NovelToon NovelToon
Sistem Restoran Antar Dimensi

Sistem Restoran Antar Dimensi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Reza adalah mantan koki yang dipecat karena difitnah, tetapi ia menemukan tujuan hidup baru setelah mendapatkan Sistem Restoran Dunia Lain.

Kini ia mengelola Restoran di mana pintunya terhubung ke dimensi kultivator dan sihir, menyajikan makanan lezat yang menyelesaikan masalah para pelanggan dari berbagai dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Reza meregangkan tubuhnya saat turun dari tangga menuju dapur di lantai satu.

Dia melihat Bao sudah berdiri di depan meja konter dengan postur sangat tegap.

Pemuda itu sedang mengasah pisau dapur baja milik kedai menggunakan batu asah basah.

Gerakan tangan Bao sangat stabil dan berirama tanpa membuang tenaga sedikit pun.

"Selamat pagi Bao, kau bangun sangat awal hari ini," sapa Reza berjalan mendekat.

"Selamat pagi Bos Reza," jawab Bao menghentikan asahannya sejenak.

"Seorang pengguna pisau harus memastikan senjatanya tetap tajam sebelum pertempuran dimulai."

Lyra keluar dari kamarnya sambil mengikat rambut pirang pucatnya ke belakang.

Gadis setengah peri itu sudah mengenakan celemek kerjanya dengan sangat rapi.

"Selamat pagi Bos, selamat pagi Bao," sapa Lyra dengan senyum cerah.

"Apakah hari ini kita akan kedatangan ratusan pelanggan manusia lagi?"

"Tidak Lyra, hari ini kita mendapat giliran untuk beristirahat sedikit dari duniaku," jawab Reza.

"Sistem, ke mana pintu utama kita terhubung pagi ini?" tanya Reza melihat ke arah ruang makan.

"Pintu utama hari ini terhubung ke Dimensi Manusia Hewan," suara datar Sistem terdengar di kepalanya.

"Lokasinya berada di sebuah dataran berbatu di dekat pusat Hutan Kematian."

Lyra langsung menelan ludah mendengar nama dimensi tersebut.

"Bos, bukankah itu dunia tempat orang-orang bertubuh hewan buas tinggal?" tanya Lyra sedikit cemas.

"Saya pernah dengar mereka sangat ganas dan suka memakan daging mentah."

"Mereka memang terlihat menyeramkan, tapi mereka tetap harus mematuhi aturan kedai kita," jawab Reza menenangkan.

"Kau tidak perlu takut karena sistem keamanan ruangan ini akan melindungi kita semua."

Reza berjalan ke arah lemari pendingin besar dan membuka pintunya.

Di dalam kulkas itu terdapat bongkahan daging berukuran sangat besar yang berwarna merah gelap.

Kulit luar daging itu terlihat sangat tebal dan memiliki tekstur seperti sisik.

"Sistem, daging hewan apa ini?" tanya Reza sambil menarik napas panjang.

"Ini terlihat jauh lebih keras daripada daging sapi biasa."

"Itu adalah daging monster badak tanah tingkat tinggi," lapor Sistem.

"Dagingnya memiliki kepadatan otot yang luar biasa untuk melatih kekuatan rahang."

Reza menarik bongkahan daging seberat belasan kilogram itu ke atas meja potong besar.

Dia mengambil pisau dagingnya dan mencoba memotong ujung daging tersebut.

Trak.

Pisau Reza memantul saat mengenai serat daging badak tanah itu.

Tangannya sampai terasa kesemutan akibat pantulan yang cukup keras tersebut.

"Daging ini keras seperti karet ban mobil," keluh Reza meletakkan pisaunya.

"Aku tidak yakin pisau biasaku bisa memotongnya menjadi ukuran kecil."

Bao melangkah maju dan menatap serat daging berwarna gelap itu dengan teliti.

Pemuda itu meraba permukaan daging menggunakan ujung jari telunjuknya.

"Daging ini memang memiliki pertahanan luar yang keras, Bos," ucap Bao tenang.

"Tapi selalu ada titik lemah di setiap persendian dan lapisan ototnya."

"Apakah kau bisa memotongnya untukku, Bao?" tanya Reza memberikan ruang.

"Kita akan membuat sate daging raksasa untuk pelanggan ras hewan hari ini."

"Serahkan saja padaku Bos, seberapa besar yang Bos inginkan?" tanya Bao mengambil pisau asahannya.

"Potong dadu seukuran kepalan tangan orang dewasa," perintah Reza mengukur dengan tangannya.

Bao memegang gagang pisau baja itu dengan sangat erat.

Dia menarik napas panjang dan memusatkan pandangannya pada bongkahan daging raksasa tersebut.

Sring.

Tangan Bao bergerak mengayunkan pisau dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti oleh mata biasa.

Pisau baja itu seolah menari melewati celah serat daging tanpa hambatan sama sekali.

Hanya dalam waktu sepuluh detik, bongkahan raksasa itu terbelah menjadi puluhan potongan dadu yang sangat presisi.

Bao menghentikan gerakannya dan meletakkan pisau itu kembali ke atas meja.

"Potongannya sudah siap, Bos," lapor Bao dengan nada datar seperti tidak terjadi apa-apa.

Lyra menutup mulutnya dengan kedua tangan karena sangat terkejut melihat kecepatan tersebut.

"Kau memotong benda sekeras itu seolah sedang mengiris tahu," puji Reza menatap hasil potongan Bao.

"Keahlian pisaumu benar-benar berada di tingkat dewa."

"Itu hanya teknik membelah arus, Bos," jawab Bao merendah.

"Saya membiarkan mata pisau mengalir mengikuti arah serat, bukan melawannya."

Reza segera mengambil mangkuk raksasa dan memasukkan potongan daging badak itu ke dalamnya.

Dia mulai meracik bumbu perendam yang terdiri dari kecap manis, ketumbar halus, bawang putih, dan gula merah cair.

Dia mengaduk daging keras itu dengan tangannya agar bumbunya meresap ke lapisan luar daging.

"Lyra, tolong ambilkan tusuk besi panjang di laci bawah itu," perintah Reza.

"Kita tidak bisa menggunakan tusuk bambu untuk daging seberat ini."

"Baik Bos," jawab Lyra segera mengambil belasan batang besi tajam sepanjang setengah meter.

Bao dan Lyra membantu Reza menusukkan potongan daging badak itu ke batang besi tersebut.

Setiap tusuk besi berisi lima bongkah daging seukuran kepalan tangan.

"Ini benar-benar ukuran sate untuk raksasa," gumam Lyra mengangkat satu tusuk sate yang sangat berat.

Reza menyalakan panggangan bara api memanjang di bagian belakang dapur.

Dia meletakkan lima tusuk sate besi raksasa itu di atas panggangan.

Suara lemak daging badak yang menetes mengenai bara api langsung terdengar nyaring.

Asap tebal beraroma rempah dan kecap manis mengepul memenuhi seluruh ruangan kedai.

Aroma ini jauh lebih kuat dan menggoda daripada sekadar daging panggang biasa.

1
Yuliana Tunru
💪💪💪👍👍👍
Kasma Wati
lanjut👍👍👍👍
Alia Chans
lanjut✍️👈
Äï
loh kok dia tau?
cynth
Deja vu....
Yui: ehehehe, klo yang dah baca bayu pasti tau/Facepalm/
total 1 replies
Yuliana Tunru
cerita bagus jg santai tanpa tantangan berat reza menikmati posis koki dgn baik .. 👍👍👍up yg byk thorr
Gege
sampe bab 10 sangat ringan dan enak dibaca sebagai hiburan. saran koki akan menyiapkan menu dengan harga yang sudah dipatenkan, terkesan mahal, tapi efeknya warbyasaaah bagi tubuh. pada akhirnya pundi pundi milyaran menjadikan koki menjadi kayah rayah...
Gege
ide ceritanya menarik.. harusnya bisa jadi ratusan episode ini..💪🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!