya kesakitan. Tanpa menunggu lagi Jasmin keluar rumah untuk meminta bantuan warga sekitar untuk membantu membawa anaknya kerumah sakit.