Setelah mengetahui fakta tentang penghianatan orang yang paling di cintai, Florin Eldes memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, namun di akhir hayatnya, seseorang yang begitu ia benci dan selalu ia siksa dengan sadis malah menangisi kepergiannya dan berharap ia tidak mati. " Kenapa kamu ingin menolongku? padahal aku sudah menyiksamu selama ini. bukankah kematianku adalah hal yang paling kamu inginkan..." Florin menutup matanya untuk terakhir kali setelah mengucapkan kalimat itu. Tapi di saat ia mengira ia sudah mati, ia Malah kembali ke malam dimana ia bertunangan dengan pria yang ia cintai sekaligus pria yang telah menghancurkan hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hidup kembali
Di luar rumah Surender, Stefany sudah siap dengan beberapa polisi yang diminta oleh Florin. Mereka menunggu di luar sambil mengamati situasi. Stefany sedang menunggu aba aba dari Florin. Namun sudah cukup lama mereka menunggu, Florin tak kunjung memberikan sinyal. Saat itu juga Wilson datang dan menghampiri mereka. " Dimana Florin apa dia baik baik saja?." tanya Wilson begitu panik.
" Wilson, nona Florin masih di dalam. Kami mendengar suara tembakan yang sangat keras. Saya sangat khawatir pada nona dan sampai sekarang dia belum mengirimkan sinyal."
" Apa? Ini tidak benar. Aku harus mengecek nya sendiri." Wilson hendak masuk ke dalam rumah saat mengetahui terjadi baku tembak di dalam sana, ia tak perduli dengan keselamatannya, ia hanya ingin tahu bahwa Florin baik baik saja. Namun ia di tahan oleh beberapa polisi yang ada di sana.
Wilson tak bisa pergi, sekarang ia malah terjebak bersama ketiga polisi yang menjaganya.
Beberapa jam yang lalu Stefany telah mengirimkan pesan pada Wilson, Stefany menceritakan semuanya. Wilson kaget, ia sangat terkejut dengan ke nekatakan Florin. " Kalau sampai terjadi sesuatu padamu aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri Florin!." Ujar Wilson dengan penuh penyesalan. Jujur saja Wilson sangat kecewa karena Florin tak mau bercerita padanya, hingga membuatnya salah paham. Tapi untuk sekarang itu tidak menjadi masalah, yang penting Florin baik baik saja.
.
.
Di dalam rumah, Surender yang sudah terbiasa dengan pemandangan di hadapannya terlihat santai. " Nona, anda sedang marah. Letakkan pistolnya dan saya akan mengatasi semua ini. Saya tahu kamu sedang ketakutan." Surender berjalan perlahan ke arah Florin yang terus menatap nya dengan kebencian.
" Jangan mendekat! Aku akan membunuhmu!." Ujar Florin sambil mundur dengan perlahan.
Surender yang sudah berada sangat dekat dengan Florin langsung mengambil pistol itu dari tangan Florin. Saat ini keadaan mulai berbalik, Florin terlihat tak bisa melakukan apa apa saat Surender meletakkan ujung pistol tepat di atas telinganya.
Surender melipat tangan Florin ke belakang, Florin benar benar terpojok.
" Kamu menipuku!. Aku kira kamu hanya gadis polos yang tak tahu apa apa, tapi ternyata aku salah. Kamu sudah menyiapkan semua ini dan berniat membunuhku. Tidak semudah itu Florin." Surender terlihat memainkan ujung pistol pada pipi Florin.
" Lepaskan aku kalau tidak kamu akan menyesal!." Teriak Florin.
" Usssst, jangan berisik. Tak akan ada yang datang menolong mu. Kamu tidak akan pulang dengan selamat Florin. Kamu sudah datang ke tempat yang salah. Aku akui nyalimu sangat luar biasa." Bisik Surender pada kuping Florin.
Florin berusaha untuk meraih sebuah tombol yang ada di belakang bajunya, ia sekarang tak punya pilihan selain meminta bantuan. Setelah berhasil memencet tombol itu, Florin mulai merasa lega.
Di luar, Stefany yang baru saja mendapatkan sinyal langsung memberitahukan semuanya pada polisi. Saat itu juga mereka masuk ke dalam rumah yang sedari tadi telah mereka kepung. Wilson juga ikut masuk ke dalam dengan perasaan cemas.
Sementara itu di dalam rumah, Florin tersenyum puas. " Sebentar lagi kamu akan tamat Suren. Kamu akan..."
" Diam Bitch! Jangan bicara lagi. Aku akan membunuhmu sekarang juga!." Surender mulai emosi saat Florin tak takut padanya.
Surender bersiap melepaskan peluru pada kepala Florin, namun belum sempat menembak ia malah tersungkur ke lantai karena tertembak dari arah lain.
" Florin!."
Florin menatap ke arah sumber suara, ia melihat Wilson ada di sana dan berlari mendekat padanya. " Jangan ke sini, pergi!. Wilson pergi!. Surender masih memilki senjata!." Florin melihat Surender mulai mengarahkan pistol nya kembali ke arah Wilson yang sedang berlari menuju ke arahnya.
Florin melihat Surender akan melayangkan tembakan.
Dor
Florin telah menghalangi arah tembakan, ia tersungkur ke lantai, darah mengalir deras dari tubuh Florin.
"FLORIN!!!"
" NONA!!!."
" Semuanya sudah berakhir, aku menang." Gumam Florin sebelum akhirnya kegelapan mengisi penglihatannya.
.
.
Di dalam ruang yang sunyi, Florin terbangun tanpa merasakan sakit apa apa. Padahal sebelumnya ia tertembak tepat di dadanya. Florin menyentuh dadanya yang masih baik baik saja. Kemudian ia melihat sekeliling, tempat ini sama persis seperti tempat dimana ia bangun dan kembali hidup setelah meneguk racun mematikan di apartemennya. " Apa aku kembali mati?. Bagaimana dengan Wilson?. Aku belum mengatakan rasa cintaku padanya?." Gumam Florin dalam hati. Ia ingin kembali lagi untuk menyelesaikan kesalahpahaman Wilson padanya.
" Florin, kamu sudah membalaskan dendam mu. Kamu harus kembali ke akhirat. Tugasmu sudah selesai."
Florin dapat mendengar suara dalam ruangan itu, tapi hanya suara tanpa bisa melihat siapa yang sedang bicara.
" Siapa kamu? Tunjukkan dirimu." Ujar Florin sambil mencari sosok yang baru saja bicara.
" Kamu tak bisa melihatku, Aku adalah cahaya yang tak bisa kau lihat dengan mata telanjang mu. Saatnya bagimu untuk pergi dari dunia ini. Kamu sudah mati untuk yang kedua kalinya. Dan inilah saatnya kamu kembali ke tempat yang seharusnya. Yaitu akhirat."
Suara itu kembali terdengar, Florin akan kembali ke akhirat. " Apa kamu Tuhan?." tanya Florin dengan gagap.
" Ya, aku adalah Tuhan alam semesta. Kamu harus bersujud saat mengingatku maka kamu akan mendapatkan ampunanku."
Florin bersujud saat itu juga. " Tuhan, terimakasih sudah memberikan kesempatan padaku untuk membalas dendam. Tapi...ada satu hal yang belum aku selesaikan. Cintaku belum aku katakan pada Wilson. Izinkan aku untuk kembali sekali lagi Tuhan aku mohon!."
" Tidak bisa! Kamu tidak bisa hidup lagi. Ragamu sudah di kubur."
" Tuhan, aku mohon. Berikan aku kesempatan sekali lagi!." Florin memohon dengan sungguh, ia tidak ingin Wilson hidup dalam kesengsaraan. Wilson bisa saja mengakhiri hidupnya kalau ia sampai tiada.
Florin mengangkat kepalanya, ia tak lagi mendengar suara Tuhan. Florin berputus asa. Sepertinya memang tak ada lagi kesempatan untuknya kembali hidup. Florin terduduk dengan lemas. Namun di saat sedang berputus asa, sekelebat cahaya terang kembali menyinari pandangannya sama seperti kematian sebelumnya.
" Kali ini kamu tidak akan hidup dalam ragamu, tapi dalam raga seorang wanita yang memiliki cinta tulus. Perbaiki nasibnya, dia adalah wanita yang mencintai pria yang sama denganmu. Sekarang dia sudah tidak punya harapan untuk hidup, kamu akan merasuki raganya dan menumbuhkan cinta di hatinya. Jika kamu berhasil maka kamu akan mendapatkan cinta dalam hidupmu dan kamu akan hidup dengan cinta."
Florin dapat mendengar kembali suara Tuhan, ia bingung dengan ucapan Tuhan tapi cahaya terang mulai menusuk matanya hingga ia tak sempat lagi bertanya.
" Nona bangun, saatnya sarapan!."
Florin terbangun dengan mata membulat. " Aku hidup kembali!." Ujarnya dengan senang. Ia menyentuh tangan, wajah dan juga dadanya. " Aku hidup kembali, Tuhan maha baik, dia memberikan kesempatan padaku sekali lagi. terimakasih Tuhan." Florin menyentuh dadanya sambil memejamkan mata dengan penuh syukur. Ia kembali hidup.
" Nona Bella, apa yang terjadi padamu?."
Florin membuka matanya saat mendengar nama seseorang yang begitu asing. " Bella?."