NovelToon NovelToon
Emergency Love

Emergency Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Cinta Seiring Waktu / Cintamanis
Popularitas:98k
Nilai: 4.9
Nama Author: dtyas

Dituduh Cinta karena kesalahan. Rama membuktikan kalau cintanya bukan kesalahan, murni rasa dari mata turun ke hati. Usaha mendapatkan cintanya seolah didukung oleh jagat raya meski berawal dari kesalahpahaman.

“Nggak masalah nikah karena digrebek, yang penting sah.”

“Siapa kamu, berani mencintai seorang Bimantara.”

“Di dunia ini, Rama jodohnya Gita.”

Kisah cinta Rama Purwangga dan Gita Putri Bimantara, jadilah saksi seberapa darurat cinta mereka.

Spin off Bosku Perawan Tua dan Diam-diam Cinta

=== Mohon dengan sangat agar tidak baca dengan melompat bab dan ikuti sampai akhir ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Tragedi

Bab 29

 

Rama berdecak, meski kepalanya cenut-cenut. Ia masih terlelap saat ponselnya bergetar terus. Panggilan grup dan japri dari Yuli dan Sapri. Sudah lewat tengah hari dan tidak mendapati istrinya di kamar.

Rama beranjak duduk sambil mengucek matanya. Gita keluar dari walk in closet sambil bersenandung, membawa handuk ke toilet. Tidak lama keluar lagi.

“Eh, abang udah bangun.”

Rama menatap nyal4ng mendapati sang istri hanya mengenakan tanktop dan hot pants. Menelan saliv4nya tanpa berkedip. Sering melihat perempuan mengumbar tubuh mereka, tapi memandang milik istrinya sendiri seolah menjadi oase di padang pasir.

“Yang, kamu sengaja goda aku apa gimana?”

Gita tertawa, ikut bergabung ke atas ranjang. “Aku beresin isi koper abang, di walk in closet agak gerah. Cuma ada kipas di sana, makanya buka baju. Abang kok udah bangun?”

“Bangun semuanya ini. Hadeuh.” Rama mengusap kasar wajahnya. Apalagi Gita tanpa merasa bersalah langsung memeluknya, membuat kedua aset kembar itu menempel sempurna. Benar kata Mada, Gita mirip cicak nemplok di dinding seenaknya.

“Udah siang banget ini, makan yuk!”

“Makan kamu?”

“Makan siang dong. Mama sama papa sudah makan duluan, mereka lagi ke tempatnya kak Gilang.”

“Pengennya makan kamu.” Rama menatap tubuh Gita yang sudah halal baginya.

Gita mengernyitkan dahi lalu melepas pelukannya. “Ih, abang me sum tau.”

“Wajarlah, sama istri sendiri lagian gimana otak aku nggak mesum kamu pakai baju begitu.”

“Aku ganti dulu ya.”

“Nggak usah.” Rama menarik tangan Gita dan mendekapnya. Menatap intens wajah itu, wajah yang selalu mengalihkan dunianya dan begitu menggemaskan. Sudah berjanji di hadapan keluarga dan pada Tuhan, akan bertanggung jawab akan hidup gadis itu.

“Setelah kita menikah, apa aku sudah bilang kalau aku … sayang kamu.”

“Aku lebih sayang abang,” balas Gita dengan tatapan masih terkunci.

Perlahan Rama mengikis jarak, hembusan nafas terasa di wajah masing-masing. Gita sampai menelan saliv4 saat bibir mereka bertemu. Lembut dan hangat, perlahan pagut4n semakin dalam. Meski Rama akui kalau mereka begitu amatir, tapi menyenangkan. Namun, kegiatan itu terhenti manakala ponselnya kembali berbunyi. 

“Abang ….” Gita mendorong dad4 Rama menjauh.

...Tim Pencari Kitab Suci🤸...

 

S4pri : Mas Rama, nanti ada resepsi nggak?

Asoka Harsa : Ada ya, Ram. Di Bali kayaknya

Beni Ganteng : Siap cuti untuk kawal pasangan grasak grusuk ini sampai honeymoon

Lisa Kanaya : Serius di Bali?

Asoka Harsa : Mau di mana juga, mertuanya siap modalin 🤭

Yuli Imut : Emang siapa sih mertuanya Rama

S4pri : Feeling saya nggak enak, kayaknya bukan orang sembarangan nih kalau dokter Oka yang ngomong

Beni Ganteng : Bimantara. Dokter Oka dan Lisa tinggal di kawasan Bimantara Properti

Yuli Imut : Serius? Demi apa? Gil4 si Rama jadi menantu sultan. Woi, Rama, ngga seru ih nggak ada suaranya habis nikah

Rama P. : Astaga, gue tidur habis shift malam. Bener-bener lo pada ya

Lisa Kanaya : Ram, kalian ada resepsi nggak?

Rama P. : Gue belum obrolin

S4pri : Honeymoon mas? Kalau nikahan kita nggak bisa ngawal, Insha Allah siap mengawal saat honeymoon

Rama P. : Kagak usah dikawal pe4, kalau bisa diem-diem aja yang satu itu mah

Yuli Imut : Gita tahu nggak, kalau suaminya pria paling rese di grup ini

Rama P. : Jelas nggak, mana mungkin gue rese. Di matanya gue pria paling kalem, ganteng dan menyenangkan

S4pri : Mbak Lisa, cepet amit-amit

Beni Ganteng : Kalem dari mananya, pengen gue pites aja. Udah unboxing belum?

Rama P. : Baru berhasil gue cip0k doang barusan, lo pada malah ganggu

Asoka Harsa : Kalah sama Sapri 🫣🤣

***

“Rama tahu kamu magang hari ini?” tanya Sarah mendapati Gita sudah rapi saat turun untuk sarapan.

“Udah, semalam aku dah bilang sebelum abang berangkat kerja. Hp aku mana, pah?”

Arya menggeleng lalu menyesap kopinya. “Kamu nggak perlu hp, kerja sama Gilang dan Edric semua dimudahkan. Pak Iwan stand by antar jemput kamu.”

“Terus aku hubungi abang, gimana?”

“Biar papa yang hubungi Rama atau Gilang dan Edric. Bukan perkara sulit.”

Sarah hanya bisa menggeleng menghadapi perdebatan suami dan putrinya.

“Sarapan dihabiskan, obatnya diminum. Nanti hubungi Rama sebelum berangkat, pakai ponsel mama.”

“Papa nyebelin, heran deh mama kok tahan sama papa.”

“Karena cinta. Sama kayak kamu ke Rama,” sahut Arya.

Di tempat berbeda, Rama baru saja keluar dari ruang OK. Melepas sarung tangan dan segala atribut tindakan operasi. Sempat bersih-bersih sebelum berganti pakaian.

“Ram, ngopi dulu yuk!”

“Sorry, langsung pulang gue. Agak ngantuk,” sahut Rama. Membuka loker mengambil ponsel, dompet dan kunci motor. Semalam sempat mampir ke rumah untuk bertukar kendaraan, ia lebih suka berkendara dengan motor karena bisa lebih cepat.

Ponselnya berdering.

“Mama Sarah,” ucapnya lalu menjawab panggilan itu. “Halo, mah.”

“Abang, ini aku.”

“Oh, iya sayang, kok pakai ponsel mama?”

“Ponsel aku masih sama papa. Aku mau berangkat, mama bilang harus izin dulu ke abang.”

“Iya, aku izinkan. Jangan telat makan ya,” ujar Rama sudah membayangkan bagaimana tingkah Gita saat bekerja dengan wajah prengat-prengutnya.

“Aku nggak ada di rumah, abang pulang dan istirahat di kamar kita aja.”

“Iya, ini mau jalan pulang.”

“Hm. Sore jemput ya, aku mau nonton terus makan di luar. Aku mau kencan kayak pasangan normal lainnya.”

Memang selama ini hubungan mereka tidak normalkah, Rama sambil menggaruk kepala mendengarnya. “Siap, sayang. Apa sih yang nggak buat cintaku.”

Rasanya sebahagia itu memiliki istri. Ada yang peduli dan bermanja dengannya juga perhatian selain ibu dan para member pencari kitab suci. 

Rama Sudah berada di atas motor, menarik resleting jaket dan memakai helm meninggalkan parkiran rumah sakit.

Senin pagi, perempatan jalan raya sudah mulai terlihat sibuk. Deru mesin angkutan umum, asap knalpot, dan klakson yang saling bersahutan seolah menjadi rangkaian nada yang sudah akrab di telinga. Rama berhenti di garis depan lampu merah. Di samping kirinya, motor lain berhenti sedikit terlalu mepet. Di spion kanan, ia mendapati mobil box besar, beriringan sejak keluar dari area rumah sakit.

Lampu berubah hijau. Rama memuntir gas secara perlahan, membiarkan kendaraan lain mendahuluinya. Si4lnya motor di samping kiri membuat kagok ia pun mempercepat laju motornya. Entah ada masalah apa, motor itu seolah sengaja mencari keributan dengan mensejajarinya tidak mendahului dan tidak melambat membuat kagok mendadak mengambil ke kanan untuk mendahului kendaraan di depan.  Nyatanya truck di belakangnya ikut melaju ke kanan dan menabrak membuat motor Rama mendadak oleng lalu menghantam bahu jalan. Rama terlempar setelah sempat terseret oleh motornya.

Decitan rem, teriakan saksi mata serta dentuman logam menambah keriuhan pagi itu. Terkapar di aspal, dunianya seolah baru saja berputar. Dari balik kaca helmnya sempat melihat nopol truk yang ikut berhenti dan kembali melaju.

“Mas ….”

“Bisa berdiri, mas?”

Perlahan ia mencoba beranjak dan ....

“Aaaa, Ibu.” Menger4ng pelan merasakan nyeri entah di bagian mana. Tubuhnya terasa melayang. “Gi-ta.”

1
Rahmawati
wkwwkwkwk, siap siap neng cinta mau di unboxing
Rahmawati
Rama diiterima dengan baik sm semua keluarga gita
🎃
andin ini siapa lagi sih elahhh twin mau brojol ada aja masalahnya
imel
kamu siapaa?
gina altira
Tenang Gita,, abang Rama ga akan macem".
Arin
Awas Rama..... jangan macam-macam..... Siapa Andin??? Jangan bikin ulah ya. Bisa-bisa langsung di jauhkan dari Gita dan kedua anakmu nanti sama Papa Arya.....
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Asoka mulut nya bener2 ketularan Rama nih
Shee_👚
nah siapa lagi ini🤔
jangan sampe calon uget uget lagi ini
Shee_👚
astaga dokter oka, g nyangka sekarang mulutnya kaya rama🤣🤣🤣
Shee_👚
auranya beda, karena para setan RS ke bawa🤣🤣🤣
Shee_👚
nah bapak kontrakan dah ngomong, jangan sampai manggil para istri alamat tidur di luar 😂😂😂
Shee_👚
asyik bela cs datang, anji g pake ng siap-siap tebar pesona. aku pilih Edward aja lah walau duda tapi pesona g kalah sama pejaka🤣🤣🤣🤣
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Shee_👚
aamiin
Shee_👚
yang kaya kan besannya bukan bu mira, dah kadang tetangga yang baik suka takut kehilangan temen ngegosip
Shee_👚
udah ketemu pawang nya
Iccha Risa
penyakit baru lagi tuh
Nugroho
aroma nya kok bakal ada pelakor yha...
dtyas (ig : dtyas_dtyas): nggak ada kak 😄
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Lha ada lagi ternyata selain si Ida/Facepalm/ macam² ku getok kamu, Ram/Proud/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!