Ismi Azis berumur 17 tahun dia mengalami kecelakaan motor saat selesai tugas dari misinya
Ismi Azis seorang dokter dan hacker terbaik di negara Jepang, dia putri dari Iris Wati yang menikah dengan seorang laki-laki tampan keturunan Jepang. Ismi yang terkenal baik dan juga sering menolong orang lain membuat salah satu dokter magang iri
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir dan baca kita nya😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter thirty
Xie dan Annchi sedang berdiskusi, Xie mendapatkan tawaran untuk membuka toko di kekaisaran. Annchi pun mengangguk mereka harus memikirkan terlebih dahulu karena mereka tahu untuk pergi ke kaisaran itu cukup memakan waktu
"Kau yakin kita bisa melakukan itu? bukan apa-apa Xie... kita sudah memiliki keluarga, dan kau tahu sendiri bukan suami-suami kita itu seperti apa? mereka tidak mungkin mengizinkan kita untuk bepergian ke luar dari kerajaan ini, untuk membeli beberapa bahan saja suamimu menyuruh orang lain bukan? apalagi kalau kita pergi ke kaisaran, di perjalanan saja kita menghabiskan waktu dua bulan, untuk pulang dan pergi. belum lagi kita mengurus-ngurus toko dan bahan-bahan atau orang-orang yang kita percaya untuk menjaga toko kita di sana" ucap Annchi. Xie pun mengangguk menyetujui Apa yang diucapkan oleh Annchi. untuk membuka toko di beberapa kerajaan aja suami-suami mereka masih belum mengizinkan apalagi untuk di kekaisaran yang menurut mereka memakan waktu yang berbulan-bulan seperti itu
"Iya memang Sepupu ipar, tapi bukan nya ini kesempatan kita untuk lebih maju? tawaran ini di berikan oleh Adipati kekaisaran kita, tapi aku juga ngga berani buat ngomong ma suamiku" ucap Xie. Annchi menatap tak percaya
"Jadi kau langsung kesini? belum memberitahu suamimu tentang tawaran ini? hais.... kau ini benar-benar gila" ucap kesal Annchi. Xie terkekeh geli mendengar jawaban kesal itu
"Maksud ku kalau kau setuju aku bisa minta Gege Bao-yo, untuk bicara pada suamiku... kau tahu bukan suami ku sangat menghormati Gege Bao-yo" jawab nya lagi dengan nada pasrah. Annchi menggelengkan kepala dengan kelakuan adik sepupu dari suaminya itu
"Kau mau melemparkan batu sembunyi tangan? tidak aku tidak mau berbicara dengan suamimu... Laginya kurang kaya apa lagi sih kalian sudah memiliki usaha lain juga masih berniat mengejar di luar sana" ucap Bao-yo yang baru masuk. Xie cemberut mendengar jawaban dari sang sepupu
"Cih... dasar nyebelin.... kan sesama lelaki kalau ngobrol itu enak Gege, ngga pake drama adu mulut, atau bujuk loh" jawab Xie. Bao-yo mendengus mendengar jawaban Xie
"Tidak ya tetap tidak... aku juga tidak mau berjauhan dengan istri ku, baru melihat dia satu bulan masa udah mau di jauh ke an sih! ngga lucu kan? malam pertama ku saja gagal terus karena kita terlalu sibuk dengan pekerjaan yang lumayan banyak ini, kau malah mau menambahkan pekerjaan istriku... tentu saja jawaban nya itu TIDAK....." jawab kesal Bao-yo. Xie melongo mendengar ucapan Bao-yo
"Tunggu... kalian berdua belum Anu-anu?" tanya Xie. Bao-yo mengerutkan keningnya untuk memahami ucapan adik sepupu nya itu
"Ya belum... kita mau anu-anu dimana coba? rumah baru selesai satu Minggu, terus istriku sibuk di restoran dan kedai mini nya... mau anu-anu nya bagaimana Xie?" jawab Bao-yo dengan nada kesal. Annchi melongo dengan kedua orang di depan nya itu
"Hahaha.... sia-sia kau melihat kalau itu Gege, hanya bisa manja-manja tanpa bisa merasakan" ledek Xie. Bao-yo menatap tajam kearah Xie, tapi Xie tidak perduli dia malah ketawa kencang dengan pasangan suami istri itu
"Aduh... aduh... perut ku sakit sekali, laginya kalian ini bagaimana bisa. belum melakukan kesempurnaan pernikahan, tunggu apa kau belum bisa menerima istrimu?" ujar Xie. Bao-yo mendengus
"Bukan tidak menerima... aku sibuk di ladang, sepupu ipar mu sibuk di restoran dan kedai. apa lagi peminat restoran dan kedai makin banyak, bukan itu tambah kau selalu meminta istri ku untuk menemani mu bukan? kau juga salah satu penyebab aku belum menyempurnakan pernikahan ku tahu" jawab Bao-yo. Xie menunjuk dirinya
"Aku?" tanya Xie
"Ya... kau juga penyebab nya, kau selalu menarik istriku untuk melihat para pekerja di butik mu bukan?" ujar Bao-yo dengan nada kesal
"Eh... mana aku tahu loh, lagi nya kenapa kau juga lembat Gege. harusnya malam tuh gas jangan kasih kendor" ledek Xie
"Gas... bagaimana? kami malam sama-sama kelelahan dengan kesibukan kami" jawab Bao-yo. Annchi memilih memakan cemilan dan sambii menyuapi Bao-yo dan Xie bergantian
...****************...
Annchi dan Bao-yo sekarang sudah tak sesibuk kemarin. pekerjaan mereka sudah ada yang atur, Annchi sudah memiliki orang kepercayaan nya. Bao-yo juga sudah di berikan orang kepercayaan nya dan di bantu oleh ayah nya
"Ibu hari ini kenapa membuat makanan begitu banyak?" tanya Bai. Annchi tersenyum seperti nya Bai lupa kalau hari ini adalah ulang tahun Bai
"Rahasia pokonya, sudah kamu pergi ambil beberapa buah segar di gudang.... ibu mau buat sesuatu yang lezat" ucap Annchi. Bai pun mengangguk pasrah
Bai pun berlari kearah gudang, disana ada ayah dan beberapa paman yang akan mengirim buah-buahan itu ke kerajaan Ming. karena Huwa Ming di kota Miing sudah membuka restoran juga, semua buah dan sayur segar di kirim oleh keluarga Bao-yo. bukan hanya itu para warga desa tempat Bao-yo tinggal pun ikut menjual buah dan sayur yang mereka tanam di Bao-yo. karena harga yang membeli di Bao-yo cukup besar, banyak tangkulak yang menawar harga buah dan sayur mereka
Tapi para tengkulak itu seperti nya memainkan di harga. Mereka membeli harga murah, tapi menjual di luaran sangat luar biasa. maka dari itu mereka memilih Bao-yo karena orang yang membeli ke Bao-yo itu cukup setara dengan rasa lelah mereka saat menanam nya
"Ibu apa Gege lupa dengan ulang tahunnya?" tanya An. Annchi terkekeh, menurut Annchi juga anak lelaki nya itu lupa hari lahirnya
"Seperti nya sih begitu, An'er jangan beritahu dulu ya... ibu mau buat kejutan untuk Gege mu" ucap Annchi
"Ciap... ibu An'el tat atan membelitahu Gege" jawab An. sambil memakan bakpao isi kacang hijau, Annchi tidak membuat kesukaan Bai saja. tapi dia membuat kesukaan An juga
Bai pun berlari membawa keranjang yang sudah di isi oleh ayahnya tadi, dia tersenyum manis membawa keranjang itu kedapur
"Ibu apa segini cukup? kalau kurang Bai'er ambil lagi" ucap nya sambil tersenyum. Annchi pun membalas senyuman itu
"Ini sudah cukup putra tampan ibu... sekarang kamu bantu ibu untuk memotong-motong buah ini seperti ini, nah jangan terlalu besar atau kekecilan ya... agar hasilnya juga bagus" ucap Annchi. Bai pun mengangguk dengan cepat An juga membantu mencuci buah itu mereka bertiga berkerja sama membuat hidangan lezat yang Annchi buat untuk perayaan ulang tahun putra sambung nya
Dua jam An dan Bai menatap tak percaya dengan makanan yang di buat oleh ibunya
.
.
.
"Ibu ini apa namanya? kenapa begitu indah" tanya Bai. dia begitu terpesona dengan kue tart ulang tahun Didepannya, dia masih tidak sadar bila kue tart itu untuk nya
"Sudah-sudah kalian mandi sana pakai baju yang ibu kasih waktu pagi ya... ibu juga mau panggil ayah dan kakek" jawab Annchi yang tidak menjawab pertanyaan Bai. Bai pun mengangguk dan berlari ke arah kamar nya
An pun langsung ikut berlari untuk bersiap-siap. Annchi melihat itu hanya menggelengkan kepala nya dan berjalan ke tempat suaminya dan mertua nya itu
"Lao gong...... Ayah... ayo kita bersiap, Bai sudah tidak sabar ingin memakan kue ulang tahun nya seperti nya" ucap Annchi Bao-yo pun mendekati sang istri
CUP
"Terimakasih... sudah mengingat hari lahir Bai, aku yakin ibu nya pun tak mengingat dia" ucap Bao-yo. Annchi pun menepuk bahu suaminya itu
"Bai juga putra ku, jadi mari kita lupakan kenangan pahit itu dan kita buat kenangan indah kedepan nya" jawab Annchi. Bao-yo pun mengangguk
Bao-yo juga mengundang para pekerja dan beberapa tetangga yang dekat dengan mereka
Kepiting saos Padang
Burger dan ketan untuk para anak-anak kecil
Soto untuk para paman dan bibi
Seblak untuk para anak muda
Es krim untuk cuci mulut
Semua orang yang hadir melihat makanan di depan mata yang aneh tapi baunya harum. Annchi dan Bao-yo mendekati Bai dengan kue ulang tahun nya
"祝我们的儿子生日快乐/SELAMAT ULANG TAHUN PUTRA KAMI" nyanyi Annchi dan Bao-yo. Bai yang mendengar suara ibu dan ayah nya pun mendongak, apa lagi semua orang ikut menyanyi kan lagu ulang tahun
"Ibu..." ucap lirih Bai dan memeluk Annchi, dia tak menyangka ibu sambung nya mengingat ulang tahun dirinya
Keluarga Annchi dan Bao-yo sibuk merayakan ulang tahun Bai. semua tamu juga ikut menikmati makan dan kue yang Annchi buat untuk mereka semua
"Wah... wah.... kalian melupakan kami?
BERSAMBUNG......
dunia serasa milik berdua....
yang lain mah tak kasat mata.....😁
Bai kalau mau nendang bokong, bokong An aja yang kamu tendang sekarang, gak perlu nunggu punya adik laki-laki dulu🤣🤣