NovelToon NovelToon
Anak Kembar COE Terpisah

Anak Kembar COE Terpisah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rere Lumiere

Seraphina Gunawan atau yang sering di sebut Sera, menikahi CEO Ashford Sync yang dingin dan tanpa perasaan serta hanya mencintai, cinta pertamanya Celesta.

Selama tiga tahun Sera hanya menanggung rasa sakit karena hanya menjadi pengganti dalam hidup sang CEO dan melihat pria itu telah bertemu kembali dengan cinta pertamanya. Namun, ketika dia ingin meninggalkan kehidupan nya yang menyakitkan tiba-tiba dia mengandung anak CEO.

Bagaimana kelanjutan cerita nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere Lumiere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tes DNA

Louis berhasil sampai di lantai dua rumah sakit setelah menaiki lift dan mencari ruang laboratorium, bertujuan menemui ibu angkatnya yang merupakan Dokter Spesialis Patologi.

Ia membuka ruangan dengan santai, membuat Anastasia menoleh secara refleks karena khawatir datang pasien yang tidak sabaran. Namun, Anas segera menarik nafas lega ketika menyadari orang itu adalah putra angkatnya.

"Bunda!" teriak Louis sambil berlari dan memeluknya erat.

Anas melihat Louis datang sendirian tanpa ditemani Sera, membuatnya penasaran. Dia menarik tubuh anak itu sedikit agar bisa melihat wajahnya lebih jelas.

"Mana Mama mu? Kenapa kesini sendiri? Kapan kalian kembali? Kenapa tidak memberitahu aku? Hem..." tanya Anas dengan bertubi-tubi.

"Bunda, pertanyaannya banyak sekali. Aku mau menarik nafas dulu saja," gerutu Louis sebelum duduk di kursi pasien di depan meja Anas.

"Iya sudah duduk kan? Sekarang jawab saja," ujar Anas mengelengkan kepala, menyadari putra angkatnya memang sering berbuat nakal.

Louis menghela nafas kasar. Meskipun dikenal bandel, dia tidak bisa berbohong pada Anastasia sedikit pun. Dia kemudian turun dari kursi, mendekati Anas, dan melambaikan tangan agar wanita itu mendekat.

Anas menyipitkan mata, berpikir apa ide baru yang akan diajukan anak nakal itu. Akhirnya dia pasrah mendekatkan telinganya ke bibir Louis.

"Aku kabur dari rumah, Mama tidak tahu," bisik Louis sambil menutupi ujung telinga Anas dengan tangannya.

"Apa?!" Anas terkejut dan membulatkan mata, tidak percaya dengan apa yang didengarnya.

Baru saja ia ingin mengambil ponsel dari kantong jas putihnya, namun Louis dengan kuat menahan tangannya.

"Bunda, tolong jangan telepon Mama. Aku sudah jauh-jauh datang kesini, sia-sia saja kalau dia tahu," pinta Louis dengan wajah memelas.

"Tahu apa sih? Anak kecil seperti kamu punya masalah berat apa hingga harus menyembunyikannya dari orang dewasa?" ucap Anas sambil memasukkan kembali ponselnya dan menoel kening Louis hingga anak itu sedikit mundur.

"Oke, ceritakan apa masalah penting yang membuatmu melakukan itu," ujar Anastasia kemudian mengenggam kedua tangan Louis.

Louis menatapnya dengan wajah yang cukup serius, merogoh saku jaket kulit hitamnya dan memperlihatkan sebuah zipper bag berisi sampel rambut.

"Bunda, sebenarnya aku ingin menunjukkan ini dan minta kamu mengeceknya untukku,"

Anas mengerutkan kening, penasaran dengan apa yang dipegangnya. "Rambut? Untuk apa?"

"Untuk tes DNA," jawab Louis dengan percaya diri.

"Hahaha... Apa? Tes DNA? Kamu tahu apa itu? Anak ku ini benar-benar punya ide unik saja," ujar Anas mengelap mata karena tertawa, kemudian mengelus surai Louis yang ia anggap terlalu lucu dengan omongannya.

"Benar Bunda, aku ingin mengeceknya. Ayolah, katanya di film rambut bisa digunakan untuk tes DNA," rengek Louis dengan pipi membengkak dan mata menyipit.

Anas menatapnya lebih serius kali ini. "Iya aku tahu, tapi untuk apa? Jangan-jangan itu rambutmu sendiri atau kamu ambil sembarangan di jalan hanya untuk main-main. Aku tidak mau fasilitas medis digunakan untuk hal sepele, mengerti?" ujarnya kembali memalingkan wajah dan ingin fokus pada pekerjaan.

"Ish... Bunda, ayolah periksa sekarang. Kemarin aku menemukan anak yang sangat mirip denganku di hotel. Namanya Leo... Dia benar-benar mirip aku, dan Papa nya bahkan membawaku ke kamarnya, jadi mereka bukan hantu kan?"

"Dan ini ada sampel rambutnya juga, bagaimana mungkin aku salah?" jelas Louis sambil mengangkat tinggi zipper bag di samping Anas.

"Apa?!" Anas tercengang dan menjatuhkan pulpen yang sedang digunakannya untuk menulis.

Dia ingat Sera pernah mengatakan bahwa Louis memiliki saudara kembar yang ditinggalkan bersama suaminya karena berbagai alasan, membuatnya menyadari bahwa Louis tidak berbohong.

Setelah itu Anas langsung mengambil zipper bag dari tangan Louis dan memeriksanya cermat. "Kamu benar-benar menemukan anak yang mirip denganmu?"

"Tentu Bunda! Dia persis seperti aku hanya sedikit lebih kecil, namanya Leo," ujar Louis mencoba mengingat ukuran tubuh anak itu dengan mengukur badannya sendiri.

"Tapi, Bunda jangan bilang dulu ya sama Mama, please..." mohon Louis sambil menangkupkan kedua tangan dan mata yang berbinar.

"Loh kenapa? Bukannya bagus kalau Mama mu tahu, biar kamu mendapatkan hukuman yang pantas," ujar Anas menjewer telinga Louis.

"Aduh... Sakit Bunda!" teriak Louis mencoba melepaskan genggaman Anas. "Aku cuma tidak ingin Mama marah kalau tahu aku bertemu Leo. Gimana kalau dia melarang aku bertemu lagi? Atau bahkan melarang aku bertemu Papa juga?"

Anas melihat ke arah langit-langit ruangan, berpikir bahwa memang ada benarnya dalam kata-kata Louis. Jika dia berkata jujur sekarang, mungkin akan menimbulkan kekacuan yang tidak diinginkan. Ia harus menangani hal ini dengan hati-hati.

Anas menarik nafas dalam-dalam, matanya melirik mesin-mesin laboratorium di sampingnya. Pikirannya bergejolak dengan berbagai kemungkinan. Sebagai Dokter Patologi, dia tahu bahwa rambut bisa mengungkapkan hubungan darah dengan akurat.

"Aku akan mengeceknya untukmu," ujar Anas, yang sebenarnya juga merasa penasaran dengan sampel rambut tersebut.

"Terima kasih Bunda!" ucap Louis dengan bersemangat, kemudian menarik sehelai rambutnya sendiri dan memberikannya pada Anas.

"Iya, nanti jangan pulang sendiri ya. Aku antar kamu setelah kerja,"

"Oke Bunda!" ucap Louis gembira sebelum duduk kembali di kursi pasien di belakang meja Anas.

Sementara itu Anas mulai bekerja, mengambil alat-alat dari lemari laboratorium dan memisahkan sampel rambut ke dalam tabung yang berbeda.

Dalam waktu tunggu yang cukup lama, Anas menoleh pada Louis untuk menghalau kejenuhan. "Kamu bilang ayahnya Leo membawamu ke kamarnya? Kamu tahu namanya?"

Louis mengerutkan kening dan menggelengkan kepala. "Aku tidak tahu Bunda, tapi dia menyebut diri sebagai 'Papa' dan orang-orang memanggilnya 'Tuan'. Ajudannya punya nama tapi aku lupa. Yang pasti, kamar hotel mereka sangat besar, bahkan lebih luas dari kamar kita padahal hanya berjarak beberapa langkah saja, Bun," ujarnya penuh antusias.

Anas mulai berpikir mendalam. Jika benar demikian, maka perkataan Louis tentang keluarga kandungnya memang bisa jadi benar. Sera berasal dari keluarga terpandang, informasi yang hanya diketahuinya sebagai ibu angkat Louis.

Ia tidak berkata banyak dan hanya mengangguk, kemudian merencanakan dalam hati jika hasil tes menunjukkan kecocokan antara Louis dan Leo. Meskipun tidak bisa menyembunyikannya selamanya dari Sera, untuk saat ini ia akan memenuhi keinginan putra angkatnya terlebih dahulu.

Louis sampai tertidur pulas sebab menunggu Anas yang masih berkutat dengan alat-alat laboratoriumnya. Anas tidak ingin tertinggal satu hal pun sebab jujur dia juga begitu penasaran dengan hasil akhirnya.

Sedangkan di tempat lain, Sera yang baru saja pulang dari pekerjaan peryeknya mengetuk pintu. Namun, tak ada sahutan dari dalam membuatnya bingung dan sekaligus khawatir.

1
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat up thor
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Kas Mi
doble up thor🤭
Rere Lumiere: Oke nanti ya 👍
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Kas Mi
lnjut thor..tegang🤭🥰
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Kas Mi
🙏thor msih bnyk thipo..ngetik.y jng terburu2 biar hsil.y bgus🥰
Rere Lumiere: Oke makasih
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Rere Lumiere: Tunggu ya 👍
total 1 replies
Greenindya
aku kira Dominic bakalan langsung beli tuh RS pas ga dikasih info
Kas Mi
semangat berkarya
Kas Mi: masama thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!