NovelToon NovelToon
Cahaya Dibalik Kabut Ridokan

Cahaya Dibalik Kabut Ridokan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Time Travel
Popularitas:249
Nilai: 5
Nama Author: Jilal Suherman

ajil seorang suami yang ditinggal istrinya meninggal dunia setelah kelahiran anak keduanya.
sampai pada suatu ketika dia berjalan dijalan raya tanpa melihat kanan kiri menyebrang jalan, lalu ia tertabrak kendaraan.
tapi seketika ia berada ditempat dimana keadaan yang jauh dari planet bumi dan bertemu seorang Dewi yang akan memberikan kehidupan dan petualangan baru disdimensi lain diplanet yang bernama ridokan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jilal Suherman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Pijakan Pertama sang Algojo dan Darah dihutan Terlarang

Pusaran energi biru gelap itu memuntahkan Ajil dengan kasar sebelum akhirnya menyusut dan menghilang, meninggalkan suara letupan statis di udara. Sepatu safety proyeknya yang lusuh mendarat di atas tanah yang terasa sangat gembur dan basah. Ajil berdiri tegak, matanya yang kini sedingin es langsung memindai sekeliling dengan kewaspadaan tingkat tinggi.

Ia tidak lagi berada di aspal kota yang bising, tidak pula di Kuil Alura yang suci. Ia berdiri di tengah lautan pepohonan purba yang batangnya sebesar rumah berlantai tiga. Daun-daun raksasa berwarna perpaduan hijau lumut dan ungu pekat menutupi cahaya matahari tunggal di langit, membuat kanopi hutan ini terlihat seperti gua raksasa yang remang-remang. Akar-akar pohon mencuat dari dalam tanah menyerupai urat-urat naga purba yang membatu, tertutup lumut setebal karpet. Kabut tipis merayap rendah di atas tanah, membawa aroma lembap humus, jamur beracun, dan bau apak darah kering yang tertiup angin.

Inilah Hutan Terlarang di Benua Barat Planet Ridokan. Tempat di mana petualang kelas C ke bawah hanya akan menjadi pupuk bagi pepohonan karnivora.

Ajil menarik napas dalam-dalam. Oksigen di dunia ini terasa jauh lebih padat dan murni, mengalirkan energi kehidupan langsung ke paru-parunya. Tiba-tiba, sebuah suara lembut namun menggema terdengar tepat di tengah kepalanya.

"Apakah kau bisa mendengarku, Ajil?"

Itu suara Dewi Lumira. Komunikasi telepati antar dimensi. Ajil tidak menjawab secara lisan, ia hanya membalas di dalam pikirannya. "Aku mendengarmu. Di mana tepatnya aku sekarang?"

"Kau berada di tepi dalam Hutan Terlarang. Tempat ini dipenuhi monster buas, namun ini adalah jalur tercepat menuju peradaban Kerajaan Valeria di Benua Barat," jelas Sang Dewi. "Sebelum kau melangkah lebih jauh, pandanglah pakaianmu. Sebagai pendatang dari dimensi lain, pakaian usangmu itu hanya akan hancur dalam satu serangan monster tingkat rendah."

Tiba-tiba, tubuh Ajil diselimuti pendaran cahaya putih keemasan yang hangat. Serat-serat kain dari jaket parasutnya yang kusam, kaus oblongnya yang melar, dan celana jeansnya yang sobek perlahan hancur menjadi partikel cahaya, lalu merajut ulang dirinya sendiri dalam hitungan detik.

Ketika cahaya itu pudar, penampilan Ajil telah berubah total. Ia kini mengenakan sebuah kaus hitam pekat berlengan pendek yang bahannya terasa selembut sutra namun sekuat jaring laba-laba baja, mencetak lekuk otot dada dan perutnya dengan pas. Di luarnya, terbalut sebuah jaket panjang (trench coat) berwarna hitam malam yang ujungnya menjuntai hingga ke betis, terbuat dari material kulit binatang buas misterius yang mampu menyerap cahaya dan menahan suhu ekstrem. Celana panjangnya berwarna senada, memiliki banyak kantong tak kasat mata yang tersembunyi, ringan untuk bergerak namun tak tertembus tebasan. Terakhir, sepatu proyeknya digantikan oleh sepatu bot tempur berwarna hitam kelam yang solnya dirancang untuk meredam suara langkah kaki hingga nol desibel.

Bersamaan dengan itu, layar hologram biru muncul di depan mata Ajil.

[SISTEM: Setelan 'Malam Abadi' (Item Kelas SS) berhasil dipasang.]

[Efek Pasif: Pertahanan Fisik +5000%, Kebal Terhadap Racun Tingkat Menengah, Pengaturan Suhu Tubuh Otomatis, Pemulihan Daya Tahan +200%.]

[Catatan: Item ini terikat jiwa. Tidak bisa dicuri atau dihancurkan.]

"Orang-orang di Ridokan tidak akan mengetahui nilai sebenarnya dari pakaianmu," suara Lumira kembali menggema. "Bagi mereka, kau hanya terlihat seperti pengembara yang memakai baju kulit hitam biasa. Jangan biarkan mereka tahu bahwa itu adalah artefak Kelas SS. Selain itu, aku telah memberikan satu otoritas khusus pada Sistemmu. Di dunia ini, seseorang memerlukan kristal sihir atau artefak khusus untuk melihat level dan status orang lain. Tapi kau... kau adalah satu-satunya entitas yang bisa melihat angka level di atas kepala setiap makhluk hidup di Ridokan hanya dengan menatap mereka."

Ajil mengangguk kecil. "Dimengerti. Urusan kita selesai. Aku akan mencari prasasti itu dan membantai apapun yang menghalangiku."

Tanpa menunggu balasan dari Sang Dewi, Ajil memutus kontak telepatinya secara sepihak. Hatinya telah terkunci rapat. Ia mengelus kerah jaket panjangnya sesaat. Pakaian ini memang luar biasa, tapi di dalam saku celananya, ia menyadari ponselnya yang hancur bersama foto Ami, Arzan, dan Dara telah lenyap, tertinggal di aspal jalanan Bumi. Kehilangan satu-satunya kenang-kenangan fisik keluarganya membuat dada Ajil bergemuruh. Rasa duka itu seketika bermutasi menjadi amarah yang mematikan.

[Ting! Peringatan Bahaya: Niat membunuh terdeteksi. 3 Entitas bermusuhan mendekat dari arah jam 6 (Belakang). Jarak: 50 meter.]

Layar hologram merah berkedip di sudut pandangan Ajil. Ia tidak panik. Ia tidak berteriak. Wajahnya tetap datar seperti pahatan batu es. Ia perlahan memutar tubuhnya, menatap ke arah semak-semak lebat berdaun ungu di belakangnya.

Suara geraman rendah yang menggetarkan tanah terdengar. Dari balik bayangan pepohonan, melangkah keluar tiga ekor monster yang bentuknya menyerupai serigala, namun ukurannya sebesar sapi jantan dewasa. Bulu mereka berwarna abu-abu kotor, memancarkan aura busuk. Di dahi mereka, menancap sebuah tanduk melengkung yang terbuat dari tulang besi, sementara taring mereka yang berlumuran air liur kuning terlihat cukup tajam untuk mengoyak pelat baja.

Ajil menyipitkan matanya, dan seketika informasi muncul di atas kepala ketiga monster tersebut.

[Serigala Tanduk Besi] - Level 12

[Serigala Tanduk Besi] - Level 14

[Serigala Tanduk Besi] - Level 15 (Pemimpin Kelompok)

Ajil melirik levelnya sendiri di sudut pandangannya. [Level: 1]. Logika normal Ridokan akan mengatakan bahwa pria level 1 ini akan dicabik-cabik dalam waktu kurang dari lima detik. Namun, statistik Ajil bukanlah milik manusia fana.

Ketiga serigala itu melolong panjang, memamerkan taring mereka, lalu menerjang secara bersamaan dengan kecepatan kilat. Serigala level 12 melompat tinggi, mengincar leher Ajil, sementara serigala level 14 menerjang kaki kirinya.

Ajil tidak bergeser satu inci pun. Matanya menatap dingin hewan buas yang melayang di udara.

"Di dunia di mana yang kuat memangsa yang lemah, belas kasihan hanyalah cara paling halus untuk bunuh diri," gumam Ajil pelan.

Tangan kanan Ajil mengepal. Dalam hitungan sepersekian milidetik, aliran mana yang tak terbatas di dalam tubuhnya merespons. Urat-urat di lengan kanannya menonjol, menyala dengan cahaya ungu yang mengerikan. Udara di sekitarnya seketika berbau ozon yang terbakar. Suara gemuruh petir memekakkan telinga pecah di tengah keheningan hutan.

CRASH!!

Ajil mengayunkan tinjunya ke depan, menyambut rahang serigala level 12 yang sedang melayang di udara. Tinju Petir Ungu. Benturan itu menghasilkan ledakan gelombang kejut yang meratakan semak-semak dalam radius sepuluh meter. Kepala serigala raksasa itu hancur berkeping-keping sebelum taringnya sempat menyentuh Ajil. Darah hitam keunguan, serpihan tulang, dan otak monster itu berceceran ke udara, namun tak setetes pun menodai Setelan Malam Abadi milik Ajil, seolah ada medan gaya tak kasat mata yang menolaknya. Tubuh tanpa kepala serigala itu terhempas sejauh dua puluh meter, menabrak batang pohon raksasa hingga tumbang.

[SISTEM: Berhasil mengalahkan Serigala Tanduk Besi Lv.12. EXP +1200]

[Ting! Level Up! Anda telah mencapai Level 2.]

[Ting! Level Up! Anda telah mencapai Level 3.]

[Ting! Level Up! Anda telah mencapai Level 4.]

Belum sempat notifikasi itu selesai berbunyi, serigala level 14 telah menancapkan taringnya ke betis Ajil.

Klang!

Suara yang terdengar bukanlah daging yang robek, melainkan suara logam yang beradu keras. Taring serigala itu patah berantakan saat menggigit kain celana SS-Class Ajil. Monster itu melolong kesakitan. Ajil menunduk dengan tatapan kosong, mengangkat kaki kanannya yang berlapis sepatu bot tempur berat, dan menginjak tengkuk serigala level 14 itu dengan kekuatan penuh.

Kraaak! Tulang belakang monster itu patah menjadi dua. Ia mati seketika.

Melihat kedua bawahannya tewas dalam hitungan detik, Serigala Pemimpin level 15 menghentikan lajunya. Insting binatangnya menjeritkan peringatan akan bahaya absolut yang berdiri di hadapannya. Pria manusia berjaket hitam ini bukanlah mangsa, ia adalah predator puncak. Serigala Pemimpin itu menyelipkan ekornya di antara kedua kaki belakangnya dan berbalik arah, mencoba melarikan diri ke dalam kegelapan hutan.

"Kau tidak akan ke mana-mana," desis Ajil.

Ajil mengangkat tangan kanannya yang masih terbungkus aura petir ungu. Ia tidak berniat mengejar. Ia menggunakan skill God-Tier keduanya. "Sambaran Amukan Petir Abadi."

Dari telapak tangan Ajil, sebuah tombak petir ungu yang bergejolak melesat menembus udara dengan kecepatan cahaya. Tombak petir itu menghantam punggung serigala yang sedang berlari pada jarak tiga puluh meter.

BLAAARRR!!

Ledakan dahsyat terjadi, mengubah area di sekitar serigala itu menjadi kawah kecil yang hangus terbakar. Tidak ada sisa daging atau tulang yang tertinggal, hanya abu hitam yang mengepul di udara.

[SISTEM: Berhasil mengalahkan Serigala Tanduk Besi Lv.14 & Lv.15. EXP +3000]

[Ting! Level Up! Anda telah mencapai Level 10.]

[Sistem Mendeteksi item jarahan: 2x Kristal Sihir Tingkat Rendah, 2x Tanduk Besi, 2x Kulit Serigala. Apakah Anda ingin menyimpannya ke dalam Cincin Ruang Tak Terbatas?]

"Simpan semuanya," ucap Ajil datar.

Dalam sekejap mata, mayat kedua serigala yang masih utuh di dekatnya bercahaya, lalu menghilang ke dalam dimensi hampa cincin di jari telunjuknya. Ajil tahu bahwa mata uang di dunia ini, selain kristal sihir, juga meliputi emas, perak, dan sistem barter. Material monster seperti ini pasti akan berguna saat ia tiba di peradaban nanti.

Ajil memutar bahunya yang sedikit kaku. Ia menatap telapak tangannya sendiri. Kekuatan ini... kekuatan yang bisa menghancurkan makhluk sebesar mobil pick-up dalam satu pukulan... terasa begitu nyata. Jika ia memiliki kekuatan ini di Bumi, ia tidak akan membiarkan istrinya mati karena tidak bisa membayar dokter spesialis terbaik. Ia tidak akan membiarkan anak-anaknya kelaparan.

Bayangan Arzan yang menangis menolak kepergiannya, dan Dara yang mencium pipinya, kembali meremas jantung Ajil. Rahangnya mengeras. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat, memadamkan sisa-sisa petir ungu yang masih berderak di ujung jarinya.

[SISTEM: Peringatan Bahaya. Entitas yang mengintai terdeteksi. Jarak: 200 meter di atas pohon kanopi.]

Langkah Ajil terhenti. Ia tidak mendongak, tetap menjaga posturnya senatural mungkin sambil memperbaiki kerah jaket panjangnya. Ada seseorang—atau sesuatu—yang sedang memperhatikannya. Namun, entitas itu tidak memancarkan niat membunuh seperti serigala tadi. Peringatan sistemnya berwarna kuning, bukan merah.

Karena jaraknya terlalu jauh dan terhalang lebatnya dedaunan, Ajil belum bisa melihat level atau nama entitas tersebut. Namun ia tidak peduli. Jika entitas itu tidak menyerang, Ajil tidak akan membuang waktu. Tujuannya hanyalah keluar dari hutan ini, menemukan peradaban, dan mencari informasi tentang Prasasti Dimensi yang pertama.

Tanpa menoleh ke atas, Ajil melanjutkan langkahnya menerobos kelebatan Hutan Terlarang. Jaket panjang kelamnya berkibar pelan tertiup angin hutan yang dingin. Langkah kakinya tak bersuara, menyatu dengan bayangan pepohonan. Sang Algojo Dimensi telah menumpahkan darah pertamanya, dan ini hanyalah awal dari lautan darah yang akan ia ciptakan di tanah Ridokan.

1
Mr.Jeje
bilamana ada kesalahan tulisan mohon untuk memberi tahu saya sebagai author🙏
Mr.Jeje
saya sebagai author, bila mana ada kesalahan kata atau kalimat, mohon saran dan kritik nya untuk para pembaca. sebelumnya saya ucapkan terimakasih banyak.🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!