Dunia ini kejam, tak ada kebahagiaan yang kekal, ujian selalu datang, maka jangan jadi orang yang lemah.
Di tengah hutan terpencil terdapat tempat pelatihan pembunuh bayaran, suatu organisasi dunia gelap yang dibentuk oleh bos mafia besar asia yaitu Bos Jamal.
disanalah tempat tinggal seorang pemuda bernama Bayu yang telah ditinggalkan orang tuanya sejak masih berumur sepuluh tahun. kini 12 belas tahun telah berlalu namun bayangan tragedi kematian kedua orang tuanya masih terngiang dikepalanya.
Ditempat pelatihan pembunuh bayaran ini lah ia dilatih oleh sang paman menjadi mesin pembunuh yang jenius untuk membalaskan dendam kematian kedua orang tuanya.
kehidupannya mulai berubah saat ia mengenal seorang gadis yang bernama Anita, sosok dosen cantik yang dapat menyentuh hatinya.
ideologinya sedikit demi sedikit mulai berbeda, tentang asmara, balas dendam, maupun apa yang telah diwariskan, semua memiliki batu sandungan yang harus diterjang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pena pedang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hari pertama masuk kuliah.
Jalan raya semakin longgar, Bayu menancap gas mobil sportnya... Tanpa adanya bunyi klakson membuat suasana terasa nyaman.
"Dimana Rumah kalian, aku antar" ucap Bayu melirik spion dalam mobilnya,
Tak ada jawaban, sebab kini ketiganya sudah benar-benar teler dan tertidur.
Mobil berhenti ditengah jalan, Bayu mengambil ponsel disaku jaketnya, melihat google map lalu menancap gas kembali mencari hotel terdekat.
........
Di dalam bar duduk laki-laki setengah baya memegang cerutu dikelilingi para wanita cantik disampingnya. Dan di depannya beberapa botol minuman berdiri diatas meja.
"Ayo minum lagi tuan", kata wanita cantik disampingnya menuangkan sebotol minuman dalam gelas.
"Haha... Aku suka kalian", kata lelaki paruh baya itu sambil tertawa lepas menikmati kedudukannya.
"Plak...plak...plak..", suarah langkah kaki cepat menghampirinya.. segera berlutut dihadapannya, "kakak tolong aku", kata lelaki itu dengan pipi bengkak bekas tamparan.
"Adik... Kenapa kamu jadi seperti ini.. siapa yang melakukan?" Tanya lelaki paruh baya itu.
........
Di dalam kamar hotel.
Bayu membaringkan ketiga gadis itu diatas kasur, meletakkan kunci kamar dan secarik kertas yang tertulis, "hotel sudah aku bayar, kalian lebih aman pulang pagi."
Setelahnya Bayu keluar kamar, membayar pada kasir dan pergi.
.....
Malam berganti pagi, kicau burung saling bersahutan diatas pepohonan yang rindang.
Sinar matahari menembus kaca kamar hotel menyentuh wajah ketiga gadis itu...
Anita membuka matanya terlebih dahulu, bangun dan menoleh kesekelilingnya dan ia melihat kedua temannya masih tertidur nyenyak. "Eh.... Cepat bangun", ucap Anita menggoyangkan tubuh April dan Ratih.
"Siapa sih... Yang ganggu tidurku... Aku masih ngantuk tahu", jawab Ratih tanpa sadar masih memejamkan matanya.
Satu detik, dua detik...
Ia tiba-tiba membuka mata cepat, segera bangun dan bertanya, "Anita kenapa kamu ada di kamarku?" Teriaknya tanpa sadar.
"Aduh... Kalian ini berisik sekali", sambut April bangun dan membuka matanya, "kenapa kalian ada di kamarku?" Tanya April baru sadar.
"Ini bukan kamar kalian, juga bukan kamarku", jawab Anita menatap kedua temannya.
April dan Ratih melihat kesekitar,
"Kita ada dimana?", tanya Ratih.
"Aku juga gak tahu", jawab Anita menggelengkan kepalanya.
"Tunggu...tunggu.. aku baru ingat kita semalam diganggu preman jalanan". Ucap April lalu memeriksa tubuhnya.
Anita dan Ratih juga memeriksa tubuhnya.
Kemudian mereka menghela napas lega sebab tak ada sesuatu yang terasa berbeda.
"Ah... Aku juga setengah ingat, bahwa kita telah ditolong lelaki tampan itu, terus kita dibawa masuk kedalam mobil bagusnya, lalu aku gak ingat lagi", jelas April sedikit ragu-ragu dan terus berusaha mengingat.
Sesaat kemudian Anita melihat secarik kertas mengambil kertas itu dan membacanya.
April dan Ratih mendengarkan.
"Ternyata cowok itu baik juga ya... Gak mau mengambil keuntungan dari kita?", kata Ratih mengingat wajah pemuda itu.
"Ia juga, cowok seperti ini sungguh sangat langkah", jawab April sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Sudahlah... To.. orangnya sudah gak ada disini, jika ketemu lagi aku harus mengucapkan terimakasih", gumam Anita pelan.
..........
UJ elit. "Universitas jakarta elit."
Gedung kampus berdiri tegak, angin sesekali menerpa dedaunan yang rindang di pinggir jalan dalam kampus, membawa daun yang telah mengering berguguran.
Satu detik... Dua detik...
Mobil sport berwarna merah melintas kencang membawa dedaunan kering di belakangnya membuat berhamburan seperti bunga yang sedang ditabur ditengah jalan.
Para mahasiswa menoleh.. semua mata tertuju pada mobil sport merah itu yang kini telah berhenti di parkiran depan gedung kampus.
"Waw... Mobil keren", ucap salahsatu mahasiswi yang matanya masih mengunci.
Bayu keluar dari mobil, berjalan santai melewati para mahasiswa yang sedang memperhatikannya.
Langkahnya pelan dan santai, ia cuek walau dihari pertamanya masuk kampus ia telah menjadi pusat perhatian.
"Aduuuh.... Tampan sekali", ucap beberapa mahasiswi yang masih memperhatikannya.
Bayu tak peduli, terus berjalan menaiki tangga gedung, melewati koridor lalu memasuki lorong menuju ruang mahasiswa baru.
.......
Disana para mahasiswa jurusan teknologi informatika berkumpul, Bayu membuka pintu duduk di kursi pertengahan yang terlihat masih kosong.
Bayu mengeluarkan laptopnya menatap layar dan sesekali mencoba membobol sistem pertahanan kampus, namun ketika sistem hampir terbobol, tiba-tiba datang suara dari samping.
"Hai bisa aku duduk di sampingmu", kata wanita menyapa Bayu", wajahnya cantik, memakai baju modis tubuhnya sexy bibir merah tipis menambah pesona tersendiri bagi setiap lelaki yang sedang melihatnya.
"Boleh saja," jawab Bayu datar.
"Namaku nurindah, panggil aja indah" katanya sambil mengulurkan tangan. Tangan itu halus, putih mulus terlihat tanpa cacat.
"Bayu" jawab Bayu menjabat uluran tangan itu.
Indah Duduk disebelah Bayu sesekali melirik dan tersenyum menatap wajah tampan Bayu.
"Kamu sedang apa... Bukannya ini hari pertama, kan belum ada tugas apapun", kata indah penasaran tentang apa yang sedang Bayu lakukan dengan laptopnya.
Namun Bayu orang yang pintar dan jenius, layar laptopnya kini sudah berganti menampilkan bursa saham.
Bayu menoleh sebentar, tersenyum melihat indah lalu melanjutkan kembali, tatapan itu hanya sebentar membuat indah sedikit tak puas.
"kamu suka bermain saham ya..." Tanya indah mencoba lebih akrab.
"Iseng aja", jawab Bayu singkat.
Indah mengangguk mencoba terlihat mengerti. "Kamu anak mana?" Lanjut indah.
Bayu menoleh dan terdiam, hanya menatap kearah wajah indah.
"Kalau gak mau kasih tahu ya gak papa.. kalau aku sih anak jakarta", kata indah sedikit canggung dan memasamkan wajahnya.
"Oh... Sebenarnya aku dari kampung baru tiba dijakarta", jawab Bayu menanggapi dengan senyum.
........
Semenit kemudian segerombolan preman kampus datang menghampiri mereka.
"Oh... Ada adek kelas cantik putri walikota ya" ucap laki-laki itu yang bernama Angga.
"Hmmm.... Aku kira kamu udah kakak kelas ternyata masih sekelas," kata indah ketus.
"Eh... Cantik... Yang sopan sama kak Angga nanti kamu dapat masalah Lo.." ucap salah satu Anak buah Angga yang terdiri dari tiga orang.
"Sudahlah... Wajar kalau dia bersikap ketus, disamping dia putri walikota, dia juga calon ibu dari anak-anakku kelak, dan aku suka wanita garang", kata Angga mencoba menyentuh dagu indah.
Ketika sentuhan itu hampir sampai, namun indah dengan cepat menepis tangan Angga.
"Jangan ngelunjak ya", teriaknya menatap tajam.
Bayu disamping hanya melihat dan mendengarkan.
"Hahaha...kamu sangat beruntung jadi salahsatu gadis yang diinginkan kak Angga", jelas salahsatu dari mereka.
"Jiih... Gak Sudi" jawab indah singkat, lalu menggandeng tangan Bayu, "aku udah punya pacar tahu", lanjutnya.
Angga menatap kearah Bayu.
Bayu langsung tersenyum.
"Hehehe... Kita lihat saja, orang yang nikah pun bisa direbut apa lagi sekedar pacar, ayo pergi", jawab Angga lanjut mencari tempat duduk paling belakang.
"Udah... Lepaskan, mereka sudah pergi" ucap Bayu tanpa menoleh.
Indah dengan pelan melepaskan gandengannya, "makasih ya.."
"Gak masalah" jawab Bayu tersenyum hangat menatap indah.
"Sebagai ucapan terimakasih bagaimana kalau nanti aku traktir makan?", lanjut indah menyambut senyum Bayu.
"Boleh juga" jawab Bayu masih tersenyum.
Dosen wanita masuk, wajahnya cantik melebihi kecantikan indah, badannya juga bagus dan terlihat lebih matang. Namun dari semua hal, ada yang membuat Bayu tak bisa mengedipkan matanya, wajahnya tak asing, sepertinya ia mengenal wajah itu...
..........
Bersambung.