NovelToon NovelToon
Istri Kecil Uncle Dom (Kesempatan Kedua)

Istri Kecil Uncle Dom (Kesempatan Kedua)

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Prince Aurora

Sial! .

Lagi-lagi Dom dibuat menangis karena cinta.

Satu kali lagi pria itu berlutut, memohon maaf dan mengemis cinta kepada istri kecilnya. Namun, sebesar apa cinta yang dia tunjukkan, Bella tetap menggeleng dengan linangan air mata. Hukuman telah wanita itu jatuhkan sepenuh cinta.

"Bella, apakah pria brengsek sepertiku tidak layak untuk mendapatkan kesempatan kedua?" Gugu Dominic dengan suara bergetar.

Keduanya saling mencintai, namun Dom kembali terlena dengan masa lalunya, perselingkuhan pria itu dengan Sarah menjadikan boomerang hebat bagi bahtera rumah tangganya bersama Bella.

Bisakah Dom merebut kembali rasa cinta dan percaya istri kecilnya seperti semula?

"Aku begitu mencintaimu, Bella. Dan kau hampir membuat pria seksi ini menjadi gila!" Desis Dominic, saat cintanya kali ini tercampur dengan ambisi amarah dan gairah.


D O N ' T P L A G I A T ! ! !
H A P P Y R E A D I N G, S U G A R R E A D E R S ! !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Prince Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30 — Dominic Menguji Kesabaran

Matahari sore menyinari jendela apartemen Bella, menembus tirai tipis dan memantul di lantai kayu yang hangat. Bella duduk di sofa, menatap layar laptopnya, mencoba menyelesaikan laporan kerja. Tapi pikirannya kacau. Seluruh hari ini ia mendengar dering telepon Dominic, notifikasi pesan, bahkan suara langkah kaki di lantai bawah apartemen yang membuat jantungnya berdebar.

Ia menghela napas panjang. “Kenapa pria ini nggak bisa diam sebentar?” gumamnya pelan, mencoba menenangkan diri.

Pintu diketuk. Sekali. Dua kali.

Bella menatap jam di dinding. Dominic? Tak biasanya dia datang tanpa pemberitahuan di sore hari seperti ini. Dengan hati-hati, Bella bangkit dan membuka pintu.

Dominic berdiri di sana, tetap rapi, jas hujan tipis menempel di bahunya, rambut sedikit basah. Tapi ada sorot mata yang bikin Bella langsung sadar—ini Dominic yang fokus, tekadnya terlihat jelas.

“Bella,” katanya pelan, “aku tahu kau sibuk. Tapi aku cuma ingin beberapa menit.”

Bella mengangkat alis, menahan diri untuk tidak menggerutu. “Beberapa menit apa?”

Dominic melangkah masuk tanpa menunggu jawaban. Di tangannya ada kotak kecil, dibungkus kertas cokelat. Ia meletakkannya di meja dengan hati-hati.

“Untukmu,” katanya. “Aku… nggak minta maaf lagi. Aku ingin kau lihat ini sendiri.”

Bella membuka kotak itu perlahan. Di dalamnya ada cincin emas kecil—tapi bukan cincin biasa. Terdapat ukiran sederhana di bagian dalam: “Kesempatan Kedua.” Mata Bella melebar, hatinya berdetak lebih cepat.

Dominic menatapnya. “Aku nggak minta kau pakai sekarang. Aku cuma ingin kau tahu… aku serius. Aku nggak akan mengulang kesalahan lama. Aku mau kau percaya lagi padaku, tapi aku nggak bisa hanya menunggu diam-diam. Aku harus bertindak, bahkan jika itu berarti menguji kesabaranmu.”

Bella menatap Dominic, hatinya bergejolak. Marah, benci, tapi juga… rindu. Ia menahan napas, mencoba menahan diri dari luluh total.

Dominic melangkah lebih dekat, jarak mereka hanya beberapa langkah. “Aku tahu aku salah, Bella. Tapi aku nggak akan membiarkan masa lalu menghancurkan masa depan kita. Aku mau kita benar-benar bersama… utuh. Bukan sekadar kata, tapi tindakan nyata.”

Bella menelan ludah, menatap mata Dominic yang penuh tekad. Ia ingin menolak, ingin memarahi, tapi hatinya… perlahan-lahan mulai goyah.

Dominic mengulurkan tangan, bukan untuk memaksa, tapi untuk menawarkan dukungan. “Aku nggak mau kau merasa terpaksa. Aku cuma ingin kau tahu, aku ada. Setiap saat.”

Bella menutup mata sejenak. Ada rasa hangat yang ia rindukan—rasa aman, rasa diperhatikan, dan rasa dicintai tanpa syarat. Tapi ia masih jual mahal. Ia tidak ingin Dominic mengira satu senyuman kecil bisa mematahkan pertahanan yang sudah ia bangun begitu lama.

“Aku… aku masih takut, Dominic,” bisiknya akhirnya, suaranya nyaris bergetar. “Aku nggak mau hatiku patah lagi.”

Dominic menunduk, menatap Bella dengan lembut. “Aku ngerti. Aku siap menunggu. Aku akan tetap di sini, sampai kau benar-benar percaya lagi.”

Mereka duduk bersebelahan di sofa, tangan Dominic menutup tangan Bella dengan lembut. Tidak ada kata manis berlebihan, hanya kehadiran dan kontak yang membuat hati Bella sedikit demi sedikit luluh. Dominic tidak memaksa, hanya hadir, menunggu, dan menunjukkan keseriusannya.

Hujan mulai turun di luar jendela. Dominic menatap Bella, matanya berkilau sedikit karena cahaya lampu. “Malam ini, aku cuma ingin kau merasa aman… dengan aku. Aku nggak minta lebih. Aku cuma ingin kau tahu aku nggak akan menyerah.”

Bella menunduk, menahan air mata. Ia tahu Dominic benar-benar berubah. Bukan sekadar kata-kata manis, tapi tindakan nyata yang ia lakukan setiap hari. Ia mulai membuka hati sedikit demi sedikit, mempercayai Dominic bukan karena kata, tapi karena kesungguhannya.

Dominic tersenyum lembut, menatap Bella dengan penuh cinta dan tekad. “Aku nggak akan pergi lagi, Bella. Biarpun kau jual mahal, aku akan tetap di sini. Untukmu. Untuk bayi kita. Untuk kita.”

Dan malam itu, di apartemen yang hangat dan hujan yang menetes lembut, satu hal jelas: Dominic tidak akan menyerah. Bella, meski masih jual mahal, hatinya mulai menerima kehadiran pria yang menyesal dan tulus mencintainya.

1
Dian Sary
ceritanya menarik
Secilia Cindy
lanjuttttttt thor.. 👍
mimief
ayoo Thor
kasih gebrakan yg gimana
ini...kyk masih ada ditempat setelah ber bab bab
pergi atau tinggal?
putuskan segera
mimief
teruuuussss
mimief
aku galau...
aku sebal
aku....aakhh bingung mau apa ya 🙄😜🤣
mimief
ini orang ga kerja kerja apa yaaa🙄
dulu aja alesannya sibuk Mulu
Ampe kita di abaikan
dasar...kalau ada maunya aja,so soan semua ditinggal demi kita
nanti kalau udah dapet lagi juga lupa🙄
mimief: wkwkwkwkwkwk
apa makelar tanah kali KA
ga laku laku tanahnya🤣🤣
total 2 replies
mimief
jadi...luluh kah?.
tapi siapa yg ga yaaa🫣
mimief
aku juga kalau jadi dia... bakalan goyah
kasih kesempatan ga ya?🙄🥹
Soraya
lanjut
mimief
kadang ga ngerti ya
.di otak para pelakor itu
dia cantik
dia sukses
tapi malah terobsesi sama milik orang lain
dan bodohnya para pria itu membuka pintu hati nya lebar"
mimief
🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹
aku bacanya ga nafas thor
mimief
jangan lemah...
ayo semangat bella
mimief
aku juga setuju lah Thor
cape sama orang yg belum selesai sama masa lalunya
kita akan selalu sendirian
terabaikan
dan...bukan sesuatu yg jadi prioritas
dia datang hanya kewajiban 🥹
mimief
hami yaa🥹🥹🥹
mimief
itu dia..
sebenarnya air mata bukan lah tanda kita lemah
tapi memberikan ijin buat tubuh kita mengeluarkan semua rasa
nangis aja..
yg kenceng.
tapi.....untuk saat ini aja
setelah nya kita bergerak maju ke masa depan
mimief
yah begitulah semua lelaki
mereka kan selalu merasa di zona nyamannya
merasa kita akan ditempat dan rasa yg sama
walaupun apapun yg terjadi
tapi mereka lupa semua asalnya dr mereka 🥹🥹
mimief
hiks....hiks.
kok aku yg emosi ya Thor
liat Diana yg ga tau malu
eh..mang lupa ya
pelakor mang semuanya ga tau malu🥹🥹
mimief
kau berharap apa dom...
lelah itu sesuatu yg nyata tapi tida berasa🥹🥹
mimief
🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹
mimief
ya...tidak perlu mempertahankan yg ga mau bertahan buat kita🥹🥹
mimief: jujurly,aku si mau nya pisah
kita liat aja si dom ini
bener bener mau berubah atau tidak.
tapi Thor.... perselingkuhan itu seperti sakit kangker yg diam diam menyakiti kita dr dalam.
tak terlihat tapi sakitnya nyata.
walaupun mereka kembali lagi.
rasa itu ga akan sama...
ketidakpercayaan , curiga akan memberikan rasa sakit yg lebih🥹
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!