NovelToon NovelToon
Swapped Souls (Jiwa Yang Tertukar)

Swapped Souls (Jiwa Yang Tertukar)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Teen School/College / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yourbee Lebah

Menceritakan Kayla Eleody Seorang gadis kaya raya dengan kehidupan glamour sempurna, gadis pemberani ini tiba tiba saja bertukar jiwa dengan Zara seorang gadis miskin yang menjadi korban bully di sekolah, mampukan Kayla hidup dalam raga Zara dengan segala kesulitannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 : Peringatan zara

"Mimi ninggalin HP nya di atap, gue curiga dia nyimpen sesuatu di sana, tapi gue gak tau apa" Katanya.

"Emm bentar deh, Aku inget inget dulu"

Zara bangkit dari duduknya, ia berjalan masuk ke dalam rumah untuk mengambil sesuatu, tak lama gadis itu kembali dengan membawa sebuah ponsel.

"Ini" Zara mengulurkan ponselnya pada Kayla.

"Iya ini emang HP mimi, tapi maaf kay aku gak tau apa kata sandinya" Balasnya.

Gadis itu melirik ke arah dahi hingga membentuk kerutan halus di wajahnya, ia berfikir keras kemungkinan kemungkinan yang ada di dalam ponsel mimi.

"Gue yakin tuh anak bukan tanpa sebab ninggalin HP ini, lagian kenapa dia gak nyatet sandi HP nya sih! oon banget!" Omelnya.

"Kamu gak boleh gitu, dia udah gak ada, lebih baik kita doain semoga dia bisa berada di tempat Tuhan"

"Ini bukan masalah Tuhan, lagian surga mana yang mau nerima orang bunuh diri, ini tuh masalahnya ada di gue, gue harus tau apa sandi HP ini bocah, gue yakin ada sesuatu di HP nya!"

"Iya kamu yang sabar" Kayla mengusap bahu Zara lembut.

"Ngomong ngomong gimana kamu bisa deket sama leon?" Tanya Kayla pelan.

"Kenapa? lo seneng kan?"

"E-enggak kok" Jawab Kayla gugup.

"Gausah boong deh, gue udah tau, lo aja bikin pin HP pake tanggal lahir dia, Leon juga udah cerita ke gue kalo lo pernah seperhatian itu sama dia pas kelas satu, dia udah minta maaf karena sempet bully lo!" Jawab Zara.

Kayla menunduk malu, ada rasa senang di hatinya mengingat hubungan nya dengan Leon membaik.

"Syukur deh, terus kamu ada ide apa buat buka HP mimi?"

"Gue udah coba buka pakek tanggal lahir dia, dan gak bisa, mungkin dia juga pake tanggal lahir orang yang dia suka, lo tau dia suka siapa?"

"Emmm siapa ya? bentar aku inget inget" Katanya.

"Siapa?"

"Aldi" Jawabnya.

"Aldi siapa?"

"Wakil ketua OSIS, waktu itu dia pernah ngasih surat ke Aldi"

"Kok lo tau?"

"Kebetulan aja aku liat, tapi ya emang gak di Terima sih, tapi kan siapa tau bener tebakan kamu kalo mimi pakai tanggal lahir orang yang dia suka, Kita coba aja dulu"

"Yaudah, besok kita ke Aldi"

Di sisi lain....

"Saya minta maaf atas ucapan anak saya yang kurang sopan tadi pak" Kata Sita.

"Ya tidak masalah bu, saya mengerti, tapi jujur aja saya gak pernah liat anak saya bilang begitu" Balas Harris.

"Kayla?"

"Ya, seingat saya kayla sangat sensitif jika membahas tentang pernikahan saya, bahkan dulu dia sempat kabur pergi saat saya bilang kalau saya mau menikah" ungkapnya

"Mungkin Kayla sangat sayang sama ibunya"

"Memang begitu, tapi tetap saja kan hidup seharusnya tetap berjalan"

"Bapak bener, lagian Kayla pasti butuh sosok ibu kan?"

Harris mengangguk dengan ucapan Sita, semenjak ucapan yang didengarnya dari Zara tadi ia merasa canggung di dekat Sita.

"Saya terimakasih banyak karena bapak mau kasih kesempatan Zara buat buktiin semuanya pak, saya yakin dia tidak akan berbicara seperti itu tanpa sebab"

"Tentu tentu, saya paling menentang yang namanya ketidak adilan, saya tidak suka jujur saja, makanya saya percaya dengan apa yang di katakan Zara, apalagi melihat perjuangan ibu yang selalu membelanya, itu membuat saya kagum"

"Zara anak saya satu satunya, dia satu satunya yang saya punya di dunia ini, saya sangat menyayanginya"

"Saya mengerti"

"Kalo boleh tau dimana ayah zara?"

Sita menunduk, ia malu menjawabnya.

"Kami sudah bercerai sejak Zara masih kecil"

Harris mengangguk anggukan kepalanya mengerti.

"Maaf saya tidak bermaksud... "

"Tidak masalah"

...****************...

Zara dan Kayla mencari seseorang yang sempat mereka bahas malam kemarin, namun keduanya berhenti saat melihat michele dan kedua teman nya.

"Kok mereka bareng sih? aneh banget" Kata ruri.

Michele melihat kedua manusia dengan latar belakang yang sangat berbeda itu semakin dekat padanya.

"Kok lo bisa di sini?" Tanya michele pada Zara.

Kayla menatap michele dan juga ekspresi Zara yang mulai marah bergantian.

"Sabar" Bisiknya.

"Wait! ini aneh banget kalo lo gak mau gabung sama kita dan milih Zara jadi temen lo kay, lo gak lupa kan siapa lo dan siapa dia?" Tanya michele remeh.

"Nikmatin masa sekolah lo sekarang, karena gue gak tau berapa lama kalian bakalan di penjara, gue janji bakalan cari bukti kalo kalian udah bully gue dan juga mimi"

"Ya mana? jangan bilang lo masih ngandelin surat itu ya? lo gak denger kata polisi, surat itu palsu!" Balas ruri.

Michele menyenggol lengan teman nya itu, ia mengisyaratkan ruri untuk diam dan tidak melawan, ia mulai ketakutan saat melihat Kayla bersama dengan Zara.

"Bokap lo? bebasin dia?" Tanya michele pada Kayla.

"Iya" Jawab Kayla singkat.

"Kenapa?" Tanya Zara melangkah maju, ia berdiri dihadapan michele penuh percaya diri.

"Lo takut?" Tanya nya lagi.

Michele membeku, zara seolah dapat memahami apa yang ia rasakan sekarang.

"Gue gak salah, kenapa harus takut?"

"Yang bener lo gak salah?" Zara tertawa remeh.

"Ya, gue gak salah, dan lo terpaksa harus nerima itu semua"

"Kita liat aja nanti, lihat gimana cara gue ngehancurin keluarga lo yang arrogant itu, liat gimana cara gue bakalan nyari bukti yang kuat buat jeblosin remaja remaja setan kaya kalian!" Zara menunjuk Michele tepat pada bagian wajahnya.

"Berani lo sama kita! lo gak kapok apa masuk penjara!" Windi menantang

"Diem bego!" Michele memperingati dan membuat kedua teman nya langsung terdiam.

"See?" Kata Zara.

Kayla tetap berdiri di belakang Zara dan menyaksikan bagaimana gadis itu menantang tiga orang kaya tersebut.

"Leader kalian aja takut gini kalian masih berani beraninya bentak gue?"

"Cell? kok lo diem aja sih!?" Windi tak Terima.

"Diem!" Bentak Michele.

"Selain gue gak takut sama lo gue juga bisa baca mimik orang yang ketakutan, dan gue yakin Michele sekarang lagi ngerasain itu, atau jangan jangan feeling lo bagus juga ya?" Tanya Zara

"Feeling apa maksud lo?!" Tanya ruri.

Zara tersenyum remeh, ia menatap ketiga gadis itu sambil tertawa kecil.

"Gue yakin Michele punya feeling kalo dia bakalan masuk penjara atau... di maki maki sama ibu bapaknya, kalo lo berdua gak tau sih, yang jelas dan pasti nama lo bertiga gak bakalan ada di sekolah ini"

"Udah cukup" Peringat Kayla pelan.

"Kay ayo kita pergi, inget tujuan awal kita jangan kepancing sama mereka" Bisik Kayla.

"See you!" Pamit Zara.

"Cell kok lo diem aja sih?!"

"Lo berdua tuh gak ngerti anjing! dia gak main main!" Bentak Michele.

Michele menghentakkan kakinya marah dan meninggalkan kedua teman nya.

"Lo yakinin gue kalo tante widya dengan segala kuasa dan uang nya itu gak mungkin di kalahin sama Zara si miskin, yakinin gue win!" ruri berujar frustasi.

"Y-ya semoga aja sih, ahh gue jadi bingung liat michele kaya gitu!" Windi menghentak kesal.

1
Yourlovelife
ayo baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!