NovelToon NovelToon
LOTUS YANG TERASING

LOTUS YANG TERASING

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Wanita perkasa / Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Seorang Dokter Jenius dari masa depan bereinkarnasi kembali ke dalam raga seorang putri bangsawan, yang menikah dengan pria yang sangat membenci dirinya. Hingga pada suatu hari yang nahas, dia pun diasingkan ke sebuah wilayah terkutuk bersama pelayannya, karena tuduhan.yang keji.

*
"Aku tidak akan menyerah! Sudah diberi kehidupan dan kesempatan kedua, masa harus aku sia-siakan?"

*
Jadilah saksinya, wahai langit! Jika aku, akan mengguncang dunia kuno ini dengan semua keahlianku!"

*
"Nona, tapi Anda tidak bisa apa-apa, loh!"

*
"Tenang saja ... Dewa memberkatiku dalam komaku kemarin, dan aku akan menunjukkan keahlianku!"

*
Bagaimana kisah si Dokter Jenius ini di dunia kuno yang tidak terdapat di dalam sejarah Kekaisaran?

*
Apakah dia mampu membangun kekuatannya sendiri di sana?

*
Ikuti kisah si Dokter Bar-bar hanya di sini ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 04: Siapa Dia ...?!

***

Suara sistem asistennya langsung membuyarkan lamunan Anlian, membuat dirinya kembali fokus terhadap perbaikan raga yang dia tempati sekarang.

[Formula Pemurnian Racun telah siap.]

[Prototipe Rekonstruksi Meridian sedang menunggu konfirmasi.]

Anlian menatap layar hologram di depannya dengan tatapan penuh semangat.

"Mulai dari pemurnian racun dalam raga ini dulu, T2 ..." perintah Anlian dengan suara pelan.

"Jika kita mulai dengan meridiannya dulu tanpa membersihkan racunnya, maka raga ini bisa meledak, karena aliran energinya akan terhambat."

[Baik, Tuan. Peringatan: Anda akan merasakan rasa sakit yang sangat ekstrem dalam prosesnya!]

"Aku tidak takut sakit. lanjutkan saja!" perintah Anlian sambil menyeringai.

[Baik! Proses dimulai!]

Sementara itu di dunia nyata ...

Yaoyao berjalan mondar-mandir di luar kamar dengan wajah cemas.

"Nona sudah terlalu lama di dalam ..." gumamnya.

"Kenapa sunyi sekali? Tidak ada suara sedikitpun?"

Yaoyao menempelkan telinganya ke pintu.

"Sepi sekali ...?"

Tiba-tiba ...

"UGH!"

Suara erangan kesakitan yang tertahan terdengar dari dalam kamar Anlian.

Yaoyao tersentak mendengarnya.

"Nona?! Apakah Anda baik-baik saja?! ... Nona?!!"

Yaoyao hampir saja menerobos masuk, namun dia teringat perintah Anlian yang tegas.

"Tenang ... tenang! Nona bilang jangan masuk, ya tidak boleh masuk ya, Yaoyao!" gumamnya pada dirinya sendiri dengan suara gemetar.

Di dalam Ruang Ajaib Anlian ...

Anlian terlihat menggigit bibirnya dengan kencang, untuk menahan rasa sakit pada raganya.

"Si-al ...! Ternyata racun ini sudah menyatu dengan darahnya ..." desis Anlian sambil menahan rasa sakitnya.

[T2 Merekomendasikan untuk meningkatkan dosis serum penetral ini.]

"Tingkatkan menjadi 30%!" jawab Anlian cepat.

"Serta aktifkan stimulasi bio-energi di titik jantung dan sumsum tulang."

[T2 Memperingatkan jika resiko akan rasa sakit akan meningkat dan keselamatan Tuan akan dipertaruhkan.]

"Lakukan saja! Aku akan tanggung semua resikonya!" bentak Anlian tidak sabar.

[T2 Akan melaksanakan perintah!]

Cahaya berwarna biru dan hijau, saling bergantian menembus jiwa spiritual Anlian.

"ARGH!!!"

Anlian mengepalkan tangannya, untuk menahan rasa sakit tersebut.

"Bagus ... bagus! Keluar ... keluarlah semua racun busuk itu!" gumam Anlian dengan napas yang terengah-engah.

[Racun kronis sudah berkurang sebanyak 41%.]

"Hah??!!! Hanya berkurang segitu saja?!" gumam Anlian.

"Tampilkan struktur meridian raga ini ke layar, dan gunakan mode akupuntur virtual tingkat atas di bagian meridian Yin!" perintah Anlian dengan nada tegas.

[T2 memproses perintah.]

"Dan siapkan serum rekonstruksi fase satu!" lanjut Anlian.

Biarlah kali ini dia ugal-ugalan dalam memproses raga rusak yang dia tempati sekarang, jika tidak begitu ... mau sembuh kapan?

Dia harus membentuk pasukan pribadinya, agar balas dendamnya cepat terlaksana.

[Serum dan akupuntur virtual telah siap. Apakah Tuan ingin dilakukan sekarang?]

"Ya, lakukan semuanya sekaligus! Setelah akupuntur selesai, langsung masukkan serum itu ke dalam raga ini!" jawab Anlian memerintahkan T2.

[Perintah T2 terima. Mohon Tuan bersiap untuk langkah ekstrim kali ini.]

Tidak lama kemudian ...

"AAAAH!!!"

Rasa sakit yang amat sangat menyambar jiwanya, seperti ribuan jarum panas menusuk tulang.

Namun, di balik rasa sakit itu ... Anlian tersenyum puas.

"Jalur meridian itu sudah terbuka perlahan, tidak sia-sia aku memodifikasi cara memperbaiki raga ini ..." gumam Anlian sambil memperhatikan layar di depannya dengan seksama.

[Meridian terbuka 25%.]

"Bagus, lanjutkan!" perintah Anlian dengan napas tersengal.

[T2 melaksanakan perintah Tuan.]

Di dunia nyata ...

"NONA!!"

Yaoyao tidak tahan mendengar suara teriakan dan erangan kesakitan majikannya, akhirnya dia mengabaikan perintah itu, dan langsung mendorong pintu kamar Anlian.

"Nona Duxin?! ... Nona! ... Jangan menakuti hamba ... Bangun, Nona ..." seru Yaoyao sambil terisak di samping ranjang Anlian.

Anlian terbaring di ranjang dengan tubuh basah oleh keringat dingin.

Ujung jarinya yang semula berwarna keunguan, kini perlahan mulai kembali berwarna merah muda.

Rona wajah dan kulitnya pun kembali cerah.

Yaoyao berlutut panik, saat melihat majikannya kejang-kejang dengan mengeluarkan banyak keringat.

"Nona ... Nona! Bangun ... Anda kenapa?" panggil Yaoyao sambil memegang erat tangan Anlian.

Jika majikannya kenapa-napa, dia harus mencari Tabib kemana di Wilayah Kutukan ini?

Yang ada, dia pasti akan jadi santapan para monster diluar sana.

Anlian membuka matanya perlahan.

"Jangan ... berisik ..." ujar Anlian pelan.

"Air ... aku haus ..."

"Sebentar, Nona ..."

Yaoyao segera menuangkan semangkuk air hangat, dan menyodorkan mangkuk itu ke arah Anlian.

Anlian langsung meneguk air itu sampai tandas.

Gluk ... Gluk ... Gluk ...

"Aaah! Lega sekali ..."

Yaoyao memperhatikan raut wajah majikannya.

"Nona, wajah Anda terlihat sangat pucat ..." ujar Yaoyao.

"Itu normal," jawab Anlian dengan suara lirih.

"Aku baru saja memperbaiki struktur raga ini, rasanya seperti baru merangkak dari jurang neraka ..." lanjut Anlian menjelaskan.

Yaoyao terisak pelan ...

"Nona ... hamba takut ..."

"Jangan takut dan menangis begitu! Aku tidak akan ... Mati!" ujar Anlian menyela ucapan Yaoyao.

Anlian menarik napas panjang, lalu menghembuskannya dengan kuat.

"Huaaaah! Aku merasa sangat hidup sekarang!" seru Anlian, antusias.

Yaoyao menatapnya dengan mata berkaca-kaca.

"Aura Anda terlihat lebih kuat dan berbeda sekarang, Nona ..." ujar Yaoyao.

"Benarkah?" tanya Anlian.

Yaoyao menganggukkan kepalanya.

"Baguslah! Itu adalah pertanda baik, artinya ... semua racun dalam tubuh ini telah hilang semuanya!" ujar Anlian.

"Hah?! Benarkah?!" tanya Yaoyao dengan mata terbeliak.

"Benar, walaupun masih dalam tahap awal, namun cukup untuk membuatku bisa bergerak dan berlatih," ujar Anlian.

Anlian bangun perlahan dari rebahnya, dan dia mencoba untuk duduk.

"Nona! Jangan bergerak dulu!" seru Yaoyao dengan wajah panik.

"Kamu panik kenapa?! Justru aku harus bergerak, jika tidak, semua tulang-tulangku akan menjadi kaku kembali!" ujar Anlian.

"Ba—baik ... hamba bantu."

Anlian berdiri perlahan, sambil menggerakkan anggota tubuhnya.

Anlian menyeringai tipis, saat merasakan tubuhnya sangat ringan.

"Wah! Ringan sekali ..." seru Anlian sambil menggerakkan seluruh anggota tubuhnya dengan aktif.

"No—nona ...??" panggil Yaoyao.

"Kenapa, Yaoyao? Aku lagi merasa bahagia sekarang. Tubuh ini sudah kembali pulih, tidak sekaku tubuh dingin kemarin ..." ujar Anlian dengan senyuman hangat diwajahnya.

Bagaimana dia tidak bahagia?

Percobaan pertamanya dalam memodifikasi penyembuhan raga yang terkena racun berat, langsung sukses!

Yaoyao tersenyum lega.

"Syukurlah ... Selamat atas kesembuhannya, Nona!" ujar Yaoyao.

"Terima kasih, tapi Yaoyao ..."

Anlian tiba-tiba menatap Yaoyao dengan tajam.

"A—ada apa, Nona?" tanya Yaoyao gugup.

Dalam benaknya, Yaoyao berpikir:

"Apakah aku berbuat kesalahan fatal? Sampai Nona menatapku seperti itu? Sungguh mengerikan sekali ..."

"Kita perlu merekrut orang ..." jawab Anlian.

"Haah?!? ... Merekrut orang? Apa itu merekrut, Nona?" tanya Yaoyao dengan wajah bingung.

Anlian menepuk dahinya sendiri, dia lupa, jika sekarang dia berada di zaman kuno.

"Maksudnya mencari orang ..." jawab Anlian.

"Orang apa?" tanya Yaoyao.

"Orang-orang buangan," jawab Anlian tenang.

"Orang-orang yang dibenci dunia, dan tidak mempunyai jalan untuk pulang ..." lanjut Anlian.

Yaoyao menelan salivanya dengan berat, saat menduga rencana apa yang akan dibuat oleh majikan barunya ini.

"Nona ... Apakah Anda mau ..."

"Ya, benar! Aku ingin membentuk sebuah pasukan, dan bukan pasukan biasa. Aku hanya perlu 20 orang yang penuh dengan kebencian dan dendam dalam dirinya, agar aku bisa mendidiknya dengan mudah," jawab Anlian dengan nada tegas.

Yaoyao semakin berkeringat dingin, saat mendengar rencana majikan barunya itu.

"Dimana kita bisa mencari orang-orang seperti itu, Nona?"

Anlian melirik ke arah luar jendela.

"Wilayah Kutukan Utara ini ... sepertinya penuh dengan orang-orang seperti itu ..." sahut Anlian.

"Mereka semua adalah penjahat, Nona!" ujar Yaoyao mengingatkan.

"Mereka bukan penjahat! Sebagian dari mereka adalah korban ... Korban dari keserakahan manusia di luar sana ..." jawab Anlian.

"Orang-orang ini dibuang karena ada yang terlalu kuat, terlalu banyak tahu, dan yang terlalu berbahaya bagi penguasa di luar sana," lanjut Anlian.

Yaoyao terdiam, saat mendengar perkataan Nonanya itu.

"Apakah mereka mau mengikuti kita, Nona?" tanya Yaoyao dengan nada skeptis.

Anlian terkekeh pelan.

"Aku tidak membutuhkan kesetiaan, hanya membutuhkan ... ketergantungan," ujar Anlian.

"Ketergantungan? Ketergantungan apa maksud Nona?" tanya Yaoyao.

"Obat," jawab Anlian singkat.

"Aku akan memberikan mereka obat gratis untuk kesembuhan penyakit mereka, dan untuk memberikan kekuatan yang diluar nalar manusia."

"Aku akan memberikan secara bertahap, sampai mereka semua menjadi ketergantungan dengan obat-obatan buatanku ..." ujar Anlian menjelaskan.

"Jika mereka ingin lebih banyak, maka mereka harus tunduk menjadi bawahanku! Hanya 20 orang terpilih yang akan bergabung dengan kita nanti ..."

"Jika mereka sudah merasa sukarela untuk menjadi bawahanku, baru aku akan memberikan serum 'Hilang Nurani' kepada mereka, agar bisa menjadi pasukan psikopat yag sesuai dengan keinginanku," lanjut Anlian menjelaskan kepada Yaoyao.

Yaoyao langsung menggigil ngeri, saat mendengar rencana majikannya itu.

"Nona ... Anda benar-benar ..."

"Kejam maksudmu?" potong Anlian. cepat.

Lalu dia menoleh ke arah Yaoyao dengan tatapan mata sedingin Antartika.

"Dunia ini yang kejam terhadap mereka, Yaoyao ... Aku hanya membantu meringankan penderitaan dan beban hidup mereka saja ..."

Sementara itu, di sisi lain wilayah Kutukan Utara, ada sosok pria tampan yang berdiri di atas sebuah tebing curam.

Matanya tertuju kearah pemukiman kecil tempat Anlian dan Yaoyao berada.

"Hm ... Menarik!" gumam pria tampan itu sambil menyeringai.

Aura hitam dan putih yang berputar mengelilingi dirinya, perlahan saling melahap, lalu ... menghilang.

Tiba-tiba, pandangan matanya menjadi lebih tajam, saat dirinya merasakan sebuah fluktuasi energi yang familiar.

"Ah! Ruang ... Dimensi ...?"

"Apakah ada seseorang yang mendapatkan Ruang Dimensi Ajaib itu di sekitar sini?" gumam pria itu pelan.

Dia menyentuh dadanya sendiri, merasakan energi yang sudah lama tidak dia rasakan itu.

Senyum tipis terukir di wajahnya.

"Gadis kecil ... Ternyata kamu membawa sesuatu yang sangat ... berbahaya!"

Pria tampan nan dingin itu langsung melangkah pergi, bayangannya pun menghilang seperti kabut.

"Baiklah, Gadis Kecil ... Kamu akan berada di bawah pengawasanku sekarang ..."

Sedangkan di dalam gubuk ...

"Nona, kemana tujuan pertama kita?" tanya Yaoyao.

Anlian sudah mengganti pakaiannya dengan satu set pakaian hitam-hitam miliknya dari dunia modern, yang dia gunakan saat sedang ingin 'bersenang-senang'.

Dia juga memberikan satu set pakaian itu kepada Yaoyao, agar memudahkan langkahnya nanti.

"Lembah Bangkai," jawab Anlian santai.

Wajah Yaoyao semakin pucat, saat mendengar daerah yang ingin dikunjungi majikannya.

"K—kenapa harus kesana, Nona? T—tempat itu penuh monster dan orang gila!" ujar Yaoyao dengan suara bergetar.

"Karena, calon-calon pasukan hebatku ada di sana ..." jawab Anlian.

Anlian langsung keluar dari dalam gubuk itu, dan ...

Swosssh!

Angin dingin langsung menampar wajahnya dengan kencang.

"Angin sia-lan! Berani-beraninya menampar wajahku?! Awas aja, aku akan buat racun udara nanti!"

Anlian bergumam sambil mengelus pipinya yang mulus dan halus.

Anlian merasakan 'aura asing' yang sangat kuat, sedang mengawasinya dari kejauhan.

Aura itu melesat hilang, saat Anlian mendadak berhenti.

"Hm ...???"

"Nona, kenapa berhenti?" tanya Yaoyao.

"Tidak apa-apa, hanya merasa ada orang yang mengawasi kita dari kejauhan," jawab Anlian.

Pria itu menyeringai dari balik kehampaan.

"Gadis kecil yang sangat menarik!"

Tanpa Anlian sadari ....

Sebuah eksistensi terkuat di dunia itu ...

Telah memilihnya sebagai pusat badai dunia ini.

♨♨♨

1
Lala Kusumah
wow kereeeeeennn ternyata si twins juga tranmigrator ya 🙏🙏👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Iya, Kak ... Prajurit elit dari masa depan ...😂
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Oke 🤗💖💖💖
total 3 replies
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄
Hai pembaca setia cerita ini ...🤗

Terima kasih atas dukungan kalian dengan membaca cerita ini. Jika kalian suka tolong bantu Author d4ngan komen, like, Subscribe, dan ratingnya oke? 😊🙏🏻

Terima kasih ...💖💖💖
Lala Kusumah
bukan triplets ya Mak kok twins, tapi tak apa-apa sama aja kok sing penting kembar 😍😍😍👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Ya allah, dia ngakak ...🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Murni Dewita
💪💪💪
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😊🤗💕💕💕💕
total 1 replies
Murni Dewita
👣
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hallo, Kak Dewita ... Selamat membaca dan semoga suka dengan ceritanya ...😊🙏🏻🤗💕💕💕💕💕
total 1 replies
Lala Kusumah
good job Anlian 👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😁😁😁😘😘😘💖💖💖
total 1 replies
Lala Kusumah
wah Anlian dapat rezeki nomplok tuh, mantaaap 👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: sok atuh main ke bandung, Kak Lala ... kita ngaliwet bareng ....🤣🤣🤣
total 3 replies
Lala Kusumah
rasain Lo....
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😁😁😁 ....
total 1 replies
Lala Kusumah
wow
Lala Kusumah: hai....
total 2 replies
aku
mawar thor biar semangat update, sp tau doble up 🙈🙈😁😁
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Alhamdulillah ... Semangat kok, Kak ... hanya lagi berduka hari ini, saudara aku meninggal. Kalau double up, aku nyerah kak ... otaknya gak kuat mikir ...🤣🤣🤣🤣🤣🤣. Terima kasih dukungannya, Kak ...🙏🏻😘🤗💖💖💖💖
total 1 replies
aku
red rose untukmu thorrr ❤️❤️❤️
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Thank you kak ...🙏🏻😊🤗💖💖💖💖💖💖
total 1 replies
aku
lope sakeboooonnnn ❤️❤️❤️
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Lope yuh sekebooon tooo kak ...🤗💖💖💖🙏🏻🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hallo, Kak Dewi ... Terima kasih hadirnya dan happy reading ....😊🙏🏻🤗🫰🏻💖💖💖💖
total 1 replies
Lala Kusumah
gustiiiiii eta Upin dan Ipin 😂😂😂
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤣🤣🤣🤣🤣 ....
total 1 replies
Lala Kusumah
jangan terlalu kasar ya 🙏🙏🙏
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 5 replies
Lala Kusumah
semangat Anlian 💪💪💪
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Lala ...🙏🏻😊🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Ana Jus
seandainya ruangan itu ada di dunia nyata
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Alhamdulillah ... Aku juga baru nulis lagi di sini, setelah lama vakum 🤭.
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!