NovelToon NovelToon
HOT Duda Itu Majikan Hatiku

HOT Duda Itu Majikan Hatiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Duda
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

WARNING ⚠️
(untuk umur 17 keatas)

...
Arkeas InjitAsmo hidup dalam keteraturan yang mewah. Baginya, hidup adalah tentang estetika dan wangi yang presisi. Namun, dunianya runtuh saat istrinya pergi dan ia harus mengurus Alisya sendirian di tengah kesibukan peluncuran parfum terbaru. Sepuluh pengasuh profesional sudah ia pecat dalam sebulan karena "bau badan mereka tidak estetik."

Masuklah Zollana, melamar pekerjaan. Karena sebuah insiden di mana Zollana tidak sengaja memecahkan Vas bunga kristal itu hingga hancur berkeping-keping, Arkeas justru menyadari satu hal: Alisya anaknya berhenti menangis saat berada di dekat Zollana.

Arkeas terpaksa mempekerjakan Zollana sebagai nanny sekaligus asisten rumah tangga dengan kontrak "Dilarang Ceroboh". Namun, nyatanya? Zollana justru membawa kekacauan yang berwarna di rumah minimalis Arkeas yang dingin.

...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30 Debut Internasional

...🌹🌹🌹...

Hari yang ditunggu-tunggu (dan ditakuti Zolla) akhirnya tiba. Sejak pukul dua siang, penthouse Arkeas sudah berubah fungsi menjadi studio kecantikan dadakan. Tim MUA (Make Up Artist) langganan para artis papan atas sudah stand-by. Alisya sendiri sudah dijemput oleh sopir pribadi Arkeas untuk menginap di rumah Omanya, sesuai rencana "sterilisasi gangguan" sang Papa.

Zolla duduk di depan cermin besar, sementara wajahnya dipoles dengan look yang clean tapi bold. Rambutnya ditata sleek bun yang sangat elegan, menyisakan beberapa helai anak rambut yang membingkai wajahnya dengan manis.

"Gila, Mbak Zolla... struktur mukanya expensive banget! Mas Arkeas beneran pinter milih 'asisten'," celetuk sang MUA sambil mengoleskan lip tint warna terracotta yang sangat natural.

Zolla hanya bisa nyengir kaku. "Makasih, Mbak. Saya juga kaget kok bisa nyasar di sini."

Tiba-tiba, pintu kamar terbuka. Arkeas masuk dengan setelan tuksedo hitam pekat yang dijahit khusus mengikuti lekuk tubuhnya yang atletis. Rambutnya ditata ke belakang, memperlihatkan dahi dan garis rahang yang sangat tajam. Aura "Duda Mahal" terpancar begitu kuat sampai Zolla refleks menahan napas.

"Sudah selesai?" tanya Arkeas, suaranya terdengar lebih berat dari biasanya.

Arkeas berhenti melangkah tepat di belakang kursi Zolla. Ia menatap pantulan Zolla di cermin. Untuk beberapa detik, ruangan itu hening. Arkeas yang biasanya punya seribu kritikan, kali ini tidak mengeluarkan suara sepatah pun.

"Mas? Mas Arkeas? Kenapa? Jelek banget ya? Mau saya hapus aja?" Zolla mulai panik melihat ekspresi Arkeas yang mendadak kaku.

Arkeas berdehem, tangannya menyentuh bahu Zolla yang tertutup kain hijau zamrud dari gaun finalnya. "Zol... sepertinya saya salah strategi."

"Hah? Maksudnya?"

"Saya bilang saya mau pamer ke dunia. Tapi melihat kamu sekarang... saya justru ingin mengunci pintu penthouse ini dan membatalkan acaranya. Kamu terlalu... mengalihkan dunia saya," bisik Arkeas tepat di telinga Zolla.

...🌹🌹🌹...

Di dalam mobil Rolls-Royce yang membawa mereka ke hotel bintang lima tempat acara berlangsung, suasana sangat intense. Zolla terus meremas jemarinya yang dingin karena gugup.

Arkeas yang menyadari kegelisahan itu, meraih tangan Zolla dan menggenggamnya erat. "Jangan takut. Kamu cuma perlu berdiri di samping saya. Biar saya yang jadi tameng kamu."

"Mas, nanti kalau ada yang tanya saya siapa, saya jawab apa? Asisten? Atau... babysitter?" tanya Zolla lirih.

Arkeas menatap mata Zolla dengan tatapan yang sangat dalam. "Jawab saja kamu adalah 'pusat gravitasi' saya. Kalau mereka nggak paham, biarkan mereka overthinking sendiri."

Begitu mobil berhenti di depan red carpet, kilatan kamera wartawan langsung menyambar. Arkeas turun lebih dulu, lalu ia mengulurkan tangannya pada Zolla. Saat Zolla keluar dari mobil, sempat terdengar suara gumaman kagum dari kerumunan.

"Itu siapa? Pacar barunya Arkeas InjitAsmo?"

"Gila, cantik banget! Auranya beda sama model-model biasanya!"

Arkeas mempererat genggamannya di pinggang Zolla, menariknya lebih dekat seolah sedang memberi tanda "Klaim Hak Milik" kepada semua orang yang menonton.

...🌹🌹🌹...

Di dalam ballroom yang megah, Zolla merasa seperti masuk ke dunia lain. Semua orang berpakaian sangat mewah, wangi parfum mahal menyerbak di mana-mana. Arkeas terus memperkenalkan Zolla pada kolega-koleganya dengan kalimat yang sangat ambigu.

"Kenalkan, ini Zolla. Sosok di balik kenyamanan hidup saya sekarang," ucap Arkeas pada seorang investor asing.

Zolla hanya bisa tersenyum sopan sambil menahan diri agar tidak pingsan. Namun, konflik ringan mulai muncul saat seorang wanita cantik, mantan kolega Arkeas yang kabarnya pernah mengejar sang CEO, mendekat dengan tatapan sinis.

"Oh, jadi ini asisten yang lagi ramai dibicarakan itu? Manis ya, tapi sepertinya... selera Arkeas sudah bergeser ke arah yang lebih 'sederhana'?" ucap wanita itu sambil memutar gelas champagne-nya.

Zolla baru mau membalas, tapi Arkeas sudah lebih dulu maju satu langkah. Ia merangkul bahu Zolla dengan protektif.

"Sederhana itu relatif, Clara. Bagi saya, kesederhanaan Zolla jauh lebih berkelas daripada kemewahan yang dipaksakan. Dan satu lagi... Zolla bukan cuma asisten. Dia adalah satu-satunya orang yang punya kunci ke bagian terdalam hidup saya. Excuse us," Arkeas langsung menarik Zolla pergi, meninggalkan wanita itu dengan wajah merah padam.

...🌹🌹🌹...

Karena merasa sesak dengan kerumunan, Arkeas membawa Zolla ke balkon hotel yang lebih sepi. Angin malam bertiup kencang, menerbangkan helai rambut Zolla.

"Mas... tadi makasih ya sudah belain saya," ucap Zolla sambil menatap Arkeas yang sedang melonggarkan dasinya.

Arkeas menoleh. "Saya nggak belain kamu, Zol. Saya cuma menyatakan fakta. Kamu memang berkelas."

Arkeas mendekat, memojokkan Zolla di pagar balkon. Cahaya lampu kota memberikan efek sinematik pada wajah mereka. Arkeas menyentuh dagu Zolla, mengangkatnya perlahan.

"Zol... detak jantung kamu di jam tangan saya... angkanya 125. Kamu nggak bisa bohong lagi sekarang," bisik Arkeas.

"Ini... ini efek AC-nya mati, Mas!" Zolla masih mencoba berkelit.

"AC-nya nyala, Zolla. Dan di sini dingin," Arkeas menunduk, bibirnya hanya berjarak satu senti dari bibir Zolla. "Besok, semua berita akan bahas soal kamu. Kamu siap jadi 'milik publik' sebagai milik saya?"

"Mas Arkeas... Mas beneran cinta saya?" tanya Zolla, akhirnya menanyakan pertanyaan yang menghantuinya semalaman.

Arkeas tidak menjawab dengan kata-kata. Ia justru menempelkan dahi mereka. "Kalau saya nggak cinta, saya nggak akan memamerkan kamu di depan orang-orang yang bisa saja merebut kamu dari saya. Saya mengambil risiko ini karena saya ingin semua orang tahu... kalau kamu adalah garis finish saya."

Arkeas perlahan mencium dahi Zolla, lalu turun ke kelopak matanya, dan berakhir di pipinya. Sangat lambat, seolah sedang menghargai setiap detik adaptasi mereka selama ini.

...🌹🌹🌹...

(Bersambung ke Episode 31...)

1
falea sezi
alahh alah mas duda bucenn/Curse//Curse/
falea sezi
lanjooot
kikyoooo: wokey
total 1 replies
Indri
Terlalu berani karakter zolla
falea sezi
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!