NovelToon NovelToon
GILA! IDOLA SMA-KU JADI ATASAN YANG GENIT BANGET

GILA! IDOLA SMA-KU JADI ATASAN YANG GENIT BANGET

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Idola sekolah
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Abu

Zea pernah diam-diam mencintai Bara, sang kakak kelas di SMA . Namun sebuah kejadian memaksanya pergi, meninggalkan perasaan itu tanpa sempat terungkap.

Sepuluh tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali dalam posisi yang berbeda yaitu Bara sebagai atasan dan Zea sebagai bawahan.

Perasaan lama yang Zea kira telah hilang, ternyata masih tersimpan rapi. Tanpa ia sadari, Bara pun menyimpan hal yang sama selama ini.

Namun waktu telah mengubah banyak hal. Rahasia masa lalu, jarak yang dulu tercipta, dan keadaan sekarang menjadi penghalang yang tak mudah dilewati.

Kini, keduanya harus memilih bertahan dalam diam, atau akhirnya memperjuangkan cinta yang sempat tertinggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Abu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia yang manis

Pagi harinya, suasana di ruangan kerja kembali seperti biasa. Tapi bedanya, sekarang ada cincin yang melingkar indah di jari manis Zea, dan hati mereka berdua sudah terikat resmi sebagai calon suami istri.

Sebelum memulai aktivitas seperti biasa, Zea memberanikan diri mendekati Bara yang sedang duduk di kursi kebesarannya. Wajahnya terlihat serius namun penuh permohonan.

Zea berdiri sopan di depan meja, lalu bicara pelan.

"Tuan... Boleh minta waktu sebentar? Ada yang mau saya omongin." Ujar Zea.

Bara yang sedang memegang berkas langsung menoleh, senyum lebar langsung terbit di wajahnya melihat calon istri imutnya itu.

"Iya sayang... Mau minta apa? Atau mau manja-manja dulu sebelum kerja?" Ujar Bara lembut.

Zea menggeleng cepat, wajahnya memerah lalu menunduk sedikit.

"Bukan itu... Saya cuma mau minta tolong sama Tuan. Soal hubungan kita yang sekarang udah resmi tunangan ini..." Seru Zea memohon.

Ia menarik napas lalu melanjutkan dengan jujur.

"Boleh nggak sih... kita simpan dulu buat diri kita sendiri? Jangan diumbar atau diumumkan ke semua karyawan dulu ya? Saya mohon banget." Lanjut Zea.

Bara mengernyitkan dahi, sedikit kecewa dan manyun.

"Loh kenapa sayang? Kan udah resmi, udah dapat restu orang tua kamu. Kenapa harus ditutup-tutupi? Aku kan pengen teriak sekalian kalau kamu itu milikku!" Ujar Bara.

Zea buru-buru jelasin supaya Bara nggak salah paham.

"Bukan gitu .... Saya bangga kok punya kamu. Cuma... saya belum siap aja sama situasinya. Belum siap denger omongan orang, belum siap jadi pusat perhatian tiba-tiba, dan belum siap kalau suasana kerja jadi berubah jadi aneh atau canggung." Ujar Zea pelan.

Ia menatap mata Bara memohon.

"Ayo kita jalani dulu dengan tenang. Kita tetap bersikap seperti Atasan dan Bawahan di depan umum, tetap profesional. Nanti kalau waktunya sudah tepat dan saya sudah siap mental, baru kita kasih tau semua orang ya? Sekarang cukup kita berdua dan orang tua kita aja yang tau dulu." Lanjut Zea.

Mendengar alasan yang masuk akal dan melihat wajah memohon Zea yang imut itu, Bara akhirnya menghela napas pasrah tapi senang.

Dia sadar, Zea itu wanita yang bijak dan punya pertimbangan matang.

Bara tersenyum tipis lalu mengangguk setuju.

"Ya sudah... Kalau itu permintaan kamu dan itu bikin kamu nyaman, Oke. Aku turutin." Ujar Bara.

Ia berdiri lalu berjalan mendekati Zea, menempelkan dahinya ke dahi wanita itu pelan.

"Janji deh. Di depan orang lain aku bakal tetep jadi Bos yang galak dan profesional. Aku bakal jaga jarak kayak biasa." Bisik Bara.

Tapi tiba-tiba dia senyum jail dan bisik lagi.

"Tapi inget ya... Di luar pandangan orang, atau pas lagi berdua doang di sini... Aku bebas dong peluk, cium, dan sayang sama kamu sepuas aku kan? ." Lanjut Bara.

DEG!

Zea langsung menutup wajahnya malu-malu.

"Awas saja kalau sampai berlebihan!" gumam Zea setengah mengancam.

Bara tertawa kecil lalu mencubit pipi Zea.

"Oke, saatnya kembali bekerja tapi sebelum dimulai kita harus melakukan hal untuk menyemangati diri" kata Bara.

"Terserah" Kata Zea yang pasrah.

Tidak menunggu lama, Bara langsung menarik tubuh Zea dan menyambar bibir tipisnya dengan penuh kasih sayang.

Ketika sudah puas, Zea langsung kembali ke tempat kerjanya.

Suasana di ruangan kerja sedang tenang. Zea sibuk mengetik laporan, sementara Bara tampak gelisah dan sering melihat jam tangan dengan wajah yang terlihat buru-buru.

Tiba-tiba Bara berdiri dari kursinya, merapikan jasnya dengan cepat, lalu mengambil kunci mobilnya.

Melihat itu Zea langsung menghentikan pekerjaannya dan bertanya sopan.

"Eh mau ke mana sih? Kok sepertinya buru-buru sekali? Ada rapat mendadak ya?" tanya Zea.

Bara menoleh sebentar, wajahnya terlihat biasa saja tapi sebenarnya dia lagi mikir cepat cari alasan yang masuk akal. Dia sengaja nggak mau cerita soal teman wanitanya itu.

"Ehm... Iya sayang. Tadi ada urusan mendadak dan penting banget yang harus aku urus di luar. Jadi aku harus pergi sekarang juga." Jawab Bara singkat dan datar.

"Urusan apa ? Bisa saya bantu atau saya ikut kan?" Kata zea yang penasaran.

Bara langsung geleng kepala cepat, dia makin takut ketahuan kalau bawa Zea.

"Enggak usah. Urusannya privat dan agak rumit. Kamu tetap di kantor aja ya, selesaikan kerjaan yang ada di sini. Aku juga nggak tau baliknya jam berapa, mungkin bisa sore atau malem." Seru Bara menolak.

Padahal yang ada di pikiran Bara:

"Ya ampun mana boleh bawa Zea! Nanti dia liat aku jemput cewek cantik di bandara, bisa gawat dong! Lagian Meli itu temen lama cewek, pinter, pengacara lagi. Aku sengaja merahasiain dulu biar Zea nggak mikir yang nggak-nggak, nggak overthinking, dan nggak cemburu buta sebelum waktunya. Nanti pas situasinya aman dan aku siap jelasin, baru aku kasih tau deh."

Bara mendekati Zea sedikit, lalu berbisik lembut buat nenangin.

"Kamu jangan khawatir atau curigaan ya. Aku beneran cuma mau nyelesain urusan penting doang. Nanti kalau udah selesai aku kabarin. Kamu tetap kerja rajin di sini ya calon istriku." Ujar Bara menjelaskan.

Dia nyium kening Zea sekilas buat ngasih rasa aman, padahal dalemnya dia lagi deg-degan takut kebongkar.

Zea mengangguk pelan meski masih ada rasa tanda tanya.

"Oh... Begitu ya. Ya sudah kalau kamu bilang begitu. Hati-hati di jalan ." gumam Zea.

Setelah Bara benar-benar pergi dan pintu tertutup, Zea duduk kembali di kursinya dengan wajah berpikir.

Pikirannya mulai berjalan liar.

"Urusan penting apanya? Kok wajahnya kelihatan semangat dan deg-degan gitu? Biasanya kalau urusan kerjaan kan mukanya tegas atau jutek. Ini kok kayak orang mau kencan gitu? Apa jangan-jangan... dia mau ketemu cewek lain ya? Atau ketemu mantan? Hadeh! Kok dia jadi sembunyi-sembunyi gini sih?!" Batin Zea menebak-nebak.

Rasa tidak tenang dan sedikit cemburu mulai menghantui Zea meski dia berusaha tetap percaya sama calon suaminya.

"Baiklah... Jika mau tutupin ya sudah. Tapi ingat ya Bara, kalau aku tau kamu bohong... siap-siap aja dimarahin!" Desis Zea pelan.

1
paijo londo
aduuuh zea kamu bikin bara gregetan campur penasaran tuh🤦🤦🤭🤭🤭
paijo londo
lucu ya kalo malu malah g mau ketemu🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!