NovelToon NovelToon
Pengantin Paksa Sang Mafia

Pengantin Paksa Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Mafia
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mentari_Senja

Alya Maheswari, gadis sederhana dengan masa lalu kelam, dipaksa menikah dengan Arkan Virello, seorang mafia dingin dan kejam yang tak percaya cinta.

Pernikahan mereka bukan tentang cinta, melainkan perjanjian darah. Namun di balik sikap dingin Arkan, tersembunyi obsesi berbahaya. Dan di balik kepasrahan Alya, tersimpan rahasia yang bisa menghancurkan segalanya.

Ketika cinta mulai tumbuh di antara ancaman, pengkhianatan, dan dendam lama, satu pertanyaan muncul:

Apakah mereka akan saling menyelamatkan, atau justru saling menghancurkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta atau Obsesi?

Malam itu mansion Virello mengadakan pesta makan malam keluarga, sesuatu yang jarang terjadi kecuali ada kepentingan besar di baliknya. Dan Alya tahu, malam ini bukan malam biasa.

Gaun hitam panjang yang dikenakannya terasa menyesakkan, bukan karena ukurannya, tetapi karena tatapan Arkan sejak tadi tak pernah lepas darinya.

Tajam, menguasai, seolah Alya adalah sesuatu yang tak boleh disentuh siapa pun selain dirinya.

"Aku tidak suka kamu berdiri terlalu dekat dengan Raka tadi siang."

Suara Arkan terdengar rendah di samping telinganya, ketika mereka menuruni tangga utama.

Alya menghela napas pelan, "Dia hanya bertanya kabarku saja."

"Dan kamu tersenyum padanya."

Alya menoleh pelan, "Aku juga tersenyum pada orang lain."

"Iya, tapi bukan senyum seperti itu."

Jawaban Arkan membuat langkah Alya terhenti sesaat, pria itu menatap lurus ke depan, rahangnya mengeras. Tangannya melingkar di pinggang Alya cukup kuat, hingga membuat gadis itu sadar satu hal, bahwa Arkan sedang marah.

Begitu mereka memasuki ruang makan besar, suasana langsung berubah tegang.

Damar duduk di ujung meja, sambil memainkan gelas wine di tangannya. Selena berada di sampingnya, tersenyum tipis ketika melihat Alya.

"Hanya turun saja lama sekali," ujar Selena manis. "Aku sampai berpikir, bahwa Arkan menyembunyikan istrinya lagi."

Arkan menarik kursi untuk Alya tanpa menjawab, sikap dinginnya justru membuat udara terasa semakin berat.

Makan malam berlangsung penuh percakapan bisnis yang membosankan, sampai Isabella akhirnya membuka suara.

"Kudengar, akhir-akhir ini banyak musuh mulai bergerak," katanya sambil menatap Arkan. "Dan kelemahan terbesar seorang pemimpin, biasanya berasal dari wanita."

Alya menggenggam sendok lebih erat.

Damar tersenyum tipis, "Benar juga, terutama kalau wanitanya terlalu dekat dengan orang lain."

Tatapan semua orang langsung mengarah pada Alya. Jantungnya berdetak tidak nyaman, Arkan meletakkan gelasnya.

"Apa maksudmu?"

"Tidak ada," Damar menyandarkan tubuhnya. "Aku hanya penasaran, seorang polisi terlalu sering muncul di sekitar istrimu."

Alya membeku, namun Arkan belum tahu sepenuhnya tentang penyelidikan Raka terhadap keluarga Virello.

"Apa kamu sedang menuduh seseorang?" ucap Arkan yang berubah dingin.

Damar tertawa kecil, "Aku hanya khawatir, bagaimana kalau istrimu diam-diam menghancurkanmu?"

Tatapan Arkan perlahan beralih pada Alya, dan untuk pertama kalinya, malam itu Alya melihat keraguan di mata pria itu.

Bukan marah, bukan dingin, melainkan ketakutan kehilangan kendali.

"Alya," ucap Arkan pelan. "Keluar sekarang."

Alya menatapnya bingung, "Aku keluar sekarang?"

Alya berdiri perlahan, lalu meninggalkan ruang makan dengan dada sesak. Namun bahkan dari balik pintu, suara bentakan Arkan masih terdengar samar.

"Aku bilang jangan ikut campur dengan urusanku, Damar!"

"Aku hanya membuka matamu saja."

PRANG!

Suara benda pecah membuat Alya langsung menoleh. Tangannya gemetar, beberapa menit kemudian langkah berat terdengar mendekat.

Arkan muncul dari balik pintu, dengan wajah gelap dan rahang mengeras.

"Masuk kamar."

"A-Arkan, aku..."

"Sekarang, Alya."

Tak ada pilihan lain, Alya mengikuti pria itu sampai ke kamar mereka. Begitu pintu tertutup, Arkan langsung menarik dasinya kasar, lalu menatap Alya tajam.

"Apa kamu bertemu dengan Raka secara diam-diam?"

Alya terdiam beberapa detik, "Dia sahabatku, Arkan."

"Aku tidak bertanya siapa dia!"

Untuk pertama kalinya, sejak mereka menikah, Arkan bicara dengan nada tinggi. Hingga emosi Alya ikut terpancing.

"Lalu apa maumu?! Apa aku harus berhenti mengenal semua orang selain dirimu?!"

"Aku hanya mau kamu tahu posisi kamu, Alya."

"Posisi?" Alya tersenyum pahit. "Sebagai apa? Istri? Atau tahanan?"

Mata Arkan menggelap, pria itu melangkah mendekat sampai Alya mundur beberapa langkah.

"Aku hanya melindungimu."

"Dengan cara mengatur hidupku?"

Arkan menatap Alya tajam, "Karena dunia ini tidak aman bagimu!"

"Tapi kamulah yang membuatnya terasa menakutkan!"

Napas Arkan terdengar berat, tatapan matanya berubah, seperti dia sedang terluka. Dan itu membuat Alya bingung.

"Aku tidak pernah menyakitimu," ucap Arkan lirih, namun penuh tekanan.

Alya menelan ludah, "Kadang luka bukan cuma hanya tentang fisik."

Arkan terdiam, untuk sesaat pria itu hanya berdiri mematung, sebelum akhirnya tertawa kecil.

"Jadi sekarang aku monster bagimu?"

Alya tidak menjawab, jauh karena jauh di dalam hatinya, ia sendiri tidak tahu jawabannya.

Arkan selalu melindunginya, selalu datang saat Alya dalam bahaya, selalu memastikan tidak ada satu pun yang menyentuhnya.

Namun dulu saat yang sama, Arkan juga mengurungnya. Mengontrol hidupnya, hingga membuat Alya perlahan kehilangan dirinya sendiri.

Cinta itu seharusnya memberi kebebasan, tapi yang Arkan berikan terasa seperti sangkar emas.

"Aku hanya tidak ingin kehilangan kamu, Alya."

Suara Arkan kali ini jauh lebih pelan, jujur dan berbahaya.

Alya mengangkat wajahnya, "Kenapa kamu takut kehilangan aku?"

Pria itu menatapnya lama, seolah sedang berperang dengan pikirannya sendiri.

"Karena kamu milikku, Alya."

Meskipun Alya tahu Arkan akan menjawab seperti itu, tapi kalimat itu selalu menghantam dada Alya lebih keras dari bentakan apa pun.

Mungkin selama ini Arkan bahkan tidak mengerti perbedaan antara cinta dan obsesi.

Arkan mengusap wajahnya frustasi, sebelum kembali mendekat.

"Kamu tidak mengerti bagaimana rasanya hidup di duniaku?"

"Kalau begitu, biarkan aku pergi dari dunia itu."

"Aku tidak bisa."

Alya tersenyum sinis, "Tidak bisa... atau tidak mau?"

Tatapan mereka bertemu, penuh emosi, penuh luka, dan tanpa peringatan, Arkan menarik tubuh Alya ke dalam pelukannya.

"Aku sudah terlalu jauh untuk melepaskanmu," bisiknya pelan di rambut Alya.

Tubuh Alya menegang, untuk kali ini pelukan Arkan tidak terasa aman. Melainkan menakutkan.

Karena Alya bisa merasakan, sesuatu dalam diri pria itu sedang berubah menjadi lebih gelap, obsesi, dan obsesi selalu menghancurkan apa yang terlalu dicintainya.

Di luar mansion, seseorang berdiri di balik mobil hitam, sambil memperhatikan jendela kamar Arkan dari kejauhan.

Pria itu tak lain adalah Raka, ia menggenggam sebuah map cokelat berisi dokumen rahasia keluarga Virello.

Tatapannya tajam, "Kalau Alya tetap di sana, maka dia akan hancur."

Sementara itu di dalam mansion, Damar tersenyum tipis sambil menatap pecahan gelas di lantai ruang makan.

"Akhirnya dimulai juga," bisiknya, yang seolah merasa puas.

1
Vie
iiiihhhh.... jadi ikutan tegang.....
Vie
lanjut kak 👍👍👍😊😊😊
Vie
iiihhhh...... aku penasaran banget dengan misteri cerita ini, da rahasia apa sebenarnya antara alya dan arkan.... 🤔🤔🤔🤔 lanjut thor makin seru dan tegang juga... 👍👍👍👍
Vie
sku beneran gak ngerti jalan pikiran si alya.. dia udah tau kemarin ada penyerangan yang menargetkan dirinya, bahkan dia sendiripun ketakutan setengah mati dan setelah semua itu masih menanyakan hal yang berulang2, kenapa semua terjadi, padahal walaupun di tidak mau atau bahkan tidak mengakui peenikahan merek, tapi tetap saja mereka sudah terikat pernikahan, dan itu akan menjadi kelemahan buat Arkan. lama2 aku dongkol juga sam si alya deh... 😡😡😡
Vie
lanjut kak .. 👍👍👍👍
Vie
lanjut kak.... makin seru.... 👍👍👍👍
Vie
lanjut kak.... makin seru... 👍👍👍👍
Vie
lanjut kak.....
Vie
lanjut kak...makin seru..... 👍👍👍
Vie
lanjut kak.... makin seru... 👍👍👍👍
Vie
ya makanya kamu jangan keluar rumah sudah tau tidak aman kan, lebih baik dim manis didalam, daripada celaka kan...
Vie
seru juga ceritanya, gak ngebosenin, menarik..... penasaran sama lanjutanya tetap semangat kak, lanjutkan ceritanya sampai tamat.... 👍🏻👍🏻🤭👍🏻
Vie
nah itu kamu udah tahu kan alya,gak usah diperjelas lagi, daripada nanti ujung2nya berakhir bertengkar, saling menyalahkan dn saling tidak mau mengalah.... 🤭🤭🤭
checangel_
Sampai segitunya 🤧
checangel_
Jauh darimu terasa hampa, tapi membuatmu tetap berada di sampingku membuatku lega ~ Arkan said (dalam hati) 🤭
checangel_
Ada kalanya dunia harus bersuara membela keadilan itu, bukan?🤧
checangel_
Dan tak semudah itu juga untuk membalikkan kertas yang sudah bertinta /Hey/
checangel_
Yang penting bukan imannya ya Alya/Facepalm/
checangel_
Betul, apalagi kalau berpikirnya sudah sampai ke perasaan, bukan pilihan lagi yang menyapa, tapi antara keyakinan dan keraguan yang menggema 🤭
checangel_: Bisa yuk
total 2 replies
checangel_
Cieee🤭
checangel_: Kabur ah 🏃🏻‍♀️🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!