NovelToon NovelToon
Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: Julia And'Marian

Keira tidak pernah menyangka—keputusan sederhana untuk bersembunyi di sebuah rumah kosong justru mengubah seluruh jalan hidupnya. Niatnya hanya menghindar dari masalah yang mengejarnya, mencari tempat aman untuk sesaat. Namun takdir seolah punya rencana lain.
Sebuah kesalahpahaman terjadi.
Dan dalam hitungan waktu yang begitu singkat… Keira terikat dalam pernikahan dengan seorang pria yang bahkan belum pernah ia kenal sebelumnya.
Gus Zayn.
Pria yang datang ke rumah itu bukan untuk mencari masalah—melainkan hanya menjalankan permintaan temannya untuk mensurvei sebuah rumah yang akan dibeli. Ia tak pernah membayangkan, langkahnya hari itu justru menyeretnya ke dalam sebuah ikatan suci yang sama sekali tidak ia rencanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia And'Marian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 30

Malam itu ruang tamu ndalem terasa jauh lebih sunyi dari biasanya.

Lampu gantung di tengah ruangan memantulkan cahaya hangat, namun suasana di sana justru terasa tegang.

Ning Afifa duduk dengan punggung tegak di salah satu kursi tamu. Wajah anggunnya masih tampak tenang, meski sejak tadi ia menyadari ada sesuatu yang berbeda dari sikap Gus Zayn.

Sedangkan Ummi Halimah duduk di sampingnya dengan raut wajah lembut namun serius.

Keira sendiri tidak berada di sana.

Gus Zayn sengaja memintanya tetap di kamar karena tahu pembicaraan malam ini tidak akan mudah.

“Afifa...” panggil Ummi Halimah pelan.

Perempuan itu langsung menoleh hormat. “Iya, Ummi?”

Ummi Halimah sempat saling pandang dengan Gus Zayn beberapa detik sebelum akhirnya menghela napas perlahan.

“Ada sesuatu yang perlu kamu tahu.”

Entah kenapa...

Hati Afifa langsung terasa tidak enak.

Tatapannya perlahan beralih pada Gus Zayn yang duduk tenang di seberangnya.

Namun kali ini, pria itu terlihat terlalu serius.

“Mas Zayn?” panggil Afifa pelan.

Gus Zayn menatap perempuan itu dengan sorot mata penuh hormat.

“Saya minta maaf.”

Deg.

Kalimat pertama itu langsung membuat dada Afifa menegang.

“Apa maksudnya?”

Hening beberapa detik.

Lalu Gus Zayn akhirnya berkata pelan,

“Saya sudah menikah.”

Dunia Afifa seperti berhenti sesaat.

“Apa...?”

Wajah perempuan itu langsung berubah pucat.

Tatapannya berganti cepat antara Gus Zayn dan Ummi Halimah seolah berharap baru saja salah dengar.

“Mas bercanda kan?”

Tidak ada jawaban.

Dan diam itu justru menghancurkan semuanya.

Afifa langsung berdiri dari duduknya dengan napas mulai tidak teratur.

“Tidak mungkin...” bisiknya pelan. “Tidak mungkin.”

“Afifa...” Ummi Halimah ikut berdiri ingin menenangkannya.

Namun perempuan itu mundur cepat.

“Sejak kapan?” suaranya mulai bergetar. “Sejak kapan Mas nikah?!”

Gus Zayn tetap berdiri tenang meski tatapannya melembut penuh rasa bersalah.

“Beberapa waktu lalu.”

Afifa tertawa kecil tidak percaya.

“Dan saya baru tahu sekarang?”

“Maaf.”

“Maaf?” mata perempuan itu mulai berkaca-kaca. “Keluarga saya menunggu bertahun-tahun, Mas.”

Deg.

Suasana ruang tamu terasa semakin menyesakkan.

Afifa menggigit bibirnya kuat-kuat menahan tangis.

“Saya menjaga hati saya untuk Mas Zayn...” suaranya pecah perlahan. “Semua orang tahu kita dijodohkan.”

Ummi Halimah menunduk sedih.

Karena beliau tahu...

Afifa memang menyimpan harapan besar selama ini.

“Kenapa?” akhirnya perempuan itu menatap Gus Zayn langsung dengan mata penuh luka. “Apa kurang saya sampai Mas memilih perempuan lain?”

Pertanyaan itu membuat suasana kembali hening.

Namun Gus Zayn menjawab dengan suara rendah dan tenang,

“Tidak ada yang kurang dari kamu, Afifa.”

“Lalu kenapa?!”

Untuk pertama kalinya suara perempuan itu meninggi.

Air matanya jatuh.

“Saya berusaha jadi perempuan yang pantas buat Mas!”

Deg.

Di balik pintu lorong menuju kamar, Keira yang tanpa sengaja mendengar semuanya langsung mematung dengan wajah pucat.

Dadanya kembali terasa sesak.

Sedangkan di ruang tamu—

Gus Zayn perlahan berdiri.

Tatapannya tetap tenang, namun begitu tegas.

“Karena hati tidak bisa dipaksa.”

Kalimat itu membuat Afifa membeku.

“Saya menghormati kamu.” lanjut Gus Zayn pelan. “Dan saya tidak pernah ingin menyakitimu.”

“Tapi Mas tetap melakukannya.”

Suara Afifa lirih sekali sekarang.

Penuh kecewa.

Penuh luka.

Perempuan itu menghapus air matanya cepat lalu tertawa kecil hambar.

“Perempuan itu...” bibirnya bergetar kecil. “Dia lebih baik dari saya ya?”

Dan pertanyaan itu...

Membuat Gus Zayn terdiam beberapa detik sebelum akhirnya menjawab rendah,

“Dia adalah istri saya sekarang.”

Jawaban itu menghantam hati Afifa lebih keras dari apa pun malam itu.

Perempuan itu menatap Gus Zayn dengan mata yang mulai dipenuhi air mata.

Dan untuk pertama kalinya...

Ia benar-benar sadar bahwa pria di hadapannya sudah bukan miliknya lagi.

Bahkan mungkin...

Tidak pernah benar-benar menjadi miliknya sejak awal.

Afifa tertawa kecil hambar sambil menggeleng pelan.

“Mas selalu sebaik ini ya...” suaranya lirih. “Sampai nolak saya pun tetap pakai cara lembut.”

“Afifa...” Ummi Halimah mencoba mendekat.

Namun perempuan itu mundur pelan.

“Saya malu, Ummi.”

Deg.

Kalimat itu membuat hati Ummi Halimah ikut terasa nyeri.

“Orang-orang sudah tahu saya dijodohkan dengan Mas Zayn.” lanjut Afifa sambil menahan tangis. “Saya datang ke sini dengan harapan...”

Suaranya pecah sendiri.

Sedangkan Gus Zayn hanya diam mendengarkan dengan tatapan penuh rasa bersalah.

Afifa lalu mengusap cepat air matanya.

“Perempuan itu siapa?”

Pertanyaan itu membuat suasana mendadak hening.

Di balik lorong kamar, tubuh Keira langsung menegang.

Ia refleks mundur sedikit.

Takut.

Takut mendengar jawaban berikutnya.

Namun Gus Zayn menjawab tanpa ragu sedikit pun.

“Namanya Keira.”

Deg.

Nama itu terdengar begitu jelas malam ini.

Afifa menunduk sebentar sambil mengatur napasnya yang mulai bergetar.

“Dia perempuan yang Mas pilih?”

“Iya.”

“Karena Mas cinta sama dia?”

Hening sepersekian detik.

Lalu—

“Maaf kan saya Afifa..”

Jawaban itu terasa seperti pisau bagi Afifa.

Air matanya jatuh lagi.

Namun perempuan itu tersenyum kecil meski menyakitkan.

“Beruntung sekali dia.”

Di balik dinding lorong, Keira langsung menutup mulutnya sendiri menahan tangis yang hampir pecah lagi.

Sedangkan di ruang tamu—

Afifa akhirnya duduk pelan kembali karena kakinya terasa lemas.

“Saya bodoh ya...” tawanya lirih. “Nunggu seseorang yang hatinya ternyata sudah pergi jauh.”

“Tidak.” Gus Zayn menjawab pelan. “Kamu perempuan baik. Dan pantas untuk laki-laki baik pula.”

“Tapi tetap bukan pilihan Mas.”

Kalimat itu membuat suasana kembali sunyi.

Ummi Halimah memegang tangan Afifa lembut.

“Nduk... maafkan kami.”

Afifa menggigit bibirnya kecil lalu mengangguk pelan meski air matanya masih jatuh.

“Saya cuma butuh waktu.”

Tatapan Afifa perlahan kembali pada Gus Zayn. Namun kali ini, bukan hanya luka yang terlihat di sana. Melainkan kecewa yang begitu dalam.

Sunyi memenuhi ruang tamu ndalem.

Sampai akhirnya, Perempuan itu tertawa kecil hambar sambil menggeleng pelan.

“Lucu ya...” suaranya lirih. “Semua orang di luar sana masih nganggep saya calon istri Mas Zayn.”

Ummi Halimah menunduk sedih.

Sedangkan Gus Zayn tetap diam dengan wajah tenang meski rahangnya sedikit mengeras menahan rasa bersalah.

“Tapi ternyata...” suara Afifa mulai meninggi. “Mas sudah menikah diam-diam.”

“Afifa...” Ummi Halimah mencoba menenangkan.

Namun perempuan itu langsung berdiri cepat.

“Kenapa baru sekarang bilang?!” matanya berkaca-kaca hebat. “Kenapa setelah saya datang ke sini?!”

Ruangan mendadak terasa sesak.

“Ayah saya menjaga hubungan baik dengan keluarga ini bertahun-tahun!” lanjutnya dengan suara bergetar. “Semua orang berharap saya sama Mas!”

Air matanya jatuh deras sekarang. Ning Afifa yang selalu terlihat anggun dan tenang tampak benar-benar hancur.

“Saya nunggu, Mas...” suaranya melemah. “Saya nolak banyak lamaran karena percaya sama perjodohan ini.”

Deg.

Gus Zayn perlahan menundukkan pandangannya.

“Saya minta maaf.”

“Tapi saya nggak butuh maaf!” Afifa langsung membalas cepat. Tangannya mengepal kuat menahan gemetar. “Kalau dari awal Mas nggak mau sama saya, kenapa diam?!”

Hening. Dan diam itu justru membuat hati Afifa makin sakit.

Perempuan itu tertawa kecil penuh kecewa sambil menghapus air matanya kasar. “Hebat...” bisiknya lirih. “Saya ternyata cuma hidup dalam harapan sendiri.”

Ummi Halimah ikut berkaca-kaca melihat keadaan itu. “Afifa, dengarkan dulu nduk—”

“Tidak Ummi...” Afifa menggeleng cepat. “Kalau saya tetap di sini, saya cuma bakal malu.”

Tatapannya perlahan kembali pada Gus Zayn. Dan kali ini sorot matanya penuh luka.

“Mas bahkan nggak pernah ngasih saya kesempatan buat berharap lebih jauh ya?”

Gus Zayn terdiam beberapa detik sebelum akhirnya menjawab rendah, “Karena saya tidak ingin memberi harapan palsu.”

Kalimat itu justru terasa seperti pisau terakhir. Afifa tersenyum tipis. Namun senyum itu menyakitkan sekali. “Mas tahu?” suaranya lirih bergetar. “Saya datang hari ini sambil bawa banyak harapan.”

Deg.

“Saya kira...” air matanya jatuh lagi, “setidaknya hati Mas masih bisa terbuka buat saya. Dan kita bisa melangsungkan pernikahan secepatnya.”

Namun sekarang semuanya terasa begitu memalukan.

Karena ternyata hanya dirinya yang berharap.

Afifa langsung mengambil tasnya dengan tangan gemetar.

“Afifa...” Ummi Halimah ikut berdiri panik.

Namun perempuan itu mundur pelan sambil menggeleng.

“Saya mau pulang.”

Suasana ruang tamu langsung terasa dingin.

Dan tepat saat Afifa berbalik menuju pintu.. Langkahnya terhenti.

1
Nadia Zalfa
lanjut kak....semngat ya keyra jangan pikiran macam"...semoga segera datang kebahagiaan mu 😍
keynara
ayo keira pergi aja daripada punya suami nggak percaya sama kamu lagian udah ditalak
palingan ntar gus Zayn nyesel
Julia and'Marian: 😭😭😭😭😭😭
total 1 replies
Della Nuri delima
thorrrrr plisss double uppp😭😭😭😭
Della Nuri delima
kok jahat banget sihhh😭
Julia and'Marian: hehehe, astaghfirullah kak, aku lupa. tadi udah siapin bahannya. malah lupa di revisi dulu. sebentar ya kak🙏
total 1 replies
Cah Dangsambuh
dasar sontoloyo ning yang ga ngerti akidah ngga pernah mempelajari kitab uqudhulijayn yo cuma mbakyu afifah🙏🤣🤣🤣🤣
Cah Dangsambuh
tuh kan mosok seorang ning kok kelakuanya nggak banget pasti lagi bayinya ketuker sama anak kunti
Julia and'Marian: hahahaha
total 1 replies
Della Nuri delima
double up kenapa sih thorrrr😭😭🙏🏻
Julia and'Marian: kak, sinyal tempatku susah banget ini...😭
total 1 replies
Nadia Zalfa
kira" keluarganya keira gimana ya bisa nemuin Keira nggak yaa...jadi penasaran sama kehidupan Keira sebelum ketemu Gus Zain
Julia and'Marian: ini konfliknya nanti ya kak,
total 1 replies
Cah Dangsambuh
brak pintu terbuka aku yang panik kirain ning nong ning gung mantan tunangan ga taunya adik somplak🤣🤣🤣
Cah Dangsambuh
aku juga ikut nangis zizah ,terlalu haru,emang abangmu cintanya ugal ugalan cinta luar biasa👍👍👍👍
Cah Dangsambuh
kok bapaknya yang ngotot kecewa boleh tapi kalo gus udah memolih keyra mosok harus tetep suruh nikahin anaknya hanya demi nama baiknya walah ga mikirin hati anaknya ya
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍😍
keynara
lanjut thor🙏
Della Nuri delima
plisss double upp thorrrrr
Cah Dangsambuh
lope lope sekebon pokoknya buar kak authornya baca sambil nangis nyeseknya dari ujung rambut sampe ujung kaki
Cah Dangsambuh
sabar fifa seberapa besar harapanmu tapi takdirmu bukan sama gus zayn
Cah Dangsambuh
aku ga tau mo komen apa tapi yang jelas aku suka banget di sini keyra yang jujur banget satu sisi sangat jatuh cinta tapi satu sisi dia merasa jauh dan rendah untung suaminya peka sekali endingnya aku yang baper kak othor😆 kenapa sih kak othor pinter banget nggiring masuk ke dalam cerita🤣👍🙏
Cah Dangsambuh
akupun ikut nyesel keyra wuuuuhhhh bakal rumit ni gus zayn belum sempet njelasin perkaranya tunanganya dah dateng duluan di antara 2 wanita pasti merasa tersakiti apa lagi sebelumnya belum ada penjelasan
keynara
lanjut thor update yg banyak biar makin seru🙏
Julia and'Marian: siap kak keyyy🤭
total 1 replies
Cah Dangsambuh
yasalaaaamm bacanya sambil tahan napas😆maniiiiiiiiis pol polan gus zayn ga ada lawan👍
Julia and'Marian: hehehehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!