NovelToon NovelToon
Cintai Aku Sekali Lagi

Cintai Aku Sekali Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu / Berbaikan
Popularitas:21.5k
Nilai: 5
Nama Author: moon

WARNING! Sebelum mulai membaca, tolong baca tagar dahulu. Karena di sini area bebas JULID, dilarang mengomel hanya karena keinginan Anda tak sejalan dengan pemikiran Author.



Cinta itu menuntun dirinya untuk membuat keputusan paling kejam, memilih satu diantara dua wanita. Di antara tangis dan perih dua wanita yang lain, ia tetap mempertahankan wanita yang ia cinta.


Setelah keinginan diraih, takdir kembali lancang menuliskan jalannya tanpa permisi. Sekali lagi ia kehilangan, tapi kali ini untuk selamanya.


Terombang ambing dalam amarah, serta sempat menjauh dari-Nya. Tapi sepasang tangan kecil tetap meraih dirinya penuh cinta, tulus tanpa berharap imbalan jasa.


Apakah tangan kecil itu mampu menuntun Firza kembali ke jalan-Nya?


Lantas bagaimana dengan dua wanita yang pernah disakiti olehnya?


Mampukah Firza memantapkan hatinya pada cinta yang selama ini terabai oleh keegoisannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#22

#22

Brak! 

Suara pintu mobil yang ditutup, disusul kemudian tombol pengunci otomatis berbunyi. Pria itu melangkah santai masuk ke rumah mewah hasil kerja kerasnya selama bertahun-tahun. “Assalamualaikum,” ucapnya ketika melangkah masuk ke rumah. 

Tak ada sahutan, tak ada sapaan, sejujurnya ia kesepian di rumah. Karena yang menyambut kedatangannya hanya pembantu di rumah mewah tersebut.

“Den Ahtar, sudah pulang?” 

“Hmm, kemana semua orang?” Ahtar menanyakan ibu dan kedua adiknya. 

“Nyonya Laksmi sedang arisan, Non Citra serta Den Bayu, masih di tempat kerja.” 

Ahtar mengangguk, “Den Ahtar, sudah makan?”

“Sudah, Mbok. Tadi di rumah Abah Husain.” 

“Ya sudah, Mbok simpan lagi makanannya.” 

Wanita paruh baya itu, namanya Mbok Sari, dia sudah ikut bekerja di rumah keluarga ini sejak Gantara Bumi masih bayi. Ketika keluarga Ahtar tiba-tiba bangkrut, Mbok Sari berada di dekat mereka, meski Mbok Sari bekerja di tempat lain. 

Setelah perekonomian keluarga membaik, Ahtar kembali mempekerjakan Mbok Sari, karena hanya wanita itu yang ia percayai. 

Ahtar mengikuti Mbok Sari ke dapur. “Mbok, tolong buatkan es jeruk peras.” 

“Iya, Den.” 

Dengan cekatan, Mbok Sari mengeluarkan beberapa butir jeruk manis dari lemari es, yang Ahtar suka adalah jeruk manis peras, tanpa tambahan gula. Lebih natural, dan sehat. 

Sambil membelah jeruk sebelum di peras, Mbok Sari ngobrol santai seperti pada anak sendiri. 

“Kapan, ya, Den Ahtar di bikinin es jeruk sama istri sendiri? Tangan Mbok kadang linu-linu.” 

“Jadi, Mbok sudah bosen kerja sama aku?” cetus Ahtar, sambil memeriksa ponselnya. 

“Eh, ya nggak, dong. Hanya saja, Mbok sudah tua, ini peras jeruk juga cairannya gak semua bisa keluar, karena tenaga mulai berkurang,” curhat Mbok Sari. 

“Ngaku, nih, kalau sudah tua?” sindir Ahtar. “Dulu bilangnya, biarpun sudah tua tenaga mbok masih kuat, kok.” Ahtar menirukan gaya bicara Mbok Sari. 

Mbok Sari terkekeh, “Itu, kan, dulu. Sekarang, sudah berapa tahun berlalu? Kan, Mbok juga seneng, kalau Den Ahtar punya pendamping. Ada yang masakin, ada yang nyiapin baju, ada yang melambai pas mau pergi kerja, masa iya Mbok Sari terus yang dada dada, ntar dikira Mbok Sari istrinya Den Ahtar.”

“Ditambah lagi kalau Den Ahtar punya anak, pasti rumah ini makin ramai,” imbuh Mbok Sari. 

“Iya, Sih, Mbok. Tapi, siapa yang mau sama pengangguran seperti aku?” 

Mbok Sari mengambil gelas lalu mengisinya dengan es batu dan cairan jeruk peras, lalu menyuguhkannya pada Ahtar. “Pengangguran katanya. Bos ekspor impor dikatain pengangguran, siapa yang berani bilang, biar Mbok rujak mulutnya pake cabe satu kwintal.” 

“Hahaha, kebayang langsung melepuh bibirnya,” cetus Ahtar selepas menyesap es jeruk nya. 

“Lha kalo ngomong gak pake saringan, ngejeplak aja kayak petasan,” gerutu Mbok Sari kesal. “Eh, Den, ngomong-ngomong, tadi Aden ke rumah Abah Husain?” Ahtar mengangguk. 

“Ada ikan segar yang beratnya gak sesuai kriteria untuk dikirim, jadi aku bawakan buat Abah dan keluarganya. Lagian di rumah ini gak ada yang suka ikan.” 

“Duh, buat Abah atau buat— ehm, ehem,” goda Mbok Sari sambil mencolek dagu Ahtar. 

Pria itu tersipu sejenak, “Udah punya suami dan anak, Mbok.” 

“Lha? Keduluan orang rupanya?!” pekik Mbok Sari kaget. Karena dulu sering mendengar curahan hati Ahtar yang selalu berdebar tak karuan bila bertemu putri Abah Husain. 

Ahtar mengangguk, “Tepat saat aku kembali dari perantauan, membawa modal besar dan asa penuh harap untuk menghalalkan dia. Saat itulah hari pernikahan Ersha.” 

“Owalah, kasian anak Mbok.” Mbok Sari mengusap punggung Ahtar dengan penuh kasih dan kelembutan seperti mengusap punggung anak sendiri. 

“Tapi, Mbok, ada yang aneh, loh.” 

“Apa? Apa? Cerita sama Mbok.” Mbok Sari duduk di seberang Ahtar, menyimak dengan serius, persis seperti ibu-ibu komplek ketika mendengar gosip baru. 

“Dua kali aku ketemu Abah, dua kali juga aku ketemu Ersha.” 

Mbok Sari memasang wajah malas, “Ya, iya, lah, memang apa salahnya? Kan, Ersha anak Abah Husain, jadi wajar kalau ada di sekitar abah.” 

“Bukan gitu, Mbok. Selama bertemu Ersha, aku tak pernah melihat suaminya. Abah juga tidak pernah menyinggung suami Ersha, malahan Ersha pulang diantar saudara dan ipar dari suaminya.” 

Mbok Sari mengerutkan kening. “Apa mungkin mereka cerai, Den?” 

“Hush, ngawur. Aku memang cinta sama dia, tapi aku tak pernah berharap rumah tangga Ersha bermasalah.” 

“Halah! Siapa yang peduli, pokoknya pepet terus, Den, sampai dapat kejelasan. Dan yang paling penting, Aden harus bisa mengambil hati anak dan orang tuanya. Mbok jamin, jalan Aden mendapatkan Neng Ersha, akan mulus tanpa hambatan seperti lewat jalan tol.” 

Ahtar tersenyum santai, sama sekali tak menganggap serius perkataan Mbok Sari, karena ia sudah biasa bergurau dengan wanita itu. 

Diam-diam dari balik tembok rumah, ada yang menguping pembicaraan mereka, dan orang itu tak suka mendengar ide Mbok Sari tentang pernikahan Ahtar. 

1
Dewi
semoga ersha berjodoh sama bang ahtar , biar nyesel dah tu Firza dapet perempuan penipu
Rahmawati
jgn samakan ersha dengan diriku ya, ersha itu tulus dan baik gk kayak km😡
Bunda Idza
perempuan ini.... pikiran nya picik, hatinya penuh prasangka
Bunda Idza
langganan seumur hidup juga boleh Neng...🥰
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Gratis buat calon istri 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
yang di hentikan
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
tak ada maaf bagimu 😏
Nar Sih
resha begitu jht hati mu yg sok baik pdhl kmu kmu gk ada baik,,nya ,dasar firza aja yg bodo ,di kasih berilian pilih batu kali 🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul cari aja yg lain,yg lebih segalanya dari Firza 😒
Dozky 2 Crazy
senyum senyum bacaa nyaa Asyiiik otw pe de ka te 😁😁
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
yang sama dengannya
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Alhamdulillah ☺️
Dozky 2 Crazy
couple ghain yg cowo jin dasim yg cewe dedemit cocok lah
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kamu membumbuinya
Dozky 2 Crazy
ayo er mungkin author
Dozky 2 Crazy
wujud nya kaya dedemit author
Dozky 2 Crazy
eh si demit dateng 🙄🙄
Dozky 2 Crazy
dasim dasim cape ah dari tadi bilang mangap mangap trusss
Dozky 2 Crazy
betttul Miranda
buang ajj temen kaya si dasim 😁
Dozky 2 Crazy
maaf palalu dasim dasim
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!