NovelToon NovelToon
Sistem Saldo Eksekutor

Sistem Saldo Eksekutor

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Thriller / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

[Eksekusi penjahat berhasil! 1 Milyar telah dikirim.]

Luis, pengacara miskin yang selalu dihina karena tak pernah memenangkan kasus, mati tertabrak saat pulang.

Namun ia kembali ke masa lalu bersama Sistem Saldo Eksekutor, sistem misterius yang memberinya hadiah uang setiap kali berhasil mengeksekusi kasus dan menjatuhkan para penjahat.

Dari pengacara gagal, Luis mulai bangkit menjadi sosok mengerikan di balik hukum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Hari libur

​Kamar itu hening, hanya suara hembusan kipas angin yang terdengar monoton.

Luis merebahkan tubuhnya di kasur, menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong.

Sudah sepekan ia tidak menampakkan diri di sekolah. Alasan sakit perut yang ia berikan pada orang tuanya terasa sangat basi, namun efektif untuk membuatnya terbebas dari rutinitas membosankan itu.

​"Malas sekali," gumam Luis pelan, suaranya terdengar berat. "Kapan aku akan segera lulus? Aku ingin segera menjadi pengacara. Setidaknya, profesi itu punya tantangan yang nyata. Mendapatkan klien, berargumen di ruang sidang, itu terdengar lebih hidup daripada sekadar duduk di kelas."

​Ia memiringkan tubuhnya, menopamg kepala dengan tangan. Pikirannya melayang pada saldo banknya. Ia ingin sekali memberikan sebagian uang hasil eksekusinya kepada ayah dan ibunya.

Namun, ia tahu itu ide buruk. Jika ia tiba-tiba memberikan uang miliaran, orang tuanya pasti akan curiga. Meski ia mampu memanipulasi bukti transaksi digital, perilaku mencurigakan yang ia tunjukkan pasti akan menimbulkan pertanyaan yang sulit dijawab.

​Tiba-tiba, pintu kamarnya terbuka. Luna, adiknya, menyembul dengan wajah ceria. "Kak, ayo makan. Ibu sama Ayah sudah menunggu di bawah," serunya singkat.

​"Iya, Luna. Sebentar lagi," jawab Luis datar.

​Setelah Luna menutup pintu, Luis bangkit berdiri, merentangkan tangannya yang terasa kaku. Ia menatap cermin di sudut kamar. Wajahnya terlihat tenang, hampir tak berdosa.

​"Mungkin aku perlu membeli alat setrum," bisiknya pada diri sendiri, sambil memikirkan rencana ke depan. "Apa aku coba mutilasi korban berikutnya ya? Ah, tidak. Itu terlalu berlebihan. Aku kan bukan psikopat."

​Tiba-tiba, sebuah layar transparan muncul tepat di depan matanya, memancarkan cahaya biru dingin.

​DING!

​[Anda Salah! Anda memang psikopat.]

​Luis terdiam. Senyum tipis, hampir tak terlihat, muncul di wajahnya. "Iyakah aku psikopat? Aku ini orang baik yang membersihkan penjahat," balasnya sinis pada sistem.

​[Pemberitahuan! Poin eksekusi Anda sudah mencapai 100.]

[Sistem di-upgrade! Fitur analisis target dan pembersihan jejak kini menjadi lebih efisien.]

​Luis menatap poin eksekusi itu. "Pakai saja. Lagi pula, aku terbantu juga dengan fitur sistem yang semakin bagus ini," gumamnya. Upgrade sistem ini membuatnya merasa lebih siap untuk "pekerjaan" berikutnya. Dengan perasaan lega, ia melangkah keluar kamar, meninggalkan kamar yang menyimpan rahasia gelapnya.

​Di ruang makan, suasana terasa hangat. Hendri, ayahnya, duduk di ujung meja sambil membaca koran, sementara Lidya, ibunya, baru saja menaruh sepiring sayur panas.

​"Sudah sembuh, Luis? Kau bilang sakit perutkan? Alasan saja anak satu ini," ucap Lidya sambil tersenyum geli.

​Hendri melirik dari balik koran, lalu menyuapkan nasi ke mulutnya. "Kemarin kata adikmu, ada gadis yang mencari kau di sekitar sini, Luis."

​Luis menghentikan gerakannya sesaat. "Siapa?"

​Luna yang duduk di sebelah Luis langsung menyambar, tampak sangat lahap dengan makanannya. "Gak tahu, Kak. Sepertinya dia satu sekolah sama Kak Luis. Cantik juga sih. Katanya dia pacar Kakak. Emang benar?"

​Luis langsung tahu itu Bella. "Biarkan saja," jawabnya dingin, seolah itu masalah sepele.

​"Kenapa? Aku kemarin bilang tidak tahu karena takut orang aneh," Luna menimpali lagi.

​Luis duduk, mengambil piring, dan menyendok nasi dengan sayuran seadanya. Ia tidak bernafsu makan, tapi ia perlu bersandiwara agar tidak dicurigai.

​"Baguslah kalau begitu," ujar Luis singkat. Ia lalu melirik ayahnya. "Ngomong-ngomong... bagaimana pekerjaan Ayah?"

1
Maul
duit duit duit 🤑💸💵💴💶💰💳
Aisha Miftah khaira
suhu🥶
Maul: /Frown//Grievance/
total 1 replies
Maul
Bunuh/Speechless/
Maul
pantau dulu
Maul
( ̄へ  ̄ 凸
Äï
loh kok 70? bkn nya hadiahnya 50?
Maul: kan di Bab 7 ada tambahan bonus 50 juta lagi kak. di pakai 30, Sisanya 70🙏🙏 terima kasih koreksinya🙏🙏🙏
total 1 replies
BaekTae Byun
bukannya udh di cash in trs 20 jt kasih rio ya
Maul: Hehe, Udah di revisi. terima kasih sudah membantu👍🙏/Smile/
total 1 replies
Maul
Karya pertama ☝
Maul
duidddddd 🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!