NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga
Popularitas:22k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Pernikahan yang Ayra perjuangkan selama bertahun-tahun ternyata hanyalah kebohongan yang dibungkus cinta.
Dia begitu mencintai Arga, suaminya. Pria itu terlihat sempurna dimatanya—dewasa, perhatian, dan selalu mampu membuat Ayra merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia. Hingga suatu hari, semuanya hancur dalam sekejap.
Ayra menemukan fakta menyakitkan yang selama ini disembunyikan rapat-rapat oleh Arga. Suaminya ternyata memiliki wanita lain dibelakangnya. Bukan orang asing… melainkan sekretaris pribadinya sendiri.
Yang lebih menghancurkan, hubungan terlarang itu telah melahirkan seorang anak laki-laki.
Anak yang selama ini Ayra rawat sepenuh hati. Anak yang dia peluk setiap malam. Anak yang dia anggap sebagai pelipur lara karena rumah tangganya belum juga dikaruniai buah hati.
Namun nyatanya… putra kecil itu adalah darah daging suaminya bersama wanita simpanannya.
Hati Ayra runtuh seketika. Semua kasih sayang, pengorbanan, bahkan cintanya terasa dipermainkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30 ~ Menengok Anak Kita

Pintu mobil langsung tertutup rapat.

Ayra mencoba berteriak, namun pria itu lebih dulu menekan bahunya kuat-kuat. "Diam jika tidak ingin terluka."

Napas Ayra memburu. Tangannya refleks melindungi perutnya. "Siapa kamu?" tanyanya dengan suara bergetar.

Namun pria itu sama sekali tidak menjawab. Mobil segera melaju meninggalkan area basement.

Tepat saat itu, Tristan yang baru saja keluar dari rumah sakit berjalan menuju area parkir VIP sambil berbicara melalui sambungan telepon.

"Kalau proyek sudah disetujui, kirimkan dokumennya ke meja saya sore ini."

Langkahnya terhenti sesaat saat matanya menangkap sebuah mobil hitam yang melaju cukup cepat keluar dari area basement.

Awalnya tidak ada yang aneh. Namun sepersekian detik kemudian, Tristan melihat sesuatu.

Alis Tristan langsung berkerut. Entah kenapa ekspresi wajah Ayra terlihat tidak biasa. Bahkan sesaat sebelum mobil itu berbelok keluar, Tristan sempat melihat Ayra seperti sedang berusaha mengatakan sesuatu.

Deg. Instingnya langsung memberi peringatan.

"Pak Tristan? Halo?" suara asistennya masih terdengar dari telepon.

"Saya hubungi kembali nanti."

Tut. Panggilan langsung diputus.

Tanpa membuang waktu, Tristan segera berlari menuju mobilnya.

Brak! Pintu mobil terbuka. Mesin langsung dinyalakan.

Matanya tetap mengawasi mobil hitam yang kini mulai menjauh dari area rumah sakit.

"Semoga aku salah..."

Namun firasatnya mengatakan sebaliknya. Ban mobil berdecit pelan saat Tristan segera keluar dari area parkir dan membuntuti kendaraan tersebut dari kejauhan.

Ia sengaja menjaga jarak agar tidak menimbulkan kecurigaan.

Sementara itu, didalam mobil yang membawa Ayra, suasana masih mencekam. Wanita itu berusaha tetap tenang meski jantungnya berdegup sangat kencang.

Ayra sama sekali tidak menyadari bahwa dibelakang sana, sebuah mobil lain diam-diam mengikuti setiap pergerakan kendaraan yang membawanya pergi.

Sekitar tiga puluh menit kemudian, mobil itu akhirnya memasuki kawasan vila yang cukup sepi. Jantung Ayra berpacu semakin kencang saat kendaraan berhenti tepat di depan sebuah bangunan mewah berlantai dua.

“Turun!” seru pria itu, lalu menarik pergelangan tangan Ayra kasar tanpa rasa belas kasihan.

“Akh!” Ayra meringis menahan sakit, tangannya bergerak refleks melindungi perutnya. “Tolong… jangan sentuh aku sekeras itu.”

Permintaannya sama sekali tak dihiraukan. Pria itu terus menyeretnya masuk ke dalam vila hingga pintu tertutup rapat di belakang mereka.

“Apa yang sebenarnya kamu inginkan dariku?!” bentak Ayra yang mulai kehilangan kesabaran.

Tak ada jawaban. Ia tetap ditarik paksa menaiki tangga, menuju salah satu kamar di lantai atas. Suara kunci diputar terdengar jelas.

Bruk!

Tubuh Ayra langsung dihempaskan hingga jatuh ke atas permukaan ranjang besar di dalam sana. Belum sempat wanita itu bangkit, sosok itu sudah berdiri tegak menghadapnya, menciptakan bayang-bayang gelap yang menindihnya.

Perlahan, tangan pria itu terangkat melepas masker hitam yang selama ini menutupi separuh wajahnya. Saat penutup itu terlepas, mata Ayra membelalak tak percaya seolah melihat hantu.

"Kamu?!" serunya parau.

Di hadapannya berdiri Arga, menatapnya datar tanpa ekspresi, namun rahangnya terlihat mengeras menahan emosi yang tertahan.

"Aku terpaksa melakukan ini," ucapnya pelan namun berat.

"Apa kamu sudah gila?" suara Ayra bergetar campuran marah dan tak percaya. "Apa kamu sadar dengan apa yang kamu lakukan padaku sekarang, Mas?!"

“Aku sudah mencoba bicara baik-baik denganmu, Ayra. Tapi kau tak pernah mau mendengarkan,” jawab Arga dingin, menatap tajam ke arah wanita itu. “Jadi aku terpaksa mengambil jalan ini supaya kau mau mematuhi apa yang aku minta.”

Alis Ayra mengernyit tajam. "Apa maksudmu dengan semua ini?!" bentaknya geram.

Arga perlahan melangkah mendekat, lalu membungkuk menatap wajah Ayra begitu lekat hingga napasnya terasa memburamkan udara di antara mereka. "Kamu yang menutup segala akses agar kita tak bisa bertemu. Jadi… ini jalan satu-satunya supaya aku bisa punya waktu berdua bersamamu, Ra."

Ujarannya terdengar lembut namun memaksa, seraya jemarinya terangkat menyentuh dagu Ayra dan memaksanya menatap lurus ke manik mata itu.

"Singkirkan tanganmu, Mas! Aku tidak sudi sedikit pun disentuh olehmu lagi!" tepis Ayra keras, berusaha melepaskan diri.

Namun Arga tak bergeming. "Tapi saat ini kita masih tercatat sah sebagai suami istri,” jawabnya tenang namun penuh penekanan. Pandangannya perlahan turun jatuh tepat ke arah perut Ayra yang masih terlihat rata. Senyum tipis melengkung di bibirnya. "Lagipula, saat ini kamu sedang hamil anak kita. Aku merindukanmu, Ra… dan aku juga sangat ingin menengok buah hati yang sedang kau kandung."

Belum sempat Ayra membalas, tubuhnya sudah terdorong jatuh kembali ke atas kasur empuk.

Brukk! Arga menindihnya dengan berat badan kekar miliknya, mengunci kedua pergelangan tangan Ayra di atas kepala dengan satu cengkeraman kuat. Napas panas pria itu langsung menyapu kulit sensitif di leher, diikuti ciuman kasar, basah, dan bernafsu yang mendarat paksa, meninggalkan jejak basah hingga membuat Ayra bergidik ngeri.

"Lepaskan! Mas Arga, kamu sudah gila? Jangan sentuh aku!" teriak Ayra meronta sekuat tenaga, namun kekuatannya jauh kalah oleh pria yang kini tampak hilang kendali itu.

Arga sama sekali tak peduli pada penolakan itu. Bibirnya merambat naik merebut bibir Ayra, menekan dan menghisapnya seolah berusaha menelan seluruh udara di paru-paru wanita itu. Tangan bebasnya bergerak liar turun ke sisi gaun yang Ayra kenakan. Dengan tarikan keras dan kasar, suara kain yang robek terdengar nyaring memecah suasana mencekam itu. Kain tipis itu terbelah, mengekspos sebagian kulit putih Ayra yang kini merinding ketakutan.

“Kamu milikku, Ra… tubuhmu dan anak ini milikku seorang. Kita tidak akan pernah berceri, aku sangat mencintaimu Ayra...” gumam Arga parau, matanya memancarkan obsesi yang gelap. Ia mulai menurunkan posisi tubuhnya, semakin menekan hingga tak ada celah sedikit pun untuk Ayra bernapas lega. Tangan kasarnya mulai merambat masuk di balik kain yang tersisa, perlahan bergerak menuju titik terlarang wanita itu.

“Tolong… jangan… Mas, aku mohon… lepaskan…” isak Ayra, air matanya mulai menetes deras. Ia meremas sprei hingga buku jarinya memutih, berharap ada keajaiban yang menghentikan kekejaman ini.

Arga seolah tuli. Bibirnya menyunggingkan senyum penuh kemenangan saat tangannya hampir mencapai tujuannya, selangkah lagi ia akan mendapatkan apa yang ia inginkan.

Tiba-tiba suara ledakan benturan keras menggema memekakkan telinga. Pintu kamar yang terkunci rapat tadi mendadak terhempas terbuka, kusennya ikut terlepas dari dinding.

BRAKK!!

Angin kencang menerobos masuk membawa bayangan tinggi yang berdiri tegak di ambang pintu, aura dingin dan amarahnya langsung memenuhi seluruh ruangan hingga suhu udara terasa jatuh drastis.

"Tristan..." lirih Ayra.

1
sunaryati jarum
Kamu disakiti begitu dalam masih peduli, sungguh mulia hatimu, Seharusnya Arga mendapatkan karma yang membuat dia menderita,agar sadar dari kesalahannya.Baru ditolong.
Zhao_Xena: waaahh... terimakasih untuk koreksinya Mak. tapi untuk cerita Ayra memang sengaja author percepat alurnya ya.... karena sedang menyiapkan cerita baru..🤭🤭/Pray/
total 1 replies
sunaryati jarum
Kamu sudah selesai di hidup Aira Arga, apalagi tindakan kamu yang brutal menyebabkan Aira,itu bisa dipidanakan
sunaryati jarum
Karma untuk Bu Ratna juga sudah datang.Shela bisa dipenjarakan selain mencuri juga melakukan kekerasan
sunaryati jarum
Arga sudah tidak memiliki apapun yang bisa kau ambil Shela.Bahkan saham perusahaan sudah dijual setengahnya.Semua harta di rumah Arga semua hak milik Aira.
sunaryati jarum
Jika kau mengambil sesuatu di rumah Arga,kau segera masuk penjara, karena semua milik Aira
You `ka
menyala kompor Nyonya Linda...🔥🔥🔥, hati-hati meledak nanti gosong kalian semua..🤣🤣🤣
You `ka
baru setengah... nanti setengahnya nyicil ya Arga ..🤣🤣
You `ka
rasain Shella..... itu belum seberapa..🤣🤣🤣
You `ka
satu persatu pasti akan tumbang... ingat, kalian pernah menyakiti seseorang yang tulus, maka dari itu hargai sebelum pergi.
tapi sekarang sudah terlambat.. hanya menunggu kehancuran kalian semua😏😏
Ma Em
Shela jgn menyalahkan Ayra hrs kamu yg sadar diri kamu cuma pelakor sekarang hdp mu susah ya terima saja karena itu karma untuk kamu Shela .
sunaryati jarum
Itulah akibatnya jika kamu dan ibumu lupa mengenali diri sendiri, hingga lupa daratan.Dengan gampangnya menikahi wanita lain dan istri sah dijadikan pengasuh anak selingkuhan,nikmati akibatnya Arga.Dan Shela kebencian kamu pada Aira membuat hidupmu semakin hancur.
sunaryati jarum
Apa tak kebalik Shela ,kamu,Arga dan Ny Ratna yang telah menghancurkan hidup Aira dan hidup kalian sendiri.Kamu mau balas yang ada kalian semakin hancur. Apartemen semoga sudah diambil Nenek Glorya
sunaryati jarum
Arga ,Shela dan keluarganya hidup menderita karena kemiskinan, sedangkan Aira bahagia bersama Tristan dan keturunannya
Ma Em
Semoga Ayra bisa bahagia bersama Tristan setelah resmi berpisah dgn Arga .
You `ka
huluh... huluhh.. pelakor mau jadi nyonya? mimpi kamu Shella 🤣🤣🤣
You `ka
ya memang begitu nasib jadi pelakor Shella... terima aja udah...🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Kamu siap- siap jadi gembel.Dengan alasan apapun pengkhianatan.tetap tetap. salah besar dan konsekuensinya menghancurkan pelakunya,maka nikmati saja Arga
Ma Em
Arga sekarang Ayra pasti akan bisa memaafkan kamu lagi kesalahanmu sdh fatal ,
Yenny Mok
Saya baru kali ini baca hasil karya mba Xena. Ceritanya s/d bab 19 masih bagus. Mudah2an sampai dengan bab terakhir tetap bagus. Semangat mba Xena. Makasih banyak buat hasil karyanya 💐💐
Zhao_Xena: terimakasih banyak kak Yenny....!!! semoga tidak mengecewakan sampai end..
total 1 replies
sunaryati jarum
Memang lebih baik calon bayinya gugur dari pada nanti jadi alat bagi Arga dan Keluarganya mengusik kehidupan Aira.Setelah resmi bercerai semoga dapat jodoh dan langsung dapat keturunan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!