Kisah Seorang wanita Angel Abraham yang harus menerima kenyataan bahwa suaminya, laki - laki yang berjanji mencintai dia dengan tulus, ternyata di jodohkan dengan pilihan omanya karena luka lama omanya . Kenyataan pahitnya dia harus berpisah dengan suami karena nyawanya sebagai taruhan, disaat dia sedang mengandung anak dari buah cinta mereka. Bagaimanakah nasib cinta seorang Angel Abraham??? Apakah suaminya menyesal???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memperbaiki
Malam ini, Angel masih belum bisa memaafkan perbuatan Aaron. Dia masih mengingat permintaan mami dan papinya. Untuk berjuang bagi keluarga kecilnya. Aaron sedang tersesat. Papi dan mami mau mereka bersama selamanya, demi anak - anak mereka.
Subuh itu, Aaron kaget dari bangunnya mendengar suara tangisan Angel. Ternyata Angel sedang berdoa dan menangis. Aaron merasa dia paling berdosa telah membuat istrinya terluka. Selesai Angel berdoa, Aaron mendekat kepadanya berlutut dan menangis.
"Maafkan aku sayang, maafkan aku. Aku mau berubah sayang. Jangan tinggalkan aku. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu."
"Kak, berdiri. Kamu tidak pantas menangis."
"Aku yang salah sayang. Aku mohon maaf aku mau berubah untuk kamu dan anak - anak."
"Berdiri kak."
"Aku ngak mau. Kalau kamu tidak memaafkan aku. Lebib baik kamu marahi aku, pukuli aku dari pada kamu diami aku."
"Berdiri kak. Kita bicara baik - baik."
Aaron pun berdiri. Angel baru perna melihat bagaimana seorang Aaron Baruk menangis seperti anak kecil ini.
"Aku sakit hati kak, memukulimu atau memarahimu tidak akan bisa merubah sakit hati ini."
"Sayang....."
"Terus terang aku bisa saja pergi dari kamu. Namun Mami dan papi yang menahan aku. Mereka meminta aku melihat ke arah Ethan dan Teo. Aku sedih, aku takut anak - anak ku tidak bahagia. Tetapi jika aku melihat orang itu. Kebencianku, kemarahanku memuncak. Aku berpikir kurang apa aku di hadapanmu???"
"Sayang ........ Kamu tidak ada kurang. Kamu sempurna. Aku yang kurang ajar. Selalu menganggap apa pun bisa aku buat. Aku salah sayang. Aku yang bajingan. Maafkan aku, aku berjanji tidak mengulangi lagi."
"Kamu sayang ngak sih, cinta ngak sih sama aku dan anak - anak. Jujur saja kak."
"Demi Tuhan aku cinta dan sayang sama kalian. Aku bersumpah demi mami dan papi tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi. I love you Angel Abraham, aku tidak bisa hidup tanpamu."
Angel menangis, Aaron memeluknya dan dia mencium Angel. Hati Aaron sangat terluka melihat istrinya menangis. Dia sadar luka yang di goreskan sangat besar dan dalam. Dia memeluk istrinya sangat erat.
Secara Angel bisa saja melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan, karena banyak pengusaha yang suka dengannya. Apalagi Kavin Sanjaya yang sampai sekarang masih sendiri, karena begitu mencintai Angel dari mereka sekolah, hanya aku sendiri sebagai kakak angkat tidak mengijinkan Angel mendekatinya. Sifat dominan dirinya yang membuat Angel tidak bisa didekati laki - laki lain, sampai mereka dewasa dia juga yang mengambil keperawanan Angel di rumah mereka sendiri. Sehingga Angel keluar dari rumah. Dan hasilnya Angel mengalami keguguran di tempat tugasnya.
Aaron masih tetap memeluk Angel. Dia mencium istrinya. Sampai Angel tertidur dalam pelukannya di sofa kamar apartemen mereka.
"Maafkan aku sayang. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi."
Masih pukul empat pagi. Akhirnya mereka berdua tertidur dalam posisi Aaron memeluk Angel di sofa kamar. Pukul tujuh pagi baru Angel bangun, lumayan ada tiga jam mereka tertidur dalam posisi seperti itu. Angel menunjukan pergerakannya.
"Selamat pagi sayang."
"Kakak, kamu kelelahan ya. Kenapa ngak taruh di kasur saja."
"Aku merindukan tubuh ini."
"Aku ngak bisa melayani kamu kak. Kamu harus periksa kesehatan."
"Iya saya mau, kamu temani ya?"
"Aku mau ke makam mami dan papi."
"Iya selesai dari rumah sakit ya."
Pagi ini, di apartemen kedatangan pengacara Benaya Company. Ternyata papi sudah mengubah sahamnya di Benaya kepada Angel Abraham anak angkatnya yang tidak lain adalah istri Aaron Baruk pemegang saham terbesar. Dan pengacara kesini agar Angel menanda tangani semua surat - surat.
"Dengan ini, ibu Angel Abraham berhak atas sepuluh persen saham di Benaya Company. Selamat ya bu."
"Terima kasih pak." Pengacara sudah pulang, Angel yang masih terkejut melihat ke arah suaminya.
"Kamu tahu kak."
"Tidak sama sekali. Tetapi kalau papa menghubungi pengacara aku tahu. Tetapi yang berhubungan dengan sahamnya aku tidak tahu. Dion kamu tahu??"
"Tidak bos. Tetapi selamat ibu Angel Abraham, selamat bergabung dengan Benaya Company."
"Kalau sahamnya aku tarik dari Benaya bisa tidak Ion??"
"Bisa bu, tetapi ibu harus menjualnya."
"Suamiku, kalau aku menjual sahamku ke kamu mau ngak??"
"Buat apa di jual???"
"Agar aku bisa membeli saham kamu di Pratama, biar keputusanku tidak ada campur tangan kamu."
"Alasan lain??"
"Buat jaga - jaga."
"Angel Abraham. (Aaron mendekat dan langsung memeluk dan mencium ceruk leher Angel) soal mengambil keputusan di Pratama aku serahkan penuh kepadamu. Tetapi untuk niat kamu menghindar dari saya. Tidak akan aku ijinkan. Sahan sepuluh persen kamu di Benaya tetap akan ada. Dan lima puluh persen di Pratama tetap akan ada. Ingat itu." Muka Angel langsung berubah cemberut. Dion tersenyum.
"Anak - anak papi dan mami mau ke kuburan oma dan opa. Kakak dan Adek mau ikut??"
"Ethan kelelahan papi. Besok saja ya."
"Oke jagoan papi. Besok baru kita kesana sama - sama lagi."
Kasihan anak - anak masih sangat kelelahan dab syok kehilangan opa dan oma mereka di hari yang sama. Akhirnya Ethan dan Teo di rumah bersama suster dan bibi Asih. Juga ada penjaga yang Aaron pekerjakan dia juga bisa menjadi supir. Dalam perjalanan menuju ke rumah sakit untuk pemeriksaan darah lengkap atas Aaron atas permintaan Angel. Setelah mengambil darah. Mereka langsung ke pemakaman orangtua mereka.
"Bos, Chan dan Tara mengundang makan malam di rumah mereka. Tara sangat mengharapkan kehadirian bu Angel. Takut bos sekeluarga balik ke Bali."
"Bagaimana sayang???"
"Disana ada pacar kamu tidak???"
"Sayang........"
"Bercanda. Oke sampaikan kepada pak Chan dan ibu Tara, aku akan datang menemani suamiku."
Dion melihat betapa besar dan luas hati seorang Angel Abraham istri bosnya ini. Betul kata Rido pengen pukul kalau bosnya nakal. Angel sedang membeli bunga buat di bawa ke makam orangtuanya.
"Ron, kalau boleh saran. Sepertinya Jago - jago kamu yang dulu - dulu itu hilangkan deh. Susah mendapat istri seperti ibu bos itu."
"Iya, aku kapok Ion."
Selesai sekar di makam orangtua. Angel dan aaron kembali ke apartemen. Sempat mempir membeli pesanan anak - anaknya di swalayan yang ada di sebuah mall besar di Jakarta. Selesai belanja Aaron dan Angel pulang, karena malam hari mereka akan menghadiri undagan makan dari Chan dan Tara, temannya Aaron.
Pukul tujuh Aaron dan Angel bersama Dion hadir di rumah Chan dan Tara. Sesuai prediksi Angel bahwa bukan hanya dia sendiri namun juga ada teman - teman dari suaminya. Karena masih dalam keadaan duka, Aaron menggunakan kemeja berwarna hitam sangat maskulin sedangkan Angel menggunakan dress berwarna hitam, bentulnya sederhana namun harganya sangat mahal dan brand terkenal.
"Hai Angel, terima kasih sudah memenuhi undangan kami. Walau mungkin ini berat karena kedukaan yang dialami."
"Terima kasih ya Angel, Aaron. Welcome in my house."
Tara mengandeng tangan Angel dan dibawa di ruang tengah yang terbuka ke arah taman samping. Ternyata di sana ada juga Kimberly dan teman - teman lainnya dari teman kuliah suaminya.
Aaron langsung memeluk pingang istrinya. Dan hal itu terlihat oleh Kimberly.