Dalam sekejap identitas pribadinya diganti oleh kekasih suaminya. Ia dituduh melakukan berbagai kejahatan.
Kejahatan apa yang dituduhkan oleh kekasih suaminya hingga dirinya harus menebus kejahatan itu dibalik jeruji besi? apakah Kiara mampu melepaskan jeratan permainan orang-orang hebat yang menghancurkan hidupnya dalam sekejap? apakah ada yang bisa membantunya untuk melewati semua ujian hidupnya itu? ikuti cerita gadis cantik nan jenius bernama Kiara...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Tebas Habis.
Kiara mengarahkan kecepatan mobil sesuai arahan Billy yang siap membidik musuh. Walaupun ia tidak setuju dengan cara Billy menghabisi musuh namun dia tidak punya cara lain untuk menghentikan serangan musuh yang juga siap menembak ke arah mereka.
"Baiklah. Jika musuh duluan yang cari masalah maka tidak ada masalah jika mereka juga harus ditebas."
Dalam sekejap peluru Billy lebih dulu menembak ke arah ban yang langsung gembok sehingga mobil musuh keluar dari jalur dengan posisi mobil terguling beberapa kali lalu berhenti dengan posisi terbalik. Kiara tersenyum senang karena petualangan mereka akhirnya berhasil.
"Wah, kamu hebat sekali sayang. Aku kira kamu akan menembak mereka," puji Kiara membuat hidung Billy kembang kempis karena tersanjung dipuji sang kekasih.
"Masih ada satu lagi sayang," ucap Billy sambil memberi isyarat pada Kiara dengan matanya. Kiara mengangguk namun dia tidak mengikuti arahan Billy. Ia malah masuk ke jalur berlawanan yang membuat Billy syok. Ditambah Kiara memutarbalikkan mobil dengan cara mundur.
"Sayang, kenapa kamu ambil jalur lawan arah?" tanya Billy tidak mengerti dengan niat Kiara.
"Lihat saja sayang. Aku juga bisa melumpuhkan mereka. Bukankah mobilmu ini terbuat dari baja?" Kiara menyeringai lalu menambahkan kecepatan laju mobilnya. Beruntunglah kendaraan lain dijalur itu sepi namun keadaan masih bisa dikendalikan dengan mudah oleh Kiara.
Sang penjahat di dalam mobil sedang kelabakan mencari mobilnya Billy sampai lupa dengan tujuan awal mereka yang ingin membunuh saksi yaitu Ronald.
"Kemana mobil tadi?" tanya sang penjahat pada rekannya.
"Mungkin mobil mereka mogok," ucap yang lain yang siap menembak ke arah mobil polisi yang sejak tadi melaju dengan kecepatan tinggi sambil menghindari tembakan penjahat.
Saat masuk jalur putar arah, tiba-tiba saja Kiara langsung masuk ke jalur mobil penjahat yang sedang melaju kencang. Kiara tidak mengambil arah putar balik yang seharusnya. Karena kaget dengan kemunculan mobil Kiara yang tiba-tiba membuat sang sopir membuang setir menghindari tabrakan maut itu namun naas bagi mobil penjahat itu yang langsung kehilangan kontrol membuat mobilnya terbalik lalu terseret beberapa meter dan langsung ditabrak oleh truk yang sedang melaju dengan kencang. Billy bersorak sambil tepuk tangan seakan sedang menyaksikan tontonan menarik.
"Mampus kalian semua...!" Billy teriak sambil tertawa cekikikan. Kiara hanya mengucapkan hamdala karena berhasil melumpuhkan mobil penjahat. Dan sekarang ia mengawasi mobil polisi yang sudah melaju stabil.
"Sayang. Ternyata kamu lebih hebat dari yang kuduga. Terimakasih untuk aksi memukaunya. Aku tidak sabar lagi ingin segera menikahimu," ucap Billy spontan sambil menatap wajah calon istrinya itu dengan ekspresi wajah terlihat puas.
"Nanti malam kita akan menikah. Keluargaku sudah ada dihotel dan mereka sudah menghubungi penghulu yang merupakan imam masjid besar di kota ini untuk menikahkan kita," ucap Kiara.
"Benarkah? kenapa kamu baru bilang sekarang. Di hotel mana mereka menginap sayang biar aku minta Marco menjemput mereka," ucap Billy antusias.
"Nanti kalau kita sudah resmi menikah kamu boleh mengajak keluargaku menginap di rumahmu. Untuk saat ini biarkan mereka istirahat dulu. Sekarang kita harus ke kantor polisi untuk memastikan Ronald sudah berada di sel tahanan," sahut Kiara.
"Baiklah sayang. Setelah urusan ini selesai kita makan ya. Aku sudah sangat lapar," Billy mengusap perutnya dan Kiara baru paham kalau calon suaminya itu baru merasa lapar kalau sudah menyelesaikan masalah.
Ketika sudah tiba di kantor polisi, Ronald langsung masuk ke sel tahanan. Kepala polisi mendatangi Ronald dengan wajah masam.
"Kau sangat memalukan. Kau tidak pantas bergabung di wilayah pemerintah karena mentalmu masih miskin. Kamu tahu kenapa? karena orang suka menghalalkan segala cara demi sesuatu yang diinginkan tidak lebih dari iblis berwajah manusia. Dan kau ini adalah wujudnya iblis," Hinaan tuan Adams kepada Ronald terdengar sangat menyakitkan bagi pria itu.
"Tuan, ada tuan Billy ingin bertemu dengan anda," ucap sang anak buah.
Kebetulan Adams adalah sahabat masa kecilnya Billy. Namun polisi jujur ini baru ditempatkan di kota itu karena sebelumnya bertugas di kota Texas. Adams tidak tahu jika Billy yang dimaksud adalah sahabatnya. Saat bertemu lagi keduanya tampak saling menunjuk satu sama lain.
"Apakah kamu Adams?" tanya Billy tanpa membaca nama di seragam Adams.
"Billy Alkantara?"tanya Adams lalu Billy mengangguk. Dan keduanya spontan saling memeluk.
Keduanya saling menanyakan kabar dan keluarga mereka masing-masing. Billy memperkenalkan Adams pada Kiara yang langsung mengangguk hormat. " Kiara adalah calon istriku," ucap Billy.
"Aku sudah memiliki satu putra dan usianya baru tiga tahun," ucap Adams.
"Syukurlah kamu sudah terlihat bahagia sekarang," ucap Billy.
"Apakah Ronald yang melakukan kejahatan padamu? jadi dia yang membunuh Mark?" tanya Adams.
"Dia menyuruh orang lain untuk menghabisi Mark dan istrinya. Dan sekarang keponakanku Anabel menjadi yatim piatu diusianya yang masih terlalu kecil," kenang Billy.
"Aku turut berduka cita Billy. Aku janji akan menyelesaikan kasus ini. Sudah saatnya kita harus menghentikan kekerasan politik di negara ini agar aman dari mafia oknum politikus," janji Adams.
"Aku percaya padamu Adams karena aku sangat mengenal watakmu. Aku pamit dulu karena harus mempersiapkan pernikahan kami nanti malam," ucap Billy.
"Selamat menempuh hidup baru Billy. Kamu pantas bahagia," ucap Adams dan keduanya kembali berpelukan.
Pasangan calon pengantin ini sudah berada di restoran tidak jauh dari kantor polisi. Kiara dan Billy memesan Pizza tuna keju. Billy teringat dengan gaun pengantin untuk Kiara kenakan nanti.
"Sayang, kita harus beli gaun pengantin untukmu," ucap Billy.
"Tidak usah. Bundaku sudah membawanya dari Indonesia," ucap Kiara.
"Kalau begitu kita langsung ke hotel mereka. Nanti Marco yang akan menjemput Anabel," ucap Billy yang tidak sabaran bertemu kedua mertuanya.
"Ok." Kiara menghabiskan pizzanya. Keduanya memutuskan sholat dzuhur di hotel bersama dengan keluarga Kiara. Mobil mewah itu meluncur ke arah hotel. Saat memasuki hotel entah mengapa nyali Billy tiba-tiba ciut. Ia merasa sangat tegang bertemu dengan calon mertuanya.
"Tenang saja ayah dan kakekku tidak akan memakanmu. Ayo kita turun...!" ajak Kiara dan Billy memberi kunci mobilnya pada petugas hotel untuk parkir mobilnya. Kiara memencet bel kamar inap orangtuanya. Tidak lama kemudian ayahnya sudah muncul lalu melirik ke arah Billy.
Devan mengangguk senang lalu menjabat tangan Billy. Billy mencium tangan itu dengan penuh takzim. Suara dari arah belakang mengagetkan pasangan itu.
"Kiara, apakah dia adalah calon suamimu?" tanya kakek Rudi. Kiara tersenyum lalu mengangguk. Billy segera membalikkan badannya dan melihat sosok yang ada di hadapannya.
Kakek Rudi menatap wajah Billy sesaat seakan sedang mengingat wajah itu pada seseorang.
sampe punya anak dan cucu dan alat alat canggihnya yg bs menghilang dll.
aq penggemar author dari cerita nenek amina lupa namanya🤭