Nathan Dwi herlangga atau yang biasa dipanggil Nathan adalah anak dari sepasang suami istri Ibu Dewi dan Pak Rama yang tinggal di gubuk sederhana.Semenjak Nathan lahir tidak ada tanda-tanda menunjukan kalau dirinya punya mata batin.Namun seiring berjalan nya waktu Mata batin Nathan terbuka saat ia menginjak usia 7 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengobati orang kedua kali nya
Sepulang sekolah Nathan mengajak Nabila pergi ke rumah nya.Rasanya Nabila ingin menolak tapi dia yang mengajak duluan ke rumah nya.Nathan harus ganti baju dulu baru ke rumah Nabila.
Nabila masih trauma datang ke rumah Nathan, apalagi kalau melewati jalan dekat hutan yang terasa menyeramkan walaupun di siang hari.Tak bisa ia lupa kejadian beberapa waktu lalu yang menimpa nya.
Sambil membonceng Nathan, Nabila memegang erat baju Nathan.Menengok kanan dan kiri,takut ada yang mengintai nya.
"udah gak usah takut,aku gak akan mengajak kamu menginap lagi kok"ujar Nathan sembari tersenyum tipis.
Tak lama kemudian sampai lah di rumah Nathan.Nathan turun dari motor nya dan masuk ke dalam rumah.
"Bu ada teman Nathan"Teriak Nathan sambil menggandeng Tangan Nabila.
Ibu Dewi yang dari dapur,badan nya bau bawang karena habis memasak.
"eh nak Nabila,gak kapok yah main ke rumah ini"sambil tersenyum.
"gak Bu,lagian cuman sebentar nunggu Nathan ganti baju habis itu ke rumah Nabila.Paman dan ibu sudah menunggu Nathan dirumah"ucap Nabila pelan.
"Loh memangnya Nathan kenapa ? Dia berbuat salah,kok sampai di panggil paman dan ibumu"Tanya Dewi penasaran.
"Anu Bu,tidak apa-apa.Nathan sudah janji mau membantu ibu Nabila menanam sayur di belakang rumah "ucapnya dengan gugup.
Ibu Dewi menyadari ada yang disembunyikan oleh putra nya.Ibu Dewi yang tidak bisa diam saja jika dia penasaran akan sesuatu.Ibu Dewi akan mencari tau informasi di desa sebelah.
***
Paman dan pak Rais sudah menunggu kedatangan Nathan.Ibu Nabila juga sudah membelikan buah tangan untuk Nathan banyak sekali.
Dari jauh terlihat motor Nathan.Tak sabar pak Rais ingin minta bantuan Nathan.Karena ia menderita cukup lama seperti paman Nabila.
Nathan dan Nabila turun dari motor dan duduk di depan rumah Nabila.Paman Nabila segera menghampirinya.
"lihatlah Nathan,kaki paman sudah bisa di gerakkan."ucapnya dengan riang.
"wah selamat ya paman, Nathan ikut senang melihat nya"jawab Nathan.
Nathan melihat wajah teman sebaya paman yang duduk di depan rumah paman dengan perut yang membesar seperti orang hamil.(jadi ini yang dimaksud aku sudah ditunggu)ucap Nathan dalam hati.
Teman Arwah Nathan memperingatkan Nathan.
"jangan mengobati orang lagi.Ibumu sedang mencari tau informasi"bisik teman Arwah Nathan.
Namun jiwa penolong nya tak terkendali,ia tak bisa membiarkan orang menderita yang tidak wajar."ah diam kamu"gerutu Nathan pada teman Arwahnya.
Nathan menghampiri teman paman Nabila.Dan duduk di samping nya.Ia sedikit bertanya-tanya pada beliau.
"sudah lama Bapak sakit seperti ini"Tanya Nathan pelan.
"hampir sama seperti paman Nabila nak"ujar nya.
Harusnya jika yang menyantet itu orang yang sama,pasti sudah hilang.Nathan memegang perut bapak Rais dan memejamkan mata lumayan lama.kemudian ia membuka matanya kembali.
" Bapak pulang dulu ke rumah,cari di semak-semak dekat rumah bapak, tepat nya di belakang rumah.Nanti bapak akan menemukan boneka yang perutnya besar karena disumpal dengan kain.Namun di dalamnya ada jiwa Bapak.Sebuah kain putih kecil yang di ikat bertuliskan nama Bapak.Boneka nya agak sedikit lusuh karena sudah lama terkena hujan dan panas "ujar Nathan pelan.
"Lalu jika ketemu.harus ku bawa kesini Nak ?"tanya nya pelan.
"tidak usah.Suruh istri Bapak membakarnya dengan menyebut nama Allah"ucap Nathan.
"terimakasih ya nak "pak Rais langsung biru pulang ke rumah.Apa benar penerawangan bocah itu.
...
"ibu, paman Nathan langsung pulang ya,takut dicariin ibu Nathan "ucap Nathan.
Ibu Nabila membawakan oleh-oleh banyak sekali untuk Nathan.Dia tak mungkin menolak hanya saja dia harus berbohong pada ibunya lagi supaya tidak curiga.
"terimakasih ya bu.repot-repot sekali"ucap Nathan sembari menjalankan mesin motornya.
.
Dirumah pak Rais.Dia datang dengan nafas yang terengah-engah dan memanggil istrinya.
"dek,ayo cepat kemari"sambil duduk mengatur nafas nya.
"ada apa sih pak,habis lari-lari ya"gumamnya.
"Udah ayo bawa korek api dan ikut aku ke belakang rumah "perintah pak Rais.
Istrinya pun bingung apa yang akan di lakukan oleh suaminya itu.dia menuruti saja keinginan suaminya dan menuju ke belakang rumah.
"cari dengan teliti.Jika kamu menemukan boneka lusuh yang perutnya sama besar nya seperti aku langsung saja kamu ambil"ucap pak Rais dengan nada serius.
"hah boneka lusuh,siapa yang telah memberitahumu pak,aku malah sama sekali tidak pernah menginjak semak-semak ini"ujar istri pak Rais kebingungan.
Keduanya mencari dengan teliti.Walapun semak-semak yang becek karena semalam habis turun hujan.Agak lama keduanya menyisir semak-semak kesana kemari namun tidak menemukan boneka yang di maksud Nathan .Tapi pak Rais tidak menyerah karena ingin sembuh dari penderitaan nya.
"i-ini pak.Uweekkk jorok sekali.Siapa yang membuang boneka selucu ini di semak-semak sayangnya sudah kotor begini"ucap istri pak Rais dengan nada polos.
"lucu apaan.Itu penyebab perutku jadi membesar seperti ini.Ayo kita bawa ke samping rumah dan keluarkan isi dari perut boneka itu"perintah pak Rais dengan nada marah.
Keduanya membawa boneka lusuh itu dan membongkar isi perutnya.Benar saja yang di katakan Nathan.Ada kain putih sepertinya kain kafan,pak Rais pun membuka nya dan menemukan tulisan nama lengkap beliau dengan terikat rambut.
"jadi selama ini kamu di santet mas ?"gerutu istrinya marah.
"siapa yang tega menyantet ku seperti ini.Ayo bakar boneka ini sambil menyebut nama Allah "perintah pak Rais pada istrinya.
Kemudian boneka itu dibakar.Ajaib nya perut pak Rais langsung kempes mengecil,dan sudah tidak merasakan sakit lagi.Pak Rais akan mencari tau rumah anak itu dan mengucapkan banyak terima kasih karena berhutang Budi pada nya.
Sudah lama pak Rais menderita,kalau tidak ketemu dengan Nathan mungkin seumur hidupnya bakal terus menderita dengan perut yang membesar.Bahkan ketika di USG pun tidak terlihat penyakitnya.