NovelToon NovelToon
Cintaku Nyangkut Di Surat Kontrak

Cintaku Nyangkut Di Surat Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"aku terima syaratmu, tapi terima juga syaratku, kael.."
mahiya melotot kesal,pria dingin itu hanya mengangguk datar.
"okeyyy..deal"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29

"astaga kael.., apa-apaan itu?" seru sang nenek dengan suara terkejut riang, wajah wanita sepuh itu tersenyum senang.

"bisa-bisanya kamu melumat bibir istrimu di depan kami semua"

Kael tersenyum, matanya memindai seluruh ruangan, mengamati reaksi semuanya.

Daddy dan mommynya tertawa, mereka tak lagi terkejut atau curiga, kael melirik gerard.

Abangnya itu terlihat jengah, sementara irene hanya tersenyum, tapi tidak dengan martin, pria itu masih menatapnya tak percaya.

Kael nggak sadar, mahiya yang duduk disampingnya sedang membeku dengan wajah semerah kepiting rebus.

"kael kurang ajar, lihat nih! Mahiya jadi malu" tukas mommynya sambil mengelus pundak mahiya.

Mahiya tersentak karena elusan tangan dan ucapan mertuanya, dia menundukkan kepalanya.

Ada rasa amarah yang sedang mahiya tahan, mahiya merasa dilecehkan. Tapi, sial. Mahiya menyukai rasa itu tadi, waktu bibirnya dan bibir kael bersentuhan ada sensasi aneh di perutnya.

"sayang...,

Sayang..!"

Mahiya menengadah, menatap kael yang sedang tersenyum manis padanya.

"maaf, aku nggak kuat lihat bibir kamu tadi. Sangat menggoda"

Mahiya tercekat, cara kael tersenyum, cara pria itu mengatakan semuanya, sangat terlihat sempurna. Siapapun akan percaya kalau kael benar-benar mencintai mahiya.

Mahiya susah payah menahan amarah yang hampir meledak di mulutnya, dia benar-benar tersinggung kali ini.

Perbuatan kael benar-benar membuatnya merasa terhina, mahiya merasa kecolongan, dia ngerasa sedang di lecehkan. Tapi kenapa hatinya jadi kek gini, kenapa mahiya tidak merasa keberatan, dan kenapa mahiya malah menyukainya.

'sialan..,'

Mahiya memaki hatinya yang murahan.

"sayang.."

"kak..sopan dikit dong! malu tahu" protes mahiya dengan suara sedikit centil, mata indahnya mengerjab malu-malu kucing.

Bola mata coklat kael membesar, tak percaya dia mendengar ucapan mahiya. Kael tahu gadis itu pasti sedang marah besar, dia tadi sudah pasrah kalau mahiya menamparnya.

Tapi ternyata mahiya malah membantunya, kael tersenyum manis dan kali ini senyum itu tulus banget.

Kael menoleh, menatap martin yang masih memandanginya, kael menaikkan alisnya sebelah, seakan pengen ngomong.

'ape lo?hah...hah?'

Martin melengos gondok, wajah tampan sepupu kael itu kelihatan banget mendongkol berat.

"mahi.., kael..!"

Tiba-tiba suara nyonya sandrina mengalihkan perhatian kael, dia dan mahiya serentak menoleh ke arah mommynya penasaran.

"setelah pernikahan martin, kamu dan kael harus segera pergi bulan madu yah, agar nggak ada lagi yang mencurigai pernikahan kalian"

"sip..mom, kael cuman nunggu libur semester mahi"

Mahiya melirik, wajah kael terlihat sumringah. Mahiya cuman bisa mengangguk cepat, dia juga tersenyum manis.

*******

Mahiya berjalan lambat di belakang kael, sejak di mobil tadi pun dia sama sekali nggak berisik.

Kael mungkin menyadarinya bahwa penyebab diam mahiya karena perbuatannya tadi, dia juga diam, nggak berani ngomong apapun.

"mahi.." panggil kael hati-hati, perasaannya mendadak nggak enak, dia melambatkan langkahnya menunggu mahiya.

Sejak pulang dari rumah orangtuanya tadi, mahiya tidak bicara sama sekali, terus terang kael rada takut melihat mahiya yang nggak banyak omong.

"mbaaakkk"

Kael dan mahiya menoleh kaget, mereka terkejut. Fikral, adik laki-laki mahiya berdiri di depan lobby melambai-lambai ke arah mereka.

Mahiya berjalan cepat, setengah berlari menghampiri adiknya itu.

"mau kemana kamu?" tanya mahiya keheranan mengamati adiknya yang berdiri cengengesan dengan tas ransel besar dipunggungnya.

"fikral mau numpang nginap semingguan, abi dan ummi pulang ke lampung, saudara ummi ada yang nikahan"

Mahiya terperangah kaget, kael yang baru aja sampai di depan mereka, ikutan terdiam.

'mampos dah, bakalan ketahuan nih, mana barang mahiya belum dipindahin ke kamarnya'

"mas.." angguk fikral sopan, sambil salim tangan abang iparnya.

"kamu kok dadakan banget sih, mbak belum rapihin kamar untuk kamu" keluh mahiya, sebenarnya dia sedang kebingungan gimana caranya supaya adiknya nggak tahu kalau mereka tidur terpisah.

"yah udah, nanti fikral bantuin mbak"

Mahiya dan kael saling pandang, saling bertanya tanpa kata-kata.

"fikral udah makan siang?" kael mengalihkan perhatiannya ke adik iparnya itu, tangannya meraih ransel dari punggung fikral.

"udah tadi mas, tapi emang agak lapar sih hehehhe"

Kael ikut tertawa, sambil tangannya merengkuh pundak fikral.

"kita makan siang dulu, biarin mbak kamu rapihin kamar buat kamu sebentar"

Mahiya langsung paham, dia mengangguk dan tersenyum puas. Kael memang sangat cepat refleknya, otaknya beneran berpikir cepat di saat-saat kritis.

"loh, mbak mahi nggak ikut makan siang?" tanya fikral heran, dia menoleh ke belakang melihat mbaknya yang melambaikan tangan.

"kami sudah makan siang tadi di rumah orangtua mas, karena di rumah, mbakmu belum masak, jadi mas temani kamu makan siang dulu"

Fikral manggut-manggut paham, anak laki-laki 17 tahun itu duduk tenang di samping kael yang tenang nyetir mobilnya.

Sementara mahiya dengan terburu-buru langsung naik ke apartemen mereka, tangannya masih sempat mengirim pesan untuk kael.

'tahan fikral sekitar 30 menit, aku harus rapikan kamar secepatnya'

[siap]

Tak disangka kael membalas pesan mahiya secepat itu.

'kak! pakaianku aku titip di walking closet kamu, bolehkan?'

Balasan kael hanya sebuah emot, sebuah tangan yang menunjukkan jempol.

"dasar orang tua, emotnya tua banget" celetuk mahiya sambil tersenyum geli, walau kael tampan dan keren, tapi typingnya nggak banget.

Mahiya menatap kamarnya yang sudah rapi, tak lupa dia nyemprotin wewangian di kamarnya supaya baunya hilang dari kamar itu.

Mahiya mulai merapikan barang-barangnya di kamar kael, aroma maskulin kamar itu tercium. Mahiya menyusun buku-buku kuliahnya di atas meja kerja kael, setelah merapikan pakaiannya sendiri.

Mahiya berdiri tertegun di depan ranjang besar kael, matanya menatap sebuah figura di atas nakas.

Ternyata kael memang belum melupakan clarissa, mahiya meraba dadanya yang tetiba aja berdenyut cepat.

Entah kenapa hatinya mendadak sakit, nggak sadar dia juga meraba bibirnya, teringat ciuman kael tadi, yang malah menambah rasa sakit di dadanya.

"sialan kau kael" sungut mahiya kesal, sambil keluar dari kamar kael. Mahiya ke dapur, kepengen ngopi jadinya dia.

Rasa kesal di hatinya malah semakin terasa aja, saat pintu terbuka suara tawa kael dan fikral terdengar renyah, wajah cantik mahiya masam menatap kael yang menatapnya keheranan.

"udah beres sayang?, kamar fikral udah rapi?"

Kael tanpa basa basi menjatuhkan tubuhnya di samping mahiya, dengan santainya pria itu merengkuh pundak mahiya.

Menarik tubuh mahiya erat ketubuhnya, mahiya jengah sebenarnya tapi karena ada fikral yang mengamati mereka mau nggak mau mahiya menuruti kael.

"sebenarnya fikral tadi pengen di rumah aja mbak, tapi ummi nggak ijinin"

Fikral yang duduk di depan mereka, menjelaskan dengan tetap mengamati keduanya.

"benar tuh kata ummi.."

Tiba-tiba kael yang nyeletuk, kepala pria itu manggut-manggut setuju.

"ntar kalau kamu sendirian di sana, mas atau mbak mahi nggak bisa ngurusin kamu"

Mahiya melirik, ucapan hangat kael malah membuatnya semakin kesal. Bisa nggak sih berhenti pura-pura perduli, mahiya nggak mau kebohongan kael semakin menjadi-jadi.

"ayo fik, mbak antar ke kamarmu"

Tiba-tiba mahiya berdiri, meraih ransel adiknya, melangkah ke kamarnya meninggalkan kael yang termangu.

Kael merasa mahiya sedikit aneh, wajah masam gadis itu tadi agak menganggunya. Apa mungkin mahiya masih marah adegan di meja makan tadi, saat ia melumat bibir gadis itu.

Kael meringis, jelas sih. Emang tadi dia agak keterlaluan, seenak jidatnya mencium bibir anak gadis orang.

Tapi tetiba wajahnya tersenyum tipis, mengingat adegan itu. Kael mengingat rasa bibir itu tadi, lembut. Dan jujur saja, dia juga cukup gugup karenanya, jantungnya berdenyut cukup kuat. Dan anehnya kenapa rasa di hatinya saat mencium bibir mahiya tadi, berbeda dengan yang ia rasakan saat bersama clarissa.

Bersambung...

1
Rina Zulkifli
maratahon 22 part. mantul n seru ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!