NovelToon NovelToon
Visionaries Of The Sacred Arc Ujian High Magnus

Visionaries Of The Sacred Arc Ujian High Magnus

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Slice of Life / Action / Fantasi / Anime
Popularitas:89
Nilai: 5
Nama Author: Nakuho

melanjutkan perjalanan Lucyfer setelah kekalahan nya dengan Toma.

kini Lucyfer bergabung dengan kelompok Toma dan akan masuk ke ujian high magnus tapi memerlukan 2 orang tambahan.

setelah 2 slot itu di isi mereka kini menghadapi satu masalah akademi odler adalah musuh yang sulit dan tidak mudah di lawan.

arc ini juga memperkuat beberapa character

dan pertarungan masa lalu sang penyihir kegelapan yang bebas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakuho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lari kau tak akan bisa menang lawan dia

Di sebuah dimensi hutan malam di tenggara

Maevra menatap bingung ke arah klee yang hanya berdiri dan seolah seperti sesuatu memberontak dari dalam diri klee.

Maevra masih memegang senjata cakram nya dan berjalan pelan ke arah klee.

Tap– Tap– Tap

“Hei kau tak apa apa, anu...?” Tanya maevra

Klee hanya memegang wajah nya dan bergerak seperti memberontak ke arah kiri dan ke kanan.

“AAAA... AAAAHHH.” Teriak klee yang nampak seperti melawan sesuatu dari dalam

Sampai klee diam dan menunduk seperti diri nya sudah siap.

Tiba tiba sebuah cahaya merah muda keluar dari sekitar klee dan membentang jauh sampai ke langit.

“La... ri...” kata klee dengan nada lirih

Maevra jelas tak paham apa maksud klee dan tetap bingung apa yang terjadi.

Cahaya merah muda itu kini pelan pelan memudar dan pakaian dan penampilan klee berubah.

Sebuah pakaian hitam dengan sedikit warna merah muda.

Sebuah tindik mulai terlihat.

Mata merah nya lembut tapi penuh tipu daya dengan rambut merah muda yang panjang gaya rambut seperti ubur ubur.

Ia berjalan dari cahaya merah muda itu dan maevra langsung kuda kuda.

Namun—

Ntah sejak kapan sosok yang di tubuh klee itu di samping maevra sampai membuat maevra tak bisa berkata kata dan meneteskan air keringat.

“Heiii... Gadis jeruk, aku sedang tak mau bertarung sekarang.” kata nya memanggil dengan suara lembut tapi penuh tipu daya

“Jadi... Harap jangan ikuti aku atau bahkan melawan ku ya.”

Maevra langsung mundur dan jaga jarak namun dalam hati nya berteriak satu hal: ini... Bukan klee

“Apa mau mu, ini turnamen perekrutan high magnus.” kata maevra dengan nada serius

Gigi maevra mengeras dan tatapan nya tajam dan menggenggam erat cakram yang siap ia lempar dan menyerang klee.

Namun

Orang yang di depan nya bukan klee yang lucu dan ceria melainkan kepribadian dari klee yang di mana kepribadian ini memiliki sifat dan sihir yang berbeda dengan klee.

Dia adalah sosok ratu api dari segala ratu api yang pernah ada.

Veil.

Veil di tubuh klee senyum manis yang penuh tipu nya itu mulai menghilang.

Tatapan nya berubah dengan cepat dan tatapan nya tajam dan menakutkan ekspresi nya berubah dengan cepat.

“Hmm... Kau menentang ku gadis jeruk?” Kata nya dengan nada dingin dan menakutkan

Maevra langsung berlari dengan sangat cepat dan melemparkan cakram nya ke arah Veil.

Cakram itu dilempar.

“SHIIING—!”

Ia berputar liar di udara.

“VVRRRRR—”

Cakram itu membelah angin, “SHRRR—!”, meluncur lurus ke arah Veil.

Veil menoleh namun tatapan nya yang tajam dan dingin.

Ia mengulurkan tangan nya ke cakram yang sedang berputar menuju arah nya tapi tidak jadi.

Veil hanya menghindar dengan santai dan jalan pelan pelan menuju ke arah maevra.

Tap– Tap– Tap

Suara langkah kaki nya jelas membuat maevra sedikit berdegup kencang karena aura nya benar benar mematikan.

Veil mengulurkan tangan nya lagi dan mengarahkan ke maevra.

“Kau tahu kan apa kata ku.” kata nya dengan dingin

“Jangan ikut campur atau kau yang ku kremasi.”

Veil mata nya melotot penuh amarah karena di ganggu oleh maevra.

Sebuah api merah muda keluar dari tangan nya.

Sihir api cinta: semburan cinta yang membara

Sebuah api merah muda terus menerus keluar dari tangan Veil.

Dia membuka telapak tangannya dan api merah muda langsung menyembur.

“FSSSHHH—!!!”

Semburan itu tak berhenti, mengaum.

“FWWWWOOOOSHHHH—”

Api merah muda itu melahap apa pun di depannya dalam gelombang panas yang mengerikan.

Api merah muda itu mulai menjalar dengan sangat cepat dan membakar pohon pohon.

Api merah muda itu menyembur ke arah maevra namun maevra terus berlari dengan cepat dan melempar Veil cakram sihir nya.

“SHIIING—!”

Ia berputar liar di udara.

“VVRRRRR—”

Cakram itu membelah angin, “SHRRR—!”, meluncur lurus ke arah Veil.

Namun Veil hanya berjalan dan saat cakram itu meluncur kembali ke arah Veil.

Veil menangkap nya dengan kedua tangan nya.

“FWOOOOSHH!”

Sebuah api di tangan Veil menyemburkan api berwarna merah muda yang sangat sangat panas sekali bahkan jauh lebih panas dari api biru.

“Gawat, siapa dia.” kata nya dalam hati

“Dia tak nampak seperti gadis itu.”

“Dan lagi api nya, api apa apaan ini panas nya 2 kali lebih panas dari api biru.”

Pelan pelan besi melelehkan cakram itu dan kini Veil melempar cakram itu tanpa perasaan dan tanpa emosi.

Tap– Tap– Tap

Suara langkah kaki Veil mendekati maevra.

“Hei, kau tahu, aku orang nya tak suka di ganggu.”

Ia berhenti melangkah tepat di depan maevra yang tak bisa apa apa.

“Tapi, kau malah menganggu ku, jadi sebagai balasan nya biar kau ku kremasi.” kata nya dengan dingin

Namun Veil tersenyum manis tapi itu adalah palsu dan seperti racun yang manis.

“Nah, kita mulai kremasi nya ya...” kata nya dengan nada ceria

Sebuah api merah muda di tangan nya mulai membara dan siap merapal mantra dan mengkremasi maevra.

“Ja... Jangan... Aku mohon.” kata maevra yang ketakutan

Mata maevra kini ketakutan karena mendekati ambang kematian.

Ia tak menyangka kalau Veil benar benar ingin mengkremasi diri nya.

Api kini mulai besar dan siap di baca mantra sihir nya.

“Tenang saja ini tak akan panas kok.” kata nya dengan lembut dan tenang

Veil tersenyum dan niat nya benar benar ingin mengkremasi maevra bukan hanya ancaman semata.

“Sihir api merah muda: semburan api cinta... Maksi...” suara Veil terpotong oleh sesuatu

Sebelah mata Veil kini sebelah kanan tajam ke mata sebelah nya.

Sementara itu mata sebelah kiri penuh kekhawatiran.

“Lariiii... Kau tak akan bisa menang melawan dia.”kata nya penuh kekhawatiran

Itu adalah suara klee yang di sisi kiri.

“Aku akan tahan dia, jadi cepat lah, jangan sampai dia benar benar mengkremasi diri mu.” kata klee dengan serius

Maevra mulai berdiri perlahan dan hendak mau membantu klee yang nampak kesulitan.

“Ta... Tapi diri mu bagaimana.” kata nya mengkhawatirkan keadaan klee saat ini.

Klee hanya berteriak seolah tak sanggup lagi bicara dan mencoba merebut tubuh dan kesadaran ini sepenuhnya.

“LARIIIII.” teriak klee menyuruh maevra lari

Maevra langsung berlari sebisa nya dan dengan rasa bersalah ia menoleh ke belakang.

“Maafkan aku kalau aku tak sempat membantu mu.” kata nya penuh rasa bersalah

Klee dan Veil seperti bertarung memperebutkan kesadaran dan tubuh ini.

Dari sisi kanan mata itu menatap datar tapi berubah menjadi tajam dan menatap ke arah mata sisi kiri.

“Gadis sialan, berikan saja tubuh ini pada ku.” kata nya dengan serius dan tegas

“Akan ku jaga tubuh ini dan kau diam lah di dalam sana, sama seperti aku dulu.”

Mata sisi kiri menatap mata sisi kanan.

“Tak akan ku berikan, sudah cukup, tubuh ini milik ku.”

Veil di sisi mata kiri hanya terdiam dan hanya bisa menatap datar karena yang di katakan klee memang benar.

Dalam pertarungan ini klee dan maevra tak ada yang menang, yang menang hanya Veil.

Itu pun Veil nyaris mengkremasi maevra.

Klee dan Veil kini saling bertabrakan sama sama ingin tubuh ini.

Siapa yang bisa mendapatkan tubuh ini?

Klee.

Atau

Veil.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!