NovelToon NovelToon
Ibu Susu Yang Tak Pernah Dipilih

Ibu Susu Yang Tak Pernah Dipilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Duda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Puji170

Empat tahun Inara menjadi ibu susu bagi Zidan. Selama itu pula, ia mendapatkan cinta dari Reno, ayah Zidan, bahkan mereka berencana untuk menikah.

Namun semuanya berubah saat Zoya, mantan istri Reno sekaligus ibu kandung Zidan, kembali dengan niat menebus kesalahan. Sejak saat itu, kehidupan Reno dan Zidan perlahan berpusat pada Zoya. Sementara Inara justru merasa tersisih dan selalu menjadi pihak yang disalahkan.

Inara tidak pernah tahu di mana letak kesalahannya, hingga membuat Reno yang dulu mencintainya kini berubah dingin.

Apa yang sebenarnya terjadi? Akankah Inara memilih bertahan atau justru akan pergi karena merasa sudah tidak dipilih lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puji170, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Kaki Zoya mundur selangkah saat mendengar suara Inara. Ada keterkejutan yang sempat melintas di wajahnya, namun dengan cepat ia menguasai diri agar tidak terlihat panik.

"Perbuatan apa?" tanyanya, berusaha tetap tenang.

"Aku dengar dokter bilang Zidan seperti ini karena kamu ajak berenang. Aku sudah bilang dia baru saja demam, tapi kamu…" Inara menarik napas dalam-dalam, mencoba menahan emosi yang sudah menumpuk di dadanya.

Namun sebelum ia sempat melanjutkan, suara Reno terdengar dari arah belakang.

"Ara, kenapa kamu di sini?"

Inara langsung menoleh. Ini kesempatan baginya untuk menjelaskan semuanya, untuk membersihkan dirinya dari tuduhan yang sejak tadi terus diarahkan padanya.

"Aku ke sini tentu ingin menemani Zidan, Mas. Tapi setelah sampai, aku dengar sendiri penjelasan dokter kalau Zidan pingsan karena—"

Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Zoya tiba-tiba limbung. Tubuhnya melemah seolah kehilangan tenaga, lalu jatuh tak sadarkan diri.

Dokter yang berada di dekatnya langsung sigap menolong. Reno yang panik segera membantu mengangkat tubuh Zoya.

"Mas, aku—" Inara mencoba kembali bersuara, berharap Reno mau mendengarnya.

Namun perhatian Reno sepenuhnya tertuju pada Zoya yang pingsan. Tanpa menoleh sedikit pun ke arah Inara, ia ikut membawa Zoya menjauh bersama dokter.

Di tengah langkah tergesa itu, Zoya yang berada dalam gendongan Reno perlahan membuka mata. Hanya sesaat, namun cukup untuk menatap ke arah Inara. Bibirnya bergerak pelan tanpa suara, tetapi jelas terbaca, “Ka-si-han.”

Langkah mereka semakin menjauh hingga akhirnya menghilang di balik lorong rumah sakit, meninggalkan Inara yang masih berdiri di tempatnya.

Tubuh Inara perlahan terasa lemas hingga ia bersandar pada dinding di belakangnya. Dingin permukaan itu tidak mampu menahan gemetar yang mulai menjalar di tubuhnya, sementara air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya jatuh begitu saja tanpa bisa dibendung.

“Kenapa… kenapa harus seperti ini?” gumamnya lirih, meski ia tahu tidak akan ada jawaban.

Dadanya terasa sesak, pikirannya kacau, dan semua yang ingin ia katakan seolah tertahan begitu saja. Ia hanya ingin menjelaskan, hanya ingin didengar, tapi Reno tidak memberinya kesempatan sedikit pun.

“Aku cuma ingin menjelaskan, tapi dia bahkan tidak mau mendengarkan aku,” ucapnya pelan dengan suara yang mulai pecah. Ia menggeleng pelan, seolah menepis kenyataan yang terasa begitu menyakitkan. “Apa dia tidak bisa melihat? Jelas-jelas Zoya hanya sedang bermain…”

Inara terdiam sejenak, lalu kembali teringat tujuannya datang ke sini, yaitu melihat keadaan Zidan. Ia menguatkan diri, perlahan bangkit, lalu menatap pintu kamar rawat anak itu. Sebelum masuk, ia menghapus sisa air matanya dengan cepat, berusaha menenangkan diri. Tangannya terulur untuk menekan handel pintu.

Namun, di saat yang bersamaan, tangannya tertahan karena seseorang menghalanginya. Inara langsung menoleh, dan begitu melihat siapa di depannya, suaranya melemah.

"Mas, kamu—"

"Aku sudah bilang kamu di rumah saja. Kenapa harus ke sini?" potong Reno tanpa memberi kesempatan. "Kamu tahu, karena kamu semuanya jadi makin ribet. Zidan masih belum sadar, dan sekarang kamu juga bikin Zoya pingsan karena kurang gula. Inara, apa kamu benar-benar wanita terkutuk pembawa sial?" ucapnya panjang lebar, tanpa jeda.

Seketika itu tangan Inara melemas. Ucapan itu menghantam tepat di tempat yang paling ia hindari. Selama empat tahun ini, Reno sangat tahu ia membenci kata-kata itu. Bukan tanpa alasan, karena sepanjang hidupnya hingga usia dua puluh empat tahun, sebutan itu seperti bayangan gelap yang terus mengikutinya.

Saat berusia sepuluh tahun, ia dianggap pembawa sial karena kematian kedua orang tuanya. Di usia lima belas tahun, ia kembali disebut demikian karena nenek yang merawatnya meninggal. Dan saat berusia tujuh belas tahun, ketika ia tinggal bersama pamannya, ia lagi-lagi dituduh pembawa sial setelah sepupunya masuk rumah sakit dengan kaki patah.

Semua kenangan itu seolah datang bersamaan, menumpuk di kepalanya, membuat napas Inara terasa semakin berat. Untuk beberapa detik ia hanya diam, menatap Reno tanpa benar-benar melihat, seolah kata-kata itu kembali menyeretnya ke masa lalu yang ingin ia lupakan.

Bibirnya sedikit terbuka, ingin menyangkal, ingin membela diri, tetapi tidak ada suara yang keluar. Tenggorokannya terasa kering, dadanya sesak, dan yang tersisa hanya rasa sakit yang perlahan menjalar.

"Aku… tidak…" suaranya nyaris tak terdengar, begitu rapuh hingga bahkan ia sendiri ragu apakah Reno bisa mendengarnya.

Namun Reno sudah lebih dulu berpaling, seolah tidak tertarik menunggu penjelasan apa pun darinya. Tangannya masih menahan pintu, jelas menunjukkan bahwa Inara tidak diizinkan masuk.

"Sudah cukup, Ara. Jangan tambah masalah lagi," ucapnya dingin.

"Mas, kenapa kamu melakukan ini padaku?" tanya Inara lirih.

"Ini fakta inara, apa kamu gak sadar?" Reno meantap Inara dan melihat mata wanita itu sudah berkaca-kaca, ia pun segera menambahkan, "sekarang kamu pulang istirahatlah dan renungkan semua kesalahanmu."

Ia menunduk pelan, jemarinya mengepal lemah di samping tubuhnya. Ada banyak hal yang ingin ia katakan, tentang Zidan, tentang apa yang sebenarnya terjadi, tentang dirinya yang tidak seburuk itu. Namun semuanya terasa percuma ketika bahkan satu kesempatan untuk didengar pun tidak ia miliki.

Perlahan, Inara menarik tangannya dari handel pintu. Namun sebelum benar-benar pergi, ia menatap Reno dan bertanya pelan, "Mas… apa aku masih ada di hatimu?"

Pertanyaan itu membuat Reno terdiam sejenak. Tidak ada jawaban dan tidak juga penolakan. Hanya hening yang terasa panjang, dan dari hening itulah Inara akhirnya mengerti.

Ia menarik napas pelan, lalu mengangguk kecil, seolah menerima sesuatu yang sebenarnya sudah lama ia rasakan.

"Aku mengerti, Mas. Aku akan merenungkan semuanya. Tolong kabari aku kalau keadaan Zidan sudah membaik. Bagaimanapun… dia sudah menjadi bagian dari hidupku," ucap Inara lirih sebelum akhirnya benar-benar berbalik.

Langkahnya pelan, tetapi tidak lagi ragu. Ia berjalan menjauh, meninggalkan Reno yang masih berdiri di depan pintu, hingga sosoknya perlahan menghilang di balik tembok.

Reno tetap diam di tempatnya. Tatapannya mengikuti arah kepergian Inara, ada sesuatu yang tak sempat ia ucapkan, sesuatu yang bahkan ia sendiri tidak benar-benar pahami. Napasnya tertahan sesaat, lalu tanpa sadar ia berbisik pelan,

"Sebenarnya… bagian dirimu yang mana yang benar?"

1
Anonim
Ambil aja reno sama kamu zoya,inara mah sama altaf aja.buat inara sama altaf thor biar bisa bareng baba
Anonim
Semangat inara tinggalkan reno,ayo gas altaf pepet terus inara
Anonim
Lanjut up thor banyakan dong seru ,semangat thor
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: siap kak, masih satu bab 1 lagi tapi review
total 1 replies
Dew666
🩵🩵🩵🩵
Anonim
Dih jangan mau inara emang maaf doang bakal kelar gitu aja laki g jelas
Anonim
Lah emang si zoya belum cerai sama di reno?aneh banget si reno mau ngawinin si inara tapi belum cerai laki laki g jelas
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: nah iya, 4 th pergi jadi udh cerai belum ya 🤭
total 1 replies
Anonim
Jangan bikin inara balik sama reno y thor biarin aja si szidan sama emak bapak nya
A'ra
Cepet up lagi yah kak dan semangat nulisny 🥰🫶🏻💪🏻💪🏻
Anonim
Jangan sampe inara balik sama reno ya thor g iklas aku,biar inara jadi ibu sambung baba aja
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: 🤭🤭🤭 coba tanya inara apa dia mau atau gak kak
total 1 replies
Dew666
💝💝💝
Anonim
Inara ko bloon sih menye menye banget jadi cewe,laki masih demen ama mantan ko masih aja di pikirin
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: sabar kak, dia gak bodoh, hanya terbawa perasaan🤭
total 1 replies
Dew666
👄👄👄👄
Dew666
Pigi aja drpd jd bulan bulanan mereka huffff
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: hooh, mending pergi ya kak
total 1 replies
Dew666
☀️☀️☀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!