Merlin yang merupakan seorang genius dari dunia bumi mati tewas karena kelelahan dan juga kebosanan di dunia asalnya, dan terlahir kembali ke Avalond yang mana berada di galaksi Andromeda, di sana dia menyadari kalau Avalond telah mengembangkan tehnik sihir yang mana mereka lakukan untuk bertahan hidup dari serangan 10.000 ras monster. Namun bukanya putusasa ataupun bertekad untuk menjadi penyelamat dunia, Merlin malah lebih tertarik untuk mulai meneliti tehnik sihir yang ada di dunia Avalond.
Ini adalah kisahnya seorang peneliti gila yang jenius, yang akan melakukan apapun untuk penelitiannya, baik itu legal maupun ilegal dan akan menghancurkan siapapun yang menghalangi jalannya baik itu manusia, monster, Demon ataupun Dewa itu sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafli Ananda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 Fallen bagian 2
Markas militer sementara, di sana adalah tempat berkumpulnya para prajurit dari berbagai markas militer untuk menghadang para monster ras Roc Bird yang secara tiba-tiba menyerang umat manusia, karena ancaman bahaya tersebut para pimpinan militer mulai bertindak. Mereka memutuskan beberapa Mage tipe angin dan api untuk menjaga perbatasan area gunung berbatu, dan di sana juga terlihat seorang pengawas bernomer yang berusaha untuk mencari cara agar dapat berdamai dengan ras Roc Bird.
Yang memimpin markas militer sementara tersebut, ialah seorang Mage berlevel 5 dengan Grimoire elemen angin, dia bernama Saundra yang merupakan bawahan dari keluarga Pride. Dengan koneksinya dengan keluarga Pride, Saundra dapat mencapai tingkat kapten pasukan dengan cepat.
Dan di dalam sebuah tenda besar tersebut, Saundra terlihat sedang berdiskusi dengan para prajurit bawahannya, di sana juga adalah kapten pasukan dari markas militer lainnya beserta pengawas bernomer 15. Dengan nada santai pengawas nomer 15 yang mana terlihat seperti gadis kecil berusia 12 tahun menatap Saundra dan berkata.
“Kapten Saundra, sekali lagi terimakasih karena telah menyambut kami dengan tenda dan makanan hangat ini… akan tetapi sebisa mungkin bisakah kau menyuruh anak buahmu untuk tetap tenang, hawa membunuh yang mereka keluarkan sangat kuat bahkan aku sedikit takut dengan mereka”
“Nona pengawas nomer 15, maafkan sikap para bawahanku yang kasar ini… akan tetapi seperti yang kau ketahui, sekarang kita ada di medan peperangan, jadi tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi… karena hal itulah mereka sedikit berjaga-jaga dan tampa sengaja melepaskan aura permusuhan mereka” balas Saundra.
Di tempat itu hanya Saundra dan pengawas no 15 yang berbicara, karena keduanya adalah seorang Mage berlevel 5, dan pada saat mereka sedang berbicara satu sama lainnya saat itu juga aura energi force keduanya langsung menekan para prajurit yang ada di tenda tersebut. Keduanya melakukan perang dingin antara satu sama lainnya, dan hal itu membuat para kapten pasukan dari markas militer lain mulai merasa tidak nyaman.
Pada saat keduanya sudah hampir mengeluarkan Grimoire milik mereka, pada saat itu “Frushkk…” Seorang prajurit masuk kedalam tenda mereka, dan dengan nada hormat dia berkata.
“Lapor tuan, ada keadaan darurat… kami menemukan para penjelajah tergeletak tak berdaya di tempat pengawasan kita, dari luka yang kita dapatkan mereka terlihat terkena serangan cakaran dari ras Roc Bird”
Saat mengetahui hal itu, Saundra tersenyum kecil, dan dengan nada dingin dia berkata.
“Segera berikan mereka pengobatan terbaik, dan pastikan mereka untuk tidak mati… dan juga segera beritahu masalah ini ke asosiasi penjelajah, biarkan mereka mengetahui kekejaman dari ras Roc Bird”
Pesan dengan cepat di kirimkan ke gedung asosiasi penjelajah terdekat, di saat itu juga salah satu pimpinan asosiasi penjelajah melihat pesan tersebut, dan dirinya hanya tersenyum kecil karena pada saat yang sama dia menerima vidio rekaman akan serangan dari para prajurit militer yang menyerang para Mage dari asosiasi penjelajah. Dengan senyuman di wajahnya, seorang pria paruh baya yang terlihat telah berusia 40 tahunan kemudian menghubungi seseorang, dan orang itu adalah perempuan dengan rambut silver yang mana mendaftarkan Merlin kedalam asosiasi penjelajah.
“Pihak militer telah bermain kotor, akan tetapi tampaknya mereka tidak tahu kalau kekotoran mereka talah kita lihat dengan sangat jelas… bawa tim pembasmi, dan buat mereka mengerti apa akibatnya bermain-main dengan kita”
“Di mengerti ketua” balas perempuan tersebut.
Sementara itu di pegunungan berbatu, di sarang besar para Roc Bird “Frushk… Wushkk…” di sana adalah tempat yang di penuhi oleh angin kuat yang dapat menjatuhkan orang-orang yang mencoba untuk mendakinya, dan beberapa Mage yang berusaha untuk melawan para Roc Bird terbunuh karena angin dan jalanan yang mematikan tersebut. Sarang besar para Roc Bird terbuat dari bebatuan yang mereka ambil dari area sekitar, dengan energi force mereka para Roc Bird mengikis dan membentuk bebatuan tersebut menjadi material bangunan.
Menggunakan air liur mereka yang unik, para Roc Bird dapat menempelkan material berbatu tersebut satu sama lainnya sehingga membuat sebuah bangunan batu besar yang menempel di pinggiran pengunungan yang terjal. Kemudian di salah satu bangunan batu terbesar, tempat itu merupakan sarang dari salah satu dari 5 pimpinan Roc Bird, dan juga adalah salah satu dari Roc Bird yang menyarankan untuk tidak menyerang umat manusia.
Roc Bird tersebut bernama Urusa, di masa mudanya dia dikenali sebagai sosok bengis yang menghabisi ratusan mahluk yang berani menyerang rasnya, dan dengan kendalinya terhadap elemen angin dan petir, Urusa merupakan salah satu Roc Bird terkuat yang pernah ada. Namun karena serangan dari ras monster Chultulu, dia mendapatkan luka permanen yang membuatnya dia dapat memulihkan diri keadaan semula.
Sekarang ini Urusa hanyalah Roc Bird tua yang berada di level 7, walaupun dia terlihat sakit dan sayap hitamnya telah memudar akan tetapi dia dapat memimpin para Roc Bird wilayahnya dengan bijak. Namun pada saat itu para Roc Bird sedang berkumpul untuk mendiskusikan masalah yang terjadi, Urusa mengumpulkan para bawahan terpecayanya dan duduk di sana sambil berkata.
“Semuanya aku mengumpulkan kalian semua untuk menanyakan pendapat tentang apa yang harus kita lakukan”
“Ketua Urusa kau tidak perlu bertanya lagi, kami semua setuju dengan setiap keputusanmu… akan tetapi kalau harus memberikan saran, saya harap anda memikirkan kembali untuk melakukan serangan terhadap umat manusia, karena sangat jelas apa yang terjadi pada desa itu adalah sebuah jebakan untuk ras kita” kata salah satu bawahan Urusa bernama Ruasa.
Ruasa adalah cucu dari Urusa, dia memiliki kekuatan yang dapat di setarakan dengan Mage berlevel 5, dan dengan kebijaksanaannya banyak Roc Bird yang setuju akan dirinya yang mengambil alih kursi kepemimpinan dari Urusa. Mendengarkan saran dari cucunya membuat Urusa mengingat kembali apa yang terjadi pada desa yang berada di dekat wilayah gunung berbatu.
Pada saat dirinya dan para Roc Bird datang ke desa tersebut, mereka telah melihat banyak orang-orang desa yang mana di bunuh di tempat, baik itu laki-laki, perempuan, tua dan muda semuanya di habisi dengan kejam. Bukan hanya itu saja, dari mayat para warga desa terdapat sebuah bekas luka cakaran yang hampir sama persis dengan cakar mereka.
Dan melihat kekejaman serta kebengisan tersebut, Urusa langsung tersadar kalau mereka telah di jebak. Dan sekarang ini telah beredar kabar akan serangan dari ras Roc Bird yang membantai sebuah desa kecil di area gunung berbatu.
“Siapapun yang melakukan hal ini sangatlah berhati-hati dan juga memiliki pengetahuan akan sarang Roc Bird di wilayah ini… mereka dapat menemukan sarang-sarang tempat para anakan Roc Bird berada, dan mengalahkan para penjaga dengan mudah”
“Aku curiga kalau para penjaga itu di kalahkan secara tiba-tiba, maka ada sesuatu yang membuat mereka tidak waspada… sebuah tehnik sihir khusus, atau seorang pengkhianat” pikir Urusa.
.
.
.
Bersambung…..