NovelToon NovelToon
After Reuni

After Reuni

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: rachmaraaa

Mita tidak pernah menyangka, satu ajakan sederhana dari suaminya akan mengubah segalanya.
Reuni sekolah yang seharusnya menjadi malam biasa justru membuka luka yang tak pernah ia sadari sebelumnya. Di tengah keramaian, Mita berdiri di samping Rio--namun terasa seperti tidak pernah ada. Terlebih saat Rio kembali bertemu dengan cinta pertamanya... dan memilih tenggelam dalam masa lalu.
Ditinggalkan tanpa penjelasan, Mita justru dipertemukan dengan Adrian-teman lama sekaligus rekan kerja Rio. Sosok yang dulu hanya sekadar kenangan, kini hadir sebagai satu-satunya orang yang benar-benar melihatnya.

Dan Reuni itu mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rachmaraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Mita sedang menghias puding dengan banyak toping, lantas tersenyum. Ia menyadari kalau ada kesalahpahaman di komunikasinya bersama Adrian tadi. Mita yang lupa, kalau Adrian menyiapkan puding itu untuk sepupunya. Tetapi, ia malah salah paham untuk ponakannya.

"Padahal sepupu dan keponakan itu jauh beda," gumam Mita sambil terkekeh pelan. "Kira-kira Adrian sadar itu nggak ya?"

Setelah menghias puding, Mita mengemasnya dengan rapi. Lalu, ia berinisiatif untuk memberikan bonus cup cake untuk Adrian.

"Biar ikut nyicip," ucapnya lagi.

Tepat pukul tujuh malam, suara lonceng di pintu toko berbunyi. Kebetulan toko tidak ramai, hanya ada dua pelanggan yang sedang memilih kue di etalase. Mita sendiri yang sedang di meja kasir pun tersenyum melihat Adrian datang.

"Selamat datang di sweety puding dan cake," sapa salah satu staf yang beramah tamah pada Adrian. "Ada yang bisa dibantu, Pak?"

"Terima kasih. Ehm, saya langsung kesana aja ya." Adrian menolak halus dan langsung tertuju ke arah Mita.

Mita dan staf tadi bertemu mata, lalu saling mengerti. Jika pelanggan yang baru tiba adalah rekannya.

"Hai, Ta!" Adrian menyapa Mita dengan senyum ceria.

"Hai, Dri—eh Mas," ralatnya. Karena Mita menyadari kalau Adrian itu seumuran dengan Rio, mantan suaminya.

Mendengar sebutan 'mas' dari bibir Mita, membuat Adrian salah tingkah. Jantungnya aneh akhir-akhir ini. Selalu berdetak cepat ketika memikirkan atau berhadapan langsung dengan perempuan di depannya.

"Ehm, jadi berapa pesananku, Ta?" Adrian mengeluarkan dompet. Tapi ia lupa kalau belum ambil uang cash. "Bisa Kris ya?"

"Jadi 335 ribu, Mas. Bisa pakai Kris juga," jawab Mita dengan lugas.

"Aku lupa ambil uang." Adrian bingung mau bilang apa, jadi hal sepele seperti itu pun meluncur sendiri tanpa aba-aba darinya.

Transaksi sudah beres, Mita pun menyiapkan puding dalam paperbag. Sebelumnya ia sudah memberitahu pudingnya gimana.

"Ada yang kurang nggak sama pudingnya? Atau mau ditambahin topping lain? Aku kasih free," ucap Mita.

Adrian sebenarnya bingung, karena alasannya ia membeli puding hanya untuk bertemu dengan Mita. Jadi, mau ditambah topping atau nggak, ya nggak masalah juga. Yang penting ia bisa melihat Mita.

"Kayaknya nggak perlu deh. Nanti juga dimakan sendiri." Adrian kelepasan bicara tapi ia nggak sadar.

Mita yang menyadari itu, melipat bibirnya ke dalam untuk menahan senyum. Kalau ditegur, takutnya Adrian malu dan enggak mau bertemu lagi dengannya.

"Mas, bisa tolong geser, ada yang mau transaksi," kata Mita lagi.

"O-oh, iya, sorry." Adrian hanya bergeser ke samping. Selama Mita sedang melakukan transaksi, ia melihat-lihat aneka puding dan cake yang terpajang di etalase. Meskipun sudah banyak yang habis, tapi membuat mata Adrian serasa dimanja dengan berbagai warna dan hiasan yang terpajang.

Mita merasa lega kalau Adrian sepertinya tidak menyadari ucapannya tadi. Karena kalau sadar, Adrian pasti akan minta maaf dan salah tingkah. Seperti kebanyakan orang normal lainnya. Mungkin bisa-bisa Adrian nggak mau lagi bertemu dengannya karena malu.

"Mbak, kita beres-beres atau tunggu temennya Mbak Mita pergi?" tanya salah satu staf lainnya.

"Beres-beres aja, pintunya jangan lupa tutup tirainya, biar nggak ada yang masuk lagi," titah Mita.

Adrian mendekati Mita dan menyadari kalau toko akan tutup. "Ta, kamu udah mau tutup?"

"Iya, Mas. Kita tutup jam 8 malam."

"Pulang bareng aja ya," ajaknya.

Mita menggeleng dan mencoba menolak secara halus supaya Adrian nggak salah paham.

"Nggak usah, Mas. Aku masih lama karena harus beres-beres dulu. Kalau bareng, takut Mas Adri kelamaan nunggu," jelasnya lagi.

"Oh, gitu. Ya udah, aku duluan ya, makasih banyak untuk ini. " Pamit Adrian dan langsung keluar dari toko.

Mita menghela napas panjang, seketika rasa hampa menghampiri ketika Adrian keluar dari toko. Padahal sebelumnya ia merasa baik-baik saja. Rasanya aneh, semangatnya hilang bersamaan dengan Adrian yang menghilang di balik pintu.

[]

1
riza
haduuh 🧐
riza
mudah²an nggak terjadi apa-apa sih sama Mita 🥺
riza
kok nyesek ya 🥺
riza
iya betul 🥺 sebelum semua terlambat, mending di obrolin dari skrg 🥰
riza
uhuuuuyy 🤭🤭
Secilia Cindy
bacanya sambil meriang2 ka..🤭
Dila Dilabeladila
hadehhhhhh udah langsung ajak k KUA aja bias bisa nambah dengam bebas🤣🤣
riza
hot ya kak 🔥🤭
riza
si Rio sakit emang
riza
lah dasar si Rio tolil
riza
fitnah jir
riza
eh gila si Rio
riza
lah sama mas ... saya yg baca juga udh GK sabar ini 🤭
riza
mulai deh ngeselinnya
riza
mas Adrian maunya mewah ya 🤭
Ika Alif
tak tunggu sampai end aja bacanya😍
riza
nanggung sekali ya 🤭
riza
setuju nih
riza
ceritanya bagus kak. semoga karyamu banyak yg baca dan laris manis ya kak 😍
rachmaraaa: aamiin 🙏
total 1 replies
riza
ciee... mereka jadian juga 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!