NovelToon NovelToon
SENTUHAN SANG MAFIA

SENTUHAN SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: MissSHalalalal

"Jika besok pria tua itu datang lagi untuk menagih jawabanmu, katakan padanya kau lebih memilih membusuk di sel ini," suaranya rendah, nyaris seperti desisan yang berbahaya.

Aku tersentak, mencoba mencerna kalimatnya. "Apa? Kau... kau menyuruhku tetap di penjara ini?"

"Ya," sahutnya pendek. "Aku tidak ingin menikah. Terlebih lagi, aku tidak ingin menikah denganmu. Kau tidak tahu apa yang akan kau hadapi jika melangkah masuk ke mansion utama sebagai istri seorang Grisham. Di sana, kau tidak akan hanya melihat darah, tapi kau akan mandi di dalamnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissSHalalalal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30

Pagi itu, sinar matahari terasa sedikit lebih bersahabat saat Darrel membimbingku masuk ke dalam mobil. Untuk pertama kalinya dalam sepuluh hari, aku keluar dari gerbang mansion tanpa rasa takut yang mencekik. Darrel tidak mengatakan ke mana kami akan pergi, dia hanya menyuruhku memakai pakaian yang rapi namun kasual.

Ketika mobil berhenti di depan gerbang universitas, jantungku berdegup kencang. Aroma kebebasan—bau buku, kopi kantin, dan obrolan mahasiswa—menyambutku.

"Darrel, kenapa kita ke sini?" tanyaku dengan mata berbinar.

"Selesaikan apa yang kau mulai, Lily" jawabnya singkat sambil membukakan pintu untukku.

Langkahku terasa ringan saat menyusuri koridor kampus. Di dekat taman fakultas, sebuah suara familiar memanggil namaku dengan teriakan melengking.

"Lily!"

Karin, sahabat baikku sejak semester pertama, berlari kencang dan langsung menabrakku dengan pelukan yang sangat erat hingga aku hampir terjatuh.

"Ya ampun, Lily Kau ke mana saja? Kau hilang tanpa kabar setelah pernikahan dadakan itu! Aku mencarimu ke toko bunga tapi tempat itu tutup!" Karin melepas pelukannya, matanya yang berkaca-kaca menatapku dari ujung kepala sampai ujung kaki. "Kau... kau terlihat berbeda. Lebih... mahal?"

Aku tersenyum canggung, lalu menoleh ke arah Darrel yang berdiri beberapa langkah di belakangku dengan tatapan waspada. "Karin, kenalkan. Ini Darrel... suamiku."

Mata Karin membelalak sempurna. Ia menatap Darrel yang tampak begitu mengintimidasi dengan setelan jas abu-abu gelapnya. Aura Darrel sangat kontras dengan lingkungan kampus yang santai.

"Su-suami?" Karin terbata-bata. "Halo, Tuan. Saya Karin, sahabat Lily Senang... senang bertemu Anda."

Darrel hanya mengangguk kecil, sangat formal dan dingin. "Lily bicaralah dengan temanmu. Aku ada urusan dengan dosenmu di dalam."

Aku menatap punggung Darrel yang menjauh. Perasaan aneh menyelimuti hatiku. "Karin, maafkan aku. Semuanya terjadi begitu cepat."

"Lily siapa pria itu sebenarnya?" bisik Karin setelah Darrel masuk ke gedung dekanat. "Dia tampan, tapi auranya... seperti dia bisa membunuh seseorang hanya dengan tatapan mata."

Aku hanya bisa tersenyum pahit. "Dia menjagaku, Karin. Hanya itu yang bisa kukatakan."

Hampir satu jam aku menghabiskan waktu bersama Karin, mendengarkan gosip kampus yang terasa seperti berasal dari dunia lain. Hingga kemudian, Darrel keluar dari ruang dosen pembimbingku, Prof. Wijaya. Namun, ada yang aneh. Prof. Wijaya yang biasanya tegas dan galak, kini berjalan di belakang Darrel dengan wajah pucat dan keringat dingin bercucuran.

Di tangan Darrel, ada sebuah map besar berwarna biru tua.

"Ayo, urusan kita selesai," ucap Darrel padaku.

"Urusan apa? Bukankah aku harus bimbingan revisi terakhir skripsiku?" tanyaku bingung.

Darrel menyerahkan map itu padaku. Saat aku membukanya, nafasku tercekat. Di dalamnya ada selembar ijazah asli dengan namaku tertera di sana: Liana Sabrina. Lengkap dengan transkrip nilai yang sempurna dan tanda tangan rektor.

"Darrel... apa ini? Aku bahkan belum sidang resmi. Aku belum wisuda!"

"Aku sudah membicarakan semuanya dengan Prof. Wijaya. Skripsimu sudah dinilai sangat layak. Tidak perlu ada formalitas yang membuang waktu," ucap Darrel tanpa ekspresi.

Aku menoleh ke arah Prof. Wijaya. Pria tua itu hanya mengangguk gemetar. "I-iya, Lily Penelitianmu sangat bagus. Kami memutuskan memberikan kelulusan istimewa untukmu."

Aku merasa dadaku sesak. Ada rasa kecewa yang dalam. Aku sudah memimpikan saat-saat memakai toga, berfoto bersama Nenek, dan melempar topi bersama Karin. Darrel baru saja merampas impian sederhana itu dariku dengan kekuasaannya.

"Kenapa kau melakukannya, Darrel?" tanyaku saat kami kembali ke mobil. "Aku ingin wisuda seperti mahasiswa lainnya."

Darrel menatapku saat dia menghidupkan mesin. "Dunia luar terlalu berbahaya untukmu sekarang, Lily Aku tidak bisa membiarkanmu berdiri di atas panggung terbuka dengan ribuan orang menonton. Identitasmu sebagai Nyonya Grisham harus tetap berada di bawah radar hingga aku memegang takhta sepenuhnya."

Ia menggenggam tanganku, namun kali ini terasa seperti cengkeraman kepemilikan yang kuat. "Gelar itu sudah di tanganmu. Kau sudah memenuhi janji pada ayahmu. Sekarang, kau harus fokus pada janjimu padaku."

Aku menatap ijazah di pangkuanku. Ijazah ini terasa hambar. Darrel tidak hanya mempercepat kelulusanku; dia sedang mempersiapkanku untuk sesuatu yang lebih besar. Dia memberiku apa yang kuinginkan agar aku tidak punya alasan lagi untuk menolak permintaannya.

"Setelah ini kita ke mana?" tanyaku lirih.

"Ke tempat kerja barumu," jawabnya misterius. "Jika kau ingin menjadi istri pemimpin klan, kau harus tahu bagaimana klan ini bekerja di balik layar."

**

Mobil meluncur membelah pusat kota, berhenti tepat di depan sebuah gedung pencakar langit dengan arsitektur futuristik yang didominasi kaca gelap. Papan nama emas besar bertuliskan Nikolas Max Longue berkilau tertimpa cahaya matahari sore.

"Hotel?" bisikku, sedikit lega namun tetap waspada.

"Bukan sekadar hotel, Lily" jawab Darrel dingin. Ia membimbingku masuk melewati lobi yang luasnya hampir menyamai lapangan bola. Lantainya terbuat dari marmer hitam Italia, dan lampu kristal raksasa menggantung di langit-langit, memancarkan kemewahan yang mencekik.

Kami menaiki lift khusus dengan akses kartu emas. Di tengah perjalanan naik, Darrel tiba-tiba berdiri di belakangku. Tangannya yang besar bergerak perlahan, menutupi kedua mataku.

"Darrel, apa yang kau lakukan?" jantungku berdegup kencang. Bayangan tentang ruang bawah tanah Erlan yang lembap dan dingin kembali menghantui. "Jangan bawa aku ke tempat gelap itu lagi. Kumohon."

"Diamlah dan rasakan jalannya," bisiknya tepat di telingaku.

Lift berhenti. Aku dituntun berjalan melewati pintu geser otomatis. Hawa di sekitarku berubah; aroma parfum hotel yang segar berganti dengan bau maskulin yang berat, campuran antara cerutu mahal, alkohol, dan sesuatu yang tajam seperti bahan kimia.

Darrel melepaskan tangannya.

Aku terkesiap. Kami berada di sebuah aula bundar yang sangat luas. Di depanku, dinding kaca menampilkan panorama kota dari ketinggian, namun di sisi lain, ruangan ini terhubung dengan lantai-lantai terbuka di bawahnya yang menyerupai labirin maksiat.

"Tempat ini... milik Dante?" tanyaku, teringat inisial D.M.N (Dante Maximilian Nikolas) pada nama gedung ini.

"Dante adalah otak di balik kemewahan ini. Dia ingin membangun kerajaan yang terlihat suci di luar, namun busuk di dalam," Darrel berjalan menuju pagar pembatas, menunjuk ke lantai bawah.

Di bawah sana, kulihat lampu neon warna-warni yang berkedip cepat. Sebuah klub malam eksklusif di mana orang-orang berpakaian mahal berdansa seolah hari esok tak ada. Di sudut lain, meja-meja judi hijau dengan tumpukan chip bernilai miliaran rupiah dikerumuni pria-pria berjas. Namun yang paling membuatku merinding adalah deretan ruangan kaca di sisi jauh, di mana orang-orang dengan jas putih laboratorium tampak sibuk meracik pil dan serbuk putih.

"Kenapa kau membawaku ke sini, Darrel?" suaraku bergetar. "Hanya untuk memamerkan kekayaan berdarah Grisham padaku? Untuk menunjukkan betapa hebatnya suamiku?"

Darrel tertawa sinis, suara tawa yang tidak mengandung kebahagiaan sedikit pun. Ia berbalik dan menatapku dengan mata yang menggelap.

"Bukannya ini yang kau inginkan kemarin, Lily Kau yang memohon padaku untuk naik takhta. Kau yang bilang kekuasaan adalah perisai terbaik," ia melangkah maju, memojokkanku ke pagar pembatas. "Ini adalah sebagian kecil dari apa yang akan menjadi tanggung jawabmu. Menjadi istri pemimpin klan bukan berarti kau duduk di mansion sambil menyusun bunga. Kau akan mengelola tempat seperti ini. Kau akan memastikan distribusi 'barang' kita lancar, dan kau akan melihat pengkhianat dieksekusi di ruang belakang kasino itu."

Hatiku mencelos. Rasa mual menjalar hingga ke kerongkongan. Dunia yang ia gambarkan jauh lebih mengerikan dari apa yang kubayangkan di dalam kamar.

"Aku... aku hanya ingin kita aman," rintihku.

"Aman dalam dunia mafia berarti kau harus menjadi predator yang paling ditakuti, Lily Tidak ada keamanan tanpa kekejaman!" Darrel mencengkeram daguku, memaksa aku melihat ke arah laboratorium obat-obatan itu. "Lihat mereka! Mereka adalah alasan kenapa Grisham bisa membeli hukum. Dan sekarang, kau adalah bagian dari mereka."

Aku memalingkan wajah, menyembunyikan tangisku. Aku merasa terjebak. Di satu sisi, ada tawaran Erlan yang menjanjikan kebebasan jika aku berhasil membuat Darrel menjadi pemimpin. Di sisi lain, semakin Darrel mendekati takhta itu, semakin dalam aku terseret ke dalam lumpur dosa ini.

Namun, di tengah ketakutanku, sebuah nama terlintas di benakku: Evelyn.

Jika Dante membangun tempat ini, dan Evelyn adalah orang terakhir yang bersamanya, mungkinkah ada jejak kakakku di sini? Jika aku ingin menemukannya, jika aku ingin tahu alasan sebenarnya dia menembak Dante, aku tidak boleh lari. Aku harus masuk ke dalam lubang singa ini.

"Baik," ucapku, menghapus air mata dengan kasar. Aku menatap Darrel dengan tatapan yang lebih berani dari sebelumnya. "Jika ini adalah duniaku sekarang, maka ajari aku. Tunjukkan padaku semuanya. Jangan ada yang disembunyikan lagi."

Darrel tampak terkejut dengan perubahan sikapku. Ia melepaskan daguku, senyum tipis yang sulit diartikan muncul di bibirnya.

"Bagus," bisiknya. "Emily Livingston yang asli mulai bangun. Mari kita lihat seberapa kuat kau bertahan di dalam kegelapan ini."

Malam itu, di puncak gedung Nikolas Max Longue, aku menyadari bahwa pencarianku terhadap Evelyn baru saja dimulai. Aku akan memainkan peran sebagai istri mafia yang patuh demi Erlan, namun di balik itu, aku akan menggunakan setiap inci kekuasaan Darrel untuk mencari kakakku. Bahkan jika aku harus mengotori tanganku dengan serbuk putih itu.

***

Bersambung...

1
Vanni Sr
seruuuu , haduh knp cm 1 sihhhh kak
MissSHalalalal: author masih ada keperluan di dunia nyata nih kak. 🙏 tenang saja, tiap hari update kok. 😍
total 1 replies
Mita Paramita
kasian sekali Lily takdir nya terkurung dalam sangkar emas 😭
Mita Paramita
ingatan Lily mulai pulih 🤨 masih misterius siapa yang nembak Dante? mungkinkah Lily yang nembak Dante???🤣🤣 lanjut Thor satu episode lagi please 🔥🔥🔥
Mia Camelia
alex kemana thor ???🤔 saksi kunci kah 🤔🤔
Mita Paramita
Thor... novel ny seru banget jadi penasaran terus 😘😘😘 lanjut Thor 🔥🔥🔥
Mita Paramita
Lily bisa jadi kamu sebenarnya Evelyn 🤨🤨🤨 karena amnesia jadi lupa 🤣🤣🤣lagi Thor update lagi 😘😘😘 please
Mita Paramita
Darrel aneh... udah posesif, pemaksa dan penuh rahasia. Lily kabur aja nyusul Evelyn 🤣🤣🤣
Mia Camelia
jadi binguung , dante kan pacar nya evelyn ?? kok ini lily bilang klo damian pacar nya juga ??? berarti ada yg selingkuh kaah🤔🤔🤔
MissSHalalalal
tunggu update besok ya kak🙏
Mita Paramita
Evelyn kemana Thor? apa mungkin dia Lily? lanjut Thor 🔥🔥🔥
Vanni Sr
terus erlan masa g pensarn sm lantai 3?
Vanni Sr
jd gmn gmn thor? kt ny damian as dante itu pacar lily yg hilang tp kt ny dante cinta mati sm evelyn? tp masa iya darel g tau lily mantan damian
Mita Paramita
ayo Lily inget inget siapa Damian as Dante ? kamu hilang ingatan mungkin karena ulah Erlan atau Darrel?
Mia Camelia
damian atau dante ??? siapa yg dia😂🤣
MissSHalalalal
pelan-pelan ya. ternyata banyak hal yang Lily belum tau tentang siapa Dante dan kenapa Lily di jauhkan keluarganya dari dunia mafia.
Mia Camelia
banyak rahasia livingston😂
Mita Paramita
lagi Thor update lagi 😘😘😘
sebentar Evelyn masih hidup atau mati?
MissSHalalalal
sepertinya Darrel mulai terobsesi pada lily nih 🤭 takut lily tertarik pada kael
Mia Camelia
darel hebat ya bisa tau rencana liliy🤣🤣🤣
Mita Paramita
keren Thor ceritanya 🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!